Cinta Alea

Cinta Alea
56. Berjuang


__ADS_3

Meyer tahu kalau saat ini Alea sedang marah kepada keluarga nya yang sudah menghina Alea dan tidak merestui hubungan mereka berdua. Hubungan yang harus di perjuangan oleh Meyer. Akan tetapi Meyer sangat sedih karena terlihat Alea yang sudah menyerah dengan hubungan mereka.


" Kamu yakin kita akan bercerai? Kau tidak akan menyesalinya Meyer? Kau harus ingat Meyer. Sekarang Alea sudah menikah. Apalagi keluarga kalian pun tidak merestui hubungan kalian. Pengorbanan kamu tidak ada artinya sama sekali!" ucap Angel ketika Meyer menemuinya.


Akan tetapi Meyer mendengus kesal saat dia mendengarkan semua perkataan Angel tadi.


" Kau tidak usah panjang kali lebar, kali tinggi. cepat kau Tanda tangani surat perceraian kita karena aku sudah malas untuk berhubungan denganmu!" ucap Meyer mulai kesal.


" Ayolah Meyer. Kau tahu kan? Kalau aku sangat mencintaimu. Sejak dulu aku selalu mencintai kamu! Masalah Mario, itu hanya kecelakaan saja. Aku tidak pernah merencanakan untuk melakukan sesuatu dengannya. Hal itu karena wajah kalian yang mirip sekali. Sehingga membuatku tidak bisa membedakan kalian dalam keadaan mabuk," ucapnya sedih sekali.


Meyer melihat kandungan Angel. Kemudian bertanya kepadanya.


" Berapa usia kandunganmu sekarang?" tanya Meyer karena dia mengingat tentang Alea.


" Empat bulan," ucap Angel sambil menundukkan kepalanya.


" Bukankah itu artinya sebelum pernikahan kita. Kau sudah hamil?" tanya Meyer sinis.


" Kejadian itu sebelum ujian nasional, waktu itu aku mendengar kalau kamu akan pulang dari Jerman. Aku menyiapkan semuanya untuk kamu. Eh, tidak kusangka kalau ternyata malah Mario yang datang." ucap Angel merasa kesal bukan main.


" Kamu aneh! Padahal Wajah kami sama. Emang apa bedanya denganku atau dengan Mario?" tanya Meyer tersenyum miring.


Angel mendekati Meyer ingin membujuk laki-laki itu agar mengurungkan niatnya untuk bercerai dengannya.


" Aku mohon Meyer! Tolong pertimbangkan lagi untuk bercerai denganku. Kau tahu itu akan berakibat kepada perusahaan keluarga kita bukan? Kakekmu dan Ayahmu pasti akan berjuang dengan keras untuk menghancurkan keluargaku. Karena rasa sakit hati mereka dengan perceraian kita," Angel mulai menitikan air mata sambil menggenggam telapak tangan Meyer.


Akan tetapi Meyer langsung menepisnya. Meyer tidak peduli sama sekali dengan apapun yang dikatakan oleh Angel.


" Cepatlah kau tandatangani surat perceraian kita. Setidaknya aku akan memberikan pesangon perceraian yang cukup besar untukmu yang bisa kau gunakan untuk menunjang kehidupan seluruh keluargamu ketika keluargamu hancur lebur karena perbuatan kakek dan ayahku. Kalian bisa menggunakan uang tersebut untuk membangun usaha yang baru," ucap Meyer tersenyum sinis melihat Angel yang langsung lemes seketika.


" Kalau kita tidak bercerai, keluargamu tidak akan mungkin mengganggu keluargaku! Ayolah Meyer! Aku tidak mau menerima uang tunjangan perceraianmu. Aku hanya mau kamu untuk menjadi ayah dari anakku!" ucap Angel tanpa mau menyerah juga.

__ADS_1


Angel berusaha untuk meringsek dan terus mendekati Meyer. Tetapi Meyer langsung bangkit dari tempat duduknya.


" Cukup semua ini Angel! Tidak perlu membuang waktuku lagi untuk semua kekonyolanmu!" ucap Meyer yang benar-benar telah kehabisan kesabaran.


" Lalu bagaimana dengan anakku? Apa kau tidak memikirkannya Meyer?" tanya Angel dengan wajah Memelas Dan memohon kepada Meyer untuk mengasihaninya.


Meyer mendengus kesal. Karena Angel yang benar-benar sudah kehilangan urat syaraf malunya.


" Anak itu bukan Anakku. Lalu kenapa aku harus bertanggung jawab dengan dia, huh? Aku memiliki anakku sendiri yang juga butuh tanggung jawabku. Sudahlah Angel! Tolong kau jangan berbelit-belit lagi. Cepat kau tandatangani surat-surat itu dan kita selesai sampai di sini!" ucap Meyer benar-benar telah kehabisan kesabaran.


Meyer meletakkan berkas-berkas perceraian kembali di hadapan Angel, " Cepat tanda tangani surat-surat itu dan setelah ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi," Meyer menatap Angel lekat," Kau bisa datang kepada saudaraku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya agar keponakanku lahir bersama ayahnya," ucap Meyer tertawa sinis.


Meyer dan Mario sejak dulu memang tidak terlalu akur. Selalu saja ada pertentangan di antara keduanya. Walaupun Meyer dan Mario tidak memperlihatkannya secara gamblang di depan umum. Akan tetapi tatapan mereka berdua ketika bertemu sudah menjadi sebuah jawaban atas semuanya," Cepatlah tanda tangan, aku sudah tidak punya kesabaran lagi untuk menunggumu!" ucap Meyer.


Angel menatap berkas-berkas itu dengan tatapan tak berdaya. Tampak air mata menetes di kelopak matanya yang bening.


" Suatu saat kamu akan sadar Meyer. Kalau aku adalah wanita yang sangat mencintaimu dan rela berjuang untuk mendapatkanmu! Hiks hiks, aku sedih sekali karena harus mengakhiri hubungan kita berdua seperti ini," Angel terus meratapi berkas perceraian yang ada di tangannya.


Akhirnya dengan keterpaksaan dan juga berat hati. Angel bersedia untuk menandatangani surat perceraian mereka.


" Baiklah aku Sudah menandatangani surat perceraian ini jangan lupa kau harus mendapati janjimu untuk memberikan tunjangan perceraian yang besar untukku dan keluargaku!" ucap Angel sambil menatap tajam ke arah Meyer.


Meyer tertawa sinis mendengarkan ucapan Angel yang absurd menurutnya.


" Aku hanya menikah denganmu Angel, tidak menikah dengan seluruh keluargamu. Lalu, untuk apa aku memberikan tunjangan perceraian kepada mereka semua huh? Astaga! Kau benar-benar konyol!" ucap Meyer.


Meyer benar-benar tidak mengerti kenapa ada orang seperti Angel yang benar-benar tidak punya rasa malu sama sekali meminta sesuatu yang bukan haknya.


" Baiklah aku akan menerima pengaturan yang kau lakukan untuk aku dan anakku. Aku yakin kau pun tidak akan membiarkan keponakanmu hidup sengsara bukan? Bersama denganku dan keluargaku!" ucap Angel sambil menarik nafas dalam-dalam.


" Ayahnya yang akan bertanggung jawab dengan anaknya ada di dalam kandunganmu. Bukan Aku!" ucap Meyer yang kemudian mengambil berkas perceraian mereka lalu memeriksanya satu persatu.

__ADS_1


" Baiklah mulai sekarang kita sudah tidak resmi sebagai seorang istri lagi. Kita akan bertemu di pengadilan untuk melegalkan semua ini," setelah mengatakan itu Meyer kemudian meninggalkan Angel sendirian di cafe tanpa peduli dengan apapun yang dirasakan oleh perempuan itu.


Setelah kepergian Meyer, terlihat Angel yang mulai menangis tersedu memikirkan nasib keluarga dan juga anaknya.


" Sekarang aku harus bagaimana?" tanya Angel benar-benar merasakan kesedihan yang luar biasa.


Hidup Angel seperti tak ada artinya lagi dengan perceraiannya bersama Meyer. Angel benar-benar sangat mencintai Meyer. Walaupun Meyer sejak dulu tidak pernah menghargai cintanya.


" Kamu jahat sekali Meyer. Kau tidak pernah memikirkan, bagaimana rasanya perasaanku saat ini? Hancur sehancur-hancurnya," ucap Angel dengan terisak sedih.


Angel tidak melihat kalau ada sepasang mata yang sejak tadi terus memperhatikan obrolannya bersama Meyer.


Bagas!!! Pria tampan itu merasa miris hatinya melihat Angel yang bahkan sampai mengemis cinta kepada Meyer tetapi tidak digubris sama sekali.


" Dasar memang laki-laki yang tidak berperasaan sama sekali. Bahkan dia tidak memperdulikan dengan anak yang ada di dalam kandungan perempuan itu! Ckckck! Aku tidak akan pernah membiarkan Alea dan juga anaknya untuk bersama dengan laki-laki b******* seperti dia!" ucap Bagas yang tampaknya mengalami salah paham kepada Meyer, yang berpikir bahwa anak Angel adalah milik Meyer.


jarak Bagas dengan meja yang ditempati oleh Angel dan Meyer memang jauh. Sehingga mengakibatkan pemuda itu tidak bisa mendengarkan percakapan mereka berdua.


" Alea terlalu berharga untuk laki-laki b******* seperti dia!" ucap Bagas mengeram kesal kepada Meyer.


Meyer sudah dicap negatif sejak hari itu. membuat Bagas semakin yakin 100% untuk memperjuangkan Alea sebagai istrinya.


" Aku yakin kalau aku bisa membujuk Alea untuk melupakan surat kontrak bodoh itu dan melanjutkan pernikahan kami secara normal! aku yakin kalau Alea pasti juga merasakan sakit hati kepada laki-laki penjahat itu! Yang selalu menebarkan benih di manapun. mMenikahi laki-laki itu, pasti setiap hari harus sport jantung dengan kelakuannya!" ucap Bagas sambil menggelengkan kepalanya.


Dari kejauhan tampak Rudi yang masuk ke dalam ruangan Bagas sebagai CEO dari cafe itu. Alea memang membeli Cafe itu atas nama Bagas, sebagai hadiah kontrak pernikahan mereka.


Alea tidak mau kalau sampai Bagas terlalu Lelah. Oleh karena itu menunjuk Rudi sebagai manajer yang akan membantu suaminya dalam mengembangkan Cafe miliknya.


Hasil keuntungan dari Cafe digunakan oleh Bagas untuk menunjang kebutuhan hidup keluarganya di kampung dan juga menyekolahkan adik-adiknya.


Aliyah tidak pernah meminta bagian dari usaha kafe tersebut walaupun membeli kafe itu menggunakan uang pribadinya. Alea berdalih itu milik Bagas dan selalu menolak ketika Bagas memberikan bagiannya.

__ADS_1


__ADS_2