Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Herdreclis


__ADS_3

Wern kembali berbicara dengan menghela nafas panjang. Ia sangat tahu bahwa para master magia pasti sangat kecewa akan perilaku pemimpin mereka yang mulia Rue. Wern sudah berbicara berkali-kali terhadap Rue tetapi Rue tetap saja bertekad untuk selalu melakukan sesuai egoisnya. Wern memberikan penjelasan kepada para master magia yang hanya datang beberapa di ruang meja Arcana.


Setelah Herdreclis, Rax, dan Elia terdapat para master magia lainnya.


Viscount Rax menaungi element udara dan Countess Elia sebagai keturunan master magia yang mempelajari sihir grofendure level 100 yang memiliki Azenith stone dari keluarga kerajaan.


Beberapa master magia dari element air, es, cahaya, udara, bumi serta guntur yang bersatu di ruang meja Arcana.


Element Guntur adalah element yang dimiliki oleh Kerajaan Atlantia.


Kim adalah pemilik element stone Element Guntur yang kekuatannya hilang karena terkena kutukan The Father of Valinor.


Sedangkan Element Kegelapan adalah element yang dimiliki oleh Kerajaan Osiris.


Briar Twigi adalah pemilik kekuatan stone kegelapan.


Rasa dendam Briar Twigi akan Valinor semakin menjadi ketika ayahnya tewas dalam peperangan dalam memperebutkan crown portal stone.


Tentu saja hanya dengan satu kunci maka kekuatan Kim bisa kembali untuk melawan para Orc dan Dark Elf.

__ADS_1


Sepasang sayap yang seharusnya terlahir sempurna kini tidak bertumbuh hingga dewasa dan hanya dengan kunci mate ia bisa sempurna.


Edelaine sang master magia element es memberikan solusi kepada para master di meja Arcana.


Edelaine seorang Elvis berparas cantik dengan rambut berwarna putih perak, kekuatannya sangat tinggi dan berumur abadi. Seringkali menjadi guru di sekolah sihir Grofendure dalam memberikan materi sihir element dunia magus.



"Bagaimana jika kita memberikan seluruh kekuatan kita untuk membentuk sebuah cahaya untuk kalung yang di pakai tuan putri."


Edelaine memberikan sebuah jawaban dengan beranjak dari kursi kayu ancaladia.



Gaile berfikir jika seluruh master magia bersatu akan membuat Valinor sementara aman dari serangan wabah Ancalagon.


"Sebentar lagi tuan putri akan datang jadi tidak akan masalah jika kita mengaktifkan kekuatan kalungnya."


Viscount Rax memberikan jawaban atas apa yang Gaile bicarakan, "itu berarti bahwa tuan putri akan mampu berbicara kepada seluruh hewan magizoo di dunia Valinor jika ia berada disini."

__ADS_1


Wern menjawab dengan membawa tongkat bola chrysant, "kau benar, Rax. Tuan putri akan mempunyai kekuatan ketika ia kembali ke Valinor. Tetapi, ia harus selamat berada di tangan kaum kita. Saat ini dimensiku membaca bahwa Rad sudah menyuruh seseorang membawanya kemari," Wern menatap para master magia di meja Arcana.


"Ksatria Shae."


Gaile kembali mengernyitkan dahi, "bukankah kekuatannya tidak sekuat tuan muda Kim?"


"Tidak apa-apa jika seperti itu mari kita aktifkan kekuatannya," Herdreclis menjawab Gaile dengan spontan.


Lonceng crown stone element berbunyi dengan nyaring diseluruh pulau ini. Sebuah tanda bahwa Ancalagon sedang berteriak di perbatasan Hither Land.


"Tidak apa-apa aku sudah melepas Drakon Light Khalkikos," Wern dengan sigap menenangkan para master magia di meja Arcana.


Herdreclis rupanya mencoba menahan perasaan amarah atas apa yang sudah Wern lakukan tentang info Rue yang pergi meninggalkan Valinor.


Countess Elia mengusap pelan bahu Herdreclis dengan sigap, "sudahlah tenangkan dirimu atau magizoo milikmu akan keluar dan mengacak-acak ruangan ini."


Herdreclis mengangguk tenang.


__ADS_1


__ADS_2