Cinta Ada Karena Terbiasa (S3)

Cinta Ada Karena Terbiasa (S3)
Episode 35. Pernyataan cinta


__ADS_3

Selalu dukung author dengan like novel ini sebelum membaca ya reader terima kasih Selamat membaca ya 


_______________


Lian menarik tangannya dengan sekuat tenaga, sampai tangannya terasa sakit dan ia pun meringis.


"Aww, lepasin! Sakit."


"Kalian bisa tinggalkan kami," ucap Raffi pada kedua pelayan itu. 


Mereka keluar dan menutup pintu.


Raffi menarik tangan Lian dan memeluknya. Lian memberontak dan mendorong. Namun, Raffi malah semakin erat memeluk tubuh Lian. Ia memejamkan mata, menghirup wangi shampoo dari rambut Lian. Menghirup wangi tubuh Lian yang menggelitik indra penciumannya. 


Lian tidak bergerak lagi, ia lelah memberontak dan akhirnya pasrah dipeluk oleh Raffi. Tangan Lian menjuntai di samping tubuhnya dengan jemari mengepal kuat. Sekuat hati Lian mencoba menahan rasa sedihnya. Apa yang sebenarnya Raffi lakukan? Lian benar-benar tidak mengerti. Dulu, dengan kejam Raffi selalu mengusir Lian dari hadapannya. Setelah beberapa hari bersama di Bali, entah mengapa sikap Raffi berubah. Lian takut jika dirinya hanya berangan-angan terlalu tinggi akan sikap Raffi.


"Lepaskan! Lian sudah bilang untuk jangan mengganggu Lian lagi."


"Li, i love you."


Deg! 


Jantung Lian memacu lebih cepat saat mendengar ucapan cinta dari Raffi. Lian meneteskan air mata. Sejenak pikiran Lian menjadi kosong. Ia menatap hampa, tertegun tidak bereaksi karena Lian juga bingung harus bereaksi seperti apa. Lian sudah meminta pada Raffa untuk memajukan hari pertunangan. Bagaimana bisa Lian menarik kembali ucapannya pada Raffa. Itu akan sangat menyakitkan bagi Raffa.


Raffi melonggarkan pelukannya. Ia menatap wajah Lian yang terdiam membeku tanpa berucap sepatah kata pun. Raffi menghapus sisa air mata di pipi Lian. 


Lian menepis tangan Raffi yang menyentuh pipinya dengan lembut. "Aku akan bertunangan dengan Kak Raffa. Jangan bermain dengan perasaanku! Kak Raffi, jika Kak Raffi menyatakan cinta karena merasa simpati pada Lian, maaf, Lian tidak butuh."

__ADS_1


"Aku serius, Lian. Aku cinta kamu! Selama lima tahun," ucap Raffi dengan lekat memandang wajah oval.


Mendengar kata-kata Raffi, Lian tidak sanggup menahan air mata yang mengalir bagai air terjun. Air mata itu meluncur mulus tanpa peringatan. Lian tidak mengerti dengan arti tangisannya sendiri. Apakah dia menangis karena bahagia mendengar Raffi telah mencintainya? Atau menangis karena ia bimbang berdiri diantara Raffi dan Raffa? 


"Terlambat. Lian tidak ingin membuat hati orang lain terluka. Lepaskan aku, Kak!" Lian mendorong tubuh Raffi agar Lian bisa terlepas dari pelukannya, tetapi Raffi justru menarik tengkuk Lian dan mengecup bibir Lian dengan lembut. Air mata Lian terus menetes, ia memejamkan matanya, berharap dengan begitu air matanya tidak lagi mengalir. Namun, cairan bening itu tetap mengalir meski mata Lian terpejam.


Raffi mengakhiri kecupannya dan menatap kedua manik mata coklat Lian. Dengan pandangan lembut, hangat dan penuh cinta.


"Ini yang ketiga kalinya Kakak mencium Lian. Lian ingin tahu siapa yang ada di dalam pikiran Kakak saat Kakak mencium Lian? Dia adalah gadis yang sudah lima tahun masuk ke dalam hati Kak Raffi, gadis yang sudah bertahta di singgasana jiwa Kak Raffi, dia adalah … Lilian Robertin. Selalu, hanya Lian yang ada di dalam hati Kak Raffi," ucap Raffi dengan lembut sambil membelai rambut Lian dan mengusap air mata Lian. 


"Bohong! Kakak selalu mengusir Lian dari hadapan Kakak. Kakak selalu menolak pernyataan cinta Lian dengan kasar. Bagaimana mungkin sekarang Kakak berkata kalau Kakak sudah mencintai Lian selama lima tahun?" Lian mendorong Raffi dengan sekuat tenaga dan akhirnya Lian bisa lepas dari pelukan Raffi. 


"Itu … Kakak punya alasan melakukan itu semua, tetapi Kakak sadar kalau Kakak tidak bisa kehilangan Lian. Kakak ingin Lian tahu perasaan Kak Raffi. Sejak dulu sampai hari ini dan sampai kapanpun, Lian selalu ada di hati Kakak. Aku mencintaimu, Lian." 


"Alasan apa?"


"Haha, terima kasih kalau begitu. Terima kasih karena menempatkan aku di hatimu, tetapi … di hatiku namamu sudah hilang. Aku permisi, Kak Raffi," ucap Lian. Lian segera keluar dari ruangan itu dan pergi dengan menggunakan taksi. 


Di dalam ruang makan resto, Raffi berdiri kaku dengan mata berkaca-kaca. 


"Aku … sungguh terlambat, sangat terlambat," gumam Raffi dengan mata masih menatap pintu yang tertutup setelah Lian pergi.


Di dalam taksi, Lian juga terisak pilu. Sopir taksi hanya melirik sekilas dan memberikan tisu di dashboard mobil pada Lian. Lian menerimanya.


"Terima kasih," ucap Lian pada sopir taksi. Lian mengusap air matanya dan memandang jalanan Ibukota yang dihiasi lampu-lampu jalan. "Dasar bodoh! Kenapa baru sekarang mengatakannya? Tidak bisakah kamu katakan padaku alasanmu terus mendorongku menjauh?" gumam Lian dalam hati. 


Lian akhirnya mendengar kata cinta dari Raffi, tetapi Raffi mengatakannya bukan di saat yang tepat. Seharusnya Lian bahagia karena orang yang dicintai ternyata juga mencintainya. Namun, Lian tidak bisa membatalkan pertunangan dengan Raffa karena dia-lah yang mengajak Raffa untuk memajukan hari pertunangan. Lian tidak pulang ke rumah, ia menelepon Vira dan ternyata Vira ada di rumah. Lian pergi ke rumah Vira.

__ADS_1


Vira berbohong pada Lian saat di Bali. Vira berbohong kalau neneknya sakit dan dia harus pergi. Vira ingin membantu Lian agar bisa berdua dengan Raffi dan membuat mereka berdua lebih dekat. Siapa sangka kalau sebenarnya Vira berhasil membuat mereka berdua lebih dekat, tetapi justru berakhir dengan memilukan. Di saat Raffi menyatakan cinta pada Lian, Lian tidak menerima tetapi meninggalkan Raffi begitu saja di resto. Sementara Lian terus melamun sambil meratap dalam hati sepanjang perjalanan menuju rumah Vira.


Jika saja waktu bisa kuputar kembali. Rasanya akan lebih baik jika aku terlahir sebagai laki-laki. Karena dengan begitu, aku … tidak akan jatuh cinta pada Kak Raffi dan kami bertiga tidak akan menjadi seperti saat ini. Kami bertiga akan tetap menjadi teman main seperti dulu dan tidak akan berubah sampai kapanpun. Tuhan, apakah aku berdosa di kehidupan lalu? Kenapa aku tidak bisa mendapatkan cinta yang indah. Kenapa cintaku begitu menyakitkan. Ini sangat sakit, Tuhan. Hatiku hancur, dadaku terasa sesak, napasku terasa berat. Tolong buat diriku amnesia atau apapun itu, Tuhan. Asalkan aku bisa melupakannya, menghapuskan cintaku padanya. Lian sudah tidak sanggup, ini sangat menyakitkan, Tuhan. Bisakah Engkau mengabulkan permintaanku kali ini saja , Tuhan?


___________________


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir juga di sini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu (END)


-Penjara Cinta Sang Presdir


-Nazein & Darlan 


-Serpihan Hati Yang Hancur (END)

__ADS_1


 I Love you, readers ♥️♥️♥️


__ADS_2