Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Kekuatan Ancalagon


__ADS_3

Portal Crown Rainbow.


Seluruh master magia berkumpul di ruang meja Arcana. Pangeran Rad sudah pergi bersama Crisdione ke Istana Atlantia. Hanya ada Morth yang sedang sekarat di sini. Seluruh master magia tentunya sudah terlalu lemas karena mengeluarkan banyak kekuatan hari ini. Tidak hanya Gaile, Herdreclis, Edelaine yang kesakitan pun ikut merasakan kelelahan.


"Wabahnya sangat kuat. Kita tidak bisa menahan semuanya dengan seluruh kekuatan bagaimanapun hanya Putri Olea dan Pangeran Kim yang mampu menyelesaikan semuanya ini Wern."


Gaile kembali berbicara dengan nada emosi. Dirinya sudah lelah bertambah kekuatannya harus keluar secara terus menerus mengobati Morth. Pendarahan yang terjadi akibat wabah Ancalagon sudah meredam dan Morth harus beristirahat lama di wilayah Portal Crown.


Countess Elia mendengar sebuah panggilan untuk Wern. Indera pendengarannya tajam. Wern memejamkan mata. Tubuhnya menghilang dan transparan dari ruangan meja Arcana.


Sihir pemindah diri.

__ADS_1


Tidak sampai dalam beberapa detik Wern tiba di Aula Istana Kerajaan Agraria. Terlihat Tansy yang sedang duduk kesal di kursi tamu dengan memakan buah anggur dan buah apel dengan lahap.


"Salam Agraria Tuan Putri. Bukankah Tuan Putri kembali harus bersama Duke Honor? Kenapa beliau tidak datang bersama anda Tuan Putri? Hamba begitu lancang. Maafkan Wern Tuan Putri," Wern mulai mempertanyakan tentang Duke Honor dan Yang Mulia Rue.


Tansy tetap memakan buah anggur dan buah apel dengan fokus di hadapan Wern. Duduk dengan manis dan pakaian rok mini. Beberapa pelayan mencoba untuk menghampiri Tansy dan mengganggunya. Tetapi sayang Wern terlebih dahulu memberhentikan seluruh langkah para pelayan yang mencoba mendekat.


"Tuan Putri alangkah baiknya jika pakaianmu diganti terlebih dahulu. Untuk menghormati para penghuni Kerajaan Agraria tentunya," Wern berbicara lembut dengan mencoba merayu Tansy.


"Ayahku katanya ingin pulang bersama Paman Rue. Dia sedang menjemput paman Rue di Jeju. Aish, aku lupa membawa makanan cemilan dari Korea jika begini. Wern, apakah kau tahu Olea dimana? Aku akan kesana menjemputnya."


Tansy Beranjak dari tempat duduk. Bibirnya mengecap makanan sembaring bertanya beberapa pertanyaan kepada Wern. Ia menanyakan keberadaan Olea saat ini. Padahal, Wern ingin menutupi keberadaan Olea tetapi sepertinya tidak bisa.

__ADS_1


Wern berjalan menuju sudut jendela besar. Melewati lukisan-lukisan yang menghiasi seluruh dinding Aula Kerajaan.


"Maafkan aku Tuan Putri. Tetapi, saat ini Putri Olea hanya bisa di selamatkan oleh Pangeran Kim dari Kerajaan Atlantia. Aku sudah berusaha untuk merubah takdirnya," ucap Wern dengan suara datar.


Tansy ingat bahwa Olea dibawa bersama Kaum Oracle Erven berikut Fern dan Shae. Tetapi ia tidak tahu jika keberadaan mereka akan ada di Kaum Oracle. Ia berfikir bahwa Wern sudah menyelamatkan Olea dari pihak Kerajaan Osiris.


"Maksudmu?" Tanya Tansy dengan keheranan. Ia tidak ingin Olea berada di pihak Osiris.


Wern mengangguk dengan berbalik memandangi wajah Tansy, "ada di pihak Kaum Oracle Erven. Maafkan Wern tidak mampu menyelamatkan Tuan Putri Olea dan hanya bisa di selamatkan oleh Pangeran Kim. Lagipula Pangeran Rad akan menemui Pangeran Kim."


Tansy mendecak geram dengan kekesalan dan menggigit bibir bawahnya, "argg kupikir kau sudah membawanya kemari. Sudahlah aku ingin mandi dan memakai pakaian Kerajaan. Aku tidak bisa memakai pakaian dari aroma manusia biasa."

__ADS_1



__ADS_2