
Telapak tangan kanan Camello mendarat di dada lapang dengan mengusap dimana letak daun Pohon Mirst berada, 'berkat dan nyanyian yang sangat indah. Mungkin Yang Mulia Lucifer pernah membawa Ratu Elizabeth kemari,' batin Camello berbicara dengan senyum yang menyinggung disana.
Dirinya meniupkan kalung permata biru Amethys dan memasuki portal pintu dimensi dengan pusaran angin besar berwarna biru gelap. Tidak sampai hitungan beberapa detik dirinya tiba di Kamar Tahanan Raja. Dimana Shae dan Fern berada. Rone sudah pergi dari tiga puluh detik yang lalu setelah memeriksa keadaan Fern yang mulai membaik.
Hanya ada Ksatria Shae yang berdiri dengan tangan yang menyilang. Matanya memejam dengan secarik jari mendecak kedua matanya.
"Rochon Shae. i found cin. a' im g-dutui na brings cin na i Valinor for -oi arnad -o Atlantia," Ucap Camello dengan bahasa Kaum Elf. Ia sudah lama tidak berbicara Kaum Lytherin setelah beberapa puluh tahun tidak melihat King Tian di Pulau Misteri.
Artinya : "Ksatria Shae. Aku menemukanmu dan aku harus bertugas membawamu ke Daratan Valinor Kerajaan Atlantia."
Shae tampak terkejut akan kedatangan King Camello dari Hutan Barat Landramark. Ia langsung menunduk dan membungkukkan tubuhnya dihadapan Camello.
"Greetings Camello, Dhenin. Dheniin," jawab Shae dengan terbata-bata menjawab Camello dihadapannya dengan membalasnya berbahasa Kaum Elf.
__ADS_1
Artinya : "Salam sejahtera yang mulia Camello. Maafkan aku, maafkan kesalahanku."
Camello menepuk pundak Shae dengan pelan, dirinya kembali seperti berbahasa biasa.
"Ikutlah bersamaku untuk kembali ke Valinor. Biarkan dia disini, Lagipula waktu kita tidak lama," Camello berbicara pelan dengan lirikan mata melihat Fern yang tertidur diatas ranjang.
Shae mengikuti perintah Camello dengan mengikutinya dari belakang. ia melihat Camello mencium kalung permata biru miliknya dan membuka sebuah lorong pintu pusaran angin, "masuklah. kau akan pulang ke Atlantia dan bertemu Pangeran Rad. Sampaikan salam ku kepadanya. Jangan ceritakan hal ini kepada siapapun bahwa aku berada di Pulau Mirst. Bilang saja bahwa kau gagal dalam menjalankan misinya."
Ksatria Shae mengangguk pelan dan menuruti Camello dengan memasuki pintu portal dimensi dimana ia kembali ke Kerajaan Atlantia.
Dirinya membenarkan posisi tulang-tulang yang pegal akibat pekerjaan hari ini. Suara gertakan tulang terdengar baik itu leher dan jari-jemarinya. Portal dimensi menghilang. Kedua mata Camello melirik tubuh Fern dengan cemas. Racun api adalah racun yang terkenal ganas didunia magia. Sebagai seorang Alpha ia sangat tau ilmu magia dari seluruh dunia Arda.
Camello membenamkan telapak tangannya di bagian kening Fern, "kau sangat mencintai wanita itu rupanya. Sayangnya dia bukan takdirmu anak muda. Kau dan keponakanku sangat bodoh sudah mencintai wanita itu."
__ADS_1
Camello kembali menyembuhkan Fern dengan melepaskan beberapa permata segel Kerajaan Landramark.
Sebuah cermin sihir muncul di sebelah kiri tubuhnya, "kau mengeluarkan banyak energi! Secepatnya kau pulang kembali ke Pintu Ruang Jiwa Grofendure. Kau ini! Lepaskan saja keponakanmu itu! Bagaimanapun kau cukup menenangkan keponakanmu dan membawa Ksatria itu pulang. Kau dengar tidak Camello?" Teriak Raja Lucifer dari balik cermin sihir milik Camello.
"Ya aku tahu. Bagaimanapun ada seseorang yang terluka parah aku tidak bisa meninggalkannya disini. Dia harus secepatnya pulang ke Valinor terlebih bertemu ayahnya di sini. Keponakanku bisa-bisa tidak bisa bertemu wanita itu. Bagaimanapun aku harus mengundur waktu untuk dia hidup terlebih dahulu Yang Mulia," Camello menjelaskan dengan melepaskan kepulan asap hitam dari tubuh Fern.
"Baiklah, cepatlah pulang ke Landramark dan jangan lupa bawakan beberapa hiasan dari sana untuk istriku tercinta! Kau ingat itu Camello!" Teriak Raja Lucifer dengan kesal dan menggerutu.
Clapp! Cermin sihir menghilang.
***
jangan lupa tinggalkan komentar kritik&saran 💜
__ADS_1
IG : @shxxn____