Cinta Alea

Cinta Alea
30. Rindu?


__ADS_3

Aku terus mundur-mundur untuk menghindari tatapannya yang begitu memabukkan bagiku. Aku baru tahu bahwa ternyata dia telah mengunci pergerakanku di dinding dengan mengangkat kedua tanganku di atas kepalaku dengan satu tangannya yang begitu lebar.


" Kau mau apa? Posisi kayak gini gak nyaman. Kau pergilah dulu untuk membersihkan tubuhmu dan setelah itu kita akan makan malam. Kau pasti sudah lapar kan? Setelah perjalananmu yang begitu panjang?" tanyaku yang mulai gugup setengah mati.


' Ah sial! Kenapa malah jadi seperti pasangan yang baru saja berpisah berbulan-bulan lamanya? Apakah selanjutnya akan ada adegan panas seperti di novel online?' aku terus menggelengkan kepalaku untuk mengusir pikiran jahat yang ada di kepalaku.


' Ya ampun Alea! Dia itu masih anak kecil! Ya ampun! Dia lulus SMA saja belum selesai. So, stop untuk berpikir yang seperti itu!' rutukku dalam hati.


Aku terkesiap ketika melihat Meyer yang tersenyum ke arahku seakan menertawakan kebodohanku saat ini. Ah, otak kotorku mulai traveling ke mana-mana. Apalagi saat melihat jakun Meyer yang naik turun begitu seksi. Oh my god!! Aku tampak nya memang layak untuk di rukyah untuk membersihkan otak otakku ini yang pasti dapat pengaruh jin jahat yang menyuruh aku merusak anak ingusan seperti Meyer yang masih polos dan suci.


" Kenapa kau dari tadi terus-terusan saja menggeleng-gelengkan kepalamu, hmm? Hayo ngaku! Kau sedang memikirkan apa?" tanya Meyer tersenyum begitu manis.


" Apa kau bisa mundur sedikit?" tanyaku gugup.


" Kenapa?" tanya Meyer.


" Karena kamu terlalu ganteng jadi aku gak bisa lewat sekarang. Maunya cium kamu terus bawa kamu ke ranjang itu! Hehehe!" aku merutuki kebodohan mulut ku sendiri yang akhirnya akan kusesali setengah mati.


" Benarkah? Coba aku mau lihat apakah aku segangeng itu? Sehingga bisa membuat seorang Alea melakukan hal itu padaku?" tanya Meyer sambil tersenyum tengil yang benar-benar sangat menyebalkan sekali.


" Kau akan menyesal nanti, karena sejak tadi terus menggodaku terus!" ancamku sambil memalingkan wajah ku ke arah lain.


" Benarkah? Buktikan dong!" ucap Meyer yang menarik kembali wajahku untuk melihat ke arahnya yang semakin mendekatkan wajah tampan itu ke wajahku.


Ya ampun! Aku bahkan bisa merasakan kejahatan dalam diriku semakin meronta untuk segera aku lepaskan.

__ADS_1


Ya!! Anak ingusan ini sejak tadi terus menantang nyali ku untuk menggagahi dia. Ya ampun! Malam ini adalah makan tergila yang pernah aku hadapi dalam hidupku.


" Jangan menggoda aku terus Meyer. Cepat lepaskan tangan aku. Aku jadi ga bisa bernafas gara-gara kamu yang terlalu dekat begitu. Aku takut kalau nanti terkena diabetes gara-gara melihat kamu terlalu lama!" ucapku.


Ah, siap!! Entah dari mana aku belajar ngegombal receh macam ini pada anak ingusan seperti Meyer yang bahkan ijazah SMA saja belum dia dapatkan ini benar-benar bukan diriku yang sesungguhnya.


" Kenapa?"


" Karena kamu terlalu manis!" ucapku sambil meringis geli dengan gombalanku sendiri.


Ya Tuhan tenggelamkan saja ke laut ya biar otakku agak beres sedikit dan tidak ngeres seperti ini. Benar-benar membuat frustasi luar biasa.


Aku bisa melihat senyum yang begitu manis terukir di bibir merah yang membuatku semakin gelagapan dan tidak bisa mengendalikan diri. Dengan menjadikannya seutuhnya dalam kuasaku.


Entah setan dari mana yang menguasaiku saat ini. tmTiba-tiba saja aku langsung menyambar bibir tampan Meyer yang berada tepat di depanku. Hanya berjarak beberapa senti saja dariku. Karena terlalu fokus dengan ciuman kami berdua, Meyer akhirnya melepas telapak tanganku yang tadi dia kunci di atas kepalaku sehingga membebaskanku untuk menekuk lehernya dan semakin memperdalam ciuman kami berdua.


Itulah yang saat ini sedang terjadi kepada kami berdua. Dengan nafas yang memburu Meyer akhirnya membimbing dan menggiring tubuhku ke atas ranjang. Lalu tangannya entah bagaimana telah melepaskan semua pakaian ku dan pakaian dia. Hingga bibirnya kini telah memberikan banyak jejek kepemilikan di leher mulusku.


Kami sudah di kuasai oleh setan saat ini. Kerinduan setelah berpisah sebulan lamanya benar-benar telah melumpuhkan otak kami berdua hingga ke titik ambang melewati batas. Akhirnya penyatuan itu benar-bener terjadi di antara kami berdua.


Nafasku memburu begitu cepat saat aku bisa merasakan sesuatu di area sensitif yang selama 25 tahun aku jaga sepenuh hati akan tetapi malam ini malah aku sedekahkan begitu saja kepada anak yang bahkan ijazah SMA saja belum dia miliki. Oh ****! Ini benar-benar sangat gila sekali.


Setelah Meyer selesai melakukannya ke atas tubuh ku yang saat ini ada di pelukan Meyer. Tiba-tiba hatiku baru menyadari bahwa yang kami lakukan adalah salah. Oh god! Betapa jahatnya aku karena telah merusak anak orang lain yang masih di bawah umur!! Sungguh kegilaan yang luar biasa.


" Maafkan Aku Meyer. Aku yang sudah mengundangmu untuk masuk ke dalam kamar ini. Kalau tidak, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini!" ucapku dengan penuh penyesalan sambil menelusupkan wajahku di dalam pelukannya. Sungguh aku benar-benar sangat malu saat ini dan aku tidak sanggup untuk menatap matanya yang biru dan begitu bening seperti kedalaman lautan yang penuh dengan misteri.

__ADS_1


" Walaupun kau tidak mengundangku kemari. Aku pasti yang akan selalu mencarimu sampai aku dapatkan yang aku mau seperti yang kita lakukan malam ini. Sudahlah sayang. Apa yang kita lakukan ini bukanlah kesalahanmu sendiri. Aku yang sejak tadi terus menggoda dan terus menantang kamu!" ucap Meyer sambil mencium pucuk kepalaku dengan begitu lembut.


" Tenanglah sayang. Aku pasti tidak akan pernah membiarkanmu sendiri dan melewati semua hal buruk sendiri. Aku pasti akan selalu bersamamu!" ucap Meyer kembali meyakinkanku tentang keseriusannya dalam menjalani hubungan kami yang kini telah melangkah terlalu jauh.


" Segeralah kau lulus dari sekolah kamu dan setelah itu kita akan menikah. Nanti kau bisa mengurus perusahaanku dan kita berdua akan membentuk rumah tangga bersama. Mari saling membahagiakan satu sama lain dan tidak saling menyakiti!" ucapku dengan suara gemetar dan air mata yang meleleh di kelopak mataku.


" Aku sudah stempelmu malam ini sayang dan kau adalah milikku mulai malam ini dan selamanya. Kau ingatlah untuk selalu menjaga dirimu dan juga perasaanku. Aku adalah laki-laki yang posesif dan aku tidak suka apa yang menjadi milikku disentuh oleh orang lain! Paham?" tanya Meyer sambil membingkai wajahku dan kemudian mencium bibirku dengan lembut.


Aku sekarang sudah tidak utuh lagi dan memang hanya Meyer yang bisa memiliki aku sekarang. Ah entahlah!! Aku benar-benar gila karena melakukan hal ini. Semoga saja Meyer tidak akan mengingkari apa yang dia katakan padaku malam ini dan dia bisa membuktikan kata-katanya yang berjanji tidak akan pernah meninggalkanku untuk menghadapi masa tersulit dalam hidupku.


" Kau juga harus menjaga perasaanku dan jangan coba-coba kau untuk tebar pesona dengan para cabe-cabean itu yang selalu berteriak kegirangan melihatmu!" ucapku ketus karena tiba-tiba aku merasa cemburu sekali ketika mengingat tentang Angel dan kawan-kawannya yang selalu menatap Meyer dengan penuh kekaguman.


" Kalau dalam milikku! Jadi kau hanya boleh tersenyum padaku saja. Aku tidak akan pernah mengizinkan kau beramah tamah dalam wanita manapun. Apa kau ingat itu?" tanyaku pada Meyer yang malah tertawa terbahak melihat tingkah konyolku ini.


" Kau memang menggemaskan sekali sayang. Aku mencintai kamu! Ayo sekarang kita bersih-bersih dulu Setelah itu kita pergi ke restoranku untuk makan malam bersama!" ucap Meyer yang langsung mengangkat tubuh ku ke kamar mandi.


Ah, rasanya kami seperti pengantin baru saja yang seakan tidak pernah puas untuk bercinta. Tolong kalian jangan tiru apa yang di lakukan oleh Meyer dan aku ya, karena ini hanya dunia novel yang sedang di tulis sama authornya dengan tujuan tertentu saja pada alur yang sudah di siapkan oleh author. Ingat itu!!! Jangan di tiru karena hal itu tidak baik sama sekali!!!!


Setelah selesai dengan urusan kami, Meyer dan aku pun kemudian langsung pergi ke restoran miliknya yang waktu itu dikunjungi oleh kami untuk makan malan bersama.


Kami berdoa benar-benar layaknya seperti pengantin baru yang bergandengan tangan begitu mesra melewati red carpet yang terhampar di sepanjang jalan restoran yang akan kami lalui. Ini sungguh indah sekali. Aku berasa jadi artis saja. Noraknya aku ya??


Meyer hanya tersenyum melihat tingkahku yang konyol. Dia kemudian membawaku ke sebuah ruangan khusus VIP yang rupanya sudah dipersiapkan oleh Meyer ketika tadi kami dalam perjalanan menuju restoran ini.


" So beautiful and very Romance!" ucapku sambil tersenyum pada Meyer yang hingga saat ini masih menatap tajam kepadaku dengan penuh kekaguman dan cinta yang begitu besar di matanya yang bisa aku lihat dan aku rasakan.

__ADS_1


" Aku senang kalau kau menyukai semua persiapan ini. Jujur aku ga tahu bagaimana untuk membuat wanita bahagia!" ucap Meyer sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sungguh menggemaskan sekali.


__ADS_2