Cinta Alea

Cinta Alea
60. Permintaan Bagas


__ADS_3

Meyer menghubungi Bi darsih untuk bertanya tentang keberadaan Alea saat ini.


" Bi, apa bisa minta tolong untuk Bibi menelpon Alea dan bertanya, dia sekarang ada di mana? Aku berkali-kali mencoba untuk menelpon tetapi tidak diangkat-angkat," ucap Meyer kepada Bi Darsih.


" Pasti karena Mang Cecep sedang bertugas. Makanya ga angkat telpon. Ya sudah baby akan mencoba untuk menghubungi Non Alea. Dan bertanya di mana mereka sekarang." ucap Bi Darsih menyanggupi untuk menolong Meyer yang dia tahu sangat mencintai majikannya. Apalagi Bi Darsih tahu kalau Meyer adalah ayah dari anak yang sedang di kandung oleh Alea.


" Terimakasih Bi!" ucap Meyer yang kemudian memilih untuk menepikan mobilnya sambil menunggu info dari Bi Darsih.


Sekitar 10 menit kemudian Bi Darsih tampak menghubungi Meyer lagi.


" Mereka ada di mana Bi?" tanya Meyer sangat penasaran sekali.


" Mereka sudah dalam perjalanan ke Jakarta Den. Sekarang masih sekitaran Indramayu," ucapnya kepada Meyer.


Meyer berterima kasih sekali kepada Bi Darsih dengan informasi tersebut.


" Terima kasih Bi atas bantuannya Saya tidak akan melupakan ini!" ucap Meyer sangat bahagia sekali.


" iya Den sama-sama. Semoga Aden dan Non Alea bisa menikah dan hidup bahagia," ucap Bi Darsih dengan suara gemetar karena merasakan haru yang luar biasa.


Bi Darsih sudah tahu mengenai status pernikahan Alea dan Bagas yang hanya sebatas pernikahan kontak, hanya sampai Alea melahirkan.


Setelah berpamitan Meyer kemudian menutup panggilan teleponnya.


Meyer pun kemudian langsung menggeber mobilnya untuk segera bisa mengejar Alea dan Bagas yang ternyata jaraknya tidak terlalu jauh dengan dirinya.

__ADS_1


" Tunggulah Alea. Aku pasti akan datang dan menjadikanmu sebagai Bidadariku! Aku tidak perduli dengan apapun yang di pikirkan oleh semua keluargaku bagiku yang terpenting adalah dirimu!" monolog Meyer dengan penuh kebahagiaan.


Meyer sudah memantapkan hatinya untuk bertarung melawan siapapun yang akan menentang pernikahannya bersama dengan Alea. Meyer tidak mau kalau sampai anak yang di dalam kandungan Alea terlahir tanpa seorang ayah.


" Aku tidak rela kalau sampai Si Bagas sialan itu yang akan mendampingi Alea saat dia melahirkan nanti! Aku ayahnya dan aku juga adalah laki-laki yang dicintai oleh Alea. Akulah yang lebih berhak untuk bersama dia!" ucap Meyer dengan amarah di hatinya.


Meyer benar-benar sangat marah. Walaupun hanya membayangkan Bagas yang akan berada di samping Alea, ketika dia melahirkan nanti. Meyer tidak akan mengijinkan siapa pun juga untuk mengambil haknya sebagai ayah dari anak yang sedang dikandung oleh Alea.


Dengan semangat membara, Meyer terus melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak perduli dengan apapun juga. Saat ini dia hanya ingin agar segera bertemu dengan Alea dan meminta kepada wanitanya untuk segera bercerai ataupun membatalkan pernikahannya bersama Bagas.


***


Sementara itu Alea dan Bagas yang sekarang sudah sampai di Jakarta. Mereka langsung mampir ke Catatan Sipil Untuk membatalkan pernikahan mereka berdua.


" Maafkan aku Bagas tetapi menurutku ini adalah yang terbaik untuk kita berdua! Aku tidak mau menjadi duri dari kebahagiaanmu maupun kedua orang tuamu. Kamu jangan khawatir Bagas. Besok aku akan langsung mentransfer 500 juta ke dalam rekening kamu dan kau juga bisa memiliki Cafe yang telah aku beli untukmu!" ucap Alea setelah semua proses pembatalan pernikahan itu selesai dan mereka sekarang kembali menjadi orang asing. Seperti sebelum mereka bertemu.


" Oh ya apa tiga permintaan yang ingin kau ajukan padaku?" tanya Alea tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Bagas. Karena menurutnya hal itu tidak penting dan hanya membuat hatinya merasa sakit dan merasa terhina ketika mengingat lagi semua yang dikatakan oleh ibunya Bagas tentang dirinya dan anak yang ada di dalam kandungannya.


" Tidak usah Alea. Apa yang kau berikan padaku sudah lebih dari cukup. Padahal aku hanya menikah denganmu tidak lebih dari satu bulan!" ucap Bagas benar-benar merasa malu dengan apa yang sudah diberikan Alea kepadanya yang baginya sangat berlebihan.


" Jangan begitu Bagas. Walaupun perjanjian pernikahan kontrak kita dibatalkan, tetapi aku tetap memiliki kewajiban untuk memberikan semua yang menjadi hakmu. Bukankah aku yang telah membatalkannya?" tanya Alea berusaha untuk tersenyum walaupun hatinya sedang sakit dan menangis sedih.


" Baiklah Alea. Kalau kau memaksa aku. Aku akan meminta tiga permintaan kepadamu dan kuharap kau mau mengabulkannya!" ucap Bagas pada akhirnya mengalah pada Alea.


Bagas sangat tahu bahwa Alea memang tipe seorang wanita yang keras kepala dan tidak suka dibantah.

__ADS_1


" 1, Aku ingin kau menjadi kakakku! foto Alea Sepanjang hidupku aku ingin sekali memiliki seorang kakak Sayangnya aku adalah anak pertama jadi impian itu tidak pernah bisa aku miliki seumur hidupku," ucap Bagas sambil tersenyum kepada Alea.


" Baiklah aku akan menjadi kakakmu. Tetapi aku tidak mau menjadi anak dari ibumu. Karena aku tahu ibumu merasa sangat jijik kepadaku dengan apa yang terjadi pada hidupku." ucap Alea sambil menundukkan kepalanya dan menutupi kesedihan hatinya.


" Tidak Alea! Ibuku tidak jijik denganmu. Dia hanya kaget dan tidak mengenalmu secara menyeluruh. Percayalah padaku Alea. Kalau dia tahu kebaikan hatimu. Ibuku pasti tidak akan pernah mengatakan kata-kata buruk seperti itu padamu!" ucap Bagas begitu lesu.


" Lalu apa permintaamu yang kedua?" tanya Alea berusaha tersenyum kepada Bagas.


" Apabila Mayer tidak menjadikanmu sebagai istrinya. Izinkanlah namaku yang ada di dalam akta kelahiran anakmu, sebagai ayah dari anak kamu!" ucap Bagas terlihat lesu.


" Kalau untuk masalah itu, sepertinya aku tidak bisa menjanjikannya. Kau bisa meminta atau mengganti permintaan yang lainnya!" ucap Alea tersenyum kecut.


Bagaimanapun Alea tidak mau merancukan status anaknya dengan hal itu. Alea tidak mau melakukan penipuan publik apalagi mengenai status ayah dari anaknya.


Alea akan tetap menyantumkan nama Meyer sebagai ayah dari anaknya di dalam akta kelahiran. Alea tidak perduli apakah mereka akan menikah atau tidak.


" Kalau begitu aku akan meminta untuk kau menghubungiku saat kau melahirkan apabila Mayer tidak ada di sampingnya!" ucap Bagas tersenyum Getir.


Sungguh perasaan Bagas saat ini benar-benar sangat kalut dan dia sangat menyesali semuanya. Kenapa pernikahan kontrak mereka harus berakhir? Padahal dia benar-benar ingin berperan sebagai ayah dari anak Alea. Untuk pertama kali dalam hidupnya. Bagas menyesali keputusannya untuk mengajak Alea berlibur ke kampung halamannya untuk bertemu dengan keluarganya.


Bagas tahu semua yang dilakukan oleh Alya pasti berhubungan dengan apa yang dikatakan ibunya pada saat tahu Alea sedang hamil di luar nikah. Bagas sangat menyesali Kenapa waktu itu mereka membahas hal sensitif seperti itu di dekat Alea. Walaupun Alea terlihat sedang tidur dengan pulas.


" Aku akan mempertimbangkannya. Kalau nanti aku tidak memanggilmu ketika aku melahirkan. Kau bisa mengganti dengan permintaan yang lain!" ucap Alea.


" Kenapa?" tanya Bagas terheran kepada Allah ya yang tidak bisa mengabulkan permintaan yang begitu sederhana darinya.

__ADS_1


" Setelah aku sampai di Jakarta. Aku akan langsung terbang menuju Australia dan akan menetap di sana. Aku akan melahirkan di sana." ucap Alea dengan tersenyum hambar.


__ADS_2