
Liburan.
Jangan lupa LIKE sebelum membaca ya
____________________
Raffi sampai juga di hotel. Jarak hotel tempat Raffi menginap dan tempat Lian menginap hanya terpisah oleh tiga bangunan gedung perhotelan. Sama seperti Lian, Raffi juga langsung melemparkan tubuhnya sendiri ke ranjang. Pinggang Raffi rasanya mau patah, setiap sepuluh jam sekali Raffi beristirahat dan menyempatkan untuk tidur sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Namun, tetap saja ia kelelahan, apalagi Raffi belum lama ini mengalami kecelakaan jatuh dari tangga.
"Ah, sampai juga akhirnya. Apa aku kuat untuk mengemudi pulang nanti? Ini benar-benar sangat melelahkan. Ah, masa bodoh yang penting sekarang aku mau tidur," ucap Raffi. Ia berbicara sendiri sambil memandang langit-langit kamar hotel. Entah karena rindu atau apa, di langit-langit kamar hotel itu seperti layar proyektor yang memantulkan gambar wajah Lian. "Kamu lagi. Kenapa setiap aku memandang ke segala arah selalu ada bayanganmu. Bisakah kau pergi dari ingatanku, pergi dari pikiranku. Aku kesini karena mencoba menghilangkan kesedihan yang aku rasakan, tapi kenapa kamu masih bertahan dalam pikiranku," gumam Raffi. Ia memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.
***
Tok! Tok! Tok!
"Siapa Li?" tanya Vira saat mendengar suara pintu kamar mereka diketuk.
"Aku tidak tahu. Coba kamu buka! Aku ingin buang air kecil," ucap Lian.
Vira membuka pintu dan melihat Aris berdiri di depan pintu kamarnya. Vira tahu tujuan Aris pasti ingin bertemu Lian.
"Hai, Ris. Pasti mau cari Lian, ya?"
"Iya. Lian ada di dalam, kan?"
"Ada, tapi sedang di kamar mandi. Ada perlu apa? Nanti aku sampaikan," ucap Vira.
"Aku mau ajak dia makan malam."
"Maaf, Ris, aku tidak bisa. Lagipula makan malam kita sudah disediakan oleh panitia. Aku juga tidak ingin keluar karena lelah," ucap Lian yang baru saja keluar dari kamar mandi dan pergi menghampiri Vira.
"Oh, maaf. Aku tidak tahu kalau kamu sedang beristirahat. Ya, sudah, istirahatlah! Aku pamit," ucap Aris.
Vira dan Lian menutup pintunya kembali dan Aris juga masuk ke kamarnya. Vira dan Lian menyantap makan malam yang tadi diantarkan oleh pegawai penginapan. Setelah makan malam, Vira dan Lian mengobrol sebentar lalu pergi tidur.
__ADS_1
Pagi hari
Hari ini mereka akan pergi ke tempat wisata Pura Goa Gajah dan Pura Mandala Wisata Wenara Wana. Perjalanan ke Goa Gajah memakan waktu sebelas menit dari tempat mereka menginap. Sedangkan untuk ke tempat wisata ke dua memakan waktu tujuh menit dari Goa Gajah. Mereka akan turun di Goa Gajah terlebih dulu, lalu berjalan kaki ke tempat wisata kedua.
Sama seperti kemarin, hari ini Lian juga duduk di bangku yang sama bersama Aris.
"Selamat pagi, Li," sapa Aris.
"Pagi."
"Nanti malam, malam terakhir kita di sini. Bagaimana kalau kita berjalan-jalan sebentar nanti malam. Menikmati pemandangan malam hari di Gianyar," ucap Aris.
Lian ingin menolak, tetapi Lian pribadi yang tidak tega menyakiti hati orang. Lian sudah menolak sekali ajakan Aris, ia tidak bisa menolak untuk yang kedua kali. "Baiklah." Lian akhirnya setuju untuk berjalan-jalan dengan Aris nanti malam. Selama mereka mengobrol, tidak terasa sudah sampai di tempat tujuan karena jaraknya memang dekat dari penginapan.
Lian turun dan berjalan masuk ke dalam pura Goa Gajah dengan bergandengan tangan bersama Vira. Relief-relief kuno di areal pura begitu indah dan mendominasi. Mereka berfoto dan berkeliling. Mereka diberi waktu dua jam untuk berkeliling, satu jam makan siang bersama di tempat yang sudah disiapkan oleh panitia. Setelah makan siang mereka akan berjalan ke tempat wisata kedua.
Tempat kedua ini adalah komplek pura atau candi yang di dalamnya terdapat banyak monyet yang berkeliaran. Mandala Wisata Wenara Wana sering juga disebut sebagai Monkey Forest. Cagar alam ini memiliki beberapa spesies monyet. Lian dan Vira berjalan-jalan di dalam hutan asri. Menapaki jalan yang membelah hutan cagar alam. Suasana dan udara segar begitu memanjakan perasaan Lian. Sejenak ia bisa melupakan kesedihannya, rasa patah hati dan kecewa yang membuatnya tidak bergairah menjalani hidup.
"Li, Aris mengajak kamu kencan ya?"
"Tempat duduk kita hanya terpisah satu baris, jadi aku mendengar obrolan kalian. Aris mengajakmu keluar kan nanti malam?"
"Iya, sih, tapi aku tidak bilang itu kencan. Jangan asal deh, Vi," ucap Lian.
"Sama saja, itu namanya kencan. Tidak apa-apa sih, kan tidak ketahuan Kak Raffa," ucap Vira menggoda Lian.
Lian mencubit pipi Vira saking gemas dengan ucapan konyol yang Vira katakan padanya. Lian tidak menghiraukan anggapan Vira tentang dirinya dan Aris karena dihati Lian selalu dan selalu hanya ada Raffi.
Sore hari, mereka semua sudah kembali ke penginapan. Besok pagi mereka semua akan kembali ke Jakarta. Namun, Lian tidak akan ikut pulang bersama rombongan. Lian masih ingin berkeliling di pulau Bali. Ia sudah meminta izin pada panitia tadi pagi dan panitia mencatatnya agar mereka tidak mencari Lian dalam bus. Lian dan Vira mengisi waktu istirahat sore dengan berjalan-jalan ke toko oleh-oleh.
Mereka masuk ke sebuah toko aksesoris dan melihat-lihat pernak-pernik yang dijual di toko itu. Ada ukiran topeng, gantungan kunci dan banyak lagi kerajinan tangan yang mengusung keindahan wisata di pulau Bali. Lian membeli sebuah kalung dengan bandul terbuat dari resin. Seorang wanita penjaga toko menghampiri Lian.
"Mba juga bisa memberikan nama yang bisa disimpan di dalam bandul jika mau, tetapi butuh waktu tiga jam untuk mencetaknya. Apa Mba bersedia?" tanya pelayan itu.
__ADS_1
"Boleh, nanti malam saya ambil kesini," jawab Lian.
"Kata-kata atau nama yang mau Mba simpan? Tolong tulis di sini!" ucap pelayan itu sambil menyerahkan pulpen dan kertas memo.
Lian menulis sebuah kalimat dan menyimpan nama di bawah kalimat itu. Lian lalu memberikan kembali kepada pelayan toko. Vira memilih sebuah gelang yang terbuat dari kayu dengan motif ukiran gaya Bali. Lian menghampiri Vira dan melihat-lihat aneka gelang yang sedang Vira pilih.
"Yang mana, Li?" tanya Vira. Ia mencoba memakai dan meminta pendapat pada Lian.
"Ini saja," ucap Lian menunjuk gelang yang menurutnya pas untuk Vira pakai. Setelah selesai membayar Vira dan Lian kembali ke penginapan dan beristirahat. Besok pagi Vira dan Lian akan pindah dari penginapan ke hotel ROSE yang kebetulan itu adalah hotel tempat Raffi menginap.
___________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir juga di sini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Nazein & Darlan
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
__ADS_1
I Love you, readers ♥️♥️♥️