Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Setengah Elf


__ADS_3

"Tapi Wern aku baru pertama kali melihatnya seperti ini, Morth.. dia hewan kesayanganku dan selama ini selalu setia bersamaku," Rad meringis panik ketika kedua matanya melihat keadaan hewan kesayangannya semakin liar. Ia tidak menyangka bahwa wabah Ancalagon akan datang menyebar secepat ini.


Edelaine masih terbatuk-batuk dengan bersandar di kursi kayu, "jika Morth terserang wabah naga hitam itu, tidak akan lama lagi seluruh naga di Valinor akan terserang wabah."


Rad semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh para master magia, jelas saja Rad keheranan. Karena Rad adalah kaum No-Maj keturunan dari ras setengah Elf. Hanya para kaum keturunan Elf murni yang mengetahui hal ini termasuk Pangeran Kim. Hanya saja Pangeran Kim masih belum memiliki seluruh kekuatan Element yang menjadi takdirnya.


Wern mencoba menenangkan Pangeran Rad, "sudahlah.. biarkan ini menjadi urusanku tuan muda Rad. Lagipula, adikmu sedang sakit. Lebih baik kau pulang setelah Morth baikan untuk beberapa jam di Portal Crown."


Viscount Rax terlepas dari ikatan crown, Wern kembali menenangkan Pangeran Rad. Hanya ada sorot kedua mata yang tajam memandang Rad dari kejauhan. Viscount Rax geram akan penjelasan Edelaine sedari tadi.


Countess Elia memegangi tangan suaminya disampingnya, ia hanya bisa menahan agar suaminya tidak melepas emosi di daerah ruangan suci meja arcana.

__ADS_1


"Mirst Land, biar aku yang menghadapi semuanya sendiri ke pulau misteri itu," Viscount Rax semakin geram ketika ia melihat wajah Pangeran Rad yang sedang di tenangkan oleh Wern. Fern adalah anak satu-satunya yang dimiliki oleh Viscount Rax dan Countess Elia dan bagaimanapun Rax tidak ingin ada hal yang terjadi oleh anaknya.


Pangeran Rad tidak dapat memasuki Mirst Land karena pulau misteri hanya bisa dimasuki oleh ras Elf murni dan memiliki kemampuan sihir tingkat tinggi.


Herdreclis menghampiri Viscount Rax dan memberikan sebuah tawaran, tawaran untuk memberikan kekuatan batu miliknya agar terhindar dari para kaum Orc dan para kaum Oracle tidak mampu mencium aroma Elf dari Viscount Rax. Gaile pun menghampiri Viscount Rax dan memberikan kemampuannya dalam berbicara kepada hewan, element bumi yang ia miliki mampu menaklukan seluruh kaum bangsa apapun di daratan ataupun udara dan lautan. Gaile sang master magia element bumi yang selalu memiliki hubungan baik oleh penghuni pulau misteri.


Gaile membuka ikatan kalung berbentuk batuan pecahan permata berwarna hijau dan tali ikatan khas pohon Mirst.


Gaile mengalungkan kalungnya di leher Viscount Rax. Viscount Rax menunduk dihadapan Gaile dengan menerima pemberian kalung miliknya, "terimakasih Gail, aku akan berusaha menemukan anakku dan Shae dari Atlantia dan juga cahaya Valinor kita."


Crisdione menghampiri Viscount Rax, "sudah kubilang hanya kau yang mampu membawa buku itu Rax, Arda sudah memilihmu dan temukanlah semuanya di sana, bagaimanapun kau perwakilan dari yang mulia Raja Rue."

__ADS_1


Crisdione berjalan pelan mengajak Viscount Rax untuk berjalan menuju pintu gerbang dimana kekuatan Crisdione mampu membawa Viscount Rax menuju pulau misteri Mirst Land.


Rax berjalan bersama Crisdione dengan memegang tubuhnya yang tinggi dan besar, menuju cahaya pintu yang Crisdione maksud di beberapa sudut ruangan Portal Crown. Baru kali ini ia harus berjuang sendiri memasuki dunia Dark Land. Selama ini, ia hanya selalu menjadi kaki tangan yang mulia Raja Rue.


"Rax, aku hanya bisa mengantarmu sampai sini, relakan semua master magia yang sudah mengecewakanmu Rax. Kau perwakilan dunia Valinor. Bawalah mereka kembali ke Valinor, dalam beberapa hari aku akan memanggilmu dan membawamu pulang lewat ilusi pendengaranmu Rax."


Rax menatap Crisdione dalam-dalam, ia hanya mengangguk dan menyiapkan diri untuk membuka pintu dimana setelah membukanya Rax tidak akan kembali ke Portal Crown, "Tolong titip istriku Cris, tolong jaga Elia."


Sebuah salam terakhir yang Rax berikan kepada Crisdione di balik pintu dimensi Portal Crown menuju Dark Land.


__ADS_1


__ADS_2