Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Drakon Ancalagon


__ADS_3


Ancalagon sang naga api bersayap pertama yang diciptakan oleh para morgoth. Ukurannya yang spektakuler menjadikannya naga terbesar dalam sejarah Arda. Ancalagon adalah senjata terakhir Morgoth dalam upaya terakhirnya menguasai Arda, perang besar terakhir antara Valar dan Morgoth. Begitu besar tubuhnya, sehingga ketika akhirnya dijatuhkan oleh Eärendil, tubuh Ancalagon menghancurkan ketiga puncak Thangorodrim, gunung-gunung berapi yang dijadikan benteng Morgoth terdahulu dan kini Ancalagon Black akan kembali dilepas oleh para kaum Oracle Erven untuk melindungi Dark Land.



Kutukan legendarium sang naga The Father Of Valinor menjadikan kaum Faro dan kaum Oracle Erven harus selalu berperang di Medan perbatasan hanya demi kekuasaan.


Perbatasan Hither Land dekat dengan dengan titik lokasi Grey Montains menjadi benteng perbatasan kaum Faro dan Oracle Erven saling menjatuhkan.


"Titik meridian terkunci, sinar fire stone mengenali tanda fital Wolf Beast dan para Orc."


BOOM! dentuman ledakan sinar fire stone mengenai wilayah kekuasaan Orc, mengenai sepertiga Orc yang tewas akibat serangan kekuatan energi fire stone.


"Aku akan kalah darimu kali ini Kim" Rad membunuh salah satu Orc berupa Wolf Beast. Sudah 350 Orc yang sudah ia bunuh hari ini. Rad berlari dan melesatkan anak panah ke salah satu Orc dan menguncinya dengan Fire stone miliknya.


Salah satu katup besi Oracle memberikan sebuah bom batu besar ke dinding bagian kanan perbatasan Faro hingga hancur.


Kaum Orc menyerang Kim hingga tersungkur di tanah penuh bebatuan kasar dengan pedang hubris kekuatan simbol Oracle Erven.


Srang... suara benturan pedang para kaum Orc mengenai perisai Kim tepat di jantung.


Nafas Kim tersungkur diatas tanah, rasa lelah yang membanjirinya membuatnya marah.


Kim kembali bangkit dan menghunuskan anak panah tepat di jantung Orc.


Perbatasan sebelah Barat Jendral Orc Kwintacle mendapatkan kabar besar oleh salah satu suruhan jendral Srinx.

__ADS_1


Sangkakala tanduk kaum Oracle Erven berbunyi.


Brakk..brakkkkkkkkkkkkkkkkkkk!


Hentakan besi-besi tombak para Orc berbunyi hingga menghasilkan suara nyaring di gerbang seluruh perbatasan.


Rad memimpin kali ini dengan hentakan stone fire miliknya.



Swarrrrr.... Kedua matanya berair karena sinar langit turun seperti cahaya sambaran petir di tangannya.


"Demi kaum Faro dan Valinor."


Swarrrrr.... BOOM! ledakan energi stone dengan langit terbelah dan membuka retakan langit berbentuk putaran angin.



"Serangggggggggg...." seluruh ribuan pasukan Elf Faro membawa kekuatan pedang korrhd simbol kerajaan Atlantia.


Bendera kerajaan Atlantia berkibar diatas benteng perbatasan Hither Land.


Kaum Faro kembali menyerang para Orc dengan pedang dan tembakan anak panah.


Kim kembali memberikan serangan anak panah kepada para Orc.


__ADS_1


"Kau tidak akan pernah bisa memiliki kekuatan Kim karena kuncinya hingga saat ini belum kau temukan!"


Rad kembali menyerang para kaum Oracle Erven di dinding pertahanan terdepan.


Kim yang mendengar kakaknya Rad hanya mampu menelan ludah. Ia tak mengerti apa yang selalu kakaknya bicarakan.


'aku tidak akan tahu siapa dan apa kunci itu yang kutahu adalah saat ini bagaimana caranya para kaum Erven tidak menganggu wilayah Valinor' batin Kim hanya mampu lirih berteriak tanpa ada satupun yang memperdulikan. Rasa sakit yang menjalar ditubuhnya akhir-akhir ini memicu reaksi tubuh yang tidak jelas dan hari ini ia harus membuat para Orc mundur dari perbatasan.



**


Klang...Klang.... Suara pintu gerbang Ancalagon black terbuka.


Getaran demi getaran terdengar dengan kepulan asap. Wajah bersisik Ancalagon menemui kedua mata sang raja Briar di depan pintu gerbang. Briar Twigi The Lord of Dark Land.


"Sanctum Regnum."


Ndussshhh.. nafas Ancalagon black mengendus tubuh raja Briar sang raja Oracle Erven yang berdiri dihadapannya. Kedua mata api yang menusuk siapapun mampu membuat naga Ancalagon tunduk kepada Briar sang penguasa Dark Land.


Briar mengusap kulit sisik yang menyeramkan di wajah Ancalagon.


"Pergilah dan jaga dinding perbatasan kerajaanmu hanya aku Briar Twigi yang menjadi rajamu tarik seluruh pasukan kita dari perbatasan."


Kedua mata Ancalagon memberikan sinar dan terbang dengan kepakan sayapnya.


"Kita akan bertemu di Medan perang Kim, kau akan menyepakatinya kali ini siapa yang akan terbunuh lebih dulu."

__ADS_1


Briar melebarkan jubahnya dan berbalik kembali ke kastil kerajaan Osiris.



__ADS_2