
Setelah mendapatkan data-data yang dilaporkan oleh anak buahnya. Meyer kemudian langsung memesan tiket pesawat untuk menuju Australia. Meyer akan menyusul Alea yang sudah dipastikan berada di sana berdasarkan data penumpang yang diberikan oleh hacker yang sudah dia sewa untuk membobol data bandara.
" Baiklah terima kasih atas kerja keras kalian. Aku akan segera mentransfer bonus kalian! Segera Kau dapatkan alamat Alea yang terbaru yang ada di Australia!" ucap Meyer kepada hackernya yang selalu pintar dan cerdas dalam hal menjebol keamanan para user ponsel pintar.
Dengan berbekal nomor telepon milik Alea. Hacker itu pun kemudian melacak sinyal ponsel milik Alea dan kemudian diberikan kepada Meyer.
" Tuan ini adalah alamat terbaru dari Nyonya Alea yang ada di Australia!" tulis hacker itu kepada Meyer.
" Terima kasih atas kerja kerasmu. Kalau aku berhasil menemukan Alea, pasti aku akan memberikan banyak bonus untukmu!" janji Meyer pada pemuda tampan itu.
" Siap Tuan! Selamat memperjuangkan cinta anda!" ucapnya dengan memberikan emot gemes membuat Meyer menjadi geli di buatnya dengan kelakuan pegawainya.
Meyer saat ini sudah berada di pesawat dan bersiap untuk terbang menuju Australia.
" Alea sayang. Tunggulah aku! Aku akan menjemputmu!" ucap Meyer dengan mata berkaca-kaca.
Hati Meyer benar-benar pedih sekali. sudah selama 3 hari Meyer berada di jalanan. Hal itu dia lakukan hanya untuk mengejar dan mencari keberadaan kekasihnya.
" Aku tidak akan pernah menyerah Alea sampai aku bisa menemukan dan mendapatkan kamu kembali!" tekad Meyer yang begitu membara di dalam hatinya.
Selama di dalam perjalanan menuju Australia. Meyer tampak begitu pulas tertidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang begitu lelah setelah 3 hari lamanya dia wara-wiri di jalanan dengan menggunakan mobilnya.
Begitu sampai di Australia tubuh Meyer sudah kembali segar. Setelah tidur selama berjam-jam lamanya.
" Akhirnya aku sampai juga di negara ini di mana sekarang kekasihku berada di sini!" terlihat Meyer yang tersenyum bahagia berharap untuk bertemu dengan Alea.
Meyer sudah tidak sabar ingin sekali bertemu dengan Alea, kekasih hatinya yang amat dia cintai dan sangat dia rindukan.
" Alea sayang. Aku datang untukmu dan untuk anak kita!" ucap Meyer dengan jantung yang berdebar begitu kencang.
Meyer kemudian pergi menuju alamat yang diberikan oleh hackernya yang berhasil melacak sinyal milik Alea.
__ADS_1
Begitu sampai di alamat yang ditunjukkan oleh anak buahnya. Meyer menetap rumah mungil yang sekarang ditempati oleh Alea seorang diri.
Tampak mata Meyer berkaca-kaca. Ketika dia melihat Alea di kaca jendelanya yang bening. Alea yang saat ini sedang duduk di ruang tamu seorang diri sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
Meyer benar-benar tidak sanggup menahan kesedihan di hatinya. Air matanya sudah berderai sejak tadi. Sekarang melihat Alea yang persis di depan matanya. Benar-benar membuat mental Meyer jatuh seketika.
" Alea apa kamu akan menerima aku, kalau aku datang padamu?" tanya Meyer dengan begitu sedih nya.
Alea yang saat ini sedang kelelahan. Setelah membereskan rumah barunya. Sekarang dia sedang bersantai di ruang tamu. Sambil menikmati camilan malamnya yang dia beli di supermarket yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.
" Ahh lelah sekali!! Tampaknya kalau aku berbaring di ranjangku yang ada di kamar, akan terasa lebih menyenangkan!" ucap Alea yang kemudian bangkit dari duduknya dan bersiap untuk masuk ke dalam kamar.
Alea kemudian menutup jendela kamarnya dengan hordeng yang terpasang di sana.
Saat itulah mata Alea bersirobok dengan mata Meyer yang saat ini masih berdiri di seberang jalan dari rumah Alea.
Meyer tidak memiliki keberanian untuk mendekati Alea. Entah kenapa tiba-tiba saja nyalinya menciut saat melihat perut Alea yang semakin membuncit.
" Meyer kau kah itu?" ucap Alea tanpa sadar.
" Apakah aku begitu merindukannya sehingga di mana-mana selalu melihat Meyer?" ucap Alea sambil tersenyum getir dan kemudian mengerjapkan matanya yang terasa begitu panas karena air mata yang berusaha untuk menerobos keluar. Mata Alea berkaca-kaca karena sedih luar biasa.
Ketika Alea melirik kembali ke seberang jalan yang tadi terlihat Meyer berdiri di sana. Ternyata sekarang sudah kosong dan tidak ada siapapun di sana.
" Tampaknya aku memang benar-benar merindukan Meyer sampai selalu melihat Meyer di manapun juga. Bangunlah Alea! Meyer sudah memiliki istri yang cantik dan kaya raya. Bahkan sebentar lagi Meyer akan menjadi seorang ayah dari istrinya. Sebaiknya kau segera menghapus nama Meyer dalam hati dan kepalamu. Mungkin dia sudah tidak mengingatmu lagi sama seperti sebelumnya!" ucap Alea tersenyum begitu getir dan sangat sedih sekali.
Alea kemudian menutup jendela rumahnya dan mengunci pintu rumahnya. Alea bersiap untuk tidur dan beristirahat.
Alea membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang terasa begitu nyaman dan menyenangkan. " Ya Allah apapun yang akan terjadi padaku. Tolong berikanlah aku keikhlasan dan kekuatan untuk menerima semuanya tanpa mengeluh ataupun kesakitan!" ucap Alea dalam doanya dengan begitu lirih dan sedih.
Alea kemudian memejamkan matanya. Walaupun terasa begitu sulit untuk tidur, tetapi akhirnya Alea berhasil juga untuk menaklukkan insomnia itu dan bisa lelap.
__ADS_1
Sementara itu Meyer yang sampai saat ini masih belum menemukan tempat untuk tinggal terlihat masih mondar-mandir di sekitar rumah Alea. Tidak berani untuk masuk ke rumah Alea.
Meyer masih mempertimbangkan keberaniannya untuk muncul di hadapan Alea. Setelah begitu banyak luka yang ditorehkan oleh keluarganya terhadap Alea.
Tiba-tiba saja hujan mengguyur kota Melbourne. Meyer yang saat ini sedang berdiri di pinggir jalan, mau tidak mau tubuhnya basah terguyur hujan yang begitu deras. Meyer kemudian berderap ke teras rumah Alea. Akan tetapi Meyer benar-benar tidak berani untuk mengetuk pintu Alea.
Meyer duduk di teras rumah Alea hanya untuk melindungi diri dari hujan yang semakin deras. Karena saat ini Meyer tidak memiliki tempat tujuan yang bisa dia datangi selain kediaman Alea.
Meyer pergi menuju Australia hanya membawa dokumennya, ponsel dan dompetnya. Bahkan selembar pakaian pun dia tidak membawanya. Saking bersemangat nya dia ingin segera bertemu dengan Alea.
Akan tetapi begitu sampai di dekat rumah Alea. Meyer mendapatkan kenyataan bahwa dirinya tidak mampu untuk melangkahkan kakinya untuk mendekati Alea.
Nyali Meyer seketika menciut ketika melihat wajah Alea yang begitu sendu dan begitu menderita.
" Ya Allah kenapa tiba-tiba hujan begini? Aku tidak membawa pakaian lagi dan semua pakaianku basah kali ini. Aku harus gimana ini?" tanya Meyer yang kebingungan sekali.
Meyer yang terkena flu dan pilek, karena kehujanan sejak tadi dengan pakaian basah. Sontak terus bersin-bersin dan membuat Alea yang berada di dalam kamarnya merasa terganggu dan akhirnya turun dari ranjang.
" Siapa sih ini malam-malam mengganggu rumah orang lain? Nyebelin banget! Udah mah aku susah-susah tidur. Begitu terlelap malah diganggu gini. Nyebelin banget!" Alea pun kemudian bergerak menuju ke ruang depan untuk melihat siapa yang dari tadi terus bersin-bersin tanpa henti di depan rumahnya.
Apalagi sekarang sedang hujan. Membuat Alea benar-benar merasa tidak nyaman dan juga merasa ketakutan.
Alea yang mengingat bahwa dirinya masih baru di lingkungan itu pun akhirnya memutuskan untuk mengurungkan niatnya untuk membuka pintu rumahnya hanya sekedar untuk mengecek siapa yang saat ini sedang bersin-bersin dan mengganggu kenyamanan tidurnya.
" Aduh gimana kalau dia adalah penjahat yang sedang pura-pura sakit hanya untuk mengundang tuan rumah agar membuka pintu rumahnya? Bukankah zaman sekarang banyak sekali modus pencurian dan perampokan?" monolog Alea yang merasa ragu dan bimbang untuk mengecek orang tersebut yang terus bersin-bersin di depan rumahnya tanpa henti.
" Alea, tolong aku! Aku kedinginan dan juga sakit!" ucap Meyer dengan lirih sekali.
Akan tetapi Alea bisa mendengarkan suara itu dan dia terkesiap mendengarnya.
" Ya Allah siapa orang itu? Kenapa dia memanggil namaku?" tanya Alea dengan jantung berdebar-debar.
__ADS_1
Dengan hati-hati Alea kemudian membuka hordeng jendelanya untuk melihat orang yang saat ini sedang berada di depan rumahnya.
" Ih, siapa sih? Kok aku nggak bisa lihat wajahnya dengan jelas sih? Tapi aku tadi jelas mendengar dia memanggil namaku!" ucap Alea merasa penasaran sekali dengan pria yang masih bersin-bersin di depan rumahnya.