Cinta Alea

Cinta Alea
10. Cabe-cabean menyebalkan!


__ADS_3

" Sayang? Kau memanggil Tante girang ini sayang? Apa kau tidak salah Meyer? OMG! Jangan gila kamu Meyer! Bagaimana mungkin keturunan ____" ucapannya terhenti oleh ucapan Meyer yang langsung menarik tanganku untuk pergi dari mall.


" Jangan ikut campur urusanku, pergi kau dari hadapanku!" ucap Meyer langsung memotong ucapan Angel.


Remaja yang dipanggil Angel oleh Meyer itu tampak sangat marah. Terlihat di matanya. Amarah itu begitu kentara ketika dia melihat Meyer yang menarikku untuk pergi dari mall itu setelah kami membayar semua belanjaan kami.


" Jangan coba-coba kau mengikutiku Angel! Kalau kau masih ingin hidup di muka bumi ini!" ancam Meyer dengan mata memerah yang seakan siap untuk membakar semua yang ada di hadapannya, ketika Meyer melihat Angel dan temannya menyusul kami hingga ke basment mall seperti hendak mengikuti mobil yang kami gunakan.


Angel dan teman-temannya menghentakkan kaki mereka melampiaskan kekesalan karena Meyer yang pergi begitu saja dari hadapan mereka dengan menarik tanganku menuju mobil yang tadi kami parkir tidak terlalu jauh dari area pintu masuk.


Terlihat Meyer diam saja ketika kami sudah berada di dalam mobil. Aku pun tidak tertarik untuk berbicara dengannya. Karena saat ini hatiku benar-benar sedang panas.


' Ya Tuhan! Berani sekali gadis kurang ajar itu memanggilku tante girang!' aku kesal setengah mati mengingat kembali kejadian tadi yang benar-benar mempermalukanku di depan umum.


Aku bahkan menepiskan tangan Meyer dengan kasar yang berusaha hendak menggenggam telapak tanganku. Sangking kesal dan jengkelnya hatiku saat aku kembali mengingat semua kejadian yang ada di mall tadi. Aku akan mengingat kejadian ini seumur hidupku, aku berjanji kepada diriku sendiri.


" Sudahlah sayang! Jangan dipikirkan lagi omongan mereka. Kau terlalu berharga sayang untuk marah hanya gara-gara ucapan mereka itu! Hmmm? Ayolah! Jangan marah lagi! Aku tidak tahan hidup dengan membawa kemarahanmu itu sayang!" ucap Meyer dengan memasang puppy eyesnya yang menggoda itu.


Tanpa kusadari aku tertawa melihat tingkah lucunya yang benar-benar menggemaskan.

__ADS_1


Karena kejadian itu, setidaknya aku jadi tahu bahwa laki-laki yang mengklaim dirinya sebagai kekasihku ini. Tampaknya begitu populer di sekolahannya. Terbukti dari anak-anak manja tadi yang hampir gila ketika melihat Meyer menggenggam tanganku.


" Kenapa kau tidak pergi dengan kekasih jahat kamu itu, huh? Kau malah memilih untuk pergi denganku! Ya Tuhan! Gara-gara kau, mereka memanggilku tante girang! Apa kau puas sekarang?" tanyaku sambil menatap mata Meyer dengan amarah yang membuat kepalaku rasanya pening sekali.


Meyer meraih tanganku kemudian menciumnya dengan lembut membuat hatiku gelagapan di buatnya. Ya Tuhan! Anak bau kencur ini benar-benar tahu bagaimana membuat seorang wanita melayang tinggi hanya dengan perbuatan dia.


" Kekasihku adalah kamu, sayang! Kenapa aku harus pergi dengan dia? Hmmm? Udahlah sayang! Kau tidak usah memikirkan lagi tentang mereka. Mereka tidak penting sama sekali untukku! Bagiku hanya kamu saja yang penting dalam hidupku!" ucap Meyer benar-benar melelehkan hatiku.


Ya Tuhan nggak tahu kenapa berhadapan dengan dia sudah membuat otakku menjadi tumpul dia benar-benar telah menghipnotisku sehingga takluk dengan semua yang dia katakan kepadaku.


" Kenapa Gadis itu mengatakan kalau kau adalah kekasihnya?" tanyaku kesal.


" Jangan katakan kalau kau sedang cemburu padaku?" tanyanya dengan senyum tengil yang auto membuat jantung ku jumpalitan seakan hendak keluar dari rongganya.


Aku langsung mengalihkan pandanganku dari tatapan matanya. Oh no! Jangan sampai Mayer melihat wajahku yang saat ini sedang merona karena terlalu malu dengan semua perkataannya tadi.


" Cemburu? Kepadamu? Itu hanya ada dalam mimpi Anda Bung!" ucapku sambil tertawa merasa lucu dengan kata-kata Meyer.


Meyer menghentikan mobil secara tiba-tiba, lalu langsung menarik tengkukku dan mencium bibirku seketika. Ih, nih bocah! Demen banget bikin kejutan kayak gini yang sukses membuat jantung ku meronta dan bergenderang layaknya mau perang.

__ADS_1


Dia ini benar ga sih usianya baru 18 tahun? Kenapa dia begitu Pro melakukan hal-hal seperti ini kepadaku? Aku yang sudah berusia 25 tahun bahkan masih terasa canggung dan tidak ahli dalam hal beginian. Apakah aku yang terlalu ketinggalan zaman ataukah dia yang terlalu cepat dewasa? Oh Tuhan! Kepalaku benar-benar pening kalau sudah berhadapan dengannya.


" Dengarkan aku sayang! Kau tidak usah merasa cemburu dengan siapapun wanita yang mengaku sebagai kekasihku. Karena bagiku hanya kau yang aku anggap sebagai kekasih dan wanita yang kelak akan menjadi istriku dan juga Ibu dari anak-anakku!" ucap Meyer sambil mengelus bibirku yang terasa kebas gara-gara dia cium tadi.


Ya Tuhan! Ini anak bau kencur kenapa begitu pro dalam pacaran ya? Sehari ini, sudah berapa kali dia mencium bibirku ini?


Seingatku, ketika aku dulu berhubungan selama bertahun-tahun dengan Robin, dia tidak terlalu agresif seperti Meyer kali ini dan entah kenapa aku tidak pernah bisa menolak keinginannya untuk selalu bersentuhan fisik denganku? Oh, Alea bodoh! Tampaknya kau benar-benar telah jatuh ke dalam Pesona seseorang beronong! Gila gak sih?


Geng cabe-cabean menyebalkan tadi bahkan memanggilku dengan sebutan tante girang yang berhubungan dengan seorang brondong seperti Meyer. OMG! Ini benar-benar gila! Usiaku baru 25 tahun kali ah, belum setua itu untuk dipanggil tante oleh mereka.


" Kenapa kau selalu melakukan ini kepadaku? Hmmm? Gara-gara kau, cabe-cabean tadi bahkan memanggil aku tante girang! Apa kau puas huh?" ucapku sambil mendorong dada Mayer yang hendak memelukku.


Meyer tersenyum lembut dan berusaha untuk menghiburku yang saat ini sedang kesal setengah mati. Mungkin lebih tepatnya aku merasa cemburu karena wanita yang bernama Angel tadi mengatakan bahwa dia adalah kekasih Meyer. Pasti ada alasannya kenapa gadis itu mengaku sebagai kekasih Meyer, tidak mungkin ada asap tanpa ada api kan? Oh no! Cemburu? Aku terkejut dengan kata-kata sakral itu yang baru aku temui di dalam hidupku saat ini.


Bahkan ketika aku melihat Robin dan Clara menikah di hadapanku. Lerasaanku tidak sesakit ini dan aku tidak terlalu terganggu seperti saat ini. Tuhan! tolonglah aku agar jangan sampai terperosok ke dalam pesona brondong tampan di sampingku yang bahkan aku tidak tahu identitasnya yang sesungguh nya dari pemuda ini.


" Sudahlah sayang. Kau lupakan semuanya. Sekarang kau istirahatlah!" ucap Meyer yang langsung ke luar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk aku.


" Terima kasih atas semua pakaian dan juga barang-barang ini aku akan menggunakannya dengan bijaksana!" ucap Meyer sambil mencium bibirku lagi.

__ADS_1


__ADS_2