
Meyer kemudian berniat untuk mencari Alea akan tetapi Bagas sudah duluan mengajak Alea pergi ke kampung halamannya untuk liburan di sana dalam rangka menenangkan pikiran Alea yang sedang kacau.
Alea bahkan sampai sakit. Alea masuk rumah sakit begitu sampai di tempat kedua orang tua Bagas. Hati Alea yang sedih dan terluka, mengakibatkan batinnya menjadi tertekan.
" Sabarlah Alea, tolong kau jangan terlalu memikirkan tentang masalah keluarga Meyer lagi kau harus memikirkan tentang kandungan kamu," ucap Bagas saat dia menemani Alea di rumah sakit.
Terlihat ibunya Bagas yang merawat Alea dengan telaten, tapi ibunya Bagas terlihat mengerutkan keningnya ketika melihat perut Alea yang membuncit.
Akan tetapi wanita paruh baya itu tidak berani untuk bertanya secara langsung di depan Alea yang masih sedih dan lebih banyak diam merenungi semua kejadian yang hadir dalam hidupnya. Ya, Alea merasakan penderitaan karena tidak bisa bersama dengan Meyer.
Cinta untuk Mayer terlalu besar dirasakan oleh Alea. Akan tetapi ketika memikirkan tentang keluarga Meyer membuat hati Alea benar-benar tidak berdaya.
Ketika dia berada di luar ruangan bersama dengan Bagas, terlihat dia bertanya kepada putranya.
" Kenapa perut Alea sudah besar? Perasaan waktu kemarin menikah tidak terlalu besar seperti itu, ohhhh, mungkin karena kemarin menggunakan pakaian yang lumayan besar jadi tidak terlihat kalau perutnya membuncit," ucapnya tampak begitu kepo.
" Katakan sama Ibu. Apakah Alea sedang hamil? Berapa bulan?" tanya ibunya Bagas.
" Sudahlah Bu. Kami datang kemari itu ingin berlibur. Bukan ingin mendengarkan ocehan ibu yang gak genah seperti itu. Aku mau masuk sekarang dan bertemu dengan Alea," ucap Bagas.
Bagas tidak mau berbohong kepada ibunya. Pantang baginya berbohong. Oleh karena itu dia lebih memilih untuk menghindar.
' Alea ibuku sudah mulai bertanya-tanya tentang kehamilanmu. Apa yang harus aku lakukan sekarang?' tanya Bagas benar-benar merasa frustasi.
Terlihat ibunya Bagas yang menyusul putranya masuk ke dalam ruangan Alea. Alea saat ini masih tidur karena memang sejak tadi malam tubuhnya demam dan menggigil.
" Bagas cepat katakan sama Ibu, anak di dalam kandungan Alea, milikmu atau bukan?" tanya Murni, benar-benar merasa penasaran.
Bagas menatap ibunya dengan lekat.
" Anak yang ada di dalam kandungan Alea milik pacarnya Bu. Tetapi hubungan mereka tidak direstui karena usia Alea yang lebih tua dibandingkan kekasihnya. Sehingga keluarga kekasihnya tidak merestuinya." ucap Bagas.
__ADS_1
Mata Murni melotot sempurna mendengar penjelasan dari Bagas.
" Sungguh lancang Alea. Berani-beraninya dia memintamu untuk bertanggung jawab atas perbuatan orang lain. Sungguh perempuan hina!" ucap Murni dengan begitu geram tidak terima anaknya harus menikahi wanita hamil dari perbuatan orang lain.
" Ibu jangan sembarangan. Alea meminta menikah denganku, tidak gratis Bu. Dia membayarku 100 juta setiap bulan. Selama aku masih menjadi suaminya. setidaknya, sampai dia melahirkan nanti." ucap Bagas sambil menundukkan kepalanya.
Murni terkejut bukan kepalang mendengarkan pengakuan itu dari mulut putra kebanggaan keluarga nya.
" Di Jakarta Alea bahkan sudah memberikan sebuah Cafe atas namaku sebagai hadiah setelah kami nanti bercerai, Ibu jangan sembarangan untuk menilai Alea. Dia hanya menjadi korban di sini Bu. Dan Dia adalah seorang wanita yang baik," ucap Bagas dengan penuh permohonan.
Murni benar-benar skock mendengarkan pengakuan dari Bagas. " Itu artinya kau dibayar untuk menikahi Alea?" tanyanya kepo.
" Kami melakukan pernikahan kontrak Bu. Sampai Alea melahirkan. Setelah itu kami akan bercerai. Alea akan mengabulkan tiga permintaan yang saya berikan kepadanya, di saat perpisahan Kami nanti," terlihat Bagas yang begitu lesu ketika berbicara tentang perpisahan dengan Alea.
Sungguh Bagas benar-benar sudah merasakan jatuh cinta kepada Alea dan Dia tidak rela untuk melepaskan wanita itu begitu saja. Apalagi Bagas mengetahui kalau keluarga Meyer tidak memperlakukannya dengan baik.
Waktu itu Bagas mendengar dengan telinganya sendiri sewaktu Mark dan Elena menghina Alea dengan kata-kata yang sangat tidak pantas dan hal itu membuat Bagas benar-benar marah.
Berulang kali murni menarik nafasnya dalam-dalam. Dia terus menatap kepada Bagas dan Alea secara bergantian.
" Apakah Alea sekarang sakit gara-gara memikirkan tentang keluarga Ayah dari bayi nya yang tidak menerima kehadiran dia?" tanya Murni lesu.
" Bener Mah. Alea sangat mencintai laki-laki itu. Akan tetapi cinta mereka tidak bisa bersatu karena keluarga Meyer tidak pernah mau menerima kehadiran Alea hanya karena usianya yang terlalu tua jika dibandingkan dengan Meyer yang baru berusia 19 tahun," murni terkejut luar biasa mendengarkan usia Meyer yang baru 19 tahun tetapi sudah membuat anak orang lain hamil.
" Astaghfirullahaladzim masih sekecil itu sudah berani menghamili wanita benar-benar anak yang tidak tahu diri!" ucap Murni merasa kesal luar biasa dengan kelakuan Meyer.
" Ayolah Bu, kau jangan begitu! Meyer itu anak yang baik. Aku tidak akan mengizinkan ibu untuk menghina mereka berdua. Mereka hanya korban keadaan saja, bu! Jangan suka mengadili orang lain karena Ibu tidak tahu tentang mereka yang sebenarnya, mereka juga tersiksa Bu. Karena cinta mereka yang tidak bisa bersatu." ucap Bagas membela Alea dan Meyer yang menyedihkan nasibnya.
" Jadi itu artinya setelah Alea melahirkan, kalian akan bercerai?" tanya Murni.
" Sesuai dengan perjanjian di dalam kontak pernikahan kami, maka itu akan terjadi Bu," ucap Bagas lesu.
__ADS_1
" Kamu benar-benar seorang laki-laki yang bodoh! Bagaimana mungkin? Kamu mau menceraikan Alea yang begitu kaya raya? Pertahankan pernikahan kamu dengan Alea selama mungkin. Ibu tidak masalah kau mengakui anak haram itu sebagai anakmu. Bagi ibu, yang penting keluarga kita akan menjadi bagian dari keluarga orang kaya dan di hormati oleh orang kampung kita!" ucap Murni kesal luar biasa dengan kebodohan anaknya yang dia kira pintar selama ini.
" Aku tidak bisa memaksakan Alea untuk tetap mempertahankan pernikahan kami. Karena semuanya ada di tangan Alea Bu. Dia yang mempunyai kekuasaan dan keputusan akhir untuk melanjutkan atau menghentikan pernikahan kami," ucap Bagas.
" Buat dia jatuh cinta padamu. Sehingga dia tidak akan mengingat tentang perceraian di antara Kalian!" ucap Murni kesal.
" Aku tidak akan membuat Alea jatuh cinta padaku, kalau hanya untuk membuat dia tetap jadi istriku. Aku akan membuat Alea jatuh cinta padaku. Karena memang aku yang mencintainya dan aku yang tidak ingin berpisah dengannya. Ibu tidak usah ikut campur dengan urusanku!" ucap Bagas kesal dengan kelakuan ibunya yang mulai memperlihatkan sifat materialistisnya.
Murni kemudian meninggalkan ruangan itu. Karena dia merasa kesal luar biasa setelah mengetahui kebenaran tentang Alea yang ternyata sudah hamil anak pria lain. Dan ternyata anaknya hanya di jadikan alat saja oleh Alea untuk menutupi kehamilan Alea.
Sementara itu Alea yang saat ini sudah mulai terbangun dari tidurnya. Akan tetapi masih berpura-pura tidur. Hatinya benar-benar teriris mendengarkan Ibu mertuanya yang menghina dirinya dan juga Meyer.
' Ya Allah. Aku sudah tahu ini pasti akan terjadi. Akan tetapi kenapa rasanya sesakit ini, ya Allah?' tanya Alea di dalam hatinya.
Alea tetap terdiam. Tetapi dia pun tidak berani untuk membuka matanya. Hatinya saat ini benar-benar tertekan. Akan tetapi Alea berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Karena dia tidak mau Bagas mengetahui tentang dirinya yang sudah bangun sejak tadi.
' Jadi sekarang Bagas ingin mempertahankan pernikahan kami hanya untuk harta yang aku miliki?' bathin Alea yang tampak mulai menangkap kesalahpahaman fatal dari pembicaraan Bagas dan Murni.
Sementara itu Meyer yang saat ini sedang berusaha untuk mencari keberadaan Alea, dia datang ke Mansion miliknya dan mendapat kenyataan bahwa Alea tidak ada di sana.
" Ke mana perginya Alea, Bi?" tanya Meyer pada Bi Darsih yang merasa marah padanya.
" Mau apa sih Den Meyer datang lagi untuk mengganggu Non Alea? Den Alea itu, kasihan sekali nasibnya. Sejak mengetahui tentang keluarga Den Meyer yang tidak mau menerimanya sebagai bagian dari keluarga kalian, sekarang Non Alea kerjanya hanya melamun dan bersedih. Bahkan suaminya saja, mengajak dia untuk berlibur pun Non Alea malah sakit dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit. Kasihan sekali Non Alea!" ucap Bi Darsih sedih sekali.
Hati Meyer merasa teriris sembilu mendengar tentang keadaan kekasihnya yang dia cintai.
" Apakah Mang Cecep sekarang bersama dengan Alea?" tanya Meyer.
Ketika melihat Bi Darsih menganggukkan kepalanya. Meyer pun kemudian meminta Bi Darsih untuk menghubungi Mang Cecep dan bertanya di manakah kampung halaman Bagas. Karena Meyer akan menyusulnya ke sana.
Setelah mendapatkan alamat Bagas, Meyer langsung meluncur menuju ke kampung halamannya untuk mengejar Alea. Meyer sudah memutuskan akan segera melamar Aleq dan Meyer tidak peduli sama sekali walaupun kedua orang tuanya ataupun keluarga besarnya tidak mau menerima pernikahan mereka.
__ADS_1