
Angel mendengar kalau Meyer kembali ke Indonesia, Angel ingin untuk memanfaatkan keberadaan Meyer di Indonesia untuk memenuhi ambisinya bisa memiliki Meyer.
Sampai saat ini Angel masih belum rela bercerai dengan Meyer. Dia masih ingin memperjuangkan cinta Meyer untuk dirinya.
" Aku harus bergerak cepat agar bisa meyakinkan Meyer untuk kembali menikah denganku!" ucap Angel dengan begitu bersemangat.
Dengan penuh semangat, Angel kemudian mendatangi mansion milik Meyer yang sebelumnya ditempati oleh dirinya dan juga Meyer ketika mereka masih berstatus sebagai suami istri.
" Aku sangat merindukan mansion ini. Gak terasa sudah hampir sebulan aku ga pernah datang ke mari!" monolog Angel pada dirinya sendiri sambil terus menatap ruangan- ruangan yang ada di sana.
Mata Angel membola ketika dia melihat dua sosok manusia yang ada di ruang tamu yang sedang bercumbu, ya, itu adalah Alea dan Meyer. Mereka sedang berciuman di sana.
Jantung Angel berdetak sangat cepat. Dia benar-benar cemburu dan marah melihat mantan suaminya yang kini begitu bahagia bersama Alea.
" Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Angel dengan mata melotot dan penuh dengan amarah.
Meyer dan Alea terkejut ketika mendapatkan Angel yang saat ini sedang melotot dan berkacak pinggang di hadapan mereka.
" Mau apa kamu ke mari Angel?" tanya Meyer sambil mengerutkan keningnya tidak senang dengan kedatangan Angel.
" Apa maksudmu aku tidak boleh datang kemari?" Angel benar-benar merasa cemburu dan juga marah melihat Meyer yang begitu tidak respect dengan dirinya.
Meyer yang sudah muak dengan keberadaan Angel di mansion nya, dia terlihat memanggil pengawal yang baru kemarin dia bentuk untuk melindungi dirinya dan juga Alea yang sangat di khawatirkan oleh Meyer keselamatan nya.
Mengingat keluarga besar yang tidak merestui pernikahan mereka berdua.
" Seret perempuan ini dari Mansion dan Ingat jangan biarkan dia datang lagi ke sini!" perintah Meyer kepada Bodyguardnya.
Tiga orang bodyguard langsung mendekati Angel dan berusaha untuk mengeluarkan dia dari mansion.
__ADS_1
" Nyonya mohon kerjasama anda. Mari ikut dengan kami baik-baik. Kami tidak ingin membuat kekerasan terhadap ibu hamil!" ucap pemimpin dari para pengawal kepada Angel yang terlihat marah luar biasa karena bayar memanggil Bodyguard untuk mengusirnya dari tempat itu.
Angel berusaha memberontak ketika tangannya dipegang oleh dua orang Bodyguard yang berusaha mengusirnya dari mansion milik Meyer.
" Lepaskan aku! Kalian sudah benar-benar bosan sekali untuk hidup huh? Dengarkan aku Meyer! Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu ini!" ucap Angel penuh dengan emosi dan amarah yang memuncak di dada.
Alea yang melihat Angel yang dari tadi terus memberontak. Dia benar-benar ngeri-ngeri sedap karena melihat Angel yang sedang hamil sama persis seperti dirinya.
" Jangan berbuat kasar kepada wanita hamil. Bujuklah dulu untuk keluar baik-baik. Kalau ada apa-apa dengan anaknya, maka kalian yang akan dituntut olehnya," ucap Alea yang merasa tidak tega melihat Angel terus ditarik-tarik paksa oleh pengawal suaminya.
Alea kemudian meninggalkan ruang tamu karena merasa jengkel sekali melihat Angel masih bersih keras untuk berada di mansion milik suaminya.
" Sayang, tunggu aku! Aku akan mengurus wanita ini dulu!" ucap Meyer pada Alea.
Alea yang merasa marah dan cemburu, hanya melihat Meyer dengan tatapan emosi kemudian dia pun masuk ke dalam kamar.
" Ah kau memang benar-benar perempuan menyebalkan! Gara-gara Kau Istriku jadi marah denganku!" ucap Meyer merasa kesal pada Angel yang sudah membuat Alea marah padanya.
" Sayang ko kamu jadi marah sama aku sih Aku kan nggak salah apa-apa. Jangan kayak gitu dong sayang!" bujuk Meyer pada Alea yang masih kesal padanya.
Akan tetapi melihat Meyer yang sekarang berada di dalam kamar mereka, senyum bahagia sontak terbit dari wajah Alea.
" Aku tidak suka kalau kau harus mengurus dia! Kau itu suamiku Meyer. Lebih baik kau gunakan waktumu untuk mengurusku bukan mengurus dia! Dia hanya mantan istrimu yang sedang mencari perhatian darimu!" ucap Alea sambil misuh-misuh.
Meyer mengerti kalau Alea saat ini sedang cemburu karena tadi dia mengatakan akan mengurus Angel.
" Baiklah sayang, aku gak akan mengurus dia lagi. Mulai sekarang hidupku hanya untuk mengurusmu!" ucap Meyer sambil memeluk Alea yang sangat dia sayangi.
Meyer sangat bahagia karena sekarang Alea sudah mulai tersenyum lagi.
__ADS_1
" Ayo siap-siap hari ini juga aku akan membawamu untuk bertemu dengan kakek dan juga keluarga besarku!" ucap Meyer sambil memeluk Alea yang terdiam sejenak.
Meyer tampak mengerutkan keningnya melihat Alea yang seperti tidak bahagia.
" Kenapa?"
" Tidak apa-apa Meyer. Aku hanya merasa takut kalau sampai keluargamu tidak mau menerimaku. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Alea seperti merasa gampang dengan hubungan mereka berdua yang baru saja dimulai untuk bisa saling memiliki dalam ikatan suci pernikahan.
Meyer berusaha untuk menenangkan Alea dan meyakinkannya agar percaya diri bahwa hubungan mereka pasti akan berhasil.
Apalagi kakeknya sudah merestui dan mengizinkan layar untuk menikahi Alea.
Tidak ada hal yang lebih membahagiakan di hati Meyer selain mendapatkan restu dari kedua orang tuanya dan juga keluarga besarnya yang sampai saat ini masih menentang pernikahan Alea dengan dirinya.
" Percayalah sayang. Aku akan selalu berada di sampingmu dan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Ayo sayang, sekarang bersiap-siap." ucap Meyer sambil mengecup ringan bibir Alea sebelum melepaskan Alea untuk bersiap-siap pergi bersamanya ke rumah sakit untuk menengok Bayu.
Alea akhirnya menuruti keinginan Meyer untuk pergi bersama suaminya.
' Cepat atau lambat kami pasti harus menghadapi mereka. Rasanya tidak bisa juga, kalau aku terus menghindari mereka!' bathin Alea sambil Menatap layar yang saat ini sedang ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dari sisa percintaan keduanya tadi setelah sholat shubuh.
Meyer sudah tidak mempedulikan lagi tentang Angel yang saat ini berada di luar mansionnya sedang marah-marah dan mencak-mencak. Karena dipaksa oleh para bodyguardnya untuk keluar dari Mansion.
Setelah Alea selesai mengganti pakaian yang lebih nyaman untuk bepergian, Alea memilih untuk memberikan tubuhnya di ranjang sambil menunggu Meyer yang sedang mandi.
" Ya ampun tidak tahu kenapa sekarang aku semakin mudah lelah dan semakin mudah mengantuk," ucap Alea yang pada akhirnya malah jatuh pulas dalam tidurnya.
Ketika Meyer sudah selesai mandi. Dia sampai menggelengkan kepala melihat Alea sekarang sudah berbaring di ranjangnya dan tidur dengan pulas.
" Sudahlah. Biarkan saja Alea tidur dulu sampai dia puas. Dia pasti sangat lelah setelah semalaman aku gempur dia!" monolog Meyer sambil tersenyum ke arah Alea yang begitu damai dalam tidurnya.
__ADS_1
Meyer tampak tersenyum ketika mengingat pertempuran mereka tadi malam yang begitu dahsyat. Bercinta dengan Alea adalah mimpi Meyer selama ini. Dia tidak bisa untuk mengendalikan dirinya ketika dekat bersama Alea yang selalu jadi candunya yang membuat dia merasa bahagia dalam setiap harinya yang selalu membosankan.
Tanpa banyak bicara Meyer pun kemudian membaringkan tubuh machonya di samping Alea. Melingkarkan tangannya di pinggang Alea dan menikmati moment kebersamaan mereka berdua di pagi itu.