
Setelah Alea tidak mengantuk lagi. Mereka pun kemudian pergi menuju ke rumah sakit untuk bertemu dengan Bayu dan juga keluarga besar Meyer.
Ada perasaan bahagia di hati Alea karena saat ini Meyer berada di sampingnya.
" Terima kasih Meyer karena kau selalu berada di sampingku dan selalu setia mendampingiku!" Alea benar-benar merasa bahagia karena dicintai oleh sosok seperti Meyer yang selalu memuliakannya setiap saat dan selalu mencintainya dengan tulus.
" Aku sangat mencintaimu jadi aku akan rela melakukan apapun untukmu," ucap Meyer yang begitu bahagia sekali dengan kebersamaan mereka selama ini.
Begitu sampai di rumah sakit Meyer langsung mengajak Alea untuk menemui Bayu yang sampai saat ini kondisinya masih kritis.
Selang-selang masih berada di tubuh Bayu dengan kondisi dan fungsi yang berbeda.
Amanda menyambut kedatangan Meyer dan Alea dengan bahagia. Sejak kemarin Bayu memang selalu mencari cucunya karena ingin bertemu dengannya.
" Alhamdulillah Meyer akhirnya kau datang juga. Kakekmu sejak kemarin selalu mencarimu." ucap Amanda sambil memeluk tubuh Meyer dengan erat.
Sungguh di dalam hati Amanda dia merasa bahagia ketika melihat Meyer sekarang sudah bersama dengan Alea.
" Sudah berapa bulankah kandunganmu?" tanya Amanda saat melihat ke arah Alea.
Meyer langsung menepuk jidatnya karena merasa lupa untuk mengenalkan Alea kepada neneknya.
" Maafkan Meyer Nek, Meyer lupa untuk mengenalkan nenek kepada Alea. Dia istriku Nek, kami berdua sudah menikah di Australia kemarin!" ucap Meyer dengan Senyum merekah di bibirnya dan Amanda bisa melihat kalau cucunya sangat bahagia dengan pernikahannya bersama Alea.
Amanda memeluk Alea dengan menunjukkan bahwa dia menyayangi Meyer dan juga Alea.
" Nenek mendoakan semoga kalian bahagia tolong doakan juga agar Kakek kalian bisa segera keluar dari rumah sakit!" ucap Amanda sambil menepuk bahu Meyer yang sekarang sudah lebih tinggi darinya.
" Siapa yang sudah menikah?" tiba-tiba saja Steven sudah berada diantara mereka dengan mata melotot dia menatap kepada Meyer dan Alea.
" Katakan padaku Meyer! Apa maksudnya?" tanya Steven sambil melotot ke arah Meyer.
" Dia istriku Pah, dan tiga bulan lagi kami akan menjadi orang tua dari anak kembar kami!" ucap Meyer tanpa rasa takut sama sekali. Walaupun melihat Steven yang sedang melotot kepadanya.
Semua orang yang hadir dalam ruangan itu terkejut mendengarkan perkataan Meyer.
" Anak kembar? Apakah kau yakin kalau dia ada keturunan kita?" tanya Steven mulai tertarik kepada Alea karena Alea yang saat ini sedang hamil anak kembar.
Meyer melotot ke arah Steven yang sudah merendahkan dengan pertanyaan seperti itu.
" Istriku tidak seperti wanita-wanita yang pernah hadir dalam hidupmu?" ucah Meyer dengan penuh emosi.
" Apa maksud kamu Meyer? Kau sungguh tidak sopan terhadap ayahmu sendiri!" ucap Steven sambil melotot ke arah Meyer yang benar-benar sudah membuatnya naik pitam karena amarah yang ada di dalam dadanya.
Meyer tertawa terbahak-bahak melihat ayahnya yang marah.
Steven benar-benar merasa tersinggung dengan ucapan Meyer yang benar-benar telah menohok dan juga menyinggung harga dirinya sebagai seorang ayah, suami dan sebagai seorang laki-laki.
" Setelah anak itu lahir kita akan melakukan tes DNA kalau terbukti dia anakmu aku akan merestui pernikahan kalian. Tapi kalau tidak, maka percayalah! Aku akan membuat kehidupan wanita itu bagaikan di neraka!" ucap Steven sambil menunjuk kepada Alea.
Alea tidak mengerti kenapa Steven begitu membencinya. Padahal dia tidak memiliki masalah apapun kepada laki-laki itu.
" Katakan padaku. Kenapa Anda begitu membenciku? Padahal sebelumnya kita tidak pernah bertemu dan anda tidak tahu siapa saya." ucapan Lea sambil menatap kepada Steven yang saat ini sedang melotot ke arahnya dengan penuh kebencian.
" Karena kamu yang sudah membuat Meyer menjadi pembangkang dan tidak mau menurut denganku! Aku adalah ayahnya akulah yang berhak untuk mengatur kehidupan dia. Tetapi dia lebih mengutamakanmu dan selalu mengejarmu." ucap Steven sambil melirik sinis pada Meyer yang sejak tadi terus melindungi Alea.
Meyer sama sekali tidak mau melepaskan genggaman tangannya dari Alea. Tidak ada yang bersuara di dalam ruangan itu karena semuanya masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.
" Apa yang sedang kalian ributkan?" tiba-tiba suara Bayu memecah keheningan di ruangan itu yang membuat semua orang menoleh kepada Bayu yang sejak tadi sebenarnya sudah bangun Tetapi dia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Meyer kepada Steven.
__ADS_1
Sejujurnya sejak dulu Bayu tidak terlalu menyukai Steven yang telah memperkosa putrinya dan memaksa Sulis untuk menikah dengannya dan sekarang Sulis hidupnya tidak bahagia bersama Steven.
" Tidak Pah, kami tidak merebutkan apa-apa kok! Bagaimana keadaan Papa sekarang? Apakah lebih baik atau tidak?" tanya Amanda yang mendekat kepada Bayu yang sekarang membuka matanya.
Walaupun kesadaran Bayu yang mulai timbul tenggelam tetapi Bayu masih memiliki pikiran yang jernih.
" Meyer bawalah perempuan itu kemari Kakek ingin berkenalan dengannya!" ucap Bayu kepada Meyer yang kemudian menarik tangan Alea untuk mendekat kepada kakeknya yang masih menunggu mereka.
Steven tidak bisa berbuat apa-apa ketika melihat mertuanya yang sudah membukakan mata dan meminta Meyer untuk mengenalkan Alea pada Bayu.
Ketika Meyer dan Bayu sudah berdekatan Bayu terlihat tersenyum kepada Alea.
" Siapa namamu nak?" tanya Bayu kepada Alea yang sampai sekarang masih belum berani menunjukkan wajahnya di hadapan kakeknya Meyer.
" Nama saya Alea!" jawab Alea dengan suara gemetar dan tidak berani menatap Bayu.
" Angkatlah wajahmu agar aku bisa melihatmu!" perintah Bayu kepada Alea.
Alea benar-benar gugup ketika berhadapan dengan kakek Meyer yang terkenal memiliki sifat yang tegas dan juga keras.
" Maafkan saya kek kalau saya sudah membuat keluarga ini menjadi tidak nyaman dengan kehadiran saya! Saya hanya ingin hidup bahagia bersama Meyer karena saya sangat mencintainya. Apalagi sekarang saya sedang mengandung dan sebentar lagi akan lahir anak kami berdua!" ucap Alea dengan suara gemetar.
Steven sejak tadi sudah menggenggam telapak tangannya. Merasa tidak senang sama sekali melihat Bayu yang berbicara dengan Alea secara informal.
Steven bisa melihat kalau Bayu telah merestui hubungan Alea dan Meyer.
" Pah dalam keluarga Clarkson Sayalah yang menjadi penguasanya! Saya tidak merestui hubungan mereka berdua sampai kita mendapatkan hasil tes DNA dari anak yang ada di dalam kandungannya!" ucap Steven tidak memperdulikan pandangan dari semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Hati Steven benar-benar sudah tidak bisa diganggu gugat. Dia sampai saat ini masih belum merelakan putranya menikahi Alea yang usianya jauh lebih tua dari Sang putra tersayang.
Setelah Alea tidak mengantuk lagi. Mereka pun kemudian pergi menuju ke rumah sakit untuk bertemu dengan Bayu dan juga keluarga besar Meyer.
Ada perasaan bahagia di hati Alea karena saat ini Meyer berada di sampingnya.
" Terima kasih Meyer karena kau selalu berada di sampingku dan selalu setia mendampingiku!" Alea benar-benar merasa bahagia karena dicintai oleh sosok seperti Meyer yang selalu memuliakannya setiap saat dan selalu mencintainya dengan tulus.
" Aku sangat mencintaimu jadi aku akan rela melakukan apapun untukmu," ucap Meyer yang begitu bahagia sekali dengan kebersamaan mereka selama ini.
Begitu sampai di rumah sakit Meyer langsung mengajak Alea untuk menemui Bayu yang sampai saat ini kondisinya masih kritis.
Selang-selang masih berada di tubuh Bayu dengan kondisi dan fungsi yang berbeda.
Amanda menyambut kedatangan Meyer dan Alea dengan bahagia. Sejak kemarin Bayu memang selalu mencari cucunya karena ingin bertemu dengannya.
" Alhamdulillah Meyer akhirnya kau datang juga. Kakekmu sejak kemarin selalu mencarimu." ucap Amanda sambil memeluk tubuh Meyer dengan erat.
Sungguh di dalam hati Amanda dia merasa bahagia ketika melihat Meyer sekarang sudah bersama dengan Alea.
" Sudah berapa bulankah kandunganmu?" tanya Amanda saat melihat ke arah Alea.
Meyer langsung menepuk jidatnya karena merasa lupa untuk mengenalkan Alea kepada neneknya.
" Maafkan Meyer Nek, Meyer lupa untuk mengenalkan nenek kepada Alea. Dia istriku Nek, kami berdua sudah menikah di Australia kemarin!" ucap Meyer dengan Senyum merekah di bibirnya dan Amanda bisa melihat kalau cucunya sangat bahagia dengan pernikahannya bersama Alea.
Amanda memeluk Alea dengan menunjukkan bahwa dia menyayangi Meyer dan juga Alea.
" Nenek mendoakan semoga kalian bahagia tolong doakan juga agar Kakek kalian bisa segera keluar dari rumah sakit!" ucap Amanda sambil menepuk bahu Meyer yang sekarang sudah lebih tinggi darinya.
" Siapa yang sudah menikah?" tiba-tiba saja Steven sudah berada diantara mereka dengan mata melotot dia menatap kepada Meyer dan Alea.
__ADS_1
" Katakan padaku Meyer! Apa maksudnya?" tanya Steven sambil melotot ke arah Meyer.
" Dia istriku Pah, dan tiga bulan lagi kami akan menjadi orang tua dari anak kembar kami!" ucap Meyer tanpa rasa takut sama sekali. Walaupun melihat Steven yang sedang melotot kepadanya.
Semua orang yang hadir dalam ruangan itu terkejut mendengarkan perkataan Meyer.
" Anak kembar? Apakah kau yakin kalau dia ada keturunan kita?" tanya Steven mulai tertarik kepada Alea karena Alea yang saat ini sedang hamil anak kembar.
Meyer melotot ke arah Steven yang sudah merendahkan dengan pertanyaan seperti itu.
" Istriku tidak seperti wanita-wanita yang pernah hadir dalam hidupmu?" ucah Meyer dengan penuh emosi.
" Apa maksud kamu Meyer? Kau sungguh tidak sopan terhadap ayahmu sendiri!" ucap Steven sambil melotot ke arah Meyer yang benar-benar sudah membuatnya naik pitam karena amarah yang ada di dalam dadanya.
Meyer tertawa terbahak-bahak melihat ayahnya yang marah.
Steven benar-benar merasa tersinggung dengan ucapan Meyer yang benar-benar telah menohok dan juga menyinggung harga dirinya sebagai seorang ayah, suami dan sebagai seorang laki-laki.
" Setelah anak itu lahir kita akan melakukan tes DNA kalau terbukti dia anakmu aku akan merestui pernikahan kalian. Tapi kalau tidak, maka percayalah! Aku akan membuat kehidupan wanita itu bagaikan di neraka!" ucap Steven sambil menunjuk kepada Alea.
Alea tidak mengerti kenapa Steven begitu membencinya. Padahal dia tidak memiliki masalah apapun kepada laki-laki itu.
" Katakan padaku. Kenapa Anda begitu membenciku? Padahal sebelumnya kita tidak pernah bertemu dan anda tidak tahu siapa saya." ucapan Lea sambil menatap kepada Steven yang saat ini sedang melotot ke arahnya dengan penuh kebencian.
" Karena kamu yang sudah membuat Meyer menjadi pembangkang dan tidak mau menurut denganku! Aku adalah ayahnya akulah yang berhak untuk mengatur kehidupan dia. Tetapi dia lebih mengutamakanmu dan selalu mengejarmu." ucap Steven sambil melirik sinis pada Meyer yang sejak tadi terus melindungi Alea.
Meyer sama sekali tidak mau melepaskan genggaman tangannya dari Alea. Tidak ada yang bersuara di dalam ruangan itu karena semuanya masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.
" Apa yang sedang kalian ributkan?" tiba-tiba suara Bayu memecah keheningan di ruangan itu yang membuat semua orang menoleh kepada Bayu yang sejak tadi sebenarnya sudah bangun Tetapi dia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Meyer kepada Steven.
Sejujurnya sejak dulu Bayu tidak terlalu menyukai Steven yang telah memperkosa putrinya dan memaksa Sulis untuk menikah dengannya dan sekarang Sulis hidupnya tidak bahagia bersama Steven.
" Tidak Pah, kami tidak merebutkan apa-apa kok! Bagaimana keadaan Papa sekarang? Apakah lebih baik atau tidak?" tanya Amanda yang mendekat kepada Bayu yang sekarang membuka matanya.
Walaupun kesadaran Bayu yang mulai timbul tenggelam tetapi Bayu masih memiliki pikiran yang jernih.
" Meyer bawalah perempuan itu kemari Kakek ingin berkenalan dengannya!" ucap Bayu kepada Meyer yang kemudian menarik tangan Alea untuk mendekat kepada kakeknya yang masih menunggu mereka.
Steven tidak bisa berbuat apa-apa ketika melihat mertuanya yang sudah membukakan mata dan meminta Meyer untuk mengenalkan Alea pada Bayu.
Ketika Meyer dan Bayu sudah berdekatan Bayu terlihat tersenyum kepada Alea.
" Siapa namamu nak?" tanya Bayu kepada Alea yang sampai sekarang masih belum berani menunjukkan wajahnya di hadapan kakeknya Meyer.
" Nama saya Alea!" jawab Alea dengan suara gemetar dan tidak berani menatap Bayu.
" Angkatlah wajahmu agar aku bisa melihatmu!" perintah Bayu kepada Alea.
Alea benar-benar gugup ketika berhadapan dengan kakek Meyer yang terkenal memiliki sifat yang tegas dan juga keras.
" Maafkan saya kek kalau saya sudah membuat keluarga ini menjadi tidak nyaman dengan kehadiran saya! Saya hanya ingin hidup bahagia bersama Meyer karena saya sangat mencintainya. Apalagi sekarang saya sedang mengandung dan sebentar lagi akan lahir anak kami berdua!" ucap Alea dengan suara gemetar.
Steven sejak tadi sudah menggenggam telapak tangannya. Merasa tidak senang sama sekali melihat Bayu yang berbicara dengan Alea secara informal.
Steven bisa melihat kalau Bayu telah merestui hubungan Alea dan Meyer.
" Pah dalam keluarga Clarkson Sayalah yang menjadi penguasanya! Saya tidak merestui hubungan mereka berdua sampai kita mendapatkan hasil tes DNA dari anak yang ada di dalam kandungannya!" ucap Steven tidak memperdulikan pandangan dari semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Hati Steven benar-benar sudah tidak bisa diganggu gugat. Dia sampai saat ini masih belum merelakan putranya menikahi Alea yang usianya jauh lebih tua dari Sang putra tersayang.
__ADS_1