Cinta Alea

Cinta Alea
45. Haruskah?


__ADS_3

Bagas masih menatap berkas yang diajukan oleh Alea yaitu tentang poin-poin yang akan dilakukan dalam kontrak pernikahan mereka berdua. Bagas tampak frustasi dan Rudi bisa melihat itu dengan seksama.


" Kenapa sih dari tadi aku perhatikan kamu kok seperti tidak bersemangat?" tanya Rudi yang langsung mengkeplak punggung Bagas sehingga pemuda itu pun tersadar dari lamunannya yang begitu panjang.


Bagas kemudian melemparkan berkas milik Alea kepada Rudi. "Baca gih!" ucap Bagas.


Rudi kemudian mengambil berkas tadi dan secara perlahan membacanya. Matanya auto melotot melihat angka yang begitu fantastis di dalam surat tersebut.


" Wow, keren banget!! nih Cewek kayaknya kaya raya Masa cuma buat nikah kontrak aja 100 juta sebulan gajinya? Keren abis!" ucap Rudi seperti yang begitu takjub dengan angka yang tertera di dalam berkas itu.


" Dia cuma butuh suami sampai dia melahirkan. Dia cuma butuh Ayah untuk anaknya dan aku belum siap untuk menjadi seorang ayah!" ucap Bagas dengan tertunduk lesu. Bagaimana mungkin dia akan mempermainkan sebuah ikatan suci pernikahan hanya demi uang? Itu benar-benar gila bagi Bagas.


" Emang ke mana Ayah dari bayi itu?" tanya Rudi yang akhirnya meletakkan berkas itu di pangkuannya dan mulai fokus kepada sahabatnya yang masih galau.


Bagas kemudian mencari berita yang sama di ponselnya, yang waktu itu ditunjukkan oleh Alea kepadanya.


" Gila ya! Bapaknya ganteng banget. Wih, orang kaya melintir, ya ampun! Tapi sayang kenapa dia jahat sekali ya? Meninggalkan wanita secantik dia dalam keadaan hamil. Dia benar-benar tidak bertanggung jawab!" ucap Rudi dengan sangat kram kepada Meyer yang saat ini beritanya sedang dia baca.


" Kalau kau tahu, wanita bernama Alea ini sangat cantik sekali. Wajahnya baby face. Aku juga bingung kenapa laki-laki itu sampai tega meninggalkan dia dan menikahi perempuan seperti itu. Wanita yang sangat kelihatan kalau dia itu wanita yang materialistis!" ucap Bagas mengomentari Angel.


" Dia ini kan Angel, anak orang kaya Bos! Dia cantik juga sih, tapi emang lebih cantik kan Alea. Oh ya, gimana jadinya kamu nerima atau tidak pernikahan kontrak itu?" tanya Rudi lagi.


Bagas wajahnya kembali sendu mendapatkan pertanyaan itu.


" Aku masih bingung. Apa yang akan terjadi nanti, setelah kami bercerai?" tanya Bagas sambil menatap kepada Rudi yang tersenyum kepadanya bahkan cenderung mengejeknya.


" Ya hidup masing-masing lah. Orang sudah bercerai dan kamu juga kan sudah dibayar. Urusan Kalian berdua sudah selesai!" ucap Rudi Sambil tertawa terbahak melihat sahabatnya yang begitu Dilema merenungkan tentang pernikahan kontrak itu.


Bagas kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang mengistirahatkan tubuh dan pikiran yang terasa begitu penat.


" Aku memang butuh uang. Tetapi rasanya tidak perlu sehina itu kan? Dengan menjalani pernikahan kontak dan menipu pernikahan suci di hadapan Tuhan. Aku takut dosa Rud!" ucap Bagas sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya.


Rudi sangat tahu kalau Bagas adalah seorang pria yang baik dan juga taat beragama.

__ADS_1


" Kalau kamu nggak mau, biar aku deh yang ngajuin diri untuk menjadi calon suaminya. Lumayan Bos, 100 juta perbulan gajinya, wih, itu besar sekali. Setelah kontrak selesai saya bisa membeli mobil ataupun membeli rumah. Bukankah di sini juga masih ada tiga permintaan yang lain yang bisa saya ajukan setelah kontrak selesai? saya bisa minta untuk dicarikan pekerjaan yang bagus bisa minta hal-hal yang saya butuhkan kemudian hari dan saya yakin dia bisa mewujudkan impian itu!" ucap Rudi yang terlihat mulai berkhayal dengan apa-apa yang akan dia lakukan dengan uang sebanyak itu.


Bagas menatap wajah sahabatnya seperti orang bodoh membuat Dia sedikit banyak mulai terpengaruh dan mulai memikirkannya dengan serius.


" Mungkin kau benar. Semua yang kau katakan benar! Baiklah aku akan berusaha untuk menjalani pernikahan kontrak itu. Toh cuma beberapa bulan saja. Karena aku lihat perutnya sudah mulai membesar. Aku yakin dah sampai 4 sampai 5 bulan pasti sudah melahirkan!" ucap Bagas yang kemudian mengambil ponselnya untuk mengabarkan kepada Alea bahwa dia menerima tawarannya soal pernikahan kontrak tersebut.


Rudi hanya diam saja melihat Bagas yang saat ini mulai serius berbicara dengan Alea yang kemudian setelah selesai berbicara dengan ayah Rudi pun langsung ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke Catatan Sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka berdua.


" Eh kau ke mana?" tanya Rudi bingung.


" Mandilah! Aku menikah hari ini juga dengan dia. Masa iya calon suami dekil dan bau sih? Secara kan calon istriku cantik sekali seperti artis wajahnya. hanya saja nasibnya tidak beruntung karena bertemu dengan laki-laki b******* seperti Meyer Clarkson!" ucap Bagas seperti merasa geram ketika menyebut nama Meyer yang di kasih tahu oleh Alea adalah Ayah biologis dari anak yang ada di dalam kandungannya.


Rudi kemudian mengikuti Bagas, " Aku ikut ya sebagai saksi pernikahan kalian berdua!" ucap Rudi dibalik pintu.


" Oke nggak masalah sekarang lo siap-siap aja sebentar lagi Alea akan menjemput kita!" ucap Bagas di balik pintu kamar mandi.


Tidak lama kemudian dua pemuda tampan itu pun sudah bersiap untuk pergi ke Catatan Sipil dan menunggu Alea menjemput mereka.


" Deg-degan lah! Walaupun ini pernikahan kontak, tapi kan tetap pernikahan yang resmi menurut agama dan negara. Secara itu artinya gue resmi sebagai seorang suami weh!" ucap Bagas sambil tersenyum kepada Rudi yang mengangguk kepadanya.


Perasaan Bagas saat ini sedang bercampur aduk. Antara takut, excited, senang karena akhirnya ada seorang wanita yang mau menikah dengannya. Padahal dia hanyalah laki-laki sederhana yang tidak memiliki apa-apa dan lebih parahnya lagi, wanita itu sangat cantik dan juga kaya raya. Bagas seakan mendapatkan jackpot dalam hidupnya dan dia bangga dengan hal itu.


Satu hal yang disesali oleh Bagas yaitu kehamilan Alea. Hal itu benar-benar sangat disayangkan oleh Bagas dari pernikahan mereka. Seandainya saja Alea tidak hamil. Bagas pasti akan bersedia untuk menikahi Alea untuk selamanya dan serius mencintai Alea yang baik dan cantik.


' Justru kalau Alea tidak hamil, dia tidak mungkin akan mencari laki-laki seperti kamu! Justru karena dia sedang hamil makanya dia membutuhkan Jasamu untuk menjadi suami kontraknya!' ucap Bagas di dalam hati.


Tidak lama kemudian terlihat mobil sport mewah pun masuk ke area kontrakan mereka dan keluarlah alea dengan dandanan yang begitu feminin dan sangat cantik. Memukau mata Rudi dan Bagas dalam satu detik.


" Maaf ya, aku terlambat jemput kalian. Tadi jalanan sangat macet. Ayo cepat masuk! Saya sudah membuat janji dengan petugasnya hari ini juga." ucap Alea senyum kepada mereka berdua yang masih terpesona kepadanya.


" Hei, Hai cepat masuk! Kalian mau berdiri di situ terus?" ucap Alea yang akhirnya terpaksa turun juga karena melihat mereka berdua yang tetap bengong di tempat seperti orang kena Sawan.


Setelah bahunya ditepuk oleh Alea, Rudi dan Bagas pun kemudian terkesiap dan sadar dari lamunan mereka.

__ADS_1


Bagas gugup seketika dan dia menatap Alea seperti tidak percaya bahwa gadis secantik Dia sebentar lagi akan menjadi istrinya.


' Wah gawat ini! Kalau punya istri secantik ini. Apa mungkin aku akan kuat untuk tidak menyentuhnya untuk tidak jatuh cinta kepadanya? Tuhan! Bagas kau sedang mencari penyakit untuk dirimu sendiri!' rutuk Bagas tampak begitu frustasi.


Mereka berdua pun kemudian masuk ke dalam mobil milik Alea.


" Oh ya perkenalkan namaku Alea. Kamu temannya Bagas ya?" tanya Alea sambil tersenyum kepada Rudi yang sejak tadi masih saja menatapnya seperti orang bego.


" Betul saya adalah temannya Bagas. Nama saya Rudi. Saya yang memasang foto Bagas di aplikasi biro jodoh itu, tidak disangka akan nyangkut seorang gadis cantik anda!" ucap Rudi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Alea tersenyum mendengarkan perkataan Rudi. Terlihat sekali Mereka berdua adalah orang-orang baik yang hanya tidak beruntung dalam nasib saja.


" Kalian berdua bekerja di cafe Blossom?" tanya Alea sambil melihat ke arah mereka.


Mang Cecep sejak tadi sudah melajukan kendaraan ke Catatan Sipil di mana pernikahan Alea dan Bagas akan dilangsungkan di sana secara sederhana.


Hati Mang Cecep sebenarnya sedih karena harus menghadapi pernikahan Alea yang seperti itu. Padahal dalam impiannya Alea akan memiliki pernikahan bahagia bersama laki-laki yang mencintainya dan mereka akan hidup berbahagia di dalamnya.


Terkadang Mang Cecep sangat marah kepada Meyer yang sudah berani bermain api dengan majikannya. Akan tetapi akhirnya malah meninggalkannya dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Hamil di luar nikah adalah sebuah aib yang harus ditanggung selamanya oleh Alea.


" Oh ya aku sudah membeli Cafe Blossom nanti setelah pernikahan kita selesai, Cafe itu akan menjadi milikmu!" ucap Alea sambil tersenyum kepada Bagas yang langsung melotot sempurna karena terkejut luar biasa.


" Apa kau serius?" tanya Bagas seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alea.


Alea kemudian memberikan surat-surat perjanjian jual beli cafe tersebut kepada Bagas yang langsung takjub dengan kemampuan Alea yang luar biasa.


' Ya ampun seberapa kaya wanita ini dia bisa membeli kafe hanya dalam hitungan jam sejak terakhir kali kami bertemu!' bathin Bagas begitu takjub dengan kemampuan seorang Alea yang sangat luar biasa.


" Cafe itu adalah bonus dariku karena kau sudah bersedia untuk menjadi suami kontrakku sampai aku melahirkan nanti!" ucap Alea sambil tersenyum kepada Bagas yang langsung tersenyum kecut karena diingatkan kembali tentang pernikahan kontrak itu.


" Kenapa?" tanya Alea ketika melihat wajah Bagas tiba-tiba tidak bahagia ketika dia mengingatkan tentang pernikahan kontrak antara mereka berdua.


" Apakah bisa kalau pernikahan kita tidak usah pernikaha kontrak? Kita menikah biasa saja. Aku benar-benar merasa terbebani dengan kata-kata pernikahan kontrak itu!" ucap Bagas sendu yang membuat Alea terkejut mendengar pengakuan Bagas yang begitu jujur dan blak blakan.

__ADS_1


__ADS_2