Cinta Alea

Cinta Alea
42. Pindah


__ADS_3

Alea mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bi Darsih dan juga Mang Cecep untuk membantu permasalahannya saat ini.


" Ayolah Non Alea. Sebentar lagi anak Non Alea akan lahir. Kasihan kalau sampai dia terlahir tanpa keluarga yang utuh. Pasti nantinya akan di cemooh oleh orang-orang!" ucap Bi darsih berusaha untuk membujuk aleah agar menerima sarannya dengan menjadikan anak yang ada di dalam kandungan Alea menjadi anaknya dan juga Mang Cecep.


Kalau Alea setuju. Maka Bi Darsih dan Mang Cecep rela untuk menikah hanya untuk bisa mengangkat dan mengakui anak yang sedang dikandung oleh Alea adalah anak mereka.


" Kami nanti akan pindah ke kampung bibi. Kami pasti akan menjaga Tuan muda dengan baik. Percayalah Non, ini adalah solusi yang paling baik untuk anak non Alea dan Non Alea. Non Alea bisa melanjutkan hidup non dan menikah dengan laki-laki yang mencintai Nona Alea tanpa harus memusingkan tentang bayi yang ada di dalam kandungan anak Alea. Biarlah kami yang akan mengurus anak non Alea. Non Alea bisa bertemu dengan dia kapan saja ketika Nona Alea merindukannya." ucap Bi darsih masih belum menyerah untuk membujuk Alea agar menerima usulannya.


" Baiklah Bi. Saya pasti akan memikirkan tentang usulan Bibi. Saya sekarang mau istirahat dulu. Saya lelah sekali Bi!" ucap Alea yang akhirnya meninggalkan Bi Darsih dan Mang Cecep yang sejak tadi tidak ada bosan dan lelahnya terus membujuk Alea agar mau menerima usul dari mereka.


Di dalam kamarnya Alea terlihat menangis sedih karena memikirkan bayi yang ada di dalam kandungan yang tidak berayah.


" Meyer kau bilang kalau kau akan selalu mencintaiku dan akan selalu melindungi aku. Tapi sekarang, apa yang kau lakukan? Kenapa kau malah menikahi Angel dan meninggalkan aku begitu saja di saat aku sedang hamil begini?" tanya Alea dengan air mata yang berderai di pipinya ketika dia mengingat tentang Meyer yang sekarang telah resmi menjadi suami Angel.


Berdasarkan berita di televisi yang dilihat oleh Alea bahwa sekarang Meyer sudah pergi ke Amerika untuk kuliah di sana bersama dengan Angel.


Keluarga mereka berdua sangat bahagia dengan pernikahan dua sejoli yang benar-benar sepadan satu sama lain.


" Apa yang harus aku lakukan dengan anak kita Meyer? Aapakah lebih baik aku menggugurkannya saja dan melanjutkan hidupku ataukah aku mengikuti saran dari Bi Darsih dan Mang Cecep, untuk memberikan anakku kepada mereka dan aku bisa menjalani hidupku sendiri tanpa harus memikirkan tentang anak kita lagi?" tanya Alea tampak begitu kebingungan dengan option yang ada di hadapannya.


Semua pilihan itu tidak ada yang menyenangkan untuk Alea karena dia ingin untuk menikah bersama dengan Meyer dan merawat anak mereka bersama. Tetapi semua itu hanyalah pepesan kosong yang tidak akan pernah bisa dia raih sampai kapan pun juga.


Alea saat ini sedang meratapi nasibnya yang telah hancur lebur karena perbuatan Meyer.

__ADS_1


" Anakku katakan sama Mama. Apa yang harus Mama lakukan kepadamu Nak?" tanya Alea sambil mengelus perutnya yang sudah semakin membuncit.


Pada saat Alea mengelus perutnya, Alea tanpa sengaja melihat cincin yang melingkar di kedua jari manisnya yang satu adalah cincin yang diberikan saat Meyer melamarnya dan yang satu adalah cincin yang Meyer bilang adalah untuk mengendalikan organisasinya ketika dia tidak ada di tempat.


Meyer memberikan cincin itu kepada Alea sebagai simbol bahwa dia adalah ratu di dalam organisasinya sebagai pemilik dari hatinya.


" Aku bahkan tidak tahu organisasi apa yang dimiliki oleh Meyer! Bagaimana caranya untuk aku bisa mengendalikan organisasi dia?" tanya Alea dengan bingung.


Alea sadar bahwa tidak mudah untuk hamil di usianya saat ini yang masih terbilang sangat muda dan tidak memiliki seorang suami.


Akan banyak rintangan dan halangan yang pasti akan menghadang.


" Mama akan melindungimu Nak. Walaupun apa yang terjadi. Mama tidak akan pernah membiarkanmu dihina ataupun dicaci oleh siapapun!" ucap Alea yang akhirnya secara mantap dan meyakinkan dia akan tetap melahirkan anak itu dan menjadikannya sebagai anaknya sendiri.


Bagaimanapun Alea tidak akan mau menerima nasib anaknya yang harus menjadi anak pembantu dan sopir. Tidak Alea tidak mau hal itu terjadi kepada anaknya. Lebih baik dia yang akan berkorban dengan menikahi laki-laki yang bisa dia ajak untuk kerjasama dan dia ajak menikah kontrak selama berapa bulan saja, setidak nya sampai dia melahirkan.


" Aku akan mencari seorang laki-laki di biro jodoh. Aku yakin banyak laki-laki yang mau aku jadikan sebagai suami sementara aku dengan bayaran yang bagus!" setelah mengatakan itu Alya pun mulai berselancar di dunia maya mencari seorang laki-laki yang akan dia ajak untuk menikah kontrak.



Calon suami kontrak Alea, Bagaskara


Alea menatap sebuah foto yang dia dapatkan dari aplikasi biro jodoh.

__ADS_1


" Ya ampun dia masih sangat muda. Kenapa sudah memasang wajahnya di biro jodoh? Apakah dia tidak percaya diri bisa mendapatkan seorang istri atau kekasih?" tanya Alea ketika dia melihat foto Bagaskara yang masih menggunakan seragam SMA nya.


Alea tampak tersenyum karena dia seakan sedang melihat Meyer di balik seragam SMA itu.


" Aku harus segera menghubungi laki-laki ini sekitar 5 bulan lagi aku sudah melahirkan. Tidak mungkin kan? Kalau anakku lahir sementara pernikahan kami baru saja langsungkan?" Alea kemudian memutar nomor yang ada di dalam aplikasi biro jodoh itu untuk menghubungi laki-laki yang dia lihat fotonya di sana.


" Apakah saya sedang berbicara dengan Bagas?" tanya Alea to the point. Karena bagaimanapun dia tidak mau membuang waktu untuk basa-basi yang tak berguna.


" Benar sekali. Saya adalah Bagas anda siapa ya?" tanya seorang laki-laki dengan nada Bariton yang cukup membuat Alea terhenyak sesaat lamanya.


" Apakah kita bisa bertemu? Saya ada keperluan denganmu!" ucap Alea yang tidak sabar untuk bisa berbicara secara langsung dengan Bagas mengenai keinginannya untuk menjadikan Bagas sebagai suami kontraknya.


" Tunggu dulu! Dari mana kau mendapatkan nomor teleponku?" tanya Bagas kepada Allah ya yang kemudian menceritakan yang sesungguhnya.


" Maafkan aku. Sepertinya ada sebuah kesalahpahaman disini. Foto itu adalah temanku yang iseng-iseng memasukkannya ke dalam aplikasi biro jodoh itu. Aku tidak ada berniat untuk menikahi seseorang dalam waktu dekat!" ucap Bagas dengan nada penuh penyesalan.


" Ayolah bertemulah denganku sebentar saja. Aku memiliki penawaran yang aku yakin kau pasti akan suka!" ucap aleah bersikeras ingin bertemu dengan Bagas.


" Yah. Baiklah kau ingin bertemu di mana? Aku akan mendatangimu!" ucap Bagas pada akhirnya menerima keinginan Alea untuk bertemu dengannya.


" Temuilah aku di cafe Blossom. Besok jam 5 sore. Aku akan mengirimkan fotoku padamu." ucap Alea setelah berjanji kepada Bagas untuk bertemu dengannya.


Setelah mendapatkan janji dari Bagas Alea pun kemudian mengirimkan foto dirinya untuk bisa dikenali oleh Bagas saat mereka besok bertemu.

__ADS_1


" Oke sekarang hanya tinggal menunggu pertemuan kami besok dan kita akan lihat apakah dia menerima tawaranku atau tidak." ucap Alea dengan penuh kebahagiaan.


__ADS_2