
Peri Fi memberikan tanda untuk Camello membawa tubuhnya mendekat ke wajahnya. Camello tersenyum kembali dengan menjulurkan tangan kanan miliknya, "naiklah. Kau ingin apa? Sebagai seorang Raja bukankah aku harus mengabulkan permintaan rakyatku? Rakyat keponakanku adalah rakyatku juga bukan?" Camello tersenyum dengan memberikan kalimat yang terdengar sedih oleh para Peri Pohon Mirst yang mendengar.
Peri Fi naik ke atas telapak tangan Camello dengan tersenyum, jari mungilnya menyentuh wajah Camello dengan lembut. Kedua matanya begitu sayu dan merona.
Beberapa ayunan tongkat milik Peri Fi memutar dan mengeluarkan percikan sinar kristal seperti hujan cahaya di hadapan wajah Camello. Kedua mata Camello melihat keatas dan kiri serta kanan tubuh miliknya. Cahaya ini seperti cahaya berkat seluruh isi Pulau Mirst kepada dirinya. Beberapa hewan keluar dari sarang dan melihat Camello dengan rasa penasaran. Beberapa Peri Mirst mulai memutar tubuhnya dengan memberikan percikan sinar cahaya Pohon Mirst.
Peri Fi mengawali nyanyian cahaya Mirst di hadapan Camello. Dengan suara merdu dan indah seluruh peri ikut bernyanyi mengikuti aliran percikan cahaya yang jatuh di tubuh Camello.
Miracle galad
(Cahaya Keajaiban)
i whole nature sings beautifullui
(Seluruh alam bernyanyi indah)
Happui a pant -o mel
(Bahagia dan penuh cinta)
Nature na- so real
(Alam begitu nyata)
__ADS_1
All Nirvana speaks
(Seluruh Nirvana berbicara)
Mel with mel
(Cinta bersama cinta)
A miracle i will ech- cin happui
(Keajaiban yang membuat bahagia)
i tip -o Jotunheim na i tip -o Vananheim sings
Nall- bo i galad
(Berseru kepada cahaya)
Mirst na- pant -o miracles
(Mirst penuh keajaiban)
Mirst's ber na Nirvana
__ADS_1
(Janji Mirst kepada Nirvana)
Ost. O'Fairui purple Mirst nimloth - glír -o Mirst dúr dór
(Lagu keajaiban Cahaya Mirst )
Seluruh peri bernyanyi. Sangat sejuk dan tenang dengan penuh bahagia. Peri Fi kembali berbicara dengan senyum yang manis. Bibirnya seperti warna buah ceri begitu merah, "Yang Mulia terimakasih kau sudah menjenguk Raja kami disini. Ini adalah berkat dari Pohon Mirst untukmu. Semoga mulai hari ini hingga esok masa depanmu akan selalu dipenuhi cahaya cinta."
Camello tersenyum dengan mengangguk. Ia bahagia mendapatkan berkat dari sebuah nyawa yang terkenal melegenda. Pohon Cahaya yang tidak bisa dilihat oleh mata para Kaum biasa. Hanya keturunan Raja yang mampu melihatnya bahkan hingga keturunan Kerajaan yang mampu menyentuhnya.
"Kalian bernyanyi lah, aku akan membawa pula Ksatria Shae ke Kerajaan Atlantia. Bagaimanapun Yang Mulia Lucifer memberikanku tugas dari Landramark. Aku sangat tersentuh akan berkat dari kalian. Aku akan selalu berusaha menjaga Pulau Mirst ini agar selalu hidup dan bersinar," ucap Camello dengan tersenyum mengembalikan Peri Fi ke salah satu ranting Pohon Mirst.
"Tunggu Yang Mulia," teriak Peri Fi kembali memanggil Camello setelah Camello mengembalikan Peri Fi dan mencoba untuk berbalik. Kedua kaki Camello terhenti dengan air mata yang keluar dari salah satu sudut matanya. Bagai butiran kristal yang menggumpal. Camello menyeka mata kanannya.
"Ya, kenapa kau memanggilku kembali? Aku harus mengantar Ksatria Shae untuk pulang ke Kerajaan Atlantia."
Sebuah daun Mirst jatuh di atas rambut Camello. Dengan sigap Camello mengambil daun tersebut dan memegangnya, daun yang bersinar mengeluarkan cahaya ungu.
"Ambillah, dan taruh daun itu di saku pakaianmu agar kau terlindungi dari para Orc kaum Oracle. Jangan bersedih lagi Yang Mulia. Karena takdir Yang Mulia King Tian memang ditangan wanita itu. Hidupnya sudah mengabdi kepada Agraria. Begitupun denganmu yang mengabdi kepada Kerajaan Landramark," Pohon Mirst berbicara dengan mulutnya yang bergerak dari pohon dan ranting-ranting yang mengikuti lekukan gerakan mulutnya.
Camello terdiam dan tersenyum, sangat tampan apabila disandingkan bersama King Tian. Para Peri Fi melambaikan tangan mengucap tanda perpisahan kepada Camello, "berhati-hatilah Yang Mulia. Semoga kau selamat sampai tujuan," teriak para peri dari Pohon Mirst.
__ADS_1