Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Taman Ermus


__ADS_3

Viscount Rax berhadapan dengan Pangeran Rad di taman Ermus dengan menatap pasrah, dirinya harus melindungi Fern saat ini dari kaum Faro. Viscount Rax menunduk dengan mengikuti Pangeran Rad dari belakang.


"Rax, suruh putramu memutuskan hubungan dengan tuan Putri. Bagaimanapun dia milik Kim."


"Tapi… Pangeran, anakku tidak sengaja melakukan sumpah mate abadi dengan Putri Olea."


Viscount Rax mencoba membela kembali Fern, wajahnya tersulut gelisah bahwa pihak Atlantia sudah mengetahui akan hubungan anaknya bersama Putri Olea. Dahinya mengernyit, ia mencoba kembali berbicara dihadapan Pangeran Rad.


"Salah satu ksatriaku akan membawa Putri Olea kembali ke Valinor malam ini, kau tidak usah berbicara kepadanya Rax. Bagaimanapun memang takdirnya hanya bersama adikku bukan anakmu."


Viscount Rax terlampau pasrah akan pembicaraannya bersama Rad. Saat ini Pangeran Kim tidak memiliki kekuatan sihir terkuat karena segel kunci yang hanya Putri Olea miliki. Viscount Rax terdiam dengan mendengarkan Pangeran Rad berbicara.


Pangeran Rad sangat kuat dan juga penuh kharisma, kekuatannya saat ini dibutuhkan oleh para kaum Valinor. Semua ini tidak akan tertandingi jika kekuatan Pangeran Kim terbuka.


Viscount Rax sangat paham jika Pangeran Rad sangat licik dan picik, keinginannya untuk memiliki Atlantia sangatlah besar ditambah keberadaan Putri Olea adalah sebuah ancaman yang sangat pahit untuk dirinya yang berambisi menginginkan sebuah tahta.


Rad menyilangkan tangan dan menatap keadaan perbatasan Hither Land dari Taman Ermus. Kedua bola mata yang menatap tajam melihat Ancalagon dan Drakon Light saling bersahutan.


"Rax, putuskan hubungan anakmu bersama Putri Olea."


"Tetapi aku tidak bisa menjanjikan apapun tuan muda," Viscount Rax kembali membalas apa yang Rad perintahkan.

__ADS_1


Hanya ada tatapan wajah kesedihan yang terlihat dari sisi ketampanannya. Rad bersiap untuk kembali ke perbatasan Hither Land.


"Seluruh pasukan sudah menungguku kembali untuk melawan para Orc, Rax dengarkan aku baik-baik. Putuskan hubungan anakmu bersama Putri Olea atau kau akan membuat Valinor hancur."


Viscount Rax tidak bergeming dan sangat pasrah. Wajahnya tidak menghindar dari tatapan Rad.


"Aku akan mencoba memberikan arahan kepada Fern tuan muda, tolong beri aku waktu."


Rad tidak menyahut apa yang Viscount Rax bicarakan. Rad sangat terlihat marah dan tidak mampu berkata-kata. Baginya kaum Faro sangatlah berjasa kepada Agraria dalam menjaga Valinor dari para Dark Elf tetapi untuk masalah kutukan ia sangat tidak ingin mengalah bahwa adiknya yang menjadi musuh sehatnya mengalami tidak sadarkan diri diatas ranjang kamar kerajaan Atlantia.


"Adikku menampung seluruh kutukan dan jika kau tidak mampu untuk membuat hubungan putramu terpisah maka aku akan membuat seluruh Valinor menjadi milik para Dark Elf."


Rad pergi dengan beberapa pengawal menuju perbatasan Hither Land, Viscount Rax menatap Ancalagon dan Drakon Light Khalkikos dari sudut Taman Ermus. Langit-langit memberikan pertanda bahwa kedatangan The Father Of Valinor sudah kembali hadir.


Viscount Rax memikirkan cara untuk membuat anaknya terpisah dari Putri Olea.


Tangannya membuka sebuah kepulan asap biru, "leomostah."


Buzz!


Viscount Rax menghilang dari Taman Ermus dengan bersamanya kepulan asap biru penghilang diri. Dirinya ke dunia manusia untuk memberitahukan hal ini terhadap anaknya, Fern.

__ADS_1


Hanya dalam beberapa hitungan detik tubuhnya berada di ruangan kerja milik Fern, tatapan panik itu berubah menjadi tatapan sayang seorang ayah terhadap anak. Viscount Rax berjalan menghampiri anaknya yang sedang membuka lembaran demi lembaran dengan memakai jas lengkap.


"Fern, dengarkan aku Fern lepaskan Olea!"


Fern tidak membalas ayahnya yang mengganggunya membaca lembaran demi lembaran berkas laporan rumah sakit.


"Fern, anakku dengarkan ayahmu kali ini. Ayolah!"


Viscount Rax membujuk Fern untuk mendengarkan dirinya kali ini. Kedua tangannya memegang tangan dan pundak Fern yang sedang asyik membaca.


Wajah yang terkesima dengan penampilan Fern saat ini, "kau akan pergi ke pesta topeng itu kan?"


Fern mengangguk tanpa berkata-kata. Kedua matanya masih sama dengan melihat lembaran demi lembaran berkas dan menandatanganinya.


"Ayah, aku akan menjaga Olea. Tenang saja."


Viscount Rax mencegah Fern, "tidak, tidak! Bukan itu maksudku!"


Fern menenggak wajahnya ke arah ayahnya, "lalu apa maksudnya? Kau mengirimkan ku pesan untuk memutuskan hubungan bersama Olea, ayah! Aku sudah bersamanya!"


Fern memakai Jas mantel untuk berangkat menjemput Olea ke pesta topeng malam ini. Dirinya meninggalkan Viscount Rax sendiri di ruangan kerja miliknya.

__ADS_1


Viscount Rax terlihat kecewa apa yang anaknya katakan kepada dirinya sedangkan bahaya sedang mengincarnya, "Elia, hanya Elia yang mampu bicara kepada Fern."



__ADS_2