Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Kesadaran Daun Mirst


__ADS_3

"Uhuk..uhuk.."


Suara batuk dari mulut Fern tersadar. Kepalanya terlihat sangat pusing dengan ekspresi wajah kebingungan, bibirnya getir tidak dapat berkata-kata. Kedua matanya buram dengan bayangan Camello berdiri dihadapannya, "kau istirahatlah saja. Pejamkan matamu dan juga jika kau terbangun kau tunggulah di kamar ini biarkan Rone menemanimu disini."


Camello berbicara dengan pelan dengan berbalas anggukan oleh Fern. Tidak berselang lama mata Fern kembali memejam dan tertidur. Entah apa yang membuatnya begitu mengantuk dengan aroma Mirst di sekelilingnya. Camello mengeluarkan daun Mirst dari saku kantong Jasnya.


"Aku akan menggunakannya untuk menyelamatkan ayahmu di Hutan Mirst. Kau akan pulang secepatnya ke Agraria. Jika kau masih disini aku khawatir wanita itu tidak dapat bertemu keponakanku. Sedangkan waktunya tidak akan cukup untuk mengejar waktu," Ucap Camello dengan mengeluarkan ayunan jari tangan kanannya untuk berubah menjadi seekor serigala.


"Grrrrrr....grr....."


Suara desahan serigala terdengar keluar dari Ruangan Tahanan Raja. Beberapa pelayan menunduk hormat di sepanjang Camello berjalan.


Indera penciumannya sangat tajam mendeteksi keberadaan Viscount Rax di luar Wilayah Barat Asgard.


Tidak berselang lama Camello berlari dengan kecepatan tinggi dengan sinar biru Amethys pertanda Kerajaan Hutan Barat Landramark, "seandainya Mark disini mungkin akan menjadi pertarungan hebat," auman Camello terdengar disepanjang hutan Mirst. Para serigala yang mendengar ikut berlari mengikuti Camello. Para hewan-hewan kecil berlarian kembali ke sarang mereka dengan menutup semua sarang miliknya. Banyak desiran angin yang kencang menghalangi pemandangan Camello dalam berlari mengikuti aroma tubuh Viscount Rax.


Beberapa KM ia harus mencapai Svartalheim. Dimana Viscount Rax berada. Beberapa auman serigala bersahutan melewati setiap perjalanan Camello menuju perbatasan Svartalheim.


***


Lyord sudah memanah beberapa anak panahan untuk menyerang beberapa serangan Orc. Tubuhnya begitu lemah ketika mendapati banyak Kaum Oracle berdatangan hanya untuk menyerang Viscount Rax. Beberapa pengawal dari Wilayah Asgard sudah tewas di serang oleh para Kaum Orc.


"Aku tidak akan mati hanya karena kalian! Bunuh aku jika kalian mampu," teriak Lyord dengan menyerang beberapa kaum Orc dengan tendangan dan pukulan dari Kaum Lytherin.


Sebuah sinar biru sangat terang menyala di langit. Banyak para Kaum Oracle merasa perih akan sinar biru tersebut. Beberapa Kaum Serigala berdatangan Dengan menggigit dan melompat menerkam beberapa Orc yang wajahnya begitu mengenaskan.

__ADS_1


Tidak mengambil waktu banyak Lyord segera mengambil inisiatif untuk mencuri Viscount Rax yang pingsan akibat serangan para Orc setibanya di Pulau Misteri. Jari telunjuk Lyord memeriksa beberapa titik nadi dengan bibirnya yang banyak darah, "syukurlah kau masih hidup," ucap Lyord dengan mencoba membawa Viscount Rax dengan memikulnya.


"Kau sangat hebat. Sehingga kau bisa membawa tubuh seorang pria Lyord," suara pria didekatnya dengan tidak berwujud.


Lyord kebingungan dengan mencari batang hidung suara pria tersebut, "siapa kau? Apa kau Kaum Oracle," teriaknya dengan nada ketakutan. Kekuatannya melemah seiring tubuhnya sudah tidak mampu menyerang Kaum Oracle.


Buzz!


Seorang pria berambut abu-abu dengan tubuh yang tinggi, Mark. Omega dari Camello tiba di Hutan Svartalheim.


"Aku terlalu tampan jika disandingkan dengan makhluk berwujud buruk rupa itu. Haha," tawa Mark dengan nada yang menyinggung.


Mark memberikan minuman dengan botol dari kelapa kayu, "minumkanlah ke Viscount Rax dan juga kau harus meminumnya. Dalam hitungan beberapa detik kau dan Viscount Rax akan tiba di Wilayah Barat Asgard."


Suara beberapa Kaum Oracle mendekat dengan menangkis beberapa pohon di sekitar tempat mereka berbicara dan bertemu.


"Cepat minum! Aku akan menghalangi mereka. Kaumku sangat sedikit! Waktuku tidak banyak. Aku datang dari Grofendure untuk membantu King Camello dalam menyelamatkan kalian," teriak Mark dengan mempersiapkan diri untuk melawan para Kaum Oracle.


Lyord bergetar hebat dengan cengkraman botol minuman yang ikut bergetar, "bagaimana denganmu? Ah sudahlah. Maafkan aku."


Lyord memberikan minuman kepada Viscount Rax. Tak berlangsung lama beberapa Kaum Orc tewas dengan sekali terkaman. King Camello terkenal dengan sihir pembunuh dari Hutan Barat datang untuk membawa Viscount Rax pulang.


Sayangnya Lyord sudah memberikan minuman kepada Viscount Rax dan dirinya sudah meminum minuman yang diberikan oleh Mark. Beberapa aliran tubuh Lyord bereaksi, beberapa tubuhnya mulai transparan seiring sinar-sinar terang menyala.


Mark tersenyum melihat Lyord, "pulanglah. Kita akan bertemu lagi."

__ADS_1


Lyord tersenyum dengan mengangguk dan memegangi tubuh Viscount Rax. Mark kembali menyerang para Kaum Oracle.


Crashh!


Cakaran Kaum Orc mengenai punggungnya hingga mengeluarkan banyak darah. Mark tersungkur diatas rerumputan.


"Mark! Dasar bodoh! Kenapa kau kemari?" Teriak Camello dengan tubuhnya yang berubah menjadi wujud seorang manusia.


"Salam Sejahtera Yang Mulia. Aku datang untukmu. Demi Hutan Barat dan kaum kita," ucap Mark terbata-bata dan tersenyum. Tidak memakai waktu Camello memberikan cincin pemberian Yang Mulia Arnold dari Mordemore.


"Pulanglah, Yang Mulia Arnold akan menyembuhkanmu. Aku akan pulang setelah memulangkan mereka. Terimakasih Mark," ucap Camello dengan mengusap kepala Mark yang mulai transparan menghilang kembali pulang ke Kerajaan Mordemore.


Camello berbalik tubuh dan merasakan kemarahan yang luar biasa. Tubuhnya mengeluarkan urat-urat serta saraf yang amarah, "kurang ajar kalian. Kalian mau membunuh kaki tanganku? Rasakan ini! Rasakan ini!"


Groaaaasrrrrrr!


Para Kaum Oracle mulai terbunuh satu-persatu dengan kepalan pukulan sinar biru amethys. Kekuatan Camello memuncak dengan level sempurna. Sihir miliknya begitu kuat dengan setingkat dengan para master magia di tanah Landramark.


Beberapa pohon hutan tumbang dengan banyaknya suara burung-burung berterbangan dan saling menyahut. Banyak para Kaum Oracle yang tewas dengan beberapa jam.


Kekuatan sinar biru milik Camello meredam. Tubuhnya kembali menjadi normal, "kenapa kalian mencoba membunuh orang-orang terdekatku? Kenapa? Arggghht! Kenapa kalian mencoba membunuh? Dan keponakanku pun akan tewas! ******** kalian!" Teriak Camello dengan kesal disana. Tubuhnya tersungkur dengan mengenang para berkat peri-peri Pohon Mirst yang sudah diberikan untuknya.


"Beginikah menjadi seorang Raja? Hingga harus melihat keluargaku ikut mati? Arghh ******** kalian!" Tangan Camello kembali mengepal beberapa rerumputan diatas tanah. Mencabut dan melempar rerumputan dengan kesal. Banyak sekali darah para Kaum Oracle yang mulai hitam diatas tanah.


__ADS_1


__ADS_2