
Meyer langsung mendatangi Alea yang sudah menunggunya sejak tadi di rumah sakit untuk menjemputnya. Setelah mereka berhasil melewati masa yang sulit disaat Alea yang putus asa, mencoba bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya.
Meyer sudah merasakan saat-saat di mana dia merasa ketakutan untuk kehilangan sang kekasih. Meyer saat ini sedang berjuang agar bisa meyakinkan Alea untuk menerima dirinya sebagai calon suaminya. Walaupun Meyer sadar diri bahwa usianya yang baru 18 tahun pasti akan menjadi pertimbangan yang sangat besar untuk Alea bisa menerima dia sebagai calon suaminya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, calon istriku! Apakah sudah siap untuk pulang hari ini?" tanya Meyer ketika dia masuk ke dalam ruangan perawatan Alea yang sudah selama satu minggu ini semacam menjadi rumah keduanya selain mansion yang dia miliki.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Kau sudah selesai kan ujian nasionalnya?" tanya Alea dengan wajah sumringah dan kebahagiaan yang terpancar di wajah cantiknya.
Wajah Alea yang sekarang sudah mulai bersinar. Setelah menjalani perawatan dan juga konseling dari psikolog ternama. Dia telah berhasil dan sudah sukses untuk menenangkan hati Alea agar menjalani kehidupannya menjadi lebih baik dan lebih rileks. Jangan stress dengan semua masalah hidup yang datang kepadanya.
Memang kalau orang yang sudah pernah menjalani keputusan untuk bunuh diri. Mereka harus selalu didampingi oleh psikolog. Agar jangan sampai mengulangi lagi kejadian yang sama yang sangat membahayakan nyawa mereka.
Pikiran mereka harus terbuka dan diubah pola mindsetnya untuk menjadi pribadi yang tahan banting dan memiliki kekuatan iman dan taqwa agar tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut. Mereka harus disadarkan bahwa perbuatan bunuh diri yang mereka lakukan tidak akan menghasilkan ataupun mampu menyelesaikan apa-apa. Selain memberikan rasa sakit kepada keluarga yang ditinggalkan.
" Yah kekasihmu ini kan seorang jenius dan juga sangat pintar. Aku sangat optimis kalau aku bisa meraih nilai tertinggi di sekolahan. Hanya dengan kemampuanku sendiri. Tanpa harus menekan Kepala Sekolah yang bodoh itu!" ucap Meyer menyombongkan dirinya sendiri di hadapan Alea yang langsung tertawa melihat kelakuannya.
Sejak Alea sering didampingi oleh psikolog. Telah membuat pola pikirnya sekarang jauh lebih terbuka dan dia bisa menghadapi dirinya sendiri dengan lebih positife dan juga sehat pikiran dan jiwanya.
Psikolog tersebut benar-benar sudah sukses dan berhasil merubah seorang Alea yang tadinya pesimis dengan hidupnya sendiri. Sekarang dia sudah merasakan optimis akan berhasil untuk melewati cobaan hidupnya.
" Aku percaya kok kalau kamu memang manusia pilihan yang akan sukses dengan jalanmu. Meyer, Apa kau tahu kalau aku sangat bangga sekali memilikimu? Aku sangat bangga sekali karena menjadi bagian dari prosesmu menuju kedewasaan dan kemantapan dalam kehidupanmu!" ucap Alea sambil menggenggam telapak tangan Meyer dengan penuh keyakinan.
Meyer sangat bahagia sekali karena sekarang aleah tampaknya sudah yakin 100% akan menyerahkan hidupnya kepada dirinya.
__ADS_1
Sekarang Meyer tidak pernah lagi melihat Alya yang menangis di pojokan. Marena menyesali apa yang sudah pernah mereka lakukan atas nama cinta.
Satu hal yang Meyer syukuri atas semua yang terjadi kepada hidupnya. Di mana di dalam kesepiannya yang selama ini dia jalani sendiri. Dia dipertemukan dengan Alea yang sangat mengerti tentang dirinya dan juga pola pikirnya dalam menjalani kehidupan yang panjang dan berliku-liku.
" Alea, Will you marry me?" tanya Meyer sambil membuka kotak cincin yang tadi dia beli di mall. Alea tampak terkesiap melihat Meyer yang saat ini sedang bersujud di bawah kakinya dan memintanya untuk menikah dengannya.
Mata Alea sampai berkaca-kaca saat melihat keseriusan Meyer dalam menjalani hubungan mereka berdua.
" Meyer ini adalah kali kedua kau melamarku kalau aku menolakmu Kau pasti akan gila kan?" tanya Alea sambil tersenyum menatap Meyer yang sedang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa salah tingkah dengan pertanyaan kekasihnya yang dia cintai.
" Oh please Alea. Tolong deh kau jangan coba-coba untuk menolak lamaranku lagi. Kau tahu? Aku pasti akan sangat sedih kalau kau sampai benar-benar melakukan itu!" ucap Meyer tampak gugup dan salah tingkah ketika dia melihat tatapan Alea yang sedang menggodanya dengan senyum secantik itu.
Meyer hampir gila melihat Alea yang sejak tadi hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun atau pun memberikan keputusan apapun mengenai lamarannya.
" Aku akan menerima cincin ini sebagai lamaran pribadimu tetapi sebagai lamaran resmi, aku akan menunggu keluargamu untuk datang dan memintaku sebagai calon menantu mereka di masa depan!" ucap Alea sambil tersenyum bahagia dan menyodorkan telapak tangannya untuk dipasangkan cincin yang dibawa oleh Meyer tadi.
Kebahagiaan Meyer benar-benar terasa dan itu bisa dilihat oleh Mang Bidin supirnya yang sejak tadi menjadi saksi atas lamaran tersebut. Tampak Bi Sum juga terlihat matanya berkaca-kaca saat dia melihat lamaran majikannya yang sukses besar.
" Alhamdulillah ya. Akhirnya perjuangan majikan kita berhasil juga untuk bisa menjadikan Non Alea sebagai calon istrinya. Sekarang tugas kita adalah membantu Tuan Meyer untuk segera mewujudkan pernikahan impian mereka!" ucap Bik Sum senang.
Akan tetapi Bik Sum tampak mengerutkan keningnya ketika melihat Mang Bidin yang menggelengkan kepalanya membuat Bik Sum menjadi penasaran sekali.
" Kenapa atuh Mang? Kamu teh jangan bikin saya deg-degan atuh Mang. Kita tuh harus banyak berdoa untuk Tuan Meyer agar pernikahannya berhasil dengan Non Alea. Kenapa kau malah menggelengkan kepala seperti itu? Bikin saya was-was saja!" protes Bik Sum sambil mangkeplak bahu Mang Bidin yang terlihat berwajah sangat serius sekali.
__ADS_1
" Perjuangan cinta mereka tuh pasti akan sangat berat. Kau tidak melihat? Berapa usia Tuan Meyer dan berapa usia Non Alea? Pasti Tuan besar Steven tidak akan bisa menerima pernikaha mereka dengan begitu saja. Apalagi yang kudengar, Tuan Steven sudah menjodohkan Tuan Meyer dengan Non Angel, anak rekan bisnisnya. Ah pasti akan sangat berat sekali perjuangan cinta mereka!" Bik Sum tambah mengerutkan keningnya dan merasa pusing mendengarkan semua yang dikatakan oleh Mang Bidin.
" Aduh mang! Jangan berbicara yang buruk-buruk tentang mereka. Kasihan atuh! Ih, kumaha sih si Mamang mah! Kita itu harus banyak berdoa dan berpikir yang positif agar pernikahan mereka itu sukses lancar dan jaya serta menjadikan keluarga mereka sakinah mawadah dan warohmah!" ucap Bik Sum sambil cemberut kepada Mang Didin yang hanya bisa melirik sekilas kepada Bik Sum yang sekarang marah marah-marah padanya.
Walaupun mulut Bik Sum mengatakan itu, akan tetapi di dalam hatinya, yang sebenarnya saaat ini Bik Sum juga sedang merasa sangat mengkhawatirkan dengan masa depan majikannya yang sejak tinggal di Indonesia menjadi tanggung jawabnya.
Akhirnya Bik Sum dan Mang Bidin lebih memilih untuk pergi ke kantin dan membiarkan Alea dan Meyer yang saat ini sedang menikmati masa bahagia mereka setelah lamaran Meyer diterima oleh Alea.
" Oh ya apakah kau sudah bercerita kepada keluargamu tentang hubungan kita?" tanya Alea saat mereka bersiap-siap untuk keluar dari rumah sakit.
Mendengar pertanyaan dari Alea membuat Meyer terdiam sejenak. Lalu menarik Alea ke dalam pelukannya yang hangat. Ya, sehangat sinar mentari yang menyinari hidup keduanya.
" Maafkan aku sampai saat ini aku memang belum berani untuk berbicara kepada kedua orang tuaku mengenai hubungan kita. Saat ini kakekku sedang dirawat di rumah sakit dan aku belum berani untuk membicarakan tentang pernikahan kita." ucap Meyer.
Alea hanya menatap mata biru milik Meyer yang tampak berkaca-kaca.
Alea tahu pasti sangat sulit untuk Meyer untuk bisa menyampaikan perihal hubungan mereka berdua kepada keluarganya mengingat perbedaan usia mereka yang sangat jauh. Pasti keluarga Meyer sangat kesulitan untuk bisa menerima hubungan mereka berdua.
Alea kemudian menggenggam telapak tangan Meyer yang terasa begitu dingin baginya.
" Tenanglah aku akan selalu bersamamu dan memperjuangkan cinta kita berdua agar bisa menjadi kenyataan! kita akan membuktikan kepada dunia bahwa cinta kita suci dan juga abadi tidak akan ada yang bisa memisahkan kita berdua!" Meyer sangat terharu sekali mendengarkan Alea mengatakan itu.
Sehingga tanpa Meyer sadari, dia langsung mencium bibir Alea yang sudah lama tidak dia lakukan sejak Alea yang mencoba bunuh diri dan memotong kedua pergelangan tangannya. Sejak saat itu Meyer telah berjanji kepada dirinya sendiri untuk selalu menjaga Alea dari nafsu setan yang ada pada dirinya sendiri yang selalu ingin bercinta dengan Alea setiap mereka berdekatan.
__ADS_1
" Aku mencintai kamu sayang!" ucap Meyer saat mereka selesai berciuman yang sangat menyiksa bagi Meyer yang masih muda itu, yang berdarah panas dan selalu ingin mencoba sesuatu hal yang baru dalam hidupnya dan selalu penasaran dengan apapun yang tidak bisa dia lakukan.
" Aku juga mencintaimu!" ucap Alea dengan mata berkaca-kaca. Merasa bahagia karena ternyata sekarang dirinya telah menjadi calon istri dari Meyer laki-laki muda yang telah berhasil menaklukkan hatinya yang selama ini merasa terluka setelah dikhianati oleh Robin mantan kekasihnya yang jahat.