Cinta Ada Karena Terbiasa (S3)

Cinta Ada Karena Terbiasa (S3)
Episode 19. Lelah


__ADS_3

hy hy readers. jangan lupa like sebelum baca ya😘😘terima kasihšŸ™šŸ™


selamat membaca ā™„ļøā™„ļøā™„ļø


-------------------------


Denis berlalu meninggalkan tempatnya, perawat yang mendorong kursi roda Denis juga merasa kasihan kepada kedua cucu Denis.


Sepuluh menit yang lalu, perawat baru saja membawa Denis keluar dari toilet dan mendorong kursi roda Denis untuk kembali ke halaman belakang. Namun, Denis harus mendengar pembicaraan Seno dan Raffi. Seno dan Raffi tidak tahu jika Denis berhenti di belakang mereka. Meskipun jaraknya tidak terlalu dekat, tetapi Denis masih bisa mendengar pembicaraan mereka dengan jelas.


"Kamu mau bicara apa, Sen? Kenapa harus bicara di sini?"


"Fi, jawab pertanyaanku dengan jujur. Kamu mencintai Lian?" tanya Seno.


Raffi diam tidak menjawab. Selama ini setiap kali Seno menanyakan siapa orang yang dicintai Raffi, ia tidak pernah menjawab. Hari ini, entah kenapa Seno harus bertanya seperti itu. Raffi hanya bisa menerka-nerka dalam hati, apa yang membuat Seno harus meminta jawaban dari Raffi.Ā 


"Tidak. Aku sudah pernah menjawabmu dulu. Aku tidak menyukai Lian."


"Fi, mulutmu berkata tidak, tetapi hatimu berkata lain. Jujur padaku, Fi, atau aku tidak akan menjadi temanmu lagi!"


"Sen, kau seperti anak gadis saja. Mengancamku dengan hal seperti itu, hahaha," goda Raffi. Raffi mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.Ā 


"Karena jika kau menganggapku teman, kau tidak akan menyembunyikan apapun dariku. Itu adalah janji persahabatan kita, bahwa kita tidak akan saling menyembunyikan apapun. Kau sudah tidak menganggapku teman," ucap Seno. Ia melangkah meninggalkan Raffi.


"Aku mencintainya!"Ā 


Ucapan Raffi membuat Seno kembali menghampiri Raffi.Ā 


"Aku mencintai Lian. Orang yang selalu membuatmu penasaran. Tentang siapa orang yang aku sukai, jawabannya dia … Lian. Aku mencintainya sejak lama, tetapi di saat yang sama, Raffa juga mencintainya."


"Kenapa tidak jujur saja pada Lian? Biarkan Lian yang memilih, siapa yang dia sukai."


"Sen, masalahnya tidak sesederhana itu. Apa kau ingat kenapa Raffa pernah mencoba bunuh diri, itu karena Lian. Apa kau pikir aku tega membiarkan Mama dan Raffa menderita? Tidak, Sen."


Seno terdiam mendengar penjelasan Raffi, dan tanpa mereka sadari Raffa mendengar ucapan Raffi dari balik dinding. Begitupun Denis, ia terkejut mengetahui kenyataan bahwa kedua cucunya itu menyukai gadis yang sama. Denis mengembuskan napas berat lalu menyuruh perawatnya mendorong kursi roda kembali. Di tempatnya, kedua tangan Raffa mengepal kuat. Raffa tidak menyangka jika perasaan Raffi sama seperti perasaannya.


Ia kembali ke tengah pesta dan menyembunyikan kenyataan bahwa ia telah mendengar ucapan Raffi dari Seno. Raffi dan Seno juga kembali ke tengah pesta. Semua orang sudah berkumpul dan waktunya pesta dimulai. Raffi terus menatap Lian yang tersenyum di samping Jason dan Vira. Raffi ikut tersenyum. Baginya senyuman Lian adalah obat yang paling ampuh untuk segala kegundahan hatinya.

__ADS_1


Raffa melangkah ke arah Lian dan berdiri di samping Lian. Raffi segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sementara Raffa terus memperhatikan tingkah laku Raffi. Raffa dan Lian ikut menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama yang lain dengan senyuman lebar. Sesekali Raffa kembali melirik Raffi. Lagu selamat ulang tahun selesai mereka nyanyikan. Jason meniup lilin di atas kue ulang tahun, lalu memotong kuenya. Jason memberikan potongan kue pertamanya pada Steve dan Violet. Potongan kedua ia berikan pada Lian. Lian menyuapi Vira potongan kue yang ia terima dari Jason.


"Aaa," ucap Lian menyuruh Vira membuka mulutnya.


"Terima kasih." Vira menerima kue yang Lian suapkan.


"Masa cuma Vira aja, Kak Raffa juga mau. Aa," ucap Raffa sambil membuka mulutnya.Ā 


Lian menyuapi Raffa dengan canggung. Sementara di depan mereka, Raffi melihat senyum mereka dengan perasaan terluka. Tiba-tiba Raffa menghampiri Raffi dan menariknya mendekat pada Lian.


"Suapi Kak Raffi juga," ucap Raffa.


"Tidak usah," tolak Raffi.


Lian mengambil seujung kecil kue di piringnya dengan sendok dan menyuapkan pada Raffi. Awalnya Raffi diam saja dan tidak mau membuka mulut.


"Hei, buka mulutmu. Kau mau membuat tangan Lian sakit menunggu kamu membuka mulut," ucap Raffa.


Raffi pun membuka mulutnya. Lian segera pergi setelah menyuapi Raffi. Lian menghampiri Jason dan Steve. Jason sedang menyuapi Violet lalu menyuapi Steve, terakhir Jason menyuapi Lian. Setelah acara pemotongan kue ulang tahun, para tamu undangan satu persatu memberikan hadiah pada Jason. Acara itu hanya acara untuk kerabat dan orang terdekat saja. Mereka tidak mengundang kolega bisnis mereka.


"Pa, Ma, Raffi pamit pulang duluan. Raffi lelah," ucap Raffi.


"Ya, sudah. Raffi istirahat saja di rumah." Daisy mengizinkan Raffi pulang.


"Kakek juga sudah lelah, kakek ikut pulang denganmu," ucap Denis.


"Ya, Kek. Pa, Ma, Raffi dan Kakek pulang dulu," ucap Raffi.


"Ya, hati-hati Sayang," ucap Daisy.


Raffi mengambil alih mendorong kursi roda Denis, perawat mengikuti di belakang mereka. Dari kejauhan, Lian menatap sedih kepergian Raffi.Ā 


"Pa, apa Papa sudah tahu? Kenapa Raffi sangat bersedih kemarin? Papa bilang mau menanyakannya pada teman-teman Raffi." Daisy mengingatkan Juan dengan ucapannya kemarin.Ā 


"Belum, maaf, Ma. Papa lupa, Papa akan tanyakan pada mereka sekarang. Sepertinya tadi Papa melihat Seno dan Key," ucap Juan. Juan pergi menemui Key dan Seno. Namun, Key tidak mengetahui apapun. Juan bertanya pada Seno, meskipun Seno tahu, tetapi ia tidak mengatakannya pada Juan. Rahasia yang ditutupi Raffi selama bertahun-tahun, Seno tidak akan membocorkan rahasia itu. Seno dan Key adalah tipe teman setia. Mereka tidak akan mengkhianati kepercayaan sahabatnya.


"Jadi … tidak tahu apa yang terjadi dengan Raffi?"

__ADS_1


"Maaf, Om. Kami sungguh tidak tahu apa yang terjadi dengan Raffi. Raffi selalu tertutup pada kami jika mengenai masalah pribadinya," ucap Key.


"Benar juga, Raffi memang sedikit tertutup sifatnya. Tidak seperti Raffa yang lebih terbuka kepada kami," ucap Juan.


"Oh, iya Om. Maaf, bukannya tidak sopan, tetapi kami harus kembali bekerja. Kami permisi, Om," ucap Seno.


"Begitu. Silakan, maaf Om jadi mengganggu kalian."


"Tidak kok, Om. Tidak apa-apa."


Seno dan Key berpamitan pada Steve dan Violet setelah memberikan kado mereka kepada Jason. Key dan Seno juga berpamitan pada Raffa dan Lian. Setelah berpamitan, mereka melaju pergi kembali ke klub malam 'Keyo's' milik Key.Ā 


-------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n voteĀ 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)


-Status Gantung Miss CEOĀ 


-Kupilih Hatimu (END)


-Putri Yang TergadaiĀ 


-Nazein & DarlanĀ 


-Serpihan Hati Yang Hancur (END)


Ā I Love you, readers ā™„ļøā™„ļøā™„ļø

__ADS_1


__ADS_2