Cinta Alea

Cinta Alea
53. Maksa banget


__ADS_3

" Tidak Pah. Aku tidak mau bercerai dengan Meyer. Aku Mencintainya!" ucap Angel yang terus menangis sesegukan.


Akan tetapi Steven yang sudah terlanjur marah dia tidak bisa memaafkan kesalahan Angel yang sudah menabrak Meyer dan menipu keluarga mereka.


" Bangunlah Angel. Kasihan bayi yang ada di dalam perutmu. Ayo sayang. Duduklah dulu!" ucap Sulis berusaha untuk menenangkan Angel yang saat ini sedang sedih.


" Sekarang kau pulanglah dulu ke rumah kedua orang tuamu. Kami akan segera mengurus masalah perceraianmu dengan Meyer agar masalah satu persatu bisa kita selesaikan. Setelah itu kami akan menunggu kelahiran anakmu untuk melakukan tes DNA pada bayimu. Kita akan mencari tahu siapa Ayah dari anakmu." ucap Sulis dengan lembut.


" Kalau benar anak itu milik Mario. Kami akan merawatnya dan jangan pernah berharap kau untuk masuk ke dalam keluarga kami. Apabila kau mempersulit semua proses perceraian dan pembuktian anak itu. Percayalah aku tidak akan melepaskan perusahaan ayahmu begitu saja!" ucap Steven dengan amarah yang begitu memuncak.


Angel benar-benar sudah salah mencari lawan karena berani bermain-main dengan keluarga Clarkson. Sudah syukur tidak ada Mark dan Elena di tempat itu. Kalau sampai ada, di jamin mereka pasti akan menghadapi Angel dengan lebih barbar dari pada sekarang.


Mark dan Elena memiliki sifat yang sama-sama keras dan tidak pernah mentolerir sesuatu yang salah dan tidak sesuai dengan prinsip hidup mereka.


" Percayalah kepada kami kami tidak akan menganiaya anakmu kalau memang benar terbukti anak itu adalah keturunan kami!" ucap Sulis berusaha untuk meyakinkan Angel.


" Tapi Mah. Aku mencintai Meyer. Aku tidak mau berpisah dengan dia!" ucap Angel masih bersikeras menolak perceraian dengan Meyer.


" Aku tidak mau menikah denganmu. Karena aku ingin menikah dengan Alea. Aku tidak akan pernah membiarkan anakku lahir tanpa seorang ayah!" ucap Meyer dengan mantap.


" Apa maksud kamu Meyer?" tanya Steven mengerutkan keningnya.


" Iya anakku. Katakan! Masalah apa lagi yang kau timpahkan kepada kami?" tanya Sulis merasa terkejut mendengarkan pengakuan putranya yang baru saja ingat dengan masa lalunya yang sempat dia lupakan beberapa bulan karena amnesia.


" Papa dan Mama sebaiknya pergi untuk mengurus kakek. Bukankah sekarang kakek juga dirawat di rumah sakit?" tanya Meyer berusaha untuk mengalihkan perhatian kedua orang tuanya dari masalahnya dengan Alea.


" Mario dan Nenek Amanda sudah mengurus kakekmu. Sekarang cepat jelaskan pada kami, apa maksud perkataanmu tadi?" tanya Steven benar-benar sangat marah.


' Kenapa Meyer selalu saja memberikan masalah yang tiada akhirnya? Apakah dia menuruni sifatku yang suka mencari masalah?' bathin Steven yang tiba-tiba kepalanya merasa pening memikirkan masalah Meyer dengan Alea.

__ADS_1


" Aku dan Alea memiliki anak bersama. Usia kandungan Alea sudah hampir sama dengan Angel. Aku mengetahui masalah kehamilan Alea pada saat kecelakaan itu terjadi. Pada saat itu aku hendak memberitahukan kepada kakek tetapi kakek malah memberitahukan kepada kami tentang perjodohanku dengan Angel. Sehingga membuat Alea menangis dan marah padaku. Alea meminta putus dariku karena dia tidak mau menjadi beban untukku. Alea tidak mau kalau nantinya aku bermasalah dengan kalian. Karena dia dan anak kami. Karena itulah aku mengejar Alea dan akhirnya Angel malah menabrakku dengan mobilnya. Sehingga aku amnesia. Angel memanfaatkan situasi itu untuk keuntungannya sendiri. Dan berhasil menikah denganku!" ucap Meyer menceritakan semuanya secara jelas dan gampang kepada kedua orang tuanya.


Steven yang tidak merestui hubungan antara Alea dan Meyer menjadi lemas seketika. Ketika dia mendengar bahwa Alea. Saat ini sedang mengandung cucunya.


Bagaimanapun juga Steven tidak mau membiarkan cucunya hidup tanpa seorang ayah. Apalagi Meyer Memang mencintai Alea.


Steven terus memijit pelipisnya yang terasa begitu pening. Karena memikirkan tentang anak-anaknya yang sejak kemarin terus memberikan kepusingan di kepalanya.


Sementara itu Mario yang saat ini sedang mengurus Bayu yang sedang di tangani oleh team dokter yang di tunjuk langsung oleh Amanda.


" Mario katakan sama nenek. Apakah benar kalau kamu adalah seorang gay?" tanya Amanda saat mereka duduk di depan ruangan ICU sambil menunggu Bayu yang sedang diambil tindakan oleh dokter.


Mario sampai saat ini masih belum bisa menjelaskan kepada siapapun tentang identitas seksualnya.


Mario sendiri merasa bingung dari mana ayahnya bisa mengetahui hal itu. Padahal selama ini dia sudah berusaha sangat keras untuk merahasiakan hal tersebut dari siapapun. Mario sudah berusaha untuk menyembuhkan penyakitnya itu. Tapi belum berhasil juga.


" Aku sudah berusaha untuk mencari obat dari penyakitku itu Nek. Tapi sampai saat ini belum berhasil." ucap Mario benar-benar merasa bersalah kepada neneknya yang selama ini selalu sayang kepadanya dan selalu melindunginya.


" Lalu bagaimana dengan Angel Nek? Kalau benar dia hamil anakku. Apakah Nenek akan membiarkan anakku tidak memiliki seorang ibu?" tanya Mario mulai memikirkan dengan serius kemungkinan kalau benar Angel hamil anaknya.


Terlihat Amanda menarik nafasnya dengan dalam. " Kita bisa memberikan anak itu kepada Sean dan Hazel. Bukankah kedua pamanmu sudah menikah lebih dari 10 tahun tetapi tidak memiliki anak? Kau bisa terus melanjutkan hidupmu Mario, tanpa harus memikirkan anak itu!" ucap Amanda menatap cucunya.


Terlihat Mario berpikir sangat keras untuk mencerna apa yang dikatakan oleh neneknya.


Mario tidak tahu apakah itu adalah solusi yang terbaik atau tidak. Tapi yang jelas, kalau anak itu memang adalah anaknya, Mario ingin sekali untuk mengasuh sendiri anaknya. Setidaknya dengan mengasuh anaknya sendiri. Mario akan mengingat bahwa dirinya adalah seorang laki-laki sejati sehingga bisa mengobati penyakitnya yang menyimpang.


" Kalau misalkan anak itu benar-benar anakku. Tapi Angel tidak mau menikah denganku. Aku ingin tetap mengasuh anak itu sendiri Nek. Setidaknya dengan begitu akan selalu mengingatkan aku. Bahwa aku adalah seorang ayah. Aku seorang pria normal yang bisa menghamili seorang perempuan!" ucap Mario dengan menundukkan kepalanya.


Amanda menatap keseriusan di mata Mario yang saat ini sedang merasa malu dan juga menyesal dengan perbedaan yang dimilikinya dengan orang lain.

__ADS_1


Sungguh Mario pun tidak menginginkan hal itu terjadi terhadap dirinya. Tetapi semua itu adalah nasib yang harus diterima oleh Mario. Mario sudah berusaha untuk mengobati dirinya sendiri tetapi masih gagal.


Sampai saat ini Mario masih belum bisa melupakan seorang laki-laki yang telah mengajarkan cinta sesama jenis kepadanya. Pria itu yang berposisi sebagai seorang pria dam hubungan mereka dan Mario yang berposisi sebagai seorang wanita.


Mario memang memiliki sifat yang pendiam dan juga tenang. Hatinya begitu lembut dan juga memiliki hati yang sangat baik.


Amanda tidak pernah mengira bahwa itu adalah sebuah tanda yang sudah ditunjukkan oleh Mario sejak masa pubernya tentang penyimpangan cucu kesayangannya.


" Percayalah Mario nenek yakin kalau kau akan bisa melewati semua ini dengan baik. Nenek yakin kalau kau bisa melupakan laki-laki itu yang sekarang sudah beristri!" ucap Amanda.


" Maksudnya?" tanya Mario bingung.


" Ya, Edward sudah menikah bulan kemaren dengan Catherine. Nenek dan kakek menghadiri pernikahannya di Swiss. Apa kau ingat? Sewaktu nenek dan kakek berpamitan kepadamu untuk menjalani pengobatan ke Swiss?" tanya Amanda.


Mario benar-benar terkejut mendengarkan pengakuan dari neneknya yang ternyata tahu tentang masalahnya bersama dengan Edward. Pria bule yang dua tahun lalu pernah berkunjung ke Mansion milik keluarga Abimana dan bertemu dengan Mario di sana.


Dulu Mario yang diberikan tugas oleh Adrian untuk mendampingi Edward berkeliling Indonesia. Siapa yang menyangka kalau mereka malah terlibat sesuatu yang lebih dari sebuah jalan-jalan saja. Untung saja Mario masih memiliki iman yang kuat dan dia tidak terpengaruh oleh Edward untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar berciuman dengan pemuda itu.


Mario seketika menangis ketika dia kembali


mengingat kesalahan yang sudah dia lakukan dengan membiarkan Edward untuk mempengaruhi identitas seksualnya.


" Aku ingin sembuh nek dan ingin normal seperti yang lainnya! Aku tidak mau terus berada jalur yang salah seperti ini!" ucap Mario dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Amanda memeluk Mario yang saat ini tubuhnya sedang berguncang karena menangis sedih memikirkan tentang nasibnya.


" Tolonglah aku Nek. Kalau misalkan anak Angel benar-benar anakku. Kalau misalkan Angel bersedia untuk menikah denganku. Aku akan menikahi dia. Tapi kalau tidak, aku ingin mengurus anakku sendiri dengan tanganku sendiri Nek. Tolong bantu aku untuk bisa mewujudkan keinginan kecilku ini!" ucap Mario memohon kepada Amanda.


" Iya sayang. Nenek berjanji akan berusaha untuk membantumu. Tolong maafkan nenek yang selama ini terlalu sibuk dengan urusan perusahaan. Sehingga tidak memperhatikan pergaulanmu dengan benar-benar. Mario Apa yang terjadi padamu adalah kesalahan nenek! Tolong maafkan nenek nak! kedua orang tuamu mempercayakanmu untuk berada di bawah perawatan kami tetapi kami lengah sehingga membuatmu harus mengalami penyimpangan itu!" Amanda benar-benar sedih sekali memikirkan nasib cucunya yang entah bagaimana akan bisa sembuh seperti sedia kala.

__ADS_1


" Tidak Nek. Itu bukan salah Nenek. Nenek sudah memberikan yang terbaik untuk Mario. Mario yang sudah mengecewakan nenek dan kakek. Karena tidak bisa menjaga pergaulan dengan baik!" ucap Mario dengan kesedihan yang terlihat jelas di wajahnya yang terlihat sendu.


__ADS_2