
Meyer tersenyum mendengarkan pertanyaan, " Memangnya kenapa sayang? Aku kan mencium kekasihku sendiri, calon ibu dari anakku!" ucap Meyer sambil kembali ******* bibir Alea yang selalu dia rindukan siang dan malam selama ini.
Demi mendengar ucapan dari Meyer pipi Alea sampai memerah karena menahan rasa malu di hatinya, dan itu benar-benar membuat Meyer sangat gemes di buatnya.
" Siapa yang bilang Aku Kekasihmu? Bukan kah kau sudah punya istri dan emang sejak kapan aku mengakuimu menjadi kekasihku? Ckckck!" ucap Alea berdecih kesal.
Padahal di dalam hatinya Alea benar-benar sedang berdebar-debar. Jantungnya saat ini seperti genderang perang yang sedang bertalu-talu dan Alea benar-benar tidak sanggup untuk menyembunyikan debaran jantungnya saat bertemu dan bertatap mata dengan Meyer yang selama ini selalu menjadi bunga tidurnya yang amat dia rindukan.
Meyer tersenyum melihat Alea yang memalingkan wajahnya dan tidak berani untuk menatapnya.
" Sejak hari ini kau akan menjadi kekasihku dan akan menjadi calon ibu dari anak-anak aku. Alea sayang. Mulai hari ini, Aku ingin menjadikanmu sebagai calon istriku yang tercinta. Menikahlah denganku Alea. Aku mohon!" ucap Meyer sambil bersimpuh di hadapan Alea dengan menyorongkan sebuah cincin di hadapan Alea.
Alea tergelak melihat kelakuan Meyer, yang sangat hobby memberikan dia cincin lamaran.
" Kau sudah memberiku dua cincin dan sekarang satu cincin lagi. Nanti lama-lama jari-jari kau akan penuh dengan cincin yang kau berikan!" ucap Alea terkekeh geli.
Mendengarkan perkataan Alea, Meyer tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Aku rela memberi toko perhiasan hanya untuk memberikanmu cincin yang kau sukai!" ucap Meyer mulai dengan gombalan recehnya yang membuat Alea malah tertawa.
Meyer sangat bahagia sekali karena kembali bisa melihat Alea yang tertawa begitu renyah di hadapannya.
" Ih berondong manisku kok sudah pinter bikin gombalan receh yang gak bermutu sih?" ledek Alea dengan tawanya yang menggema pada malan itu.
Mendengarkan Alea mengatakan brondong manis kepadanya, seketika membuat pipi Meyer menjadi memerah.
" Tante cantik, apa mau menghidupi brondong manismu ini seumur hidupnya?" tanya Meyer dengan senyum bahagia nya.
Mendengarkan perkataan Meyer. Alea sangat bahagia sekali dan seketika langsung menyambar bibir Meyer yang sangat dia rindukan selama ini.
__ADS_1
" Mau, aku mau menghidupi brondong manisku untuk selamanya. Asalkan dia selalu berada di sampingku dan menemaniku hingga akhir hayat!" ucap Alea yang tiba-tiba saja suasana hatinya menjadi galau.
Meyer tahu bahwa sekarang perasaan Alea sedang tidak enak. Oleh karena itu dia tidak terlalu menekan Alea untuk menerima lamarannya saat ini. Baginya yang penting adalah bisa memeluk dan mencium Alea dan itu bisa lebih dari cukup untuk dirinya merasakan kebahagiaan yang Hakiki.
" Sayang, tolonglah! Terimalah lamaranku. Ayo kita menikah. Anak kita sebentar lagi akan lahir. Kasihan dia kalau lahir tanpa seorang ayah!" ucap Meyer sambil mengelus perut Alea yang sudah buncit dan menambah keseksian Alea dia mata Meyer.
Alea merasa terharu mendengar perkataan Meyer yang ingin bertanggung jawab terhadap anak mereka berdua.
" Bagaimana dengan pernikahanmu Meyer? Lalu bagaimana dengan kedua orang tuamu dan juga keluarga besarmu mereka tidak akan senang dengan pernikahan kita!" ucap Alea terlihat begitu sendu dan sangat sedih.
Meyer langsung meraup wajah Alea dan menyatukan kening mereka bersama. Secara perlahan Meyer mencium bibir Alea kembali, dengan penuh cinta dan kerinduan.
Nafas Meyer sudah memburu dan Alea tahu bahwa itu adalah sinyal yang buruk untuk mereka berdua.
" Aku sudah bercerai dengan Angel dan aku juga sudah keluar dari keluarga Clarkson. Aku meninggalkan mereka demi untuk mencarimu dan bersama kamu dan anak kita. Jadi kau harus menghidupiku untuk selamanya sebagai brondong manismu!" ucap Meyer sambil kembali ******* bibir Alea dengan penuh hasrat yang membara.
Meyer mengerutkan keningnya dan merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Alea. "Kenapa sayang?" tanya Meyer kaget.
Alea kemudian bangkit dari kursi. Alea berniat untuk mengambil air minum untuk dirinya sendiri. Karena jujur saja. Pertemuannya kembali dengan Meyer benar-benar membuat Alea sangat gugup dan ketakutan kalau sampai kejadian beberapa bulan yang lalu akan kembali terulang di antara mereka berdua. Alea tidak mau mengulangi sebuah kesalahan yang sama di antara dirinya dan Meyer yang tidak punya ikatan resmi.
" Maafkan aku Meyer. Aku harap hubungan kita tidak melebihi batas lagi. Kau Lihatlah! Karena perbuatan kita beberapa bulan yang lalu yang terlalu terbawa suasana. Sekarang aku sedang hamil dan aku tidak tahu bagaimana status anak ini setelah dia lahir nanti," ucap Alea dengan suara gemetar merasa sangat pedih hatinya karena memikirkan nasib anak yang ada di dalam kandungannya saat ini.
Tanpa terasa mata Alea mulai meneteskan air matanya. Karena perasaan yang sedang pilu dan hati yang sangat sedih.
Meyer merasa tertampar dan dia tahu bahwa dirinya telah salah karena selalu terpancing oleh buaian nafsu birahinya sendiri.
" Maafkan Aku Alea. Aku tidak bermaksud melakukan itu kepadamu. Aku hanya tidak bisa menahan diri karena kerinduanku terhadap dirimu yang terlalu besar. Sehingga selalu ingin untuk menyentuhmu. Oleh karena itu Alea. Ayo kita menikah! Agar kita tidak terus terperosok dalam dosa yang sama setiap kita bersama seperti ini. Karena aku tidak pernah bisa untuk mengendalikan diriku ketika berada di dekatmu! Kau adalah canduku Alea. Aku benar-benar tidak sanggup untuk melepaskan diri darimu!" ucap Meyer yang kembali merengkuh Alea dan memeluknya dengan begitu erat.
__ADS_1
Saat Alea berusaha untuk menarik diri, Meyer pun kemudian mencium kening Alea.
" Aku janji sayang, untuk malam ini aku hanya ingin memelukmu saja. Besok begitu Kantor Catatan Sipil buka, kita akan mendaftarkan pernikahan kita dan setelah anak kita lahir, kita akan melakukan resepsi yang besar dan meriah untuk merayakan pernikahan kita!" ucap Meyer sambil mencium kembali bibir Alea yang sungguh tidak bisa di hindari oleh Meyer. Meyer susah untuk menolak pesona seorang Alea.
Ya!!! Meyer benar-benar sudah tidak bisa tertolong lagi. Cintanya untuk Alea terlalu besar dan dia tidak sanggup untuk melepaskan cintanya itu.
Meyer bahkan sampai rela meninggalkan keluarga besarnya hanya untuk bisa bersama dengan calon anak dan juga Alea.
" Meyer, aku mohon! Tolong hentikanlah semua ini. Aku tahu kau selalu tidak bisa untuk mengontrol dirimu kalau sudah seperti ini. Setidaknya sampai kita benar-benar resmi menikah tolong kendalikanlah dirimu!" ucap Alea dengan nafas memburu.
Bukan hanya takut terhadap Meyer. Tetapi Alea lebih takut kepada dirinya sendiri dan dia tidak percaya diri untuk tidak tergoda terhadap sosok Meyer yang memiliki sejuta pesona. Meyer yang selama ini selalu dirindukan oleh Alea.
Meyer tersenyum melihat wajah aleah yang merona dan terlihat begitu cantik.
" Baiklah sayang. Ayo kita tidur. Supaya besok kita bisa bangun pagi-pagi. Aku janji aku hanya akan memelukmu saja dan tidak akan melakukan apapun padamu!" ucap Meyer dengan sungguh-sungguh.
" Ayolah sayang! Aku tidak tega kalau harus melihatmu tidur di sofa. Kau harus ingat dengan calon anak kita yang ada di dalam kandunganmu. Sayang! Anak kita pasti merasa sangat tersiksa!" ucap Meyer sambil mengelus dan mencium perut buncit Alea.
Alea bisa merasakan ada selayar aneh yang masuk ke dalam dirinya dan dia merasa perasaannya begitu menghangat mendengar Meyer menyebut kata 'Anak kita' dengan bibirnya yang begitu menawan.
" Kau tidur saja di sofa dan aku tidur di atas ranjang!" ucap Alea dengan ringan dan sontak membuat Meyer langsung menggelengkan kepalanya.
" Big no!" ucap Meyer menolak keinginan Alea.
Sejak kecil Meyer dibesarkan di Jerman oleh kedua orang tuanya yang liberal apalagi Meyer sering melihat ayahnya yang melakukan hubungan di luar nikah. Jadi Meyer merasa hal-hal seperti itu tidak terlalu memberatkan dirinya. Meyer sudah terbiasa dengan didikan Barat tentang kebebasan hubungan pria dan wanita.
" Ayolah Alea. Aku sedang sakit, kalau kau ingat itu! Tadi aku pingsan di depan rumah kami. Apa Kau tega denganku, hmmm? Besok kita akan menikah. Aku janji kalau aku hanya akan memelukmu saja!" ucap Meyer masih tidak menyerah untuk membujuk Alea agar mau tidur seranjang dengan dirinya.
__ADS_1