Cinta Alea

Cinta Alea
63. Bertemu


__ADS_3

Alea terkejut ketika melihat orang yang ada di depan pintu rumahnya jatuh pingsan.


" Ya Allah kenapa dia pakai pingsan segala sih di depan rumahku?" Alea begitu frustasi dan terus mondar-mandir di depan pintu rumahnya tidak berani untuk membuka pintu.


" Duh gimana ini ya? Kalau dia penjahat pasti akan melakukan sesuatu kejahatan padaku. Sementara aku disini cuma sendiri dan masih orang baru. Tapi kalau dia orang yang malang dan sakit, maka aku jadi berdosa karena tidak peduli dengan kemalangannya. Gimana ini ya Allah?" monolog Alea yang saat ini benar-benar sedang Dilema.


Sekali lagi Alea menengok melalui jendelanya, untuk melihat orang tersebut. Mata Alea melotot sempurna ketika melihat gelang yang di gunakan orang tersebut.


Alea ingat kalau gelang itu adalah gelang yang pernah dia berikan kepada Meyer sewaktu mereka berbelanja di mall dan bertemu dengan Angel.


" Meyer??" Alea langsung membuka pintu rumahnya dan mengecek wajah orang yang sedang pingsan itu.


Mulut Alea sampai ternganga sehingga Alea pun kemudian menutupnya dengan telapak tangannya. Karena Alea begitu terkejut melihat Meyer yang benar-benar ada di hadapannya.


" Ya Allah! Meyer!!! Kenapa kamu bisa pingsan di sini? Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Alea begitu panik melihat Meyer yang masih memejamkan matanya.


Tubuh Meyer menggigil karena kedinginan karena kehujanan dan pakaiannya yang basah kuyup gara-gara hujan.


Alea kebingungan untuk membawa Meyer ke dalam rumahnya karena saat ini perutnya sudah buncit sekali. " Aduh gimana ini caranya membawa dia ke dalam?" tanya Alea benar-benar merasa sangat frustasi dengan keadaan Meyer.


Saat Alea melihat ada orang yang melintas di depan rumahnya dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya Alea pun kemudian memanggil orang tersebut untuk membantu nya membawa masuk Meyer ke dalam rumahnya.


" Mr. Please help me! Take him in my home!" ucap Alea semampunya untuk memanggil orang bule yang melintas di depan rumahnya.


Orang tersebut yang tampaknya sama-sama kehujanan dengan menggunakan mantel di tubuhnya. Dia pun kemudian mendekati Alea.


" What happen??" tanyanya.


" Please help me!" ucap Alea gugup luar biasa.


Laki-laki itu melihat keadaan Alea yang saat ini sedang hamil besar dan dia mengerti bahwa Alea tidak mampu untuk mengangkat orang yang sedang pingsan di lantai.


Kemudian orang itu pun melepaskan mantelnya dan menggendong Meyer untuk dimasukkan ke dalam kamar Alea.

__ADS_1


" Mr. Thanks you very much for your help!" ucap Alea dengan penuh rasa syukur.


" No problem, I am back at my home, take care of you and your baby!" ucapnya kemudian berpamitan kepada Alea.


Pria paruh baya itu sejenak menatap Alea kemudian dia bertanya lagi, " Who this men?" tanyanya penasaran sekali.


" Him is my husband!" ucap Alea sambil mengelus perutnya yang membuncit.


" Him get sick and fall in there, that why i am request with you for help me!" ucap Alea menjelaskan kepada laki-laki itu yang tampaknya penasaran mengenai Meyer.


" Oh, Ok! That is enough. Take care of you. Bye!" laki-laki itu pun kemudian berpamitan kepada Alea. Setelah dia kembali mengenakan mantel hujannya yang tadi dia lepaskan hanya untuk menolong Meyer dan menggendong masuk ke dalam kamar Alea.


Setelah laki-laki tadi meninggalkan rumahnya. Alea kemudian menutup pintu rumahnya dan menguncinya kembali.


Alea melihat keadaan Meyer yang basah kuyup yang kemudian dia pun mengambil handuk serta pakaian training miliknya.


" Ah, hanya ada pakaian ini. Tapi biarlah, dari pada Meyer kedinginan dengan pakaian basah itu," ucap Alea yang merasa kasihan kepada Meyer yang menggigil badannya.


Alea menggelengkan kepalanya. Menepis semua pikiran kotor yang tiba-tiba masuk ke dalam otaknya.


" Dasar setan yang terkutuk!! Kau selalu saja menggoda keimanan seseorang kalau sudah dalam situasi seperti ini!" ucap Alea berusaha sekuat tenaga untuk menguatkan imannya agar tidak terpedaya dengan bujukan setan.


Alea pun kemudian membersihkan seluruh tubuh Meyer dan mengenakan pakaiannya. Saat Alea sampai ke area sensitif milik Meyer, Alea sontak menghentikan gerakannya. Alea menarik selimut dan kemudian menutupnya.


Alya tidak jadi untuk melepaskan CD milik Meyer yang basah. Jantung Alea berdetak sangat cepat karena melihat Meyer yang terlihat polos di depannya saat ini.


Alea langsung menutup tubuh Meyer dengan selimut tebal. Agar matanya tidak terkontaminasi dengan pesona seorang Meyer Clarkson yang selalu menggoyahkan keimanannya.


Alea kemudian memutuskan untuk tidur di ruang tamu rumah mungilnya. Sambil membaringkan tubuhnya di sofa.


Di rumah itu memang hanya ada satu kamar, satu ruang tamu dan satu kamar mandi serta dapur. Rumah yang sangat mungil dan sangat sederhana. Karena Alea memang tidak berniat untuk tinggal lama di tempat itu.


Alea hanya akan tinggal beberapa tahun setidaknya sampai anaknya bisa berjalan saja. Lalu dia akan kembali ke Indonesia. Jadi dia tidak merasa membutuhkan rumah yang besar untuk bisa tinggal nyaman di tempat itu yang dia sewa selama dua tahun lamanya.

__ADS_1


Meyer yang sampai saat ini masih belum sadarkan diri. Dia masih terlelap di dalam kamar Alea. Sementara Alea yang memang benar-benar sudah mengantuk dan juga lelah. Dia terlihat terbaring di sofa.


Terlihat sekali Alea yang merasa tidak nyaman dengan tidur seperti itu.


Pada saat tengah malam, terlihat Meyer yang mulai sadar dan membuka matanya.


Meyer mengerutkan keningnya terasa terkejut karena dirinya berada di tempat asing. Meyer berusaha mengingat sesuatu sebelum akhirnya dirinya jatuh dan pingsan.


" Bukankah tadi aku berlindung dari hujan di depan teras rumah Alea?" monolog Meyer sambil memijat pelipisnya yang terasa begitu sakit dan pening.


Meyer kemudian melihat sekujur tubuhnya yang sudah toples dengan hanya menggunakan CD saja dengan di tutup oleh selimut tebal. Sementara pakaian basahnya sudah teronggok di keranjang pakaian kotor yang tidak jauh dari ranjang. Tidak jauh dari tubuh Meyer berbaring, terlihat pakaian training yang masih terlipat dengan rapih.


" Apakah orang yang menolongku hendak memakaikan pakaian itu untukku? Tapi kenapa dia tidak melanjutkannya?" tanya Meyer kepada dirinya sendiri. Merasa aneh sekali dengan orang yang telah menolongnya.


Meyer kemudian meraih pakaian yang ada di atas kasur yang tadi di letakan oleh Alea. Alea mau memakaikan pakaian itu pada Meyer, akan tetapi Alea merasa tidak sanggup menahan debaran jantungnya yang begitu kencang. Sehingga akhirnya dia menyerah untuk melanjutkan usahanya menolong Meyer untuk mengganti baju basahnya dengan yang kering.


" Hmmm, dari modelnya, sepertinya ini adalah pakaian perempuan nah sudahlah aku pakai saja daripada aku kedinginan!" monolog Meyer pada dirinya sendiri.


Secara perlahan Meyer pun kemudian menggunakan pakaian itu. Setelah nya, Meyer kemudian pergi keluar kamar untuk memeriksa keadaan di dalam rumah itu.


Mata Meyer melotot sempurna ketika dia melihat Alea yang saat ini sedang terlelap di sofa dengan posisi yang tidak nyaman sama sekali.


Mata Meyer seketika mengembun. Siap meluncurkan air mata yang sejak tadi siang selalu demo minta keluar. Saat Meyer melihat kekasih hatinya yang sekarang berada tepat dihadapannya.


" Sayang, ternyata kamu yang sudah menolongku!" seketika terbit senyum di bibir Mayer. Dia merasa bahagia karena ternyata Alea masih peduli dengannya.


" Terima Kasih Alea. Karena kamu masih memperdulikan aku. Padahal aku dan keluargaku benar-benar sudah jahat sama kamu dan calon anak kita!" ucap Meyer sambil mengelus perut buncit Alea yang masih terlelap dalam tidurnya.


Nampak Meyer yang mencium bibir Alea yang sudah lama sekali dia rindukan. Alea terlihat membuka matanya.


" Eh, apa yang kau lakukan?" tanya Alea sambil mengerutkan keningnya Merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Meyer padanya.


" Kamu tadi mencium aku ya?" tanya Alea cemberut membuat Meyer jadi gemes sekali pada Alea.

__ADS_1


__ADS_2