
Jam dinding di aula besar menunjukkan waktu 22.00 wilayah kota Seoul. Sudah 30 menit para mahasiswa dan mahasiswi berdansa. Tentu saja Tansy dan Sage tampak menikmati perayaan pesta topeng malam ini, Fern memeluk Olea dengan lembut dengan gerakan dansa yang mampu menciptakan para mahasiswi mengagumi mereka. Tubuh tegap serta wajah yang tampan itu mampu menarik seluruh para mahasiswi dalam satu ruangan.
"Apa kau menyukainya?" Fern menanyakan keadaan Olea yang tersenyum dihadapannya.
Olea tersenyum dengan bibir manis disana, "untuk apa kau menanyakannya? Jelas saja aku menyukainya."
Keduanya semakin larut dalam suasana acara dansa, dengan permainan musik piano choppin yang berganti Mozart.
Fern membawa Olea berdansa dengan lembut di tengah aula, suara tepuk tangan dari para tamu undangan hadir memeriahkan alunan dansa mereka berdua. Olea tersenyum dengan memegang tangan Fern, baginya Fern adalah calon suami yang terbaik jika ia harus berniat serius ketika menjadikannya kekasih. Fern memeluk Olea dengan tersenyum.
Tansy dan Sage ikut memberikan tepuk tangan dikala Olea dan Fern saling berpelukan dihadapan para tamu undangan yang hadir. Diseluruh hadapan para mahasiswa dan mahasiswi, dosen serta para senior. Rasa malu dan khawatir tidak terlihat di sekitar wajah mereka. Pasangan Elf yang saling mencintai kini terlihat bahagia.
Tidak dengan di lantai dua di balkon aula universitas, rupanya beberapa pengawal kaum Oracle meminum ramuan sihir penghilang aroma tubuh dan memakai sihir perubahan wujud diri pemberian Briar Twigi. Jendral Srinx memberikan perintah ke beberapa pengawal yang berada di hadapannya, "kalian berjagalah antara taman dan ruangan acara, jika terjadi sesuatu kalian harus menahan mereka berdua."
"Baik jendral."
__ADS_1
Beberapa kaum Oracle memencar di acara ikut berbaur bersama beberapa manusia di ruang dansa, berpura-pura tidak mengingat identitas diri mereka. Para pengawal mengetahui keberadaan Tansy yang tak lain adalah anggota Kerajaan Agraria. Beberapa pengawal memencar kembali dengan berdatangnya banyak kaum Oracle. Malam dimana Olea harus kembali paksa ke Valinor.
Fern meminta Olea untuk ke taman di dekat universitas, taman yang didesain cantik dengan beberapa ruangan terbuka, "apa kau ingin berdansa diluar?" Tanya Fern dengan membawa genggaman tangan Olea menuju taman.
Olea hanya tersenyum dengan berjalan anggun mengikuti kekasihnya, melihat beberapa pohon dan beberapa bunga yang menghiasi indahnya malam ini di taman belakang universitas, "aku tidak menyangka akan seindah ini jiga di hias beberapa hiasan. Aku seperti melakukan sebuah acara pernikahan."
"Apa kau ingin berdansa denganku kembali?" Tanya Fern dengan memegang pinggul dan memberikan beberapa gerakan romantis untuk berdansa.
Wajah Olea bersandar di dada bidang Fern dengan wangi maskulin yang melekat pada tubuhnya, "aku seperti sudah menikah hari ini bersamamu. Terimakasih Fern kau selalu memanjakanku."
"Apa kau lelah?" Fern bertanya kembali sembaring membawa Olea berdansa, gerakan dansa pelan menyusuri di bawah ruangan aula terbuka di tengah taman.
Olea tersenyum simpul, "bersamamu aku tidak lelah tapi kenapa aku mengantuk."
Fern tersenyum dikala Olea bersandar di pelukannya, "jika kau mengantuk kau bisa memejamkan mata disandaran ini."
__ADS_1
Olea hanya tersenyum, dengan gerakan sederhana berdansa dengan romantis dibawah bulan sabit di tengah taman, baginya Fern sangatlah sempurna untuk selalu membuatnya bahagia.
Sebuah percikan sinar mengelilingi Fern dan Olea yang sedang berdansa. Aroma Rosemary mengelilingi aula taman dengan asap kabut tebal menutupi Fern dan Olea yang tidak sadarkan diri.
Keduanya mendapati tergeletak di atas lantai dengan tangan yang saling berpegangan. Rupanya kedua langkah kaki mendekati mereka, "bawa tuan putri kembali ke istana."
"Tapi jendral? Bagaimana dengan yang satunya?"
"Sisakan beberapa pengawal kemari, biarkan saja dia."
Kedua pengawal membawa Olea pergi, Jendral Srinx memberikan beberapa ramuan penghilang aroma Dark Elf di seluruh sekujur tubuh Fern.
"Kau tidak akan bisa bersama tuan putri wahai Elf bodoh!"
Jendral Srinx tersenyum sinis, kedua matanya membesar ketika ia menaburkan beberapa ramuan disekujur tubuh Fern. Fern tidak sadarkan diri diatas lantai, tubuhnya penuh dengan kilauan cahaya kabut abu-abu Osiris.
__ADS_1