Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Pesta topeng 1


__ADS_3


[ Seoul International University pukul 21.00 ]


Seorang wanita memakai gaun putih dengan beberapa hiasan renda cantik dengan memakai topeng putih menutupi kedua mata serta tatanan rambut kepang sederhana berhias bunga layaknya seorang putri bangsawan berjalan anggun diatas karpet merah di pelataran luas menuju aula pesta mampu membuat seluruh tamu undangan malam ini berdecak kagum. Sederhana dan elegan, Olea Lace The Belle.


Sebuah nama yang cantik dengan karir sebagai model ternama di beberapa media platform.


Olea nampak tersenyum dengan riasan sederhananya, wajah cantiknya begitu sempurna bahkan tubuhnya hampir proposional dengan lekuk balutan gaunnya yang mampu menyirat mata siapapun yang memandang.

__ADS_1


Sage dan Tansy berjalan mengikuti Olea dibelakang, rupanya seseorang menemani Olea dengan berjalan serasi selama di atas karpet merah. Fern Of Whisper, namanya menjadi terkenal ketika ia di liput beberapa media Korea yang mendapati gosip berkencan dengan salah satu model terkenal Olea.


Fern sudah menyiapkan beberapa kekuatan dalam untuk melindungi Olea dari kejaran para kaum Oracle malam ini di pesta topeng. Sebuah pesta yang di dekasikan untuk para mahasiswa dan mahasiswi baru setelah orientasi.


Fern memegangi tangan sang kekasih selama berjalan diatas karpet merah dengan Kilauan cahaya yang di desaign megah oleh para panitia acara menuju ruangan. Banyak sekali tamu undangan para senior dan juga para mahasiswa baru yang berada di ruangan penuh dengan semarak acara. Olea semakin merapat ke arah tubuh Fern ketika melihat pria yang ia kenali di ujung dinding dekat panggung acara, Shae.


"Apa kau tidak apa-apa?" Kedua mata Fern melihat ke arah wajah kekasihnya yang ketakutan,"tidak apa-apa," jawab Olea dengan senyum manis bibir simpulnya dibawah topeng yang ia kenakan. Topeng yang cantik untuk wanita seanggun Olea.


Sage dan Tansy hanya tertawa sipu ketika menemukan beberapa teman seangkatannya disana, berbaur dengan yang lainnya dengan meminum segelas wine di cangkir perak.

__ADS_1


Tansy dan Sage hanya mampu bahagia ketika melihat pasangan yang mereka lihat berada dalam sebuah ikatan mesra. Perkenalan mereka cukup singkat sebagai sebuah janji ikatan pertemanan dan Tansy mengerti bahwa pertemanan singkat ini adalah jalan untuk mengenal anggota keluarganya yang telah lama hilang. Sage menatap Tansy yang tersenyum melihat Olea bersama Fern.


"Hey kenapa kau selalu tersenyum melihat mereka berdua?" Sage memakan cake raspberry dengan satu sendokan.


"Tidak apa-apa aku hanya bahagia ketika melihat teman satu kamar kita memiliki pasangan," Tansy menjawab dengan Hela nafas pendek. Baginya sangat tidak mungkin jika Olea bisa bersatu selamanya dengan Fern.


'Tidak akan lama lagi, kau akan bertemu Kim Olea,' batin Tansy bergeming ketika indera hidungnya terbuka, mencium aroma ras Elf yang berada di satu ruangan di pesta. Bukan aroma Fern tetapi keberadaan Elf lainnya.


Alunan piano choppin mengiringi satu ruangan dengan ramai, banyak sekali para mahasiswa dan mahasiswi saling berdansa disana. Wajah Tansy merasakan kekhawatiran yang sangat dalam, ia tidak akan tinggal diam jika sepupunya Olea mendapati masalah.

__ADS_1


"Hey, kenapa kau melamun. Ayolah kita berdansa," Sage mengajak Tansy berdansa di satu ruangan dengan banyaknya para mahasiswi dan mahasiswa disana. Berdansa sesama wanita sungguh tidak masalah baginya, karena para putri bangsawan selalu melakukan dansa bersama ketika mendapati memiliki acara. Jadi tidak bermasalah jika tidak dengan pria.



__ADS_2