Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Ramuan Blue Magic


__ADS_3


[ Ruang aula rahasia Kerajaan Atlantia ]


Ratu Calla memerintah dihadapan para pelayan-pelayan pribadinya. Senyum nanar itu berbentuk senyum tipis dihadapan bola kristal sihir miliknya, "dasar kalian bodoh! Hingga detik manapun tidak ada yang boleh menjadi penguasa di Valinor kecuali hanya aku! Ha ha ha."


Ratu Calla tertawa keras dihadapan para pelayan-pelayan pribadinya. Kedua matanya sendu ketika mengingat akan anaknya Kim yang masih tertidur lelap, pikirannya buyar dengan konsentrasi anaknya. Ia merasa bahwa kutukan anaknya ditimbulkan oleh wanita kutukan tersebut, siapa lagi jika bukan Olea Lace The Belle. Sebuah kutukan melegenda keluarga The Belle dari Kerajaan Agraria. Sebuah Kerajaan yang selalu harus di lindungi keberadaannya. Ratu Calla kembali berkonsentrasi didepan bola kristal miliknya ketika banyak serangan dari pihak Portal Crown.


Salah satu pelayan memberi kabar akan kesadaran Kim di ruangan terhadap sang ibunda Ratu Calla, "salam Atlantia yang mulia Ratu, tuan muda Kim sudah mulai sadar sejak 5 menit yang lalu."

__ADS_1


Ratu Calla memberikan sentuhan terakhir terhadap magia sihir miliknya, kedua tangannya disingkap oleh para pelayan dengan kain sutra berlapis emas dengan bersih. Bagi Calla mengurus para musuh yang menjadi targetnya adalah sebuah kotoran yang harus selalu ia langsung bersihkan. Begitu menjijikan ketika harus berhadapan dengan para musuh.


Jiwa terbakarnya keluar ketika mengingat anak tirinya Rad selalu saja ingin seperti pahlawan yang menginginkan menjadi seorang Raja dari wilayah Atlantia. Ratu Calla begitu muak ketika harus berhadapan dengan anak tirinya yang selalu ingin ikut campur dan selalu ingin tahu jika kekuasaan Atlantia di campur tangan olehnya. Senyum Ratu Calla kembali menyeringai tipis.


"Berikan ramuannya padaku, berikan ini kepada Kim dan jika perlu buat dia untuk selalu merasakan sakit dari jantungnya."


Ratu Calla memberikan sebuah ramuan kuat biru untuk di tuangkan ke gelas cawan yang sudah ia sediakan, setiap malam ia selalu memberikan ramuan kepada anaknya Kim untuk selalu diminum agar Kim selalu bisa tidur nyenyak ketika merasakan sakit yang disebabkan oleh Olea. Kesakitan yang diberikan oleh mate Elf dalam memberikan sumpah mate abadi ke Elf yang salah.


Salah satu pelayan pribadinya memberikan sebuah bentuk protes kepada Ratu Calla demi melindungi Pangeran Kim. Pangeran yang ditakdirkan untuk memberhentikan para kaum Oracle dari semua peperangan.

__ADS_1


Ratu Calla memecahkan pajangan di ujung dinding dengan sihirnya, "gundik lancang! Pengawal! Hukum dia dengan 200 cambukan hingga tewas dan buang mayatnya ke dasar jurang!"


Para pengawal menerima arahan Ratu Calla dengan menarik salah satu pelayan untuk menerima hukuman akibat kelancangan atas apa yang sudah ia lontarkan kepada yang mulia Ratu Calla dihadapan ratusan pelayan, "tidak! Yang mulia hamba mohon ampun, hamba salah yang mulia. Tidak yang mulia maafkan hamba, lepaskan hamba yang mulia."


Tubuh Ratu Calla berbalik, kedua matanya kembali melihat bola kristal miliknya yang memperlihatkan Rad bersama Morth ke Portal Crown, "dasar bodoh! Anak payah! Tidak berguna!"


"Jika kalian masih membela putraku atas ramuan yang kuberikan nyawa kalian akan kuberikan kepada para Orc disana."


Seluruh pelayan kembali menunduk ketika Ratu Calla memberikan sebuah ancaman terhadap para pengawal dan pelayan, hanya aroma ketakutan dan tubuh yang gemetar akibat sihir penunduk yang Ratu Calla berikan ke seluruh istana Atlantia. Rad dan Kim tidak pernah terasuki sihir penunduk oleh Ratu Calla sehingga mereka sangat sulit dibuat untuk patuh kepada Ratu Calla.

__ADS_1



__ADS_2