
Hai reader tercinta Jangan lupa dukung author dengan like novel ini sebelum membaca ya reader terima kasih Selamat membaca
_______________
Vira segera bangkit dari kursi dan melangkah menjauhi Raffa. Embusan napas Raffa di dekat telinga Vira membuat Vira sangat gugup.
"Itu … em, tidak ada apa-apa," jawab Vira. Vira segera berlari meninggalkan Raffa yang tersenyum geli melihat tingkah Vira.
"Aneh sekali? Kenapa Vira tiba-tiba gugup begitu?" gumam Raffa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Raffa pergi ke kantin awalnya karena ingin membeli air mineral untuk Lian. Namun, saat melihat Vira yang sedang membentur-benturkan keningnya, Raffa jadi menghampiri Vira lebih dulu. Raffa heran kenapa Vira terlihat sangat frustasi?
"Apa Vira juga sedang punya masalah? Biasanya dia selalu ceria dan energik, tapi hari ini terlihat lesu dan tidak bergairah. Wajahnya juga seperti orang yang sedang kebingungan?" Raffa bertanya-tanya dalam hati. Raffa memilih untuk menepiskan pikirannya tentang Vira dan melanjutkan niatnya yang tertunda, yaitu membeli air mineral untuk Lian. Saat melihat kue berbentuk lucu, tiba-tiba Raffa terpikir untuk membelinya. Ia membeli dua kotak kecil kue, yang satu berbentuk hati dan yang satu lagi berbentuk kotak.
Di depan ruang ICU, Lian menatap ke arah Raffi yang terbaring dengan jarum infus tertancap di punggung tangan, dan selang oksigen yang menempel di depan hidungnya. Kepala Raffi diperban, membuat Lian tidak bisa berhenti meneteskan air mata.
"Li, udah, Sayang! Kita semua juga sedih melihat keadaan Raffi, tapi kita harus kuat. Raffi butuh doa dan perhatian dari kita. Jadi, kita dan khususnya kamu harus kuat." Daisy memeluk Lian dan membelai rambut Lian dengan lembut. Daisy sudah menganggap Lian seperti putrinya sendiri.
"Iya, Li. Tante Daisy benar, kamu jangan terlalu banyak bersedih. Kita doakan Raffi supaya cepat sadar," ucap Vira. Vira mengusap punggung Lian. Saat melihat Raffa datang. Vira buru-buru menjauh dari Lian. Vira tidak ingin mendekati Raffa, Vira tahu kalau Raffa mencintai Lian. Pastinya Raffa selalu ingin berada di dekat wanita yang dicintainya. Vira takut merasa tidak nyaman lagi seperti tadi. Karena itu Vira memilih menjauh dan duduk diam dengan menunduk sambil memainkan jemari tangannya.
Raffa memberikan minuman dan kue berbentuk kotak pada Lian. Sebenarnya Raffa ingin memberikan yang berbentuk hati, tetapi karena Lian tidak mencintainya, Raffa tidak jadi memberikannya. Raffa memberikan kue yang berbentuk kotak serta satu botol air mineral pada Lian. Raffa melirik Vira yang duduk di ujung kursi ruang tunggu ICU. Raffa menghampiri Vira lalu memberikan kue berbentuk hati pada Vira. Kue berwarna pink dengan bentuk hati itu sangat manis dipandang.
Vira mendongak dan melihat wajah Raffa yang tersenyum manis sambil menyodorkan satu kotak kue padanya. Vira mengalihkan pandangannya dari wajah Raffa ke arah kue yang Raffa pegang. Vira bangun dan menatap wajah Raffa dengan mata berkaca-kaca. Entah kenapa Vira menjadi emosional dan melangkah pergi meninggalkan Raffa tanpa menerima kue yang Raffa berikan padanya.
"Vi, mau ke mana?" tanya Lian heran.
__ADS_1
"Hei, Vi. Tunggu!" ucap Raffa.
Namun, Vira malah lari kencang dan pergi ke parkiran. Vira melaju pulang dengan mobilnya. Vira merasa dia sudah salah, ia salah saat menyadari kalau hatinya menyimpan rasa pada Raffa. Entah sejak kapan? Vira sendiri tidak tahu kapan rasa sukanya tumbuh pada Raffa. Vira sedih saat melihat kue berbentuk hati yang Raffa berikan padanya.
"Pemilik hatimu bukan aku Kak Raffa. Aku tidak mau mengambilnya, aku tidak mau. Ini sudah salah, kamu mencintai Lian dan akan bertunangan dengan Lian." Vira pulang ke rumahnya, ia tidak mau lama-lama berada di dekat Raffa.
Di rumah sakit, Raffa dan Lian saling melempar pandangan bingung.
"Apa Vira sedang punya masalah? Kenapa dia murung sejak datang ke rumah sakit?" Raffa bertanya pada Lian karena Vira semakin aneh. Ia juga merasa kalau Vira seperti menghindarinya, padahal Raffa tidak merasa berbuat salah pada Vira. Raffa pun akhirnya jadi merasa tidak enak hati.
"Aku tidak tahu, Kak," jawab Lian.
"Oh, iya, kalian bukannya mau membeli cincin untuk pertunangan besok?" tanya Juan.
"Apa tidak sebaiknya kita tunda dulu, Pa? Kita bisa melakukan pertunangan sesuai rencana awal saja. Tunggu dua minggu lagi, sambil menunggu Raffi bangun. Tidak enak jika kita mengadakan pesta di saat Raffi terbaring sakit." Raffa menunda acara pertunangan dengan alasan menunggu Raffi sadar. Sebenarnya Raffa sedang bimbang antara melanjutkan pertunangan dengan Lian atau tidak.
Mendengar Raffa menunda pertunangan, Lian mengembuskan napas lega. Ia juga masih belum bisa menghapus perasaannya pada Raffi. Lian juga tidak bisa melupakan pernyataan cinta Raffi semalam. Lian dihadapkan pada dilema. Namun, ia tidak ingin terlalu memusingkan masalah itu dulu. Yang ia pikirkan sekarang adalah keadaan Raffi.
"Aku berdoa agar aku bisa melupakan Kak Raffi, tapi aku tidak mau kehilangan dia. Kenapa bukan aku saja yang berbaring di sana," gumam batin Lian. Ia terus menatap ruang ICU dan duduk dengan gelisah di samping Raffa.
Raffa melihat kecemasan di wajah Lian. Ia menyentuh tangan Lian dan tersenyum, ia mencoba menenangkan hati Lian. Melihat kecemasan Lian, Raffa semakin sadar bahwa hati Lian benar-benar tidak bisa berpindah dari hati Raffi. Meskipun wajah mereka sama, tetap saja mereka orang yang berbeda. Cinta Lian-pun tidak bisa berpindah pada Raffa hanya karena wajah kembar mereka tidak bisa dibedakan. Raffi, pria dingin dan cuek itu telah mengambil hati Lian sepenuhnya. Sehangat apapun Raffa memperlakukan Lian, tetap saja Lian lebih menyukai Raffi yang bak puncak gunung es.
***
__ADS_1
Seminggu kemudian, Dokter menyapa Raffa dan Lian yang sedang mengobrol di depan ruang ICU. Seminggu sudah Raffi terbaring di ICU. Selama seminggu ini, Lian dan Raffa selalu setia menjaga Raffi di depan ruang ICU. Sudah berkali-kali Dokter mengatakan untuk tidak usah menunggu Raffi, karena mereka tidak bisa menemani di dalam. Namun, Lian tetap mau menunggu Raffi di rumah sakit meski hanya bisa memandangnya dari balik kaca.
______________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir juga di sini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Penjara Cinta Sang Presdir
-Nazein & Darlan
__ADS_1
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
I Love you, readers ♥️♥️♥️