
" Jadi selama ini Meyer meninggalkanmu bukan karena dia tidak mencintaimu lagi? Akan tapi karena dia sedang Amnesia dan dimanfaatkan oleh pihak keluarganya untuk menikahkan dia dengan Angel yang mereka jodohkan kepadanya?" tanya Bagas sedang mengkonfirmasi kebenaran kepada Alea tentang situasi Meyer yang sesungguhnya.
" Lalu sekarang, apakah Meyer sudah mengingat semua masa lalunya bersama kamu?" tanyanya lagi.
Melihat Alea yang mengangguk pelan. Bagas mengerti semuanya.
" Jadi sekarang bagaimana dengan pernikahan kontrak kita?" tanya Bagas benar-benar penasaran tentang statusnya saat ini.
Alea menatap Bagas dengan lekat. Dia berusaha untuk mempelajari raut wajah pemuda itu yang terlihat begitu lelah. Pasti karena sejak kemarin selalu mencari keberadaannya yang menghilang tiba-tiba dari ballroom pernikahan mereka.
" Sebelum pingsan, Mayer mengatakan kepadaku. Untuk membatalkan pernikahan kita berdua. Dia akan membujuk orang tuanya dan semua keluarganya untuk menerima hubungan kami dan dia juga akan segera bercerai dengan Angel. Meyer mengatakan bahwa dia akan mengganti semua kerugian dari pembatalan pernikahan kontrak kita berdua!" ucap Alea sambil menundukkan kepalanya. Dia benar-benar tidak berani untuk menatap mata Bagas.
Bagaimanapun Alea merasa bersalah dengan keputusan cerobohnya yang meminta Bagas untuk menikah kontrak dengannya. Sehingga terkesan mempermainkan pernikahan antara mereka berdua. Tetapi dia pun tidak bisa membohongi hatinya kalau dia sangat mencintai Meyer. Lebih penting dari semua itu, anaknya membutuhkan Ayah kandungnya.
" Aku tidak masalah kalau pernikahan kita dibatalkan. Karena dari awal aku memang tidak cocok dengan pernikahan kontrak ini. Aku juga tidak mau mempermainkan ikatan suci pernikahan. Aku menyetujuinya hanya karena merasa kasihan denganmu yang pasti merasa sangat tertekan karena tidak memiliki ayah untuk anak dalam kandungan kamu. Kalau sekarang ayahnya sudah datang dan bersiap untuk bertanggung jawab, maka aku akan sangat senang sekali Alea. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian berdua. Percayalah Alea!" ucap Bagas sambil tersenyum kepada Alea.
Alea merasa lega sekali setelah berbicara dengan Bagas dan dia merasa berterima kasih kepada Bagas karena mengerti kondisi mereka bertiga.
" Kau jangan khawatir Bagas. Aku tetap akan membayar uang yang aku janjikan padamu. Walaupun pernikahan kontrak kita dibatalkan." Bagas tersenyum kepada Alea kemudian dia menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak membutuhkan uangmu Alea. Aku hanya membutuhkan senyum dan juga kebahagiaanmu bersama dengan anak dan juga laki-laki yang kau cintai!" ucap Bagas sambil tersenyum kepada Alea.
Saat mereka sedang berbicara serius dari jauh terlihat keluarga Meyer tergopoh-gopoh datang ke tempat itu. Meyer yang saat ini masih berada di ruang ICU karena sedang mendapat tindakan dari dokter masih belum keluar dari sana.
Bayu dan Angel terlihat mengerutkan keningnya melihat Alea yang saat ini ada di depan ruang ICU. Di mana Meyer saat ini sedang ditindak oleh pihak dokter.
" Bagaimana mungkin kau bisa bersama dengan cucu ku?" tanya Bagu yang merasa tidak senang melihat kehadiran Alea di sana.
Amanda langsung menyentuh lengan suaminya dan meminta kepada Bayu untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari Alea.
" Kamu siapa? Kenapa berada di depan ruangan anak saya?" tanya Sulis menatap tajam Alea yang saat ini sedang melihat ke arahnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan olehnya.
Sulis mengerutkan keningnya ketika melihat Alea yang mengelus perutnya yang agak membuncit. Seketika hatinya merasa tercubit. Entah karena apa dia pun tidak mengerti.
__ADS_1
Sewaktu berada di Jerman, Meyer tidak pernah menceritakan apapun tentang Alea. Jadi wajar kalau Sulis tidak mengerti tentang keberadaan Alea di dalam kehidupan Meyer.
Hanya Steven yang mengerti tentang Meyer dan Alea. Akan tetapi dia tidak mengetahui tentang kehamilan Alea. Karena setelah dia menjemput Meyer dari mansion milik Alea, dia tidak pernah lagi mengawasi gerak-gerik Alea ataupun kehidupan pribadinya.
" Kenapa kau ada di sini Alea? Bukannya menikmati pernikahanmu dengan suamimu?" tanya Angel dengan sinis menatap Alea dan Bagas secara bergantian.
" Alea ayo kita pulang dulu. kKau juga butuh istirahat kan? Nanti kita ke sini lagi kalau kondisi sudah kondusif!" ucap Bagas sambil mengeluarkan tangannya untuk membantu Alea bangun dari duduknya.
Bagaimanapun Bagas tidak terima kalau melihat Alea yang harus disakiti oleh siapapun. Walaupun dia baru mengenal Alea beberapa hari. Tetapi dia tahu kalau Alea adalah seorang perempuan yang baik yang sedang dipermainkan oleh nasib dan keadaan yang tidak berpihak kepadanya.
Alea yang pada dasarnya memang sangat lelah lahir batin. Dia juga membutuhkan untuk mandi, makan dan berganti pakaian. Dia pun kemudian mengikuti Bagas keluar dari rumah sakit. Alea sadar kalau saat ini mata semua orang tengah menetapkan ke arahnya karena dia yang menggunakan pakaian pengantin di rumah sakit. Memang aneh sekali kelihatan nya dan Alea bisa faham.
Bagas menggenggam telapak tangan Alea untuk menguatkannya dalam menghadapi semua pandangan orang yang mereka lalui.
" Kamu mau kita ke Mansion dulu atau langsung ke Catatan Sipil?" tanya Bagas kepada Alea.
Alea kembali melihat tatapan Bayu dan juga kedua orang tua Meyer saat menatap dirinya.
Bagas pun kemudian memerintahkan Mang Cecep untuk mengikuti keinginan Alea. Karena bagaimanapun dia juga merasa khawatir dengan keadaan Alea dan juga bayi di dalam kandungannya.
' Biarlah masalah pernikahanku dengan Bagas di pending dulu saja. Karena Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di rumah sakit, sampai Meyer berbicara dengan keluarganya dan mendapatkan kejelasan tentang statusku dan juga anakku. Aku tidak akan bertindak dengan pernikahanku bersama Bagas!' bathin Alea yang akhirnya memutuskan untuk bertahan sedikit lagi bersama dengan Bagas dalam pernikahan kontrak mereka.
Bagaimana keputusan dari keluarga Meyer tidak bisa diprediksi oleh Alea dan dia tidak bisa bermain-main dengan masa depannya saat ini yang jelas-jelas sedang berada di ujung tanduk.
Alea hanya berusaha untuk menguatkan dirinya agar tetap tegar dan tetap waras otaknya menghadapi masalah yang bertubi-tubi dalam hidupnya selama ini.
Sejak penghianatan Robin dengan Clara, Alea sadar bahwa hidupnya tidak pernah mudah.
Nasib seakan terus mempermainkan dirinya dalam kubangan kesedihan dan juga derita yang tiada berujung. hampir setiap malam alias selalu menangis meratapi nasib cintanya yang tragis dan belum menemukan kebahagiaan hingga saat ini.
Selama ini Alea berpikir bahwa cinta Meyer sudah berakhir untuk dirinya dan cinta Alea sudah berakhir dalam kehidupan Meyer.
Siapa yang menyangka kalau sekarang mereka kembali bertemu dan Meyer telah membuka tabir semua kejadian yang terjadi kepada mereka. Nahwa semua itu adalah karena Meyer yang mengalami Amnesia.
__ADS_1
Begitu sampai di Mansion Alea langsung mandi dan menggunakan pakaian santai yang lebih nyaman untuk dia kenakan. Setelah itu Bagas meminta kepada pembantu Alea untuk menyiapkan makanan sehat untuk Alea dan juga bayinya yang sekarang ada di dalam kandungannya.
Setelah semuanya telah siap, Bagas pun kemudian membawakan makanan ke kamar Alea yang saat ini sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
" Alea makanlah dulu. Bukankah kau bilang kalau kau lapar?" ucap Bagas sambil meletakan makanan untuk Alea di atas nakal yang ada di samping ranjang.
Akan tetapi sekuat apapun Bagas memanggil Alea, Alea tetap tidak bergeming di tempatnya. Sehingga membuat Bagas menjadi khawatir dibuatnya.
" Alea, apa kau baik-baik saja?" tanya Bagas yang mulai panik melihat wajah Alea yang begitu pucat.
Bagas kemudian meletakkan telapak tangannya di atas kuning ala untuk memeriksa suhu tubuhnya.
" Kamu demam Alea. Aduh gimana ini?" Bagas kemudian menemui pembantu Alea dan meminta kepadanya untuk menghubungi dokter yang biasa menangani Alea kalau dia sedang sakit.
" Bi, tolong hubungi dokter. Alea sedang demam di kamarnya!" ucap Bagas mengatakan kepada pembantu Alea.
Bibi langsung panik mendengarkan berita itu. Dia pun kemudian langsung menghubungi dokter yang selalu menjadi dokter keluarga di mansion itu.
" Baik Den. Saya akan segera menghubungi dokter Wira!" setelah mengatakan itu si bibi pun kemudian langsung mencari ponselnya untuk menghubungi dokter agar segera datang untuk memeriksa Alea.
Bagas kemudian pergi ke dapur untuk mengambil kantong es. Setidaknya dia ingin berusaha untuk menurunkan demam Alea. Itu sangat berbahaya untuk bayi yang ada di dalam kandungannya kalau panasnya semakin tinggi.
Dengan sangat telaten Bagas menjaga dan merawat Alea sampai dokter akhirnya datang dan memeriksa keadaannya.
" Dia mengalami kelelahan yang luar biasa dan kekurangan beristirahat. pastikan dia untuk beristirahat dan memakan makanan bergizi agar kondisinya semakin membaik! Segera tebus obatnya agar bisa dikonsumsi oleh pasien sehingga kondisi pasien bisa semakin membaik!" setelah mengatakan itu dokter pun kemudian meninggalkan kediaman Alea.
Bagas kemudian menyuruh pembantu untuk segera menebus obat milik Alea yang langsung berangkat bersama Mang Cecep yang sangat mengkhawatirkan kondisi Alea saat ini.
" Apakah kau tahu Bi? Kalau Den Meyer sekarang kembali lagi di dalam kehidupan Non Alea?" tanya Mang Cecep kepada Si Bibi yang sudah tadi begitu khawatir dalam kondisi Alea dan juga janinnya.
Mendengarkan perkataan Mang Cecep si bibi pun terkejut, " Apa Mang Cecep? Den Meyer kembali lagi? Pantas saja kondisi Non Alea begitu drop sekarang. Pasti gara-gara ketemu lagi dengan Den Meyer dan dia pasti sedang bersama dengan istrinya." terlihat Si Bibi yang merasa emosi dan geram mendengarkan keterangan dari Mang Cecep tentang Meyer.
" Den Meyer dan Non Alea ketemu di ballroom pernikahan mereka kemarin. Sekarang Den Meyer berada di rumah sakit karena dia pingsan setelah mengalami syok dan juga___ Ah, entahlah Bi. Saya tidak terlalu paham Bi. Bahasa medis itu sangat rumit dan sangat memusingkan kepala saya!" ujar Mang Cecep sambil menepuk kepalanya yang tiba-tiba pening gara-gara memikirkan tentang Meyer dan Alea.
__ADS_1