
Alea terpukul mendengarkan kenyataan tentang Meyer yang ternyata mengalami Amnesia gara-gara kecelakaan ketika mengejar dirinya dulu saat dia meminta berpisah dari Meyer.
Seketika air mata mengalir di pipi Alea. Penyesalan yang begitu besar hadir di dalam hatinya.
" Kenapa aku tidak mendatangi Meyer ketika melihat berita pertunangan itu? Setidaknya aku mengetahui kondisinya dan aku tidak perlu bersedih dan membencinya tanpa alasan. Sekarang apa yang harus aku lakukan ya Allah? Sekarang aku sudah menikah dengan Bagas. Walaupun sebatas pernikahan kontrak. Tapi tetap saja pernikahan itu sah dimata agama maupun negara. Aku tidak mungkin mempermainkan pernikahan kami." ucap Alea yang menangis di samping Meyer yang sampai saat ini belum sadarkan diri.
Perasaan Alea benar-benar kacau karena dia tidak mengerti harus berbuat apa saat ini untuk menyikapi hubungannya bersama Meyer yang menjadi rancu sekarang.
Mereka berdua sekarang sama-sama telah menjadi pasangan dari orang lain. Sementara saat ini Alea dan Angel sama-sama sedang mengandung anak Meyer. Akan tetapi Alea tidak tahu apakah kandungannya akan diterima oleh keluarga besarnya Meyer atau tidak. Alea sungguh frustasi saat ini.
" Alea?" tanya Meyer yang membuka matanya dengan perlahan.
" Meyer? Apa kau baik-baik saja?" tanya Alea dengan sangat khawatir melihat wajah Meyer yang begitu pucat.
" Aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu Alea? Lama sekali kita tidak bertemu!" ucap Meyer dengan menatap sendu kepada Alea yang matanya begitu bengkak karena menangis terus sejak semalam.
Meyer merasa sedih hatinya melihat wanita yang dia cintai terlihat begitu kacau. Meyer mengerutkan keningnya ketika melihat Alea yang menggunakan pakaian pengantin.
" Apa yang kau lakukan Alea? Apa kau menikah dengan pria lain?" terlihat Meyer menatap Alea dengan begitu dekat.
Ada kemarahan dan juga keresahan di dalam mata Meyer yang bisa dilihat oleh Alea.
Alea sangat bingung bagaimana untuk menjelaskan kondisinya saat ini kepada Meyer. Karena kecerobohannya yang tidak memeriksa tentang keadaan Meyer yang terbaru. Membuat Alea telah salah dalam mengambil keputusan dengan mengajak Bagas untuk menikah Kontrak dengannya sampai dia melahirkan.
" Katakan Alea! Apa benar kalau kau menikah dengan orang lain?" tanya Meyer dengan suara yang mulai meninggi.
" Maafkan aku Meyer! Aku tidak tahu kalau kau mengalami amnesia. Aku kira kau sudah tidak membutuhkanku sebagai kekasihmu lagi. Tidak butuh aku sebagai pasanganmu karena kamu sudah bahagia menikah dengan Angel. Saat ini aku sedang hamil Meyer. Aku tidak mungkin membiarkan anakku lahir tanpa seorang ayah. Karena itu aku meminta kepada Bagas untuk melakukan pernikahan kontrak dengannya sampai aku melahirkan!" ucap Alea yang akhirnya menjelaskan segalanya kepada Meyer. Karena dia tidak mau orang yang dia cintai membencinya.
" Oh, ****!" umpat Meyer sambil mengepalkan tinjunya ke udara untuk mengungkapkan kekesalan di hatinya.
Alea merasa tidak enak melihat emosi Meyer yang saat ini terlihat begitu kentara di wajahnya.
" Maafkan aku Meyer! Aku tidak ada pilihan waktu itu. Aku tidak tahu tentang kamu yang amnesia. Aku mengira kau memang sudah tidak mencintaiku lagi." ucap Alea dengan wajah Sendu dan air mata yang mengalir di kelopak matanya tanpa bisa dia hentikan.
Meyer melihat perut Alea yang agak membuncit sekarang.
" Sudah berapa bulankah kandungan kamu?" tanya Meyer yang ingat kalau saat ini Alea sedang hamil anaknya.
" Mau jalan lima bulan!" ucap Alea sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Apakah kau benar-benar mencintai laki-laki itu?" tanya Meyer dengan suara yang begitu pilu dan sedih membayangkan wanita yang dia cintai saat ini sudah menikah dengan laki-laki lain.
" Aku baru mengenalnya kemarin dan menikahi dia hari ini. Pernikahan kami murni hanya sebatas kontak. Aku membayar dia 100 juta 1 bulan. Setelah aku melahirkan kami akan segera bercerai!" ucap Alea jujur dan menceritakan semua tentang pernikahannya bersama Bagas.
" Batalkanlah pernikahan kalian berdua. Aku akan membayar semua kerugian karena pembatalan kontrak itu. Kita akan menikah Alea! Aku tidak rela! Kalau anakku harus diakui oleh orang lain!" ucap Meyer dengan geram sekali.
Alea tampak terdiam mendengarkan perkataan Meyer.
" Lalu bagaimana dengan anak kamu dan Angel?" tanya Alea terlihat takut-takut sambil menundukkan kepalanya.
" Sepanjang Aku menikah dengan Angel, aku tidak pernah menyentuhnya. Bagaimana mungkin aku bisa menghampiri dia?" tanya Meyer sambil meremas tangan Alea.
" Setelah aku keluar dari rumah sakit. Aku akan bertemu dengan kakek dan juga Ayahku. Aku akan menjelaskan semua duduknya perkara tentang hubunganku dengan Angel dan juga denganmu. Kita akan segara menikah Alea. Kau jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan anak dalam kandungan tidak memiliki ayah!" ucap Meyer sambil menatap tajam kepada Alea yang masih menangis.
" Panggillah Bagas ke mari dan aku akan menjelaskan semuanya kepada dia agar kau bisa membatalkan pernikahanmu bersama dengan Bagas." ucap Meyer mantap.
" Baiklah. Aku akan menghubungi Bagas!" aleah kemudian mencari ponselnya yang tadi dia letakkan di atas nakas.
Sejak kemarin Alea tidak pernah memeriksa ponselnya dan ketika dia membuka ternyata banyak sekali pesan dan panggilan dari Bagas dan Rudi.
" Mereka pasti khawatir karena aku menghilang begitu saja kemaren!" ucap Alea yang kemudian langsung menghubungi Bagas agar segera datang ke rumah sakit untuk menemuinya bersama dengan Meyer.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Alea Kau di mana sekarang?Kenapa saja kemarin aku menghubungimu kau tidak mengangkatnya?" tanya Bagas yang khawatir dengan kondisi Alea.
" Aku saat ini di rumah sakit. Apa kau bisa datang kemari? Ada yang ingin kau bicarakan denganmu. Penting!" ucap Alea sambil terus melirik ke arah Meyer yang sejak tadi terus cemberut kepadanya.
Mendengar bahwa saat ini Alea sedang berada di rumah sakit membuat Bagas menjadi terkejut sekali.
" Kirimkanlah alamat rumah sakitmu. Aku akan segera ke sana. Apakah kau butuh sesuatu di sana? Aku akan membawakanya untukmu!" ucap Bagas yang tampak begitu panik mendengar kabar tentang Alea.
" Kau tidak usah membawa apa-apa Bagas. Kau cukup datang kemari. Aku menunggumu! Baiklah aku mengerti! Hati-hatilah di jalan Bagas. Assalamualaikum!" ucap Alea yang kemudian menutup teleponnya.
Terlihat Meyer yang begitu cemburu melihat Allah yang bercakap-cakap bersama dengan Bagas.
" Tenanglah Alea. Aku akan menyelesaikan masalah ini antara laki-laki. Kau persiapkan saja untuk segera membatalkan pernikahan kalian ke Catatan Sipil." ucap Meyer masih dengan wajah yang sangat tidak sedap di pandang.
Walaupun begitu besar kemarahan Meyer karena mengetahui Alea yang sudah menikah dengan Bagas. Akan tetapi kerinduan dihati Meyer jauh lebih besar. Sehingga dia langsung merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Alea.
" Kemarilah Alea! Aku sangat merindukanmu! Aku ingin sekali memelukmu!" pinta Meyer.
__ADS_1
Akan tetapi oleh menggelengkan kepalanya dan itu membuat Meyer kesal bukan main
" Kenapa?" tanya Meyer tidak senang.
" Maafkan aku Meyer! Saat ini status kita adalah Kau adalah suami dari Angel dan aku adalah istri dari Bagas. Aku tidak mau melangkahi batas itu sampai ada kejelasan dari status kita berdua!" ucap Alea dengan suara bergetar karena bagaimanapun dia merasa takut melihat amarah di mata Meyer.
Entah kenapa setelah perpisahannya beberapa bulan ini. Meyer sekarang lebih sering marah dan tidak bisa mengontrol emosinya. Tidak seperti Meyer yang dulu yang selalu sabar dan juga telaten terhadap dirinya walaupun sejahat apapun Alea kepada Meyer.
" akamu tidak mencintai Bagas kan? Pastikan itu Alea! Karena aku tidak akan pernah membiarkan kau bersama dengan laki-laki manapun. Karena Kau selamanya hanya akan menjadi milikku!" Entah kenapa mendengar kan perkataan Meyer seketika hati Alea merinding rasanya.
" Meyer kamu baik-baik saja kan? Aku akan memanggilkan dokter untukmu!" ucap Alea yang merasa tidak nyaman melihat Meyer yang terlihat dari tadi terus memegang kepalanya seperti menahan sakit.
Alea yang khawatir dengan kondisi Meyer dia pun kemudian langsung pergi menuju ruangan dokter.
" Dokter tolonglah Meyer dia tampaknya kesakitan dari tadi!" ucap Alea kepada dokter yang bertanggung jawab dengan kesehatan Meyer di rumah sakit itu.
" Apakah anda sudah menghubungi keluarganya tentang keberadaan Tuan Meyer di sini?" tanya Dokter yang terlihat khawatir wajahnya.
" Saya tidak ada yang kenal dengan pihak keluarganya dokter. Kalau bisa pihak rumah sakit saja yang menghubungi mereka." dusta Alea. karena sebenarnya Alea tahu nomor telepon Mario. Tetapi dia tidak mau kalau sampai nanti keluarga Meyer akan ngamuk kepadanya setelah mengetahui tentang dirinya yang saat ini sedang hamil anak Meyer.
Baru membayangkannya saja sudah benar-benar membuat Alea merinding dan tidak berani untuk menghubungi mereka.
" Baiklah saya akan menghubungi pihak keluarga!" ucap Dokter itu yang kemudian mendatangi asistennya dan meminta kepadanya untuk menghubungi keluarga Meyer. amemberitahukan kalau Meyer saat ini sedang berada di rumah sakit.
Setelah semuanya beres dokter pun langsung masuk ke dalam ruangan dan memeriksa Meyer yang saat ini sedang pingsan.
Alea yang terpaksa berada di luar ruangan pada saat ini. Karena Meyer yang sedang diperiksa dengan intensif oleh dokter dan juga suster yang bertanggung jawab dengan kesehatannya.
Terlihat Bagas yang tergopoh-gopoh mendekati Alea.
" Alea kau baik-baik saja kan kenapa kau berada di rumah sakit?" tanya Bagas begitu khawatir dengan kondisi istrinya yang baru menikah dua hari dengannya.
" Aku baik-baik saja Bagas. Saat ini yang berada di dalam ruangan ICU adalah Meyer! Bukan aku!" Bagas bisa melihat penderitaan di wajah Alea dan dia benar-benar tidak tega melihatnya.
" Kenapa Meyer bisa masuk ruang ICU?" tanya Bagas terlihat penasaran dan juga khawatir.
" Itu karena Meyer yang mengalami amnesia. Tiba-tiba mendapatkan syok yang begitu hebat. Setelah bertemu denganku dan melihat Aku menikah denganmu. Otaknya tidak kuat. Sehingga akhirnya dia pingsan di toilet hotel tempat kita menikah kemarin!" ucap Alea menjelaskan semuanya dengan jujur karena dia tidak mau ada kebohongan antara dirinya dengan Bagas.
Bagas terlihat menganggukkan kepala dan mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini antara Alea dan Meyer.
__ADS_1