
Alea akhirnya mengalah dengan Meyer. Karena bagaimanapun dia tidak mau melihat ayah dari anaknya menderita.
" Baiklah kita boleh tidur satu ranjang. Tapi ingat! Kau harus penuhi janjimu, kalau kau hanya ingin memelukku saja!" ucap Alea memberikan peringatan keras kepada Meyer.
Mendengarkan perkataan Alea, Meyerpun langsung menarik tubuh Alea ke dalam pelukannya. Meyer benar-benar tidak percaya kalau dia saat ini kembali bisa memeluk Alea.
Tampak air mata mulai mengalir di kelopak mata Meyer. Hatinya merasakan benar-benar keharuan tingkat dewa. Karena dirinya masih diberikan kesempatan untuk bisa berkumpul dengan Alea dan calon anaknya.
" Kenapa kau malah menangis? Apakah kau tidak suka untuk berdekatan denganku?" tanya Alea yang merasakan bahwa ada sesuatu yang hangat yang mengalir di kelopak mata Meyer.
Meyer menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia mengecup kening Alea.
" Tidak sayang. Aku hanya merasa terharu karena masih diberikan kesempatan untuk bersamamu dan aku benar-benar sangat bersyukur dengan itu!" ucap Meyer jujur.
Ale Apun sebenarnya kalau tidak ditahan sejak tadi dia pasti sudah menangis juga karena perasaannya benar-benar sangat kalut dan juga terharu.
Alea dan Meyer pun akhirnya tidur pulas dalam kedamaian. Karena setelah sekian lama mereka berpisah akhirnya dipertemukan kembali oleh sang pengatur kehidupan.
Setelah sekian lama mereka berdua mengalami kesulitan tidur. Karena berpisah satu sama lain. Akhirnya untuk pertama kali sejak perpisahan mereka, keduanya tampak terjebak dengan begitu damai.
Ketika suara adzan terdengar di masjid, terlihat Alea yang membuka matanya dengan perlahan, " Ya Allah ternyata Ini bukan mimpi dia benar-benar Meyerku!" ucap Alea sambil mengagumi siluet wajah Meyer yang masih terlelap dalam tidurnya.
Alea benar-benar sangat takjub melihat ketampanan Meyer yang sejak dulu tidak pernah berkurang sedikitpun. Ketampanan hakiki yang di miliki oleh Meyer dengan mata birunya yang sedalam lautan.
Mata biru Meyer yang selalu berhasil menghipnotis Alea dalam kedalaman cinta nya yang tidak bisa di hapus oleh apapun.
" Terima kasih Meyer, karena kau sudah mau berjuang sampai sejauh ini untuk kembali bersamaku!" ucap Alea dengan suara tergetar di tenggorokannya.
Dengan perlahan Alea pun kemudian mengecup bibir Meyer yang selama ini selalu dia impikan siang dan malam.
Akan tetapi ketika Alea yang hendak menarik kembali tubuhnya yang dekat ke arah Meyer yang sedang tidur di sampingnya, tiba-tiba saja Alea merasakan tangan kekar Meyer telah meraih tengkuknya dan memperdalam ciuman mereka menjadi semakin menjadi.
__ADS_1
Alea bahkan sampai kesulitan bernafas gara-gara perbuatan Meyer yang kini malah memeluk pinggang Alea juga.
" Meyer, stop!!" ujar Alea yang merasakan signal bahaya semakin menyerang mereka berdua. Alea sudah gugup saat merasakan Meyer yang tangannya mulai menyingkap gaun yang dia kenakan.
" Meyer, stop!! Aku mohon!" Alea berusaha untuk mendorong tubuh Meyer dari dirinya. Walaupun terasa sulit tapi dia terus berusaha untuk bisa lepas dari Meyer.
Meyer yang tampaknya terbawa suasana dia terus berusaha untuk bisa meraih Alea dalam kuasanya, akan tetapi Meyer menghentikan semua aktivitasnya setelah mendengarkan Alea yang mulai terisak.
Mata Meyer nanar nafasnya bahkan sudah ngos-kosan karena menahan gairah di dalam dirinya. Meyer tampak begitu frustasi karena selalu kelepasan kalau sudah dekat dengan Alea yang entah kenapa selalu sukses membuat dirinya kalang kabut.
Melihat Alea yang mulai menangis, Meyerpun kemudian melepaskannya.
" Maafkan aku sayangku!! Aiiiiih.. aku selalu menggila kalau sudah dekat denganmu!" bayar kemudian langsung loncat dari atas ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Meyer kemudian langsung menyalakan air dingin di bathtub. Sungguh pagi ini benar-benar penderitaan besar untuk Meyer yang harus mati-matian menahan hasrat bercintanya yang sejak semalam harus selalu dia tahan karena Alea yang tidak mau melayaninya.
" Aku harus segera menikah dengan Alea. Kalau tidak, kesejahteraan junior kesayangan aku akan semakin kritis!" ucap Meyer sambil menatap area pribadinya yang kembali harus gigit jari gara-gara Alea yang untuk kedua kalinya telah menolak dirinya dalam satu hari.
" Meyer, apa kau masih lama? Cepatlah aku ingin salat subuh juga!" teriak Alea di balik pintu berusaha untuk membuat Meyer segera keluar dari kamar mandi.
" Aih, wanita kejam!! Dia masih sempat memikirkan salat subuh setelah membuatku menderita seperti ini!" rutuk Meyer sambil terus mengelus dadanya yang saat ini sedang berdebar sangat kencang.
Setelah berhasil menenangkan adik kesayangannya. Meyer pun kemudian menyelesaikan acara mandinya dan kemudian keluar setelah wudhu.
Meyer memilih untuk sholat subuh sendiri dan tidak menunggu Alea yang sedang membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai shalat Meyer memilih untuk pergi keluar dari rumah Alea untuk jogging dan berolahraga. Hal itu dia lakukan untuk menyehatkan pikirannya agar tidak selalu Piktor sehingga membuat dirinya menderita sendiri karena perbuatannya yang selalu mengundang bahaya dengan Alea.
Sementara itu Alea setelah selesai mandi dan juga shalat. Dia tampak mulai sibuk di dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk mereka berdua. " Syukurlah kalau Meyer masih bisa menahan dirinya. Aku sama sekali tidak bisa membayangkan kalau tadi dia kebablasan!" monolog Alea saat dia memasak di dapur.
Meyer sangat senang sekali melihat Alea yang saat ini sedang memasak untuk dirinya.
__ADS_1
" Sayang kau masak apa?" tanya Meyer yang benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena mereka benar-benar persis seperti pasangan normal lainnya.
" Kau bersihkanlah tangan dan kakimu karena kamu baru saja dari luar. Setelah itu kau makanlah kemari!" ucap Alea memberikan perintah kepada Meyer yang langsung menghadiahkan kecupan mesra dipipi Alea.
" Iya istriku sayang aku akan menurutimu!" ucap Meyer yang begitu bahagia dengan kehidupan mereka di pagi hari ini.
Hati Alea menghangat ketika mendengar Meyer memanggilnya dengan panggilan "istriku sayang" entah kenapa, Alea rasanya benar-benar sangat menyukai panggilan itu.
Terlihat senyum terbit di bibir cantik Alea yang sedang bahagia sekali, "Setelah kita sarapan kita akan langsung pergi ke catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan kita berdua. Setelah anak kita lahir baru kita akan melakukan resepsi pernikahan yang meriah!" ucap Meyer sambil mencium kening Alea dan hampir mencium bibir nya.
Akan tetapi Alea langsung menghindar, karena dia paling tahu kelemahan Meyer, pasti setelah itu dia akan menggila dengan hasratnya sendiri yang akhirnya akan membuat keduanya frustasi sendiri.
" Cepatlah cuci tangan dan kakimu! Apakah kau tidak lapar?" tanya Alea sambil mendorong tubuh Meyer yang selalu saja nyosor kalau sudah bersama dengannya.
Meyer benar-benar frustasi selalu mendapat penolakan dari Alea yang sekarang begitu membatasi semua gerak-geriknya sehingga membuat Meyer frustasi betul-betul.
Setelah mereka selesai sarapan bersama Meyer dan Alea pun kemudian bersiap-siap untuk pergi ke catatan sipil mendaftarkan pernikahan mereka berdua.
Setelah sah, tampak kebahagiaan terlihat di mata Meyer yang tidak percaya bahwa dirinya sekarang sudah benar-benar menjadi suami Alea. Wanita yang sangat dia cintai.
Wanita yang selalu sukses menguasai malam-malamnya dengan impian dan hayalan yang indah.
" Alhamdulillah akhirnya sah juga! Sekarang kita tinggal memperjuangkan untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuamu dan juga keluarga besarmu!" ucapkan Alea dengan terharu tampak air matanya mengalir tanpa diundang membuat Meyer merasa terenyuh hatinya dengan perjuangan Alea untuk bisa berdiri di sampingnya hingga saat ini.
" Terimakasih karena kamu sudah bertahan sampai sejauh ini untuk menunggu aku! Maafkan Aku Alea dan selalu memberikan air mata untukmu!" ucap Meyer yang merasa sangat terharu hatinya dengan momen sakral yang begitu sederhana dalam hidup mereka.
Tidak ada keluarga, tidak ada teman. Hanya ada mereka berdua di tempat terasing yang membuat mereka merasa sangat terharu dalam moment bahagia itu.
" Jangan menangis Alea. Karena ini adalah hari bahagia untuk hidup kita. Aku berjanji padamu Alea. Setelah mendapatkan restu dari kedua orang tuaku, aku akan memberikan pernikahan yang indah untukku! Dan kehidupan yang bahagia untuk kita berempat!" WhatsApp Meyer sambil mencium kening Alea.
Wanita hebat yang sampai saat ini masih tetap bertahan untuk mencintainya. Walaupun badai menerjang hubungan mereka berdua datang silih berganti.
__ADS_1
" Aku sedih bukan karena itu. Aku sedih karena kita di sini hanya berdua saja Meyer. Tidak ada siapapun yang menyaksikan pernikahan kita. Aku merasa seperti terasing dan kesepian!" ucap Alea menyuarakan isi hatinya kepada Mayer yang sudah resmi menjadi suaminya sejak hari itu.