
" Nurut sama Papah, Meyer! Kau tidak boleh membangkang seperti itu! Papa paling tidak senang seorang anak yang membangkang kepada orang tuanya!" ucap Steven tampak begitu emosi melihat Meyer yang sejak tadi terus menggenggam telapak tangan Alea.
" Kau lihat berapa usiamu dan lihat berapa usia dia? Dalam beberapa tahun ke depan kau sudah tidak akan tertarik lagi dengan wanita itu!" ucap Steven yang terus menghina dan mencaci Alea yang dia nilai usianya terlalu tua untuk putranya.
Perbedaan usia mereka 7 tahun Bagaimana mungkin Steven tidak akan marah dan merasa malu dengan perbedaan usia yang begitu tinggi di antara ke duanya??
' Apa yang akan aku katakan kepada rekan-rekan bisnisku ketika memperkenalkan menantuku kepada mereka? Ini adalah aib yang benar-benar tidak bisa aku toleransi! Aku tidak peduli kalaupun wanita itu saat ini sedang mengandung cucuku!' bathin Steven yang benar-benar sudah kehabisan akal untuk memisahkan Meyer dan Alea.
Sementara itu Meyer dan Alea tampak tidak bergeming sama sekali mendapatkan hinaan yang begitu besar dari Steven.
Bayu sejak tadi sudah mengusir Steven dari tempat itu tetapi tidak berfungsi.
Mungkin karena Bayu sekarang sedang tidak berdaya di atas bed rumah sakit. Sehingga membuat Steven merasa di atas angin dan tidak memiliki rasa takut sama sekali terhadap mertuanya.
" Steven kau pergilah dari kamarku kalau kau hanya ingin membuatku pusingan di kepalaku! Kau sama saja seperti ayah dan ibumu yang cuma suka mencari ribut!" ucap Bayu dengan susah payah.
Bayu sejak tadi sudah merasa sangat terganggu dengan nada suara Steven yang terus saja mengganggu dan menghina Alea.
Bagaimanapun sekarang Bayu sudah sadar bahwa cucunya memang mencintai Alea dan dia tidak mau membuat kehidupan Meyer menderita karena memisahkan mereka berdua.
" Bagiku, yang terpenting mereka saling mencintai. Aku tidak peduli usia yang terpaut di antara keduanya! Pergilah dari sini kalau kau cuma mau membuat keributan!" ucap Bayu lagi mengusir Steven.
__ADS_1
Steven tampak menggeram marah, saat hendak memukulkan tangannya ke arah sofa terlihat Sulis yang masuk ke dalam ruangan.
" Sudahlah Steven! Kenapa tidak merestui hubungan mereka? Zaman sekarang teknologi begitu tinggi. Walaupun nanti Alea akan terlihat lebih tua daripada Meyer kita bisa melakukan operasi plastik ataupun apapun. Kenapa kau ini begitu kolot sekali?" tanya Sulis kepada Steven yang auto melotot mendengarkan ucapan istrinya.
" Jangan konyol!" ucap Stevan merasa tidak senang dengan ucapan Sulis.
" Lagi pula perbedaan usia 7 tahun itu masih sangat sedikit. Kau Lihatlah perbedaan usiaku dengan suamiku! Dia sekarang berusia 70 tahun, sementara aku baru berusia 50 tahun! Tetapi apa kalian melihat ada perbedaan di antara kami? Kami berdua tetap saling mencintai dan saling mendukung satu sama lain!" ucap Amanda sambil menatap ke arah Steven yang masih penasaran tentang usia Alea dengan Meyer.
" Kalian berduakan berbeda! Papa yang berusia 70 tahun dan mama yang berusia 50 tahun. Sementara Meyer dan Alea?" tanya Steven masih saja nggak ya dan tidak mau mendengarkan ucapan siapapun.
" Sudahlah kalian jangan lagi berisik. Anakku dari tadi terus aja bergerak-gerak di dalam perutku. Dia merasa stres karena ucapan kalian semua yang gak faedah. Sayang, ayo kita keluar saja dari sini kepalaku juga sudah sangat pusing mendengarkan debat kusir yang tak berguna ini!" ucap Alea yang sudah tidak tahan lagi dengan semua hinaan dan caci maki dari Steven.
Bagaimanapun saat ini dia membutuhkan suasana yang tenang dan kehidupan yang nyaman. Demi mengandung dalam keadaan sehat dan normal.
" Baiklah Ayo kita pulang Di sini juga sudah banyak yang menjaga Kakek aku!" WhatsApp Mayer yang kemudian berpamitan kepada Bayu untuk mengantar Alea ke Mansion miliknya.
" Tenanglah Alea. Mama pasti akan berusaha untuk membujuk ayahmu untuk menerima pernikahan kalian berdua!" ucap Sulis berusaha untuk menghibur Alea.
Alea dan Mayer Malaysia bersyukur setidaknya sekarang mereka hanya tinggal menghadapi tiga orang saja yang sampai saat ini masih belum merestui pernikahan mereka. Steven, Mark dan Elena. Tiga orang keras kepala itu memang sangat sulit untuk diyakinkan siapapun.
" Iya Mah Terima kasih. Alea pulang dulu Mah. Sungguh! Alea benar-benar sangat pusing sekali saat ini!" ucap Alea bahkan sekarang wajahnya sudah pucat.
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada semua orang di dalam ruangan Bayu terlihat Meyer yang mengajak Alea untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari ruangan Bayu
" Sayang bagaimana kalau kau dirawat di rumah sakit Aku merasa khawatir dengan keadaanmu!" ucap Meyer membujuk Alea untuk dirawat.
Akan tetapi Alea langsung menggelengkan kepalanya. " Tidak usah. Aku hanya kelelahan saja dan juga sedikit stres mendengarkan semua hinaan dan caci maki dari ayahmu!" namun tiba-tiba saja Alea jatuh pingsan dan membuat Meyer benar-benar khawatir dengan keadaan istrinya.
Meyer langsung meminta pertolongan dari paramedis untuk menangani istrinya yang sedang pingsan di dalam pelukannya.
Untung saja tadi Meyer tidak langsung membawa aleah pulang ke Mansion tetapi mengajaknya beristirahat dulu di kursi rumah sakit. Sehingga tidak terlalu menyulitkannya untuk membawa Alea ke sana.
Sekarang Alea sudah ditangani oleh dokter dan sudah dipindahkan ke ruangan perawatan. Meyer tidak memberitahukan keluarganya tentang keadaan Alea saat ini karena dia ingin istrinya beristirahat total.
" Sayang. Lihatlah aku sudah mengatakan padamu untuk beristirahat tetapi kau selalu bandel. Dokter bilang kau terlalu lelah dan stressmu sangat tinggi!" ucap Meyer saat berbicara kepada Alea yang masih tersenyum kepadanya walaupun dalam keadaan lemah.
" Sayang mungkin kau lupa siapa yang tadi malam membuatku tidak bisa tidur sampai subuh?" tanya Alea kepada Meyer.
Meyer tampak terkekeh sambil menggaruk lehernya, " Aku lupa kalau kau sedang hamil sayang. Maafkan aku! Baiklah aku akan menjadikan ini sebagai pelajaran untuk tidak terlalu memaksakan kondisimu. Aku akan lebih berhati-hati. Maafkan aku sayang!" ucap Meyer sambil mencium kening Alea.
Alea hanya tersenyum melihat bayar yang merasa bersalah dengan kondisinya saat ini.
" Sudahlah semuanya kan salahku. Karena aku yang sudah membuatmu tergila-gila padaku. Sehingga kau tidak mau jauh dariku. Aku juga tidak mengerti kenapa kau selalu saja seperti itu setiap dekat denganku!" ucap Alea terkekeh ketika mengingat tentang Meyer yang selalu bernafsu ketika dekat dengan dirinya.
__ADS_1
" Kau benar sayang. Aku memang sangat mencintaimu dan aku sangat sulit untuk menjauhkan diri darimu! Kau adalah separuh nafasku dan separuh hidupku! Alea Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu! kau tidak tahu betapa aku hampir gila ketika kehilanganmu dulu! Hingga akhirnya mobil yang menabrakku dan membuatku Amnesia." ucap Meyer dengan air mata yang berderai di pipinya.
Meyer ingat sekali ketika itu Alea meminta putus darinya dan mengatakan akan menggugurkan kandungannya. Saat itu, dunia Meyer seakan runtuh seketika. Oleh karena itu tanpa berpikir panjang, Meyer langsung mengejar Alea dan tidak mempedulikan ketika ada sebuah mobil yang menabrak dirinya.