
jangan lupa readers tersayang, Like dulu sebelum baca😘
________________________
Lian dan Raffi terdiam kaku di tempatnya sampai suara teguran Aris membuat Lian tersadar dari keterkejutan.
"Li, kamu tidak apa-apa?" tanya Aris.
Lian segera berdiri tegak dan Aris melepaskan tangannya. Sedangkan Raffi masih menatap Aris dengan pandangan tidak bersahabat.
"Em, dia … itu …." Lian tidak melanjutkan ucapannya dan menarik tangan Aris lalu mengajaknya pergi dari sana. Namun, Raffi memanggilnya.
"Lian, tunggu!"
Lian berhenti dan melepaskan tangan Aris. Aris merasa tidak nyaman dengan keadaan saat ini. Aris melangkah maju mendekati Raffi.
"Siapa sebenarnya Anda, Tuan?" tanya Aris.
"Saya, kakak sepupu Lian," ucap Raffi.
"Jadi … Anda yang akan bertunangan dengan Lian?"
Raffi tidak menjawab, ia menatap ke arah Lian. Raffi tidak tahu harus menjawab apa. Ia takut salah menjawab, jadi ia harap Lian yang menjawab pertanyaan Aris. Lian maju dan mengajak Aris bicara.
"Ris, malam ini acara jalan-jalan kita sampai di sini saja. Maaf, kamu bisa pulang lebih dulu ke penginapan karena ada yang ingin aku bicarakan dengan Kak Raffi," ucap Lian sambil meminta maaf.
Aris tersenyum dan mengusap puncak kepala Lian. "Baiklah, aku pulang duluan. Jangan ragu telepon aku kalau kamu membutuhkan bantuanku," ucap Aris sambil melirik sinis pada Raffi.
Lian menjawab perkataan Aris dengan anggukkan pelan. Aris keluar dari toko oleh-oleh itu, meninggalkan Lian dan Raffi yang sama-sama masih terpaku menatap satu sama lain. Raffi mengambil langkah lebih dulu dan menghampiri Lian.
"Kenapa? Kau takut kalau aku melaporkan pada Raffa bahwa kau sedang berkencan dengan orang lain?" tanya Raffi dengan senyuman sinis.
"Silakan jika Kak Raffi ingin mengatakan pada Kak Raffa. Aku tidak peduli!" Lian melangkah pergi dan lupa mengambil kalung yang ia pesan tadi sore bersama Vira. Lian berlari secepat mungkin meninggalkan Raffi di dalam toko.
Saat Raffa ingin mengejar Lian. Penjaga toko memanggil Raffi.
"Mas, tunggu!" ucap pelayan itu.
"Ya, ada apa? Anda memanggil saya?"
"Benar. Mas ini, kakak sepupu Nona tadi bukan?"
"Ya, benar, saya kakak sepupunya. Apa ada yang bisa saya bantu?"
__ADS_1
"Ini pesanan Nona tadi. Saya ingin memberikan ini, tapi Nona tadi keburu pergi. Bisakah Mas berikan padanya?" tanya pelayan.
"Baiklah, terima kasih. Saya akan sampaikan ini pada Lian," ucap Raffi. Ia segera berlari mencari Lian dan melihat Lian masih belum jauh. Raffi mengejarnya dan berada beberapa meter di belakang Lian. Ia kemudian melihat Lian masuk ke dalam kamar penginapan yang tadi dilewati oleh Raffi. Raffi tidak lagi mengejar Lian. "Besok saja bicara lagi dengan Lian. Sekarang sudah malam, takutnya mengganggu teman sekamarnya," ucap Raffi pelan. Raffi melangkah menuju hotel ROSE untuk beristirahat.
Sampai di dalam kamarnya, Raffi merebahkan tubuhnya di ranjang dan mengeluarkan kalung titipan pelayan. Ia melihat sebuah tulisan kecil di dalam bandul resin bening itu. "Just one name and one love. Raffi," ucap Raffi. Bibirnya tersenyum lebar, "ini untukku." Raffi mencium kalung itu seakan Lian yang ia cium.
***
Di dalam kamarnya, Lian terus menggerutu kesal sampai-sampai Vira terjaga dari tidur lelapnya.
"Li, kenapa pulang kencan malah marah-marah?"
"Vi, kita pulang saja besok. Aku tidak jadi menambah waktu liburan kita," ucap Lian sambil menghapus sisa bedak yang masih menempel.
"Kenapa?"
"Karena Kak Raffi juga sedang ada di Gianyar dan parahnya, tadi aku ketemu sama dia," jawab Lian.
"Bagus dong, kamu kan jadi bisa ketemu pujaan hati kamu."
"Bagus darimana? Aku mau pulang pokoknya," ucap Lian memaksa Vira agar pulang bersama rombongan bus sekolah.
"Aku masih mau di sini. Aku tidak mau pulang, dan kamu juga tidak boleh pulang, titik. Gak pake koma, ngerti!" ucap Vira dengan kesal.
Lian mendessah lesu. Lian yang awalnya memaksa Vira berlibur disana selama seminggu dan sekarang malah Vira yang tidak mau pulang. Ia tidak bisa memaksa pulang sendiri atau Vira akan memutuskan persahabatan mereka. Bagi Lian, Vira adalah sahabat terbaik dan satu-satunya yang bisa diandalkan saat ia bersedih. Lian mengganti bajunya dengan piyama tidur lalu berbaring di samping Vira dan tidak lama kemudian Lian pun tertidur.
Raffi sudah berdiri di depan pintu kamar Lian dan Vira. Raffi melihat semua bus rombongan SMA Dewi Sartika sudah meninggalkan penginapan. Bus-bus itu akan membawa kembali para siswa pulang ke Jakarta. Raffi bertanya kepada panitia penyelenggara tur perpisahan itu, dan mereka bilang Lian dan Vira akan berlibur selama seminggu. Satu jam lamanya Raffi menunggu Lian keluar dari kamarnya.
Ceklek!
Lian dan Vira keluar kamar dengan menarik koper masing-masing.
"Kak Raffi, ada di sini juga. Sedang bekerja?" tanya Vira.
"Tidak. Aku sedang berlibur. Kalian mau kemana?" tanya Raffi sambil melirik Lian yang tidak mau menatapnya.
"Pulang."
"Pindah."
Lian dan Vira menjawab hal yang berbeda. Lian menjawab akan pulang, tetapi Vira menjawab mereka akan pindah. Raffi lebih mempercayai ucapan Vira daripada Lian.
"Pindah kemana?"
__ADS_1
"Hotel ROSE, Kak," jawab Vira.
"Aku antar kalian," ucap Raffi sambil menarik koper yang dipegang Lian dan Vira.
Lian menahan kopernya, tetapi Raffi memaksa dengan menyentuh tangan Lian. Lian menarik tangannya dan kopernya berhasil direbut oleh Raffi. Raffi melangkah lebih dulu di depan. Jarak hotel dan penginapan asri tidak begitu jauh, hanya dengan waktu sepuluh menit saja ditempuh dengan jalan kaki. Mereka sudah di dalam kamar hotel. Raffi menaruh kedua koper itu di dekat sofa.
"Terima kasih, Kak Raffi." Vira berterima kasih pada Raffi karena telah membantu mereka. Namun, Lian tidak peduli dan tetap diam meskipun Vira menyikut lengan Lian. "Li, tidak mau berterima kasih pada Kak Raffi?" tanya Vira bisik-bisik.
"Aku tidak memaksanya membawakan koperku, jadi aku tidak mau berterima kasih," ucap Lian.
Lian melangkah pergi ke kamar mandi. Vira hanya geleng-geleng melihat kasarnya ucapan Lian pada Raffi. Wajar saja kalau Lian kasar pada Raffi karena Raffi telah banyak menyakiti hati Lian.
"Kak Raffi menginap dimana?" tanya Lian.
"Di atas," ucap Raffi sambil menunjuk ke langit-langit kamar.
"Oh, hahaha. Aku pikir Kak Raffi tinggal dimana, ternyata di lantai atas."
"Aku pergi dulu."
" Sekali lagi terima kasih, Kak. Dadah," ucap Vira sambil menutup pintu kamar hotel.
________________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Nazein & Darlan
__ADS_1
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
I Love you, readers ♥️♥️♥️