
" Aku tidak tahu sayang. Mungkin dia salah satu penggemarmu. Kau tahu sendiri kan wajahmu itu mengundang banyak wanita untuk ngefans kepadamu!" ucap Angel sambil melirik ke arah Alea dengan senyum penuh kemenangan.
" Kamu ada-ada saja. Buat aku kamu udah cukup!" ucap Meyer sambil mencium pipi Angel yang merasa bahagia sekali karena Meyer melakukan itu di hadapan Alea.
Angel tidak mengerti kenapa Meyer yang biasanya bersikap dingin padanya tiba-tiba hari ini begitu romantis dan juga begitu lengket dengannya.
" Ayo kita temui rekan-rekan bisnis Ayahku. Mereka pasti senang bertemu dengan kamu!" ucap Angel dengan senyum bahagia.
Yah malam itu Angel merasa sangat bahagia sekali karena Meyer memperlakukan dia layaknya seorang istri. Biasanya Meyer hanya cuek padanya dan acuh.
Sementara itu Alea yang saat ini sedang memperhatikan interaksi antara Angel dan Meyer terlihat begitu terluka hatinya.
" Aku akan ke toilet dulu!" ucap Alea meminta izin kepada Bagas untuk bisa pergi ke toilet.
Sementara itu Meyer yang dari kejauhan terus memperhatikan interaksi antara Alea dan Bagas. Dia pun meminta izin kepada Angel untuk ke toilet.
" Sayang aku pergi sebentar," bisik Meyer ditelinga Angel.
Angel tanpa merasa curiga apapun mengijinkan Meyer. Dia pun menganggukkan kepalanya. Angel tampak begitu senang berbicara dengan rekan-rekan bisnis ayahnya yang membuat dia semakin bersinar di mata mereka karena bersanding dengan seorang Meyer Clarkson yang cemerlang laksana Bintang yang terbit dari ufuk Barat.
Sementara itu Alea yang saat ini sedang berada di toilet hotel. Dia tampak menangis sangat sedih. Karena melihat kemesraan antara Meyer dan Angel. Sungguh dia tidak pernah menyangka kalau derita itu terlalu besar saat melihat kekasih yang dia cintai begitu mesra bersama dengan istrinya.
" Ya Allah ampunkanlah diriku yang telah merasa begitu terluka. Hanya karena melihat mereka!" Alea pun kemudian menghapus air mata yang sedikit banyak telah mempengaruhi make up di wajahnya.
Setelah perasaannya mulai lega. Alea kemudian keluar dari toilet. Alea berniat untuk kembali ke ballroom hotel untuk kembali naik ke atas pelaminan bersama dengan Bagas.
Akan tetapi ketika Alea hendak keluar dari toilet tiba-tiba saja pintu terbuka dan tampak Meyer menatap ke arahnya dengan begitu tajam.
Meyer membawa masuk Alea dan kemudian Mengunci pintu toilet. Alea yang terkejut dengan kehadiran Meyer berusaha untuk melepaskan diri dari pria itu.
" Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" ucap Alea berusaha untuk melepaskan tangannya dari Meyer.
Wajah Alea sudah mulai pucat dan ketakutan melihat Meyer yang seperti orang kesetanan.
" Katakan padaku! Siapa kau? Kenapa kau menatapku seperti Aku adalah seorang penjahat? Kenapa kau menatapku dengan tatapan yang sangat mengganggu itu? Katakan padaku siapa kau?" tanya Meyer sambil mengguncangkan tubuh Alea.
Alea terkejut mendengarkan pertanyaan Meyer yang benar-benar di luar prediksinya.
__ADS_1
" Apa maksudmu dengan bertanya siapa aku? Apa kau tidak ingat denganku Meyer? Aku adalah Alea!" ucap Alea dengan mata berkaca-kaca.
Meyer tampak memukul kepalanya yang terasa pusing. Alea bingung dengan apa yang terjadi kepada Meyer.
" Meyer Apa yang terjadi padamu? Apa kau baik-baik saja?" tanya Alea yang sudah mulai khawatir melihat Meyer yang wajahnya bahkan pucat hampir saja pingsan.
Alea pun kemudian memanggil Mang Cecep untuk membantunya mengangkat Meyer agar bisa dibawa ke rumah sakit.
" Mang bisa Kau datang dulu ke toilet yang ada di dekat ballroom tempat resepsi pernikahanku dengan Bagas? Meyer hampir pingsan di sini, tolong aku Mang!" ucap Alea memanggil Mang Cecep untuk bisa membantunya membawa Meyer ke rumah sakit yang terdekat.
" Meyer. Tenanglah sayang. Sebentar lagi aku akan membawamu ke rumah sakit!" ucap Alea dengan suara yang bergetar bahkan air matanya terus mengalir dari pipinya dan jatuh ke pipi Meyer.
Meyer tidak mengerti kenapa perasaannya begitu sakit melihat Alea yang menangis seperti itu sambil memeluk dirinya.
" Sebentar Meyer Mang Cecep sebentar lagi akan datang kemari. Sabar ya!" Alea terus membuat Meyer agar tetap tersadar.
Tampak Meyer terus memperhatikan raut wajah Alea yang entah kenapa membuat dia merasa sangat sedih sekali.
" Alea? Kaukah itu?" tanya Meyer yang merasa sangat sedih dengan kehadiran Alea saat ini. Meyer kemudian pingsan. Di pangkuan Alea.
Alea mulai panik dengan keadaan Meyer. Sementara Mang Cecep dari tadi tidak juga datang. " Meyer, bangunlah! Aku mohon Meyer!" ucap Alea dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
" Maaf Non tadi Mama mencari di setiap toilet yang ada di hotel ini dan di dekat ballroom pernikahan. Aduh, Den Meyer kenapa itu Non?" tanya Mang Cecep bingung.
" Kita bawa ke rumah sakit Mang!" ucap Alea.
Akhirnya dengan susah payah dan Alea dan Mang Cecep kemudian membawa Meyer ke rumah sakit tanpa menceritakan kepada siapa pun juga.
Sementara itu di ballroom pernikahan. Terlihat Bagas dan Angel yang kebingungan mencari Alea dan Meyer.
" Apa kau melihat suamiku?" tanya Angel pada Bagas yang melihat sinis ke arah Angel.
" Kenapa kau harus merebut kekasih Alea? Apa kau tahu kalau saat ini Alea sedang hamil anak Meyer?" tanya Bagas kesal setengah mati kepada Angel.
Angel benar-benar terkejut mendengarkan perkataan dari Bagas.
" Apa kau bilang? Alea hamil? Kau jangan bicara omong kosong! Pasti anak itu adalah anakmu kan?" tanya Angel dengan menatap tajam ke arah Bagas.
__ADS_1
" Jangan bicara sembarangan kau! Aku baru ketemu Alea belum lama ini. Bagaimana aku bisa menghamili Alea? Ngawur kamu!" ucap Bagas merasa kesal luar biasa kepada Angel.
Angel terkejut mendengarkan fakta itu. Bagaimana mungkin mereka baru bertemu tetapi sudah menikah? Angel merasa curiga kalau ada rahasia di balik pernikahan Alea dan Bagas yang tidak di ketahui publik.
" Lalu kenapa kalian menikah kalau kau bukan ayah dari anak yang ada di dalam kandungan Alea? Jangan katakan kalau kau adalah malaikat penolong yang baik hati menolong putri yang teraniaya. Hahahaha! Ini bukan negeri dongeng Bung!" ucap Angel yang mencemooh Bagas dengan kata-kata kasar.
Bagas yang marah luar biasa kepada Angel dia sampai meninggalkan Angel begitu saja di sana kemudian dia mencari Alea ke semua tempat di ballroom hotel.
Bagas kemudian menghubungi Alea. Akan tetapi Bagas mendapatkan kenyataan bahwa ternyata ponsel Alea tidak juga mau menjawab panggilannya.
" Kamu kemana Alea? Kenapa kau harus meninggalkan aku disini? Sekarang apa yang harus kulakukan dengan tamu-tamu kamu ini?" tanya Bagas begitu frustasi.
Satu demi satu tamu mulai meninggalkan acara karena melihat mempelai wanita yang tidak ada di pelaminan. Setiap ada yang bertanya kepada Bagas. Bagas pasti akan menjawab bahwa Alea sedang sakit dan sedang beristirahat di kamar hotel.
Bagas sampai lemas seluruh tubuhnya. Melihat Alea yang sampai malam belum juga nampak batang hidungnya.
Sementara itu Angel sudah mengerahkan semua anak buah ayahnya untuk menemukan keberadaan Meyer.
" Aku yakin pasti Alea yang sudah membawa pergi Meyer. Buktinya tadi suaminya pun mencari Alea. Awas kamu Alea aku akan membuat perhitungan denganmu kalau sampai benar kau yang membawa pergi Meyer dariku!" ucap Angel dengan kesal luar biasa.
Angel yang terus melihat ke arah pelaminan. Di mana Bagas saat ini sedang terduduk lemas di sana. Karena pengantinnya yang tidak ada. Menghilang entah ke mana.
" Dasar laki-laki bodoh menjaga seorang perempuan saja tidak becus!" umpat Angel merasa kesal sekali kepada Bagas yang sejak tadi terus menetap ke arahnya.
Karena semua tamu sudah pergi. Dengan langkah gontai Bagas dengan ditemani oleh Rudi kemudian pergi menuju ke kamar hotel yang sudah dipesan oleh aleah untuk malam pernikahan mereka.
Keluarga Bagas pun sudah diantarkan oleh pihak hotel ke kamar mereka. Untuk beristirahat dengan baik. Alea benar-benar memperlakukan keluarga Bagas dengan baik. Bahkan sangat baik. Mungkin seumur hidup mereka tidak pernah tinggal di hotel semewah itu yang tarif per malamnya bisa sampai jutaan rupiah.
Besok pagi keluarga Bagas akan diantarkan kembali ke kampung mereka oleh pihak hotel sesuai dengan yang dipesankan oleh Alea.
Sementara itu Alea yang saat ini berada di rumah sakit masih menunggu keterangan dari Dokter.
" Dokter bagaimana dengan keadaan Meyer?" tanya Alea yang merasa khawatir sekali.
" Beliau menderita Amnesia. Tiba-tiba saja mendapatkan sebuah kejutan besar yang mengguncang jiwanya. Oleh karena itu otaknya tidak kuat, sehingga mengakibatkan dia akhirnya jatuh pingsan!" ucap Dokter diagnosanya kepada Alea.
Alea benar-benar terkejut mendapatkan kenyataan dari dokter. " Amnesia? Maksud anda Mayer mengalami Amnesia?" tanya Alea tampak bingung.
__ADS_1
" Beberapa bulan yang lalu. Saat kelulusan sekolahnya. Karena mengejar kekasihnya yang pergi, Tuan Meyer telah mengalami kecelakaan yang sangat fatal. Mengakibatkan dia menjadi hilang ingatan. Bahkan sampai saat ini dia masih menjalani perawatan di Amerika." ucap dokter menjelaskan kondisi Meyer yang sebenarnya kepada Alea. Alea terkejut setengah mati mendengar semuanya.