Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Ksatria Shae


__ADS_3

Kedua langkah kaki King Tian berjalan melewati lorong-lorong benteng miliknya. Dengan bangunan tinggi serta dipenuhi pepohonan hijau disana terasa alam begitu menyatu. King Tian menghirup udara dengan pelan. Tubuhnya berhenti seketika dengan kedua mata yang memejam.


"Aku tahu kau mengikutiku, keluarlah!" Ucap King Tian dengan nada memerintah. Bibirnya mengeluarkan beberapa hembusan nafas dengan pikiran yang berkecamuk. Kembali lagi King Tian berseru, "sudah kubilang! Paman! Keluarlah."


Buzzz!


Tubuh King Tian terpental beberapa meter dan tersungkur di atas rerumputan dengan kekuatan angin yang pesat. Rupanya, kepulan asap biru keluar dengan kemunculan seekor serigala dengan berkalung permata biru amethys.


"Rupanya kau masih lemah Tian. Sudah kubilang kau harus pergi ke Hutan Barat. Lagipula, kau disini seorang diri bukan?" Camello merubah wujudnya menjadi seorang manusia. Wajahnya begitu tampan dan gagah dengan pakaian khusus kaki tangan Raja.

__ADS_1


"Uhuk..uhuk.. Kau uhukkkk.." belum sempat King Tian melanjutkan ucapannya Camello terkekeh dengan tertawa kecil di hadapannya.


"Apa kau kesakitan? Yang Mulia Lucifer menyuruhku datang ke tempatmu. Ah, entahlah apa yang terjadi? Datangnya para naga itu membuat dunia Landramark menjadi ramai. Apa kau tahu? Kenapa Pohon itu menyuruhmu untuk tidak pernah bertemu dengan wanita itu?" Camello berjalan pelan menuju King Tian yang mencoba terbangun dari Pukulan Camello sang paman.


Tangan itu saling berjabat, dengan pancaran sinar biru. Tanda dua Alpha yang bertemu. Tubuh King Tian tertarik terbangun oleh tarikan kekuatan tangan Camello. Hanya ada tepukan tangan Camello yang menepuk pundak King Tian pelan.


"Kau ini hingga kapan menunggunya? Pergilah ke Grofendure. Yang Mulia Lucifer sudah menanyaimu terlebih Pangeran Luza dan Yang Mulia Arnold," Camello bertanya dengan membantu King Tian berjalan akibat serangan kekuatan batu permata tanda Hutan Barat miliknya.


"Karena aku kesal kepadamu! Kau keponakanku yang nakal!" Camello mencubit telinga King Tian dengan nada kesal. Dirinya sudah berkali-kali memberitahu bahwa King Tian harus diobati didunia Grofendure akan kekuatannya yang melemah tetapi ia teramat sangat bodoh untuk memilih egoisnya sendiri sebagai seorang Alpha.

__ADS_1


Camello membawa King Tian berjalan menuju Altar ruangan miliknya. Sudah sangat lama Camello tidak mengunjungi keponakannya, beruntunglah beberapa Drakon di wilayah Grofendure memberitahu kabar wabah Ancalagon.


"Beberapa hari ini wilayah Drakon di Grofendure banyak sekali yang mengerang kesakitan. Sehingga banyak sekali murid khusus yang memasuki wilayah Drakon dihentikan. Beberapa master magia pun di kembalikan ke beberapa wilayah," Camello memberikan sebuah kabar tentang keadaan Landramark dan Grofendure.


"Apa Yang Mulia Lucifer tahu tentang keadaanku? terlebih Yang Mulia Arnold? Uhuk.. yah paman. Kau benar, beberapa wabah akan datang sehingga beberapa Drakon akan ada yang memiliki penyakit aneh dan kematian para Drakon tidak dapat dihindari."


Camello membawa tubuh King Tian berjalan menuju ruangan ranjang tidur miliknya. Suasana begitu sejuk sangat mendominasi ruangan ini, King Tian masih terbatuk dengan beberapa titik vital di dadanya membiru akibat serangan permata biru dari Kerajaan Landramark.


"Tidurlah, aku akan menyembuhkannya. Jika kau tidak ingin mati cepat maka pulanglah bersamaku ke Hutan Barat. Takdirmu itu bisa diundur jika kau ingin hidup lebih lama. Selama kau berada di sisiku," Camello kembali berbicara dihadapan King Tian dengan berdiri menghadap jendela ruangan. Wajah Camello begitu cemas ketika melihat keadaan King Tian yang bertahan hanya untuk menunggu seorang wanita yang menjadi takdirnya.

__ADS_1


"Tidurlah, aku akan membawa pulang Ksatria itu. Nyawamu tidak akan bertahan lama. Dasar anak bodoh! Kenapa kau menunggunya hingga detik ini? Apa karena kau ingin dia tahu? Serigala bodoh!" Camello memberikan sihir penenang untuk King Tian yang tertidur lemah di ranjang miliknya. Tangan Camello menyembuhkan beberapa memar yang sudah ia berikan kepada keponakannya ketika ia datang.



__ADS_2