
Oh Tuhan! Apa aku sekarang sedang memelihara sugar baby di rumahku? Semua ini rasanya seperti mimpi bagiku. Oh no! Ini benar-benar konyol! Bagaimana mungkin aku seorang Aleandra kini harus menghidupi seorang pemuda berusia 18 tahun yang entah datang dari mana, pemuda asing yang tidak jelas asal usulnya dan menjadikan dia sebagai kekasihku?
Pemuda yang aku ketahui bernama Meyer Clarkson! Aku hanya tahu tentang dia seperti itu dan hal lainnya adalah nol besar. Aku sama sekali tidak mengetahui tentang dia.
" Tidurlah! Besok mulailah kau untuk berangkat sekolah lagi. Aku nanti akan memberikan kamu motor agar kau bisa berangkat sekolah tanpa repot lagi!" ucapku kepada Meyer sebelum aku masuk ke dalam kamarku sendiri.
" Oh ya, kau gunakan saja kamar tamu di sebelah kamarku itu. aku tidur dulu ya?" ucapku sambil meninggalkan Meyer yang masih membeku di tempatnya.
" Bagaimana kalau aku tidur di kamarmu saja sayang? Bukankah kamarmu itu sangat besar? Aku rasa tidak masalah kan kalau hanya menambah tubuhku di atas kasur kamu?" tanya Meyer yang langsung nyelonong masuk ke dalam kamarku tanpa seijinku.
Aku pun langsung mengejar Meyer dan menyuruhnya untuk keluar dari kamarku.
" Tolonglah Meyer! Kau jangan keterlaluan begitu! Tolong kau jangan lagi menguji kesabaranku!" ucapku mulai kesal sekali kepada Meyer yang selalu saja bertindak sesuka hatinya di rumahku.
Tetapi Meyer benar-benar mengacuhkan perkataanku. Dia malah membaringkan tubuhnya di atas ranjangku dan meletakkan semua barang-barang yang tadi dibeli di atas meja yang ada di dalam kamarku.
" Sayang, tolong kau atur barang-barangku di lemari kamu ya? Aku mau tidur dulu sayang. Aku ngantuk sekali!" ucap Meyer sambil menguap dan mulai menutup matanya.
Aku benar-benar kehilangan kata-kata melihat Meyer yang benar-benar sangat keterlaluan. Eh tunggu dulu! Apakah benar kalau Meyer adalah orang sengsara yang tidak memiliki apa-apa? Lalu, kenapa dia bisa mengemudi mobilku dengan begitu mulus?
__ADS_1
Cara Meyer mengendarai mobilku benar-benar sangat mulus dan tanpa ada kecanggungan sama sekali. Itu adalah bukti bahwa dia sudah biasa menggunakan mobil mewah. Bahkan Mang Cecep saja terkadang masih membuatku merasa tidak nyaman ketika berkendara dengannya.
" Siapa sebenernya kamu Meyer Clarkson?" tanyaku kepada diriku sendiri.
" Aku Kekasihmu sayang! Aku calon suamimu dan juga calon ayah dari anak-anak kita!" ucap Meyer membuat jantungku hampir copot karena terkejut.
" Ya ampun! Kau kebiasaan sekali membuat aku terkejut! Meyer kau mandilah dulu dan ganti pakaianmu. Apa kau tidak gatal karena memakai pakaian seragam itu seminggu lebih lamanya?" tanyaku sambil menarik tangan Meyer agar bangun dari tidurnya.
Tapi aku sangat heran, walaupun Meyer sudah menggunakan seragam itu satu minggu lamanya, Aku tidak mencium bau busuk ataupun bau menyengat dari pakaian dia atau badan dia. Aku mencium badan Meyer selalu wangi dan pakaian seragam itu pun selalu wangi dan sangat licin. Ini sangat aneh kan?
Alhirnya terjadi aksi saling menarik tangan, sialnya, bukannya Meyer yang bangun, malah aku yang jatuh ke dalam pelukannya dan berbaring di sampingnya.
" Tidurlah sayang! Besok lagi kita lanjutkan semoga perdebatan ini, hmmm? Aku benar-benar sangat lelah sayang!" ucap Meyer yang langsung mencium kening ku dengan lembut lalu mengucapkan selamat malam padaku.
Hal gila apa yang sedang kau lakukan ini Alea? Sehingga saat ini kau sedang berbaring di dalam pelukan anak SMA yang baru berusia 18 tahun? Sekolah SMA saja dia belum lulus oiiii! Aku benar-benar sangat frustasi dengan situasi yang hadir dalam hidupku sejak aku berkenalan dengan Meyer.
Karena aku pun sudah sangat lelah, akhirnya tanpa aku sadari, aku pun mulai memejamkan mataku dan terlelap dalam pelukannya.
Hingga keesokan paginya, saat matahari pagi sudah mulai menyapa dunia ini, aku merasa terkejut sekali ketika mendapatkan Mayer yang saat ini sedang menatapku dengan begitu takjub tanpa berkedip sama sekali.
__ADS_1
" Good morning my wife!" ucap Meyer sambil mencium bibirku dengan lembut.
Aku yang masih belum sadar dan nyawaku belum terkumpul sepenuhnya dalam tubuhku, aku yang masih bingung dan linglung dengan yang sedang terjadi saat ini.
" Wife? Who is your wife?" tanyaku kaget ketika kesadaranku mulai berkumpul di kepala aku melihat Meyer yang langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi bodohku di pagi hari begini.
Meyer kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan dia langsung pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Aku melihat barang-barang Meyer yang kami beli kemarin di mall masih berantakan di atas meja.
Dengan malas aku pun kemudian bangkit dan memasukkan barang-barang Meyer ke dalam lemari yang sengaja aku kosongkan dari pakaianku yang lainnya. Biar tidak tercampur dengan barang-barang milik Meyer.
" Sayang! Bisakah kau ambilkan handukku? Aku tadi lupa tidak membawanya!" teriak Meyer dari balik pintu kamar mandi.
Ya ampun! Kenapa aku merasa seperti pengantin baru saja ya? Pagi-pagi begini sudah sibuk melayani Meyer memberikan ini dan itu, semua kebutuhan dia aku siapkan, mulai dari seragam sekolahnya, buku-buku pelajarannya dan jaga tas sekolah yang tadi malam baru kami beli di mall? Benar-benar lucu sekali!
Meyer kemudian keluar hanya dengan menggunakan handuknya saja yang melilit di pinggangnya. Six pack dia benar-benar menggoda jiwa kewanitaanku untuk menyentuh dia. Oh Tuhan! Dia benar-benar membuatku benar-benar hampir gila dan terkejut setengaah mati. Aku langsung memalingkan wajahku.
" Kenapa kau tidak gunakan pakaianmu huh? Kau sudah menodai mata suciku!" ucapku ketus sambil menutup mataku dengan kedua tanganku. Aku mendengar Meyer yang tertawa terbahak mendengar apa yang aku katakan tadi.
" Apalah benar mata istriku ini masih suci? Hmm? Benarkah?" tanya Meyer yang menarik tanganku untuk melihat ke arah dia.
__ADS_1
Tapi aku bersikeras tidak mau membuka mataku, hingga akhirnya aksi tarik menarik tidak bisa di hindari, hingga tanpa aku sadar aku malah menarik handuk Meyer dan tubuhku terdorong oleh Meyer ke atas ranjang. Tubuh Meyer yang polos itu mendarat sempurna di atas tubuh ku.
" MEYER CLARKSON!" aku benar-benar kesal di buatnya. Wajahku sudah merah sangking marah dan malu yang jadi satu saat tadi tanpa sengaja mata suciku telah melihat aset berharga milik Meyer yang tadi sempat menyentuh pahaku sebentar. Gila! Pemuda ingusan ini benar-benar sedang menggoda keimanan seorang Aleandra!!!