
Setelah mengatakan hal itu, Alea kemudian keluar dari mobil dan berniat untuk meninggalkan Meyer. Tetapi Meyer tidak membiarkan kekasihnya yang saat ini sedang hamil meninggalkan dia begitu saja.
Meyer pun kemudian mengejar Alea yang sudah pergi jauh dengan menggunakan taksi.
Sementara itu Meyer yang berusaha untuk mengejar Alea. Dia pun kemudian berlari menuju mobilnya yang tadi diparkirkan tidak terlalu jauh dari jalan utama.
Karena sangking begitu terburu-burunya. Meyer sampai tidak melihat ke sekeliling ketika dia berjalan. Meyer tidak melihat kalau ada sebuah mobil hitam dengan kaca yang hitam semuanya. Saat ini sedang berjalan menuju ke arahnya dan langsung menabrak Mayer hingga terpental jauh.
Mang Bidin yang melihat majikannya tertabrak mobil. Dia sontak langsung keluar dari mobilnya dan berlari mendekati tubuh Meyer yang terpental jauh.
Mang Bidin langsung menghubungi Bayu yang saat ini sedang berada di dalam sekolah sedang menghadiri acara perpisahan.
" Maafkan saya Tuan. Saat ini tuan muda Meyer sedang terkapar tak berdaya di depan pintu gerbang sekolah. Karena Tuan Meyer tertabrak mobil. Tolong ke mari segera Tuan!!" ucap Mang Didin kepada Bayu yang sontak terkejut mendengarkan cucunya saat ini tengah mengalami kecelakaan.
Amanda yang melihat suaminya tampak begitu gugup langsung bertanya kepada Bayu.
" Bidin! Segera kau hubungi ambulans dan tunggulah aku. Aku segera ke situ untuk melihat keadaan cucuku!" ucap Bayu yang langsung menutup panggilan telepon dan bergegas untuk keluar dari sekolahan.
" Ada apa? Kenapa kau begitu panik?" tanya Amanda yang merasa bingung dengan keadaan suaminya.
" Ayo ikut denganku ke depan. Meyer saat ini sedang dalam keadaan kritis, karena tertabrak oleh mobil!" Amanda begitu terkejut ketika mendengarkan penuturan dari suaminya. Dia pun kemudian langsung membimbing Bayu untuk bisa berjalan menuju Meyer yang sudah banyak dikerubungi oleh orang-orang yang kebetulan melintas di tempat kejadian kecelakaan.
Begitu melihat cucunya yang tertabrak. Bayu langsung membawa menangis. Bayu membawa Meyer menuju rumah sakit setelah ambulans datang.
" Ya ampun cucuku! Kenapa bisa kau mengalami kejadian seperti ini?" tanya Bayu yang terlihat begitu tertekan dengan keadaan cucunya yang sampai saat ini belum sadarkan diri.
Mang Bidin juga menghubungi Sulis dan Steven yang saat ini berada di Jerman.
" Maafkan saya Nyonya saya yang tidak bisa menjaga Tuan Mayer sehingga terjadi kecelakaan itu!" ucap Mang Bidin merasa bersalah ketika dia mendengar Sulis yang langsung menangis mendengar kabar tentang putranya yang sekarang berada di ICU setelah tertabrak mobil.
" Bilang pada papa. Kalau aku akan segera ke Indonesia untuk melihat keadaan anakku!" setelah mengatakan itu Sulis pun kemudian mencari Steven dan meminta izin kepada suaminya untuk segera menuju Indonesia.
__ADS_1
" Katakan padaku! Kenapa kau ingin pergi ke Indonesia?" tanya Steven dengan raut wajah penuh curiga.
Steven sadar kalau dia memiliki banyak kesalahan terhadap Sulis. Oleh karena itu dia sangat takut kalau sampai Sulis mengadu kepada Bayu Iswara.
Dulu Bayu, Cakra dan Andika pernah menghajar dirinya ketika mereka mengetahui kalau dia telah memperkosa Sulis sehingga lahirlah Meyer ke atas dunia.
Sampai saat ini Steven masih belum bisa melupakan rasa sakit itu. Sehingga membuat dia secara tidak sadar selalu ketakutan kepada Bayu, sang mertua.
" Aku harus segera kembali ke Indonesia. Karena saat ini Meyer sedang berada di rumah sakit. Dia habis tertabrak mobil. Saat ini dia berada di ruangan ICU. karena kondisi Meyer sangat kritis!" ucap Sulis dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.
Terlihat Steven terkejut mendengarkan berita yang disampaikan oleh istrinya.
" Baiklah sayang. Ayo kita pergi ke Indonesia bersama-sama saja. Bukankah kita juga sebentar lagi akan mempersiapkan acara pertunangan Meyer dan Angel?" tanya Steven sambil tersenyum kepada Sulis yang auto bengong mendengar Steven yang memanggilnya sayang Setelah sekian lama.
Sulis langsung menggelengkan kepalanya dan menyadarkan dirinya sendiri bahwa semua itu hanyalah sebuah Fatamorgana dan tidak akan abadi.
Sulis malah merinding ketika mendengarkan suaminya mengatakan hal seperti itu.
Akan tetapi saat ini Sulis sedang memikirkan tentang keadaan Meyer, Anak kesayangan nya. Sulis sedang tidak mempunyai waktu untuk berpikir hal yang lainnya.
Dengan menggunakan jet pribadi milik keluarga Clarkson, mereka semua kemudian datang ke Indonesia untuk menjenguk keadaan Meyer terlihat Elena dan juga Mark yang juga ikut dalam rombongan itu.
Martha sekarang sudah tinggal bersama dengan suaminya di Prancis dan sangat jarang untuk kembali ke Jerman.
Martha sudah bahagia dengan kehidupannya bersama dengan keluarga barunya. Tidak mau membuat pusing kepala dengan urusan ayahnya yang tidak pernah ada habisnya selalu saja berurusan dengan perempuan liar.
Terlihat Elena yang sangat mengkhawatirkan keadaan cucu kesayangan dia.
" Bagaimana mungkin cucu kesayanganku bisa mengalami kecelakaan seperti itu? Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Bayu di sana? Kenapa dia tidak bisa menjaga cucuku?" tanya Elena yang terlihat geram mengetahui Meyer sekarang berada di ruangan ICU dan masih belum jelas keadaan Meyer di sana.
Mang Bidin memang tidak memberitahukan semuanya secara rinci karena dia hanya memberitahukan kalau Meyer saat ini berada di ruang ICU.
__ADS_1
" Sulis cepat kau hubungilah Mario. Mungkin Mario mengetahui kabar terbaru tentang Meyer!" ucap Mars memberikan perintah kepada Sulis yang sejak tadi terus berdoa untuk keselamatan putranya yang tercinta.
Sungguh diantara semua anaknya Sulis memang paling mencintai Meyer karena hanya Meyer yang wataknya benar-benar mirip dengan dirinya dan selalu mengerti semua penderitaannya selama ini.
Sulis pun kemudian menghubungi Mario yang saat ini sudah berada di Rumah Sakit bersama dengan Bayu dan Amanda.
" Mario, anakku. Bagaimana dengan saudara kamu Nak? Apakah dia sudah keluar dari ruang ICU?" tanya Sulis dengan suara bergetar karena menahan isak tangis yang hendak keluar dari rongga dadanya.
" Tenanglah Mah. Saat ini Meyer sudah berada di rumah sakit yang terbaik dan ditangani oleh tim dokter yang terbaik. Kalian kalau ingin datang kemari, datanglah! Tetapi tidak usah terlalu khawatir dengan keadaan Meyer. Insya Allah dia akan baik-baik saja sekarang!" ucap Mario berusaha untuk menghibur kedua orang tuanya yang pasti saat ini sedang khawatir dengan kondisi Meyer yang kecelakaan.
Elena langsung mengambil ponsel dari tangan Sulis karena dia ingin berbicara secara langsung dengan Mario.
" Apa Kau tidak berbohong Mario? Benar kalau Meyer sekarang baik-baik saja?" tanya Elena yang sudah sangat khawatir dengan keadaan cucunya.
" Iya Nek Meyer baik-baik saja. Tenanglah!" ucap berusaha menenangkan neneknya.
" Kami sekarang sudah ada di jet pribadi dalam perjalanan menuju Indonesia!" ucap Elena kepada Mario.
" Baiklah kalian berhati-hatilah nanti Mario akan mengirimkan mobil untuk menjemput kalian di bandara!" ucap Mario yang kemudian menutup panggilan telepon dari Neneknya karena dia melihat Meyer yang keluar dari ruang ICU.
" Sudah dulu ya Nek. Meyer akan dipindahkan ke ruangan perawatan. Kalian nanti sekalian bertemu dengan Meyer di sana saja. Aku harus membantu Kakek untuk mengurus semua administrasinya dan keperluan Meyer!" ucap Mario yang kemudian berpamitan kepada neneknya.
Semua orang di jet pribadi itu mulai merasa lega setelah mendengarkan kabar dari Mario yang mengatakan Meyer sudah keluar dari ruang ICU.
" Syukurlah kalau sekarang bayar sudah keluar dari sana. Semoga keadaannya akan semakin!" ucap Sulis sambil menengadahkan kedua tangannya ke atas langit.
Sepanjang perjalanan Sulis terus berdoa kepada Allah. Agar putranya baik-baik saja. Dan tidak terjadi hal yang buruk kepada Meyer yang paling sayang kepadanya.
Sementara itu Stevan yang sejak tadi hanya menatap Sulis yang terus saja menangis tersedu-sedu. Karena memikirkan tentang putranya. Sedikit banyak dia pun merasa bersalah kepada Meyer. Dia sadar kalau dia bukan ayah yang baik. Karena dirinya sangat jarang memberikan cinta dan perhatian untuk putranya sehingga Meyer maupun Mario jauh lebih memilih untuk tinggal bersama dengan kakek mereka daripada dengan dirinya.
" Tenanglah Sulis. Papa yakin kalau bayar pasti akan baik-baik saja dia adalah pemuda yang hebat dan juga kuat!" ucap Mark ya sekarang sedang memeluk Sulis.
__ADS_1
" Semoga saja Pah. Entahlah Pah, aku hanya merasa bingung! Aku benar-benar tidak mengerti. Kenapa Putraku harus mengalami nasib buruk seperti itu?" tanya Sulis sambil menatap Mark.