Cinta Alea

Cinta Alea
47. Bertemu


__ADS_3

Alea dan Bagas yang sudah resmi menikah di Catatan Sipil tadi siang. Saat ini mereka berada di hotel sago dan siap untuk melakukan resepsi pernikahan mereka yang akan dihadiri oleh para karyawan yang bekerja di kantor milik Alea.


Rudi tampak begitu bahagia ketika melihat sahabatnya sekarang sudah didandani dengan begitu gagah dan tampan.


" Wah kau keren sekali Bro! Aku tidak akan bisa membayangkan ketika kedua orang tuamu melihat pernikahan kalian berdua!" ucap Rudi dengan wajah sumringah yang begitu bahagia melihat sahabat nya menikahi wanita secantik dan sekaya Alea.


Terlepas dari pernikahan mereka kontrak atau bukan. Tapi Rudi tetap merasakan kebahagiaan Untuk sahabatnya.


" Ah jangan sampai orang tuaku melihat pernikahan kami berdua. Mereka akan sedih kalau pernikahan kami hanya sebatas kontrak saja. Terkesan mempermainkan agama!" ucap Bagas merasa sedih.


Rudi mengerti semua perasaan yang saat ini sedang dirasakan oleh Bagas. Tetapi dia pun tidak bisa melakukan apa-apa. Karena jalan hidup yang ditempuh oleh Bagas saat ini adalah pilihannya sendiri dan dia tidak memaksa sahabatnya itu untuk melakukan semua itu.


" Sudahlah jangan sedih lagi. Ayo sekarang kita ke ballroom pengantinmu pasti sudah menunggu di sana!" ucap Rudi sambil menggandeng tangan sahabatnya.


Mang Cecep penjemput mereka berdua untuk menuju ke ballroom di mana sekarang Alea sudah menunggu mereka di sana.


Tampak keluarga Alea yang dari kampung datang untuk menghadiri pesta pernikahan yang di adakan oleh Alea.


Robin dan Clara tampak begitu terpesona dengan pernikahan Alea yang sangat megah dan luar biasa.


" Pernikahan kita dulu kalah dengan pernikahan Alea sekarang!" ucap Clara yang sekarang sudah bercerai dengan Robin setelah keguguran anak mereka.


" Kalau bukan karena kau yang menggodaku, aku tidak mungkin kehilangan Alea! Kau memang wanita pembawa sial!" ucap Robin kesal luar biasa.


Robin sangat menyesal atas kebodohannya yang telah tergoda dengan Clara. Sehingga membuat dia akhirnya berkhianat terhadap Alea dan menikahi Clara.


Tetapi Clara yang memang tidak berniat untuk memiliki anak. Apalagi dengan kehidupan yang tertekan karena menumpang di keluarga Robin. Membuat dia tidak hati-hati dan akhirnya kehilangan anaknya.


Keluarga Robin sangat marah dengan kejadian itu. Sehingga akhirnya ibunya Robin mengusir mereka sekeluarga dari rumahnya setelah bercerai dengan Robin.

__ADS_1


Tadi ketika pertama kali datang di kediaman Alea. Bibi Aisyah dan suaminya Langsung menangis tersedu-sedu di kaki Alea dan meminta pengampunannya. Sehingga akhirnya Alea pun memberikan kebaikan hatinya dengan memberikan rumah untuk bibi dan juga keluarganya.


Alea juga membukakan sebuah toko yang bisa digunakan oleh bibinya untuk mencari uang dalam rangka membiayai kehidupan keluarganya.


Oleh karena itu sekarang Bibi Aisyah dan juga suaminya tampak begitu bahagia menjadi bagian dari keluarga mempelai wanita di dalam acara pernikahan Alea dan Bagas.


Alea juga memberikan kejutan besar untuk Bagas dengan mendatangkan keluarga besarnya ke pesta pernikahan mereka.


Bagas sampai shock besar melihat kehadiran ayah dan ibunya beserta dua orang adiknya yang ada di antara tamu-tamu dengan pakaian yang begitu cantik dan rapih.


Tampak air mata Bagas mengalir di kelopak matanya melihat kehadiran kedua orang tuanya di sana.


" Jangan menangis Nak! Bukankah Hari ini adalah hari kebahagiaan?" tanya ayahnya Bagas yang merasa sedih melihat putranya menangis pada saat hari pernikahannya.


Sementara itu Alea yang saat ini masih ada di pelaminan. Terlihat Alea turun dan bergabung dengan keluarga suaminya.


" Halo nama saya Alea! Saya adalah menantu Anda!" ucap Alea sambil menghulurkan telapak tangannya kepada ayah dan ibunya Bagas yang begitu terharu melihat Alea.


" Terima kasih karena mau menjadi istri Putra kami yang tidak memiliki apapun!" ucap Ibunya Bagas dengan penuh rasa haru.


" Jangan berkata begitu Bu. Bagas adalah seorang laki-laki yang sangat baik dan juga memiliki hati yang bersih. Saya terpesona dengan semua yang dia miliki!" ucap Alea dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya.


Bagas kesulitan menelan salivanya sendiri mendengarkan semua yang dikatakan oleh Alea kepada ibunya.


Bagas tidak bisa membayangkan. Bagaimana perasaan orang tuanya. Ketika nanti dirinya bercerai dengan Alea. Sesuai dengan kesepakatan mereka berdua setelah Alea melahirkan maka mereka akan bercerai.


' Kau sungguh wanita yang sangat keji Alea Dibalik senyum manismu kau menyimpan pisau yang begitu membunuh hatiku!' bathin Bagas yang merasa kesal dengan kelakuan Alea yang telah lancang mendatangkan keluarga nya ke acara pernikahan palsu itu.


Bagas sendiri tidak mengerti kenapa Alea harus melakukan acara semegah itu hanya untuk pernikahan kontrak mereka yang hanya akan berlangsung beberapa bulan saja.

__ADS_1


" Nikmatilah pesta ini kami akan kembali ke pelaminan!" ucap Alea sambil menarik Bagas untuk ikut dengan nya ke pelaminan.


Saat berada di pelaminan Bagas pun berbisik kepada Alea.


" Apa maksudnya kau mengundang mereka semua kemari? Apa kau sedang menimpakan masalah ke dalam hidupku?" bisik Bagas tepat di telinga Alea.


Tepat di saat Alea hendak menjawab perkataan Bagas, saat itu Meyer dan Angel masuk ke dalam ballroom sebagai tamu undangan kehormatan yang sengaja di berikan oleh Alea dengan dalih sebagai pemilik gedung tempat mereka melakukan resepsi pernikahan.


" Akhirnya dia datang juga!" ucap Alea dengan suara bergetar.


Bagas seketika melihat ke arah mata Alea saat ini sedang menatap lurus. " Mereka siapa?" tanya Bagas.


" Pria itu adalah Ayah dari anakku dan wanita di sampingnya adalah istrinya!" ucap Alea dengan suara parau dan tersekat di tenggorokan.


Saat ini Alea benar-benar sedang diuji kesabaran oleh Meyer. Pria tampan itu tersenyum begitu manis ke arah pelaminan dengan menggandeng mesra Angel.


" Selamat atas pernikahan kalian ya!" ucap Meyer sambil menyalami Alea dan Bagas. Seperti orang yang tidak memiliki perasaan apapun terhadap Alea.


" Terima kasih atas kedatangan kalian di acara pernikahan kami!" ucap Alea yang berusaha dengan sekuat tenaga agar tidak sampai tumbang melihat kekasih hatinya begitu bahagia dengan istrinya saat ini.


Bagai tertusuk ribuan sembilu. Ketika melihat Meyer meninggalkannya begitu saja. Seperti orang asing yang tidak pernah mengenalnya.


" Dia seperti orang yang tidak mengenalku sama sekali!" isak Alea dalam tangis.


Bagas langsung memeluk Alea yang saat ini sedang bersedih hatinya gara-gara melihat Meyer yang tidak kenal dengan dirinya.


Hampir beberapa bulan mereka tidak bertemu akan tetapi Meyer seakan tidak mengenali dirinya lagi.


Seandainya Alea tahu bahwa saat ini Meyer sedang mengalami amnesia. Dia pasti tidak akan sesedih itu dan tidak akan semerana itu.

__ADS_1


" Siapa wanita itu sayang? Kenapa dia menatapku dengan begitu sedih?" tanya Meyer ketika mereka sudah turun dari pelaminan dan menuju ke tempat resepsi


Mereka bersiap untuk menyapa para kolega-kolega bisnis yang juga hadir di dalam pesta pernikahan Alea dan Bagas.


__ADS_2