
Meyer menjenguk Bayu yang saat ini sedang dalam keadaan kritis. Meyer sendiri sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter. Karena kondisinya semakin membaik dan sudah stabil. Meyer sekarang berada di tengah-tengah keluarganya dan menjaga Bayu di ruangan VVIP.
" Meyer. Maafkan kakek yang sudah membuatmu berada dalam kesulitan seperti sekarang. Kalau Kakek waktu itu tidak menentang rencana pernikahanmu dengan Alea mungkin saat ini kau sedang berbahagia dengan istri dan juga calon anakmu!" ucap Bayu dengan suara tertatih dan susah.
" Sudahlah Pah. Kau jangan terlalu banyak berpikir yang berat-berat. Aku khawatir dengan kondisimu!" ucap Amanda berusaha untuk menenangkan suaminya yang saat ini sedang sakit keras.
Bahkan tubuhnya sudah dipenuhi dengan selang-selang dengan berbagai fungsi yang berbeda.
Amanda benar-benar terhiris hatinya melihat suami tercintanya yang sedang berjuang untuk kesembuhan tubuhnya yang semakin hari semakin rapuh karena termakan usia.
" Aku harus minta maaf kepada Meyer dan juga Alea. Gara-gara aku mereka berdua harus hidup terpisah selama berbulan-bulan. Bahkan kabarnya, kekasih Meyer itu sekarang sudah menikahi pria lain. Aku benar-benar sudah berdosa kepada cucu kita," ucap Bayu tampak begitu sedih sekali.
Meyer mendekati Bayu yang tampak begitu kesusahan dan kepayahan untuk bisa berbicara dengan cucunya.
" Kakek sudahlah. Mari kita lupakan semua itu Kek. Hal itu hanyalah masa lalu. Bagi Meyer yang penting sekarang kakek cepat sembuh!" ucap Meyer sambil menggenggam telapak tangan Bayu yang tampak begitu keriput.
" Panggilah Alea kemari. Kakek ingin berbicara dengannya." ucap Bayu dengan air mata yang terus mengelir di pipinya.
Sementara itu Steven dan Sulis hanya saling menatap satu sama lain. Mendengarkan penuturan dari Bayu yang seakan mengisyaratkan bahwa dia sudah merestui hubungan Meyer dan Alea.
" Pah! Meyer dan Alea memiliki usia yang begitu jauh jaraknya. Saya tidak rela Pah. Kalau Meyer sampai menikahi wanita itu!" ucap Steven menyuarakan keberatannya.
Meyer menatap tajam ke arah ayahnya yang selama ini selalu mencari masalah dengan dirinya.
" Papa tidak usah ikut campur dengan kehidupan pribadiku. Papa urus saja semua pelacur dan peliharaan Papa!" ucap Meyer dengan mata berapi-api.
Steven tampak begitu geram mendengarkan perkataan Meyer yang sangat tidak sopan kepadanya sebagai seorang anak.
" Kau lancang sekali Meyer! Aku adalah ayahmu. Rasanya tidak pantas kau bicara seperti itu kepadaku!" ucap Steven tampak begitu geram kepada anaknya sendiri.
Meyer menatap tajam ke arah Steven yang tidak terima dirinya diperlakukan seperti itu oleh putranya sendiri.
" ingat Pah! Aku sudah dewasa. Aku mempunyai hak untuk mengatur hidupku sendiri. Aku yang akan menentukan kebahagiaanku sendiri dan aku tidak akan pernah membiarkan anakku lahir tanpa seorang ayah. Apalagi melihat wanita yang aku cintai harus hidup bersama dengan laki-laki lain!" ucap Mayer dengan begitu lantang dan berani melawan seorang Steven.
__ADS_1
Sulis yang melihat keributan anak dan suaminya. Benar-benar tidak mampu berkata-kata. Apalagi saat ini Ayahnya sedang kritis dan butuh ketenangan.
Melihat Bayu yang tampak kesusahan untuk bernafas dan begitu tersiksa. Amanda pun kemudian mengusir Mayer dan Steven untuk keluar dari ruangan.
" Kalian kalau mau berantem. Silahkan pergi keluar di ruangan ini! Jangan mengganggu suami saya yang ingin beristirahat!" ucap Amanda yang mulai marah dengan kelakuan Steven dan Meyer yang tidak berpikir tentang kesehatan suaminya.
" Steven! Aku tidak akan membiarkan keturunan keluarga kita harus hidup tanpa seorang ayah. Meyer sebagai pria sejati, dia harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia lakukan terhadap Alea! Aku sudah memutuskan akan merestui hubungan mereka!" ucap Bayu dengan suara parau yang terlihat begitu susah payah.
" Aku tidak akan pernah membiarkan cucuku menikahi wanita yang tidak layak dan tidak pantas untuknya!" tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sosok Mark dan Elena. Kedua orang tua Steven.
Steven merasa senang sekali karena kedua orang tuanya yang datang membantu dirinya untuk menentang pernikahan Alea dan Meyer.
" Aku tidak peduli dengan pendapat Kakek! Kalau aku harus keluar dari keluarga Clarkson untuk menikahi Alea, maka aku akan lakukan itu!" ucap Meyer dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan sama sekali.
Plak
Terlihat Elena menampar Meyer dengan sangat keras. Meyer menampar wajah neneknya yang sudah lama tidak dia jumpai.
" Kancang sekali kamu Meyer! Di dalam darahmu telah mengalir darah Clarkson!! Apa kau bisa segampang itu melepaskan darah yang ada di dalam tubuh kamu?" tanya Elena.
" Tolong kalian semua keluar dari ruangan saya! Kalau kalian hanya akan membuat keributan di sini!" ucap Bayu benar-benar merasa terganggu dengan kehadiran Mark dan Elena yang datang-datang langsung membuat kehebohan di ruangan itu.
" Bayu bayar bukan hanya milik keluarga Iswara tetapi juga keturunan keluarga Clarkson. Kami juga memiliki hak untuk menentukan siapa yang akan menjadi istrinya!" ucap Mark dengan tegas.
Tiba-tiba saja Alea yang sejak tadi sudah berada di luar pintu bersama dengan Bagas. Alea masuk ke dalam sana dan mengagetkan semua orang.
" Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya yang terhormat! Anda jangan khawatir! Anakku tidak akan pernah mengganggu hidup kalian. Apalagi mengotori darah terhormat kalian! Karena aku juga tidak akan pernah menerima Putra atau cucu kalian yang tercinta untuk menjadi suami dan ayah dari anakku!" ucap Alea dengan suara gemetar. Karena merasa sakit hati yang luar biasa dengan semua perkataan dari keluarga Meyer yang begitu menyakiti harga dirinya sebagai seorang wanita yang terhormat.
" Asal kalian tahu! Aku tidak pernah meminta kepada cucu ataupun anak kalian untuk bertanggung jawab dengan anak yang aku kandung saat ini. Jadi kalian tidak usah repot-repot untuk berantem gara-gara anak yang ada dalam kandunganku." ucap Alea yang sekarang pergi meninggalkan mereka semua yang masih terkesiap dengan apa yang dikatakan oleh Alea.
Meyer yang seketika sadar dengan apa yang akan terjadi ke dalam hidupnya di masa depan. Dia langsung mengejar Alea tanpa memikirkan apa-apa lagi.
Saat ini dalam pikiran Meyer hanyalah ingin segera mengejar Alea dan Meyer tidak mau kehilangan lagi wanita yang dia cintai.
__ADS_1
" Alea sayang. Please! Tolong tunggu aku. Aku ingin bicara denganmu!" ucap Meyer berusaha untuk menarik tangan Alea yang saat ini sedang menangis pilu memikirkan kehidupan dan juga masa depan anaknya.
" Meyer! Sebaiknya kau selesaikanlah urusanmu dengan keluargamu. Masalah Alea. Untuk sementara ini. Biarkanlah aku yang akan mengurus dan bertanggung jawab dengan Alea dan anaknya. Ya, setidaknya sampai Alea melahirkan, dia akan menjadi tanggung jawabku sebagai suaminya!" ucap Bagas berdiri di hadapan Meyer dengan gagah dan tanpa rasa takut.
Bagaimanapun secara hukum dan agama. Bagas adalah suami dari Alea. Dirinya lah yang memiliki hak lebih besar terhadap diri Alea. Walaupun di atas kertas yang telah ditandatangani oleh Bagas dan Alea. Tentang pernikahan mereka hanya sebatas kontrak sampai Alea melahirkan, tetapi tetap saja, Mereka berdua adalah suami istri yang sah dan tidak ada yang bisa menyangkal semua kebenaran itu.
Oleh karena itu Bagas berani dan merasa benar dengan apa yang saat ini sedang dia lakukan terhadap Meyer.
" Selesaikanlah urusanmu dengan keluarga kamu. Jangan sampai nanti malah akan membuat Alea dan calon anaknya menjadi bermasalah. Kami pergi dulu!" ucap Bagas yang kemudian menggenggam telapak tangan Alea dan membawa pergi Alea dari rumah sakit dengan hati hancur lebur.
Meyer tidak bisa berkata-kata mendengarkan semua perkataan Bagas yang mengandung kebenaran dan tidak bisa dia sanggah.
" Tolong jaga Alea dan anak kami. Aku pasti akan segera menjemputnya dan menjadikan dia sebagai wanita satu-satunya dalam hidupku!" ucap Mayer dengan berteriak sehingga semua orang yang ada di rumah sakit mendengarkan apa yang dia katakan.
Bagas hanya tersenyum kepada Mayer kemudian dia pun membawa Alea pergi.
Di dalam mobilnya. Terlihat Alea yang terus menangis tersedu-sedu di dalam pelukan suaminya.
Tadinya Alea dan Bagas datang ke rumah sakit untuk bertemu dengan Meyer. Mereka ingin menegaskan apa yang diinginkan oleh Meyer yaitu tentang pembatalan pernikahan Alea dan Bagas. Tapi siapa yang mengira, kalau ternyata Meyer sudah keluar dari rumah sakit dan Alea mendengar percakapan suster yang membicarakan tentang kakeknya Meyer yang saat ini sedang kritis.
Alea dan Bagas pun kemudian bertanya kepada suster di mana tempat kakeknya Meyer dirawat. Tanpa sengaja Alea mendengarkan semua perdebatan panjang antara keluarga besar Meyer yang sedang berdiskusi tentang dirinya dan anak yang ada di dalam kandungannya.
" Aku tahu Bagas. Kalau keluarga besar Meyer pasti tidak akan pernah mau menerima aku dan juga anakku!" ucap Alea benar-benar merasa sedih dengan nasib dirinya dan calon anaknya yang belum lahir ke dunia.
" Sabarlah Alea. Selama kau dan Meyer tetap berpegang teguh dengan prinsip dan kebenaran cinta kalian, aku yakin pasti suatu saat cinta kalian akan menemukan jalan untuk dapat bersama!" ucap Bagas berusaha untuk menghibur Alea yang benar-benar sedang terpuruk hatinya.
Alea menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Alea berusaha sekuat tenaga untuk tidak bersedih dengan apa yang terjadi kepadanya saat ini.
" Terima kasih Bagas karena kamu sudah berbaik hati untuk menemaniku dan juga melindungiku!" ucap Alea berusaha untuk tersenyum kepada Bagas.
Bagas tahu kalau saat ini Aliyah benar-benar sedang lemah dan membutuhkan kekuatan darinya sebagai seorang suami yang memang seharusnya mendukung istrinya.
" Aku adalah suamimu jadi tugasku untuk selalu menguatkanmu dalam kondisi terlemahmu! Percayalah Alea! Aku akan selalu ada untukmu dalam setiap situasi dan kondisimu!" ucap Bagas pelan.
__ADS_1
Bagas terus menghibur Alea. Memberikan motivasi dan senyum terbaiknya yang dia berikan kepada Alea yang entah sejak kapan telah menyentuh sisi terdalam di dalam hati Bagas yang selama ini selalu menutup diri dari pergaulan dengan seorang wanita.