
Hai reader tercinta Jangan lupa dukung author dengan like novel ini sebelum membaca ya readeršš terima kasih Selamat membacaĀ š
_______________
"Halo, Vi. Aku di depan gerbang rumahmu," ucap Lian. Setelah mengirim pesan suara, Lian segera menutup kembali ponselnya dan menaruhnya di dalam tas.
Vira segera berlari keluar dan membukakan pintu gerbang untuk Lian. Vira hanya tinggal berdua bersama seorang pembantu, dia tidak memiliki sopir ataupun satpam. Saat melihat Vira, Lian segera menghambur ke dalam pelukan Vira dan menangis tersedu-sedu. Vira hanya bisa bertanya-tanya, ada masalah apa lagi dengan Lian?
"Sudah, sudah, jangan menangis! Kita masuk dulu ke dalam, aku mengunci pintu gerbang sebentar," ucap Vira. Setelah mengunci gerbang, Vira menggandeng tangan Lian dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Vira mengajak Lian ke kamarnya, lalu meninggalkannya sebentar untuk mengambilkan air minum. "Minum dulu, lalu ceritakan padaku! Ada apa denganmu?"
"Kak Raffi, hiks."
"Kenapa? Dia menyakiti hati kamu lagi? Kurang ajar! Biar aku ha ---"
"Dia menyatakan cinta padaku."Ā
"Bagus, dong. Berarti kamu berhasil mendapatkan cinta Raffi. Lalu kenapa kamu sesedih ini?"
"Lusa, aku akan bertunangan dengan Kak Raffa. Aku tidak menerima Raffi," ucap Lian dengan sedih.Ā
"Lusa? Bukannya dua minggu lagi? Rencana pertunangan kamu kan nanti kalau sudah mendapatkan ijazah dan menghadiri pesta kelulusan. Kenapa berubah jadi lusa?"
"Aku yang memajukan tanggal pertunangan. Kedua keluarga sudah setuju. Besok, aku dan Kak Raffa akan memilih cincin bersama. Acara pertunangannya dilakukan di rumah dan hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja," ucap Lian.Ā
Vira menganga mendengarnya. Ia tidak percaya kalau Lian sendiri yang memajukan hari pertunangan dengan Raffa. Vira menutup mulutnya dan mendecih kesal.
"Ch, kamu ⦠ah, sudahlah. Aku pusing," ucap Vira kesal.
"Aku harus bagaimana, Vi? Hiks," ucap Lian.Ā
"Kamu tahu tidak? Aku sengaja pulang lebih dulu agar kamu bisa lebih dekat, tapi ini hasilnya. Kamu tidak menghargai usahaku dan malah akan tetap bertunangan dengan Raffa. Kamu bodoh, Li. Bodoh atau ***** aku tidak tidak tahu yang mana yang pantas untukmu." Vira berkata dengan emosi pada Lian. Vira ingin membuat Lian bahagia dengan mendekatkan Lian dengan Raffi. Namun, kini, Lian malah menjadi semakin sedih. Semakin membuat sahabatnya itu tersiksa dan menderita. Vira akhirnya ikut meneteskan air mata.Ā
__ADS_1
"Vi, jangan marahi aku! Hiks, hiks," ucap Lian di tengah isak tangisnya.
"Maaf, Sayang. Aku minta maaf. Kamu tidak bodoh, akulah yang bodoh. Kalau saja aku tidak ikut campur dan membuat kalian dekat, mungkin Raffi akan tetap acuh padamu dan semua masalah ini tidak akan timbul. Maafkan aku, hiks hiks." Vira memeluk Lian. Vira merasa bersalah karena telah membuat Lian mengalami hal itu dan juga menyesal telah memaki Lian.
"Vi, aku sudah memutuskan untuk tetap bertunangan dengan Kak Raffa. Mungkin aku dan Kak Raffi memang tidak berjodoh. Kedepannya entah apa yang akan terjadi, biarlah terjadi."
"Kenapa cinta kalian begitu tragis?" ucap Vira sambil mengusap air mata Lian. Vira menyuruh Lian berbaring dan beristirahat. "Tidurlah! Ini sudah malam dan kamu sudah menangis sedari tadi." Setelah Lian berbaring dan memejamkan mata, Vira keluar dari kamar.
Sementara Lian sendiri membuka matanya setelah mendengar suara pintu ditutup. Seseorang yang sedang patah hati dan bimbang akan sulit untuk tidur. Begitupun Lian, ia bangun dari ranjang dan duduk di lantai dengan memeluk kedua lututnya yang ditekuk. Jangankan untuk tidur, untuk bernapas pun terasa sesak.Ā
***
Di klub malam Keyo's
Raffi mabuk-mabukan, ia akhirnya merasakan sakitnya patah hati karena ditolak oleh orang yang dicintainya. Key dan Seno sudah melarangnya untuk minum. Selain karena tidak baik untuk kesehatan, mereka juga khawatir kalau orang tua Raffi melihatnya pulang dalam keadaan mabuk.
"Jadi ⦠inilah rasanya sakit hati? Saat aku menolak Lian dengan kasar, seperti inikah yang dia rasakan? Maaf, maaf, aku telah menyakiti hatimu," gumam batin Raffi. Sejak satu jam yang lalu, tepatnya setelah Lian meninggalkannya di resto, Raffi pergi dari resto dan dia minum-minum di klub milik Key. Raffi menyewa satu ruangan vip dan sudah dua botol minuman keras yang ia habiskan.
"Hei, berikan itu! Bawakan lagi yang lainnya!" ucap Key sambil duduk bersandar di depan Raffi.Ā
"Key! Dia teman kita, dia bisa keracunan kalau minum terlalu banyak. Apalagi minuman yang dia minum kadarnya sangat tinggi." Seno tidak mengerti, kenapa Key malah menyuruhnya membawakan lagi minuman untuk Raffi.Ā
"Apa kau pikir kalau dia menganggap kita sahabatnya? Kalau dia menganggap kita sahabat maka dia akan mendengarkan ucapan kita. Dia hanya menganggap kita penjual minuman keras. Jadi ⦠turuti pelanggan spesial kita dengan baik!" ucap Key. Key lalu keluar dari ruangan itu dengan membanting pintu.
Brakk!
Seno akhirnya mengerti, Key mengatakan itu karena ia kesal pada Raffi. Seno dan Key melarang Raffi untuk tidak minum lagi karena mereka kasihan dan sayang pada Raffi. Sebagai sahabat, tentu mereka tidak ingin melihat sahabat mereka terluka dan hancur.
"Huh! Kalian memang hanya penjual minuman keras. Kalian tidak tahu seperti apa hatiku saat ini?" Raffi menceracau dalam keadaan setengah sadar. Setelah menghabiskan minuman di botol ketiga, Raffi mulai mabuk dan mengatakan isi hatinya.
"Kami memang tidak tahu, dan itu karena kamu selalu menyimpan masalahmu sendiri. Key berkata seperti tadi karena kamu tidak mengindahkan ucapan kami. Fi, ada apa sebenarnya? Katakan padaku!" ucap Seno.Ā
__ADS_1
"Aku, sedang sakit hati."
"Karena Lian akan bertunangan dengan Raffa?"
"Bukan, tapi karena aku telah menyakiti hatinya. Jika bertunangan dengan Raffa bisa membuatnya bahagia, aku rela, aku sangat rela." Raffi menenggak kembali minuman keras dari botol yang dipegangnya.
"Berhenti minum! Tidurlah di ruangan ini! Jangan pulang, atau kalau mau pulang, panggil aku! Biar aku yang mengemudikan mobilmu," ucap Seno. Ia keluar dan menutup pintu. Seno masih harus bekerja karena itu ia pergi meninggalkan Raffi yang masih duduk dengan memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri. Dalam keadaan mabuk, Raffi pergi meninggalkan ruangan itu. Key dan Seno yang sedang berada di meja bartender itu tidak melihat saat Raffi lewat.
________________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n voteĀ
Mampir juga di sini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEOĀ
-Kupilih Hatimu (END)
-Penjara Cinta Sang Presdir
-Nazein & DarlanĀ
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
__ADS_1
Ā I Love you, readers ā„ļøā„ļøā„ļø