
Pov Author
Ketika Alea pergi ke toilet yang ada di restoran milik Meyer, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seseorang.
Alea yang tidak terlalu memperhatikan, siapa orang yang dia tabrak tadi, Alea hanya mengucapkan maaf saja, tanpa melihat Siapa yang dia tabrak.
" Maaf saya ga sengaja!" ucap Alea sambil melangkah pergi dari sana tanpa melihat siapa yang dia tabrak.
" Alea? Ya ampun!!! Kamu ke mana aja sih? Aku mencarimu dari kemarin loh!" mendengar suara orang yang berbicara dengannya Alea pun sontak mengangkat kepalanya dan terkejut melihat siapa yang berdiri di hadapannya saat ini.
" Robin? Apa yang sedang kau lakukan di sini? Apa kau mengikutiku huh?" tanya Alea dengan mengerutkan keningnya karena merasa kesal sekali kepada Robin yang mana sekarang sedang tersenyum penuh kebahagiaan karena bertemu dengan Alea lagi setelah beberapa minggu dia mencari tapi tidak ketemu.
" Ya ampun Alea! Kamu ke mana aja sih? Kau jahat deh! Masa pindah tidak bilang-bilang sama aku? Aku kan jadi bingung mencari kamu!" Alea sampai bergidik ngeri melihat kelakuan Robin yang benar-benar menjijikan baginya.
" Minggir! Kau ndak usah sok akrab ya! Kita nggak ada hubungan apa-apa dan aku tidak punya kewajiban untuk memberitahukan padamu dimana keberadaanku sekarang!" ucap Alea dengan mata berapi-api.
Alea melotot sempurna karena benar-benar sangat kesal dan jengkel kepada Robin yang sejak tadi terus menghalangi langkahnya dan tidak mau juga melepaskan Alea agar dapat meninggalkan tempat itu.
" Ada apa Sayang? Apakah ada masalah?" tiba-tiba Meyer datang sambil memeluk pinggang Alea dengan posesif dan mencium pipi kekasihnya.
Meyer sedang menunjukkan eksistensinya sebagai pemilik seorang Alea dihadapan laki-laki yang saat ini sedang menatap Alea dengan keheranan.
" Siapa anak ingusan ini Alea? Kenapa dia memanggilmu sayang?" tanya Robin tampak tidak suka melihat Meyer yang begitu angkuh dan Arogan menunjukkan hak kepemilikannya di hadapan dirinya.
" Alea adalah kekasihku! Ada apakah? Siapa Kau huh? Sungguh berani sekali menghalangi jalan Kekasihku! Kau berani mati rupanya!" ucap Meyer dengan tatapan membunuh. Hal itu membuat Alea merasa khawatir. Kalau sampai ada keributan di restoran milik Meyer.
__ADS_1
" Sudahlah sayang. Ayo kita tinggalkan dia saja. Bagiku dia hanyalah orang yang nggak penting, hanya dia yang merasa penting di dalam hidupku!" ucap Alea sudah merasa khawatir melihat Meyer yang mulai mengepalkan kedua tangannya.
Hal yang sama pun terlihat kepada Robin. Dia sudah mengambil ancang-ancang untuk memukul wajah Meyer yang menurutnya sangat menjengkelkan.
" Alea sayang. Apakah kau seputus asa itu setelah aku tinggal menikah? Ya ampun sayang! Apa kau seterluka itu, sehingga kau menjadikan anak kecil seperti dia sebagai kekasihmu? Aku tahu kalau aku sudah melukai hatimu begitu dalam sayang. Tapi lihatlah aku sekarang! Aku sudah ada di sini. Aku datang ke sini untuk mencarimu dan menjadikanmu sebagai istriku!" ucap Robin sambil mendekati Alea dan berusaha menarik Alea dari kuasa seorang Mayer.
" Lancang! Berani-beraninya kau menyentuh milikku!" ucap Meyer yang siap melayangkan bogam mentahnya kepada Robin yang malah meringis serta mengejek kepadanya.
" Heh kamu anak kecil! Pergi nyusu saja sana ke ibumu! Jangan berani-beraninya kau merebut calon istriku! Kau tidak layak dan tidak pantas untuk bersanding dengan Alea! Karena dia hanya boleh menjadi istriku!" ucap Robin dengan mata berapi-api dan bersiap untuk menghajar Meyer.
Meyer hanya tersenyum sinis melihat arogansih Robin yang terlalu tinggi baginya.
" Kita lihat saja siapa yang tidak pantas untuk menjadi pendamping Alea, aku atau kau?" Meyer kemudian mengajak Robin untuk keluar dari restoran agar mereka bisa bertarung secara bebas tanpa harus merusak properti restorannya yang sangat berharga.
Alea yang sudah sangat khawatir melihat gelagat dua laki-laki tampan yang saat ini sedang ribut. Alea terus berusaha untuk menarik tangan Meyer untuk meninggalkan restoran dan berusaha membujuk Meyer agar tidak usah melayani kegilaan Robin.
" Alea biarkan dia melawanku. Biar dia tahu rasa dan tahu di mana tempatnya dan biar dia menyerahkanmu kepadaku secara tangan terbuka!" ucap Robin dengan senyum tengil yang sangat menyebalkan bagi Alea.
" Berhenti Robin! Kamu nggak usah ngomong aneh-aneh lagi! Kamu sebaiknya segera pergi meninggalkan aku Robin. Karena aku tidak ingin lagi bertemu denganmu. Kau urus saja Istri dan anakmu di kampung!" ucap Alea sambil mendorong tubuh Robin untuk menjauh darinya.
Akan tetapi hal itu benar-benar dimanfaatkan oleh Robin untuk menarik tangan Alea menuju ke arahnya. Sehingga terjadilah pertengkaran dan juga perkelahian yang seru antara Robin dan Meyer.
" B******* !Sudah kubilang jangan pernah kau sentuh Kekasihku huh! Kau rupanya memang benar-benar sudah bosan hidup!" ucap Meyer yang saat ini sudah berhasil melumpuhkan Robin di bawah telapak kakinya.
Walaupun usia Meyer belum genap 18 tahun dan ijazah SMA pun belum berhasil dia kantongi. Tetapi kalau masalah berkelahi Meyer adalah jagonya.
__ADS_1
Di sekolahannya Meyer adalah ketua geng yang menguasai sekolahan milik Bayu Iswara sang kakek tercinta. Jadi tidak heran kalau Meyer hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, kini sudah berhasil melumpuhkan Robin yang sejak tadi hanya mengandalkan mulutnya untuk mengalahkan lawannya.
" Sekali lagi aku melihat kau mengganggu kekasihku! Maka akan kupastikan Kau hanya tinggal nama saja! Camkan itu, dasar kau sampah tiada guna! Enyah kau dari hadapan kami!" ucap Meyer sambil menendang pantat Robin yang saat ini sudah terkulai lemas di tanah. Robin menggertakan giginya dengan tatapan kemarahan yang luar biasa terhadap Meyer dan Alea yang sudah lancang dengan mempermalukannya di hadapan umum.
Alea kemudian langsung digandeng oleh Meyer untuk masuk ke dalam mobil sport miliknya yang sudah terparkir di basement restoran yang tadi dikirimkan oleh anak buahnya sementara itu mobile Alea sudah ada di Mansion miliknya karena tadi sudah dijemput oleh Mang Cecep.
" Kamu tidak apa-apa kan? Aku kan tadi sudah bilang tidak usah melayani dia! Kamu bandel!" ucap Alea merasa sangat khawatir melihat wajah Meyer yang sekarang bengkak dan juga memar. Karena tadi Alea melihat Robin yang sempat memukulnya beberapa kali.
" Sudahlah sayang. Luka ini cuma luka kecil saja. Nanti dikompres pakai es juga kempes dan sembuh lagi. Kau tidak lihat tadi? Aku sudah menjatuhkannya sampai dia tidak bisa berdiri lagi! Lukaku yang seperti ini tidak ada apa-apanya di banding luka dia!" ucap Meyer sambil tersenyum kepada Alea yang kini langsung memukul bahu Meyer dengan air mata yang menetes di pipinya.
" Lain kali kalau ketemu lagi dengan Robin. Lebih baik kita menghindar saja. Aku tidak suka kalau dia sampai memukulmu kayak gini. Tolonglah Meyer! Aku mohon berhenti untuk membuat aku khawatir!" ucap Alea yang sekarang mulai menangis di dalam pelukan Meyer yang merasa tidak enak sudah membuat kekasihnya menjadi sedih.
" Kalau kita lari, dia pasti akan berpikir kalau kita takut padanya. Aku tidak mau kalau sampai dia berpikir bahwa kita hanyalah seorang pecundang yang tidak berani untuk melawan dia!" ucap Meyer sambil menghapus air mata di pipi Alea.
Hati Meyer saat ini benar-benar seperti diremas-remas. Ketika dia melihat Alea yang sekarang masih tersedu-sedu dan menangis dipelukannya.
" Aku nggak peduli dengan semua itu. Aku hanya tidak suka kalau Robin sampai memukuli kamu seperti ini! Aku mohon Meyer, please! Please stop untuk bikin aku khawatir. Apa kamu tahu? Kemarin ketika kau pergi meninggalkan aku tanpa kabar dan berita. Hal itu benar-benar sudah membuatku tidak bisa bernafas! Aku takut kalau harus kehilangan kamu Meyer!" ucap Alea dengan terus menangis di dalam pelukan Meyer yang semakin sesak saja rasa hatinya.
" Tolong Meyer! Aku mohon berjanjilah padaku. Jangan berkelahi lagi!" perintah Alea sambil memukuli dada Mayer dengan perlahan. Hal itu Alea lakukan hanya untuk melampiaskan rasa khawatir dan juga ketakutannya terhadap keselamatan Meyer.
Bagaimanapun Alea sangat tahu karakter Robin yang culas dan juga licik. Besok Robin pasti akan mencari alasan lagi dan mencari gara-gara untuk bertarung lagi dengan Meyer.
Pria itu gak pernah kapok dengan apapun. Yang Alea takutkan kalau sampai nanti Robin membawa teman-temannya yang berandalan untuk mengeroyok Meyer. Hal itulah yang benar-benar ditakuti oleh Alea.
Alea tidak tahu siapa kekasihnya yang sesungguhnya seorang Meyer Clarkson, pewaris dari Iswara grup dan Clarkson corporation yang memiliki anak buah bejibun.
__ADS_1
Walaupun Meyer terlihat kemana-mana selalu pergi sendiri. Akan tetapi di dalam gelap ada puluhan anak buahnya yang akan selalu setia dan selalu mengikuti dan juga mengawasi keselamatannya.
" Tenanglah sayang. Aku bisa menjaga diriku sendiri! Ayo sekarang kita pulang saja. Oh ya, sebaiknya kita tinggal di mansionku saja. Aku tidak tenang kalau kita kembali ke mansion kamu. Aku khawatir kalau nanti bajingan itu akan datang ke sana untuk mencari gara-gara dengan kita!" ucap Meyer yang kemudian mengarahkan mobil miliknya ke Mansion pribadinya yang terletak di pusat kota.