
Hari ini author spesial up sekaligus beberapa chapter buat kalian. Semoga kalian suka. Jangan lupa tetap dukung author dengan like novel ini sebelum membaca. Terima kasih
Selamat membaca
____________________
Raffa sengaja menggenggam tangan Lian. Lian juga tidak bisa menolak.
"Kak Raffa, ini, Mondy. Mon, ini, Kak Raffa. Dia …." Lian tidak melanjutkan ucapannya.
"Mondy," ucap Mondy sambil mengulurkan tangannya.
"Raffa, calon tunangan Lian," ucap Raffa sambil menyambut uluran tangan Mondy.
Mondy tersenyum kecut menanggapi ucapan Raffa. Sedikit terselip rasa sakit dalam hati Mondy saat tahu bahwa Lian sudah mempunyai kekasih bahkan sudah akan bertunangan. Awalnya Mondy ingin menawarkan tumpangan untuk Lian dan Vira, tetapi karena sudah ada Raffa, Mondy pun berpamitan.
Setelah mobil Mondy berlalu meninggalkan mereka, Lian menarik tangannya dengan alasan ingin menelepon seseorang. Vira berdiri di tepi jalan dan Lian pergi menghampiri Vira disusul Raffa di belakang Lian.
"Vi, mobil kamu kenapa?" tanya Raffa.
"Tidak tahu, Kak. Tiba-tiba saja mogok," jawab Vira.
"Kalian mau ke sekolah?"
"Iya, Kak." Vira melirik Lian yang berdiri sedikit jauh dari tempat Vira dan Raffa.
"Ya, sudah, Kakak antar kalian," ucap Raffa.
"Apa tidak merepotkan?" tanya Vira.
"Tidak sama sekali. Ayo!" Raffa melangkah lebih dulu ke mobil.
__ADS_1
Vira menarik tangan Lian yang sedang memegang ponsel. Vira melihat layar ponsel Lian tidak menunjukkan ada panggilan. Ya, karena Lian hanya ingin sedikit menjauh dari Raffa. Lian sangat canggung berhadapan dengan Raffa setelah mendengar percakapan Raffa dan Raffi mengenai perasaan Raffa padanya. Vira dan Lian pun berangkat ke sekolah diantar oleh Raffa. Lian membisu sambil bermain game di ponselnya. Bagi Lian itu lebih baik daripada diam tanpa alasan.
Raffa melirik sekilas pantulan wajah Lian di kaca atas. Raffa merasakan perbedaan dalam sikap Lian sejak ibunya mengunjungi rumah Lian. Raffa sadar bahwa orang yang Lian cintai adalah Raffi. Hatinya sakit jika mengingat itu semua. Awalnya Raffa tidak peduli siapa yang Lian cintai asalkan Lian mau menerima lamarannya. Namun, kini perasaan Raffa jadi terusik setelah tahu Raffi juga mencintai Lian.
"Kenapa harus dia yang kau cintai, Li?" Raffa bergumam lirih dalam hati.
***
Seminggu kemudian
"Li, ayo cepetan!" Vira menarik tangan Lian saat ia keluar dari mobilnya. Hari ini mereka akan berangkat ke Gianyar-Bali untuk tur perpisahan sekolah. Lian diantar Pak Parman ke sekolah. Vira dan Lian berada dalam satu bus, tetapi Lian tidak duduk sebangku dengan Vira. Mereka tidak mencari tahu siapa teman sebangku mereka di bus dan hanya mengingat nomor tempat duduk mereka sendiri saja.
"Selamat pagi, Li," ucap Aris sambil menaruh tas ranselnya di bagasi yang ada di atas tempat duduk mereka. Ternyata teman sebangku Lian adalah Aris, orang yang menaruh perhatian pada Lian. Aris duduk setelah selesai menaruh ranselnya.
"Pagi, Ris," jawab Lian. Saat mengetahui teman sebangkunya adalah Aris, Lian sebenarnya ingin menukar tempat duduk. Namun, Lian akan membuat Aris tersinggung jika ia melakukannya. Jika saja Lian tahu lebih awal, ia bisa menukarnya sebelum naik ke dalam bus. Tidak ada pilihan lain, Lian hanya bisa menerimanya. Mereka juga tidak akan sebangku lagi saat pulang karena Lian tidak akan pulang bersama bus sekolah. Ia sudah memesan hotel yang lain untuk liburan sendiri. Untuk dua malam tur sekolah, Lian ikut di penginapan yang sudah disewa oleh sekolah.
Bus pun mulai bergerak, melaju pergi meninggalkan halaman sekolah beriringan dengan bus-bus lainnya. Tur perpisahan tahun ini lumayan banyak yang ikut serta, bahkan hampir semua kelas 12 ikut, jadi bus yang disewa juga sampai enam buah. Vira dan Lian berada di bus empat.
***
[Ya, sudah saya mundurkan jadwal rapat minggu ini ke minggu depan. Jadwal yang lainnya juga sudah saya atur ulang untuk minggu depan]
"Terima kasih, Len." Raffi menutup panggilan suara itu. Ia sudah selesai mengepak barang-barang yang akan dibawa untuk liburan ke Gianyar. Raffi turun dari lantai atas dengan menarik kopernya. Di ruang tamu, Raffi bertemu Daisy dan seorang agen WO. Tinggal tiga minggu lagi, Lian akan bertunangan dengan Raffa.
"Raffi, bawa koper mau kemana?" tanya Daisy saat melihat Raffi.
"Raffi ada pekerjaan di Bali selama seminggu, Ma." Raffi mencium pipi kanan dan kiri Daisy lalu berpamitan.
"Hati-hati di jalan, Sayang. Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya!"
"Ya, Ma." Raffi keluar dari rumah menuju garasi. Raffi akan menyetir sendiri ke Bali dan tidak memakai mobil putih kesayangannya. Raffi memakai mobil sport kuning yang lama disimpan di garasi. Raffi belum pernah memakainya sama sekali. Ini kali pertama ia memakai mobil kuning itu. Raffi benar-benar ingin berlibur dan bersenang-senang dengan mengelilingi kota Gianyar dengan mobil sportnya. Raffi memasukkan kopernya di jok samping kemudi dan Raffi pun melaju pergi dengan mobilnya.
__ADS_1
Bali memang cukup jauh dari Jakarta. Perjalanan menggunakan mobil atau jalur darat memakan waktu 33 jam perjalanan, tetapi Raffi tidak peduli. Ia ingin berjalan-jalan dengan mobilnya dan beristirahat sepuluh jam sekali di rest area. Raffi tidak menggunakan sopir cadangan. Raffi sudah terbiasa melakukan perjalanan keluar kota dengan menggunakan mobil. Hanya saja sepuluh jam mengemudi adalah batas kemampuan Raffi mengemudi jarak jauh. Hampir dua hari perjalanan ke Gianyar ia tempuh. Dari pelabuhan Ketapang, Raffi menyebrang dengan menggunakan kapal ferry selama satu jam ke Gilimanuk, dari sana ia masih harus menempuh perjalanan selama tiga setengah jam menuju Gianyar.
***
Bus pariwisata yang membawa rombongan kelas 12 SMA Dewi Sartika sudah tiba lebih dulu di parkiran penginapan asri di pusat kota. Pihak sekolah sengaja menyewa penginapan di pusat kota agar jarak yang mereka tempuh ke tempat tujuan wisata tidak terlalu jauh. Tujuan wisata SMA Dewi Sartika tahun ini adalah Pura Goa Gajah dan komplek pura Mandala Wisata Wenara Wana. Kedua tempat wisata itu hanya berjarak beberapa menit dari penginapan.
Mereka semua turun dari bus dan mengambil kunci kamar masing-masing di panitia penyelenggara tour. Vira dan Lian meminta agar bisa satu kamar pada panitia. Mereka segera masuk ke dalam kamar dan beristirahat. Perjalanan yang sangat panjang itu benar-benar membuat Lian dan Vira segera merebahkan tubuhnya di ranjang.
________________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir juga di sini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Nazein & Darlan
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
__ADS_1
I Love you, readers ♥️♥️♥️