
Zakira lama terdiam.
"Sebenernya, berat buat Tante menceritakan ini semua kepada mu sayang" Zakira sedih.
"Tidak apa-apa Tante. Ayo beritahu aku agar aku tau bagaimana caranya membantu Tante".
"Terima kasih sayang" akhirnya Zakira tersenyum. "3 tahun yang lalu Leonard pernah memiliki kekasih di Amerika serikat. Mereka dulunya sudah bertunangan, bahkan beberapa bulan kedepannya mereka akan melangsungkan pernikahan. Tapi seketika kekasih Leonard berkhianat dan memilih menikahi pria lain".
"Terus Tante".
"Leonard saat itu sempat mengalami gangguan jika hingga akhirnya kami membawa dia ke Indonesia. Dan sekarang seiring berjalannya waktu, Leonard mulai terlihat baik-baik saja meskipun ia masih belum bisa melupakan wanita itu".
Nindi kemudian tersenyum, "Tante tenang saja, sebisa mungkin aku akan berusaha membuat Leonard melupakan wanita itu. Aku berjanji Tante".
"Terima kasih sayang. Tolong bantu Leonard melupakan wanita itu".
"Iya Tante, aku akan berusaha".
.
Siang ini Aliya berada di taman, ia duduk seorang diri di bawah pohon besar sambil menutup kedua matanya. Kemudian Aliya mengusap perut, ia tidak habis pikir kalau ia akan hamil, lalu disaat seperti ini apa yang harus ia lakukan? Sedangkan ia sampai sekarang belum juga mendapatkan pekerjaan.
"Permisi" seseorang memanggilnya.
Aliya pun langsung membuka mata melihat seorang wanita itu tersenyum kepadanya.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini?" dan wanita itu adalah Zakira. Setelah ia pergi meninggalkan kantor Nindi, ia pergi menuju taman.
Lalu Aliya menggeser tubuhnya melihat Zakira mendudukkan diri disebelahnya.
"Tidak apa-apa kan kalau aku mendudukkan diri disini?".
Aliya tersenyum mengangguk.
"Tidak apa-apa Tante. Duduklah".
Zakira kemudian menyadarkan tubuhnya di balik pohon menatap keatas langit, sedangkan Aliya menatap Zakira dengan senyuman.
"Ada apa Tante?" tanya Aliya terlihat dekat.
Zakira membuka mata melihat Aliya, "Hari ini aku bahagia" jawabnya. "Akhirnya... Lalu bagaimana dengan mu? Kenapa kamu terlihat sedih seperti itu?".
"Hhhmm? Kok Tante bisa tau?" Aliya menyentuh wajahnya. "Iya Tante aku sedih hari ini".
"Sedih kenapa? Ayo cerita siapa tau aku bisa membantu mu".
Aliya menghela nafas, "Sudah beberapa minggu lamanya aku tinggal di ibu kota ini Tante. Tapi sampai sekarang aku belum mendapatkan pekerjaan. Itu yang membuat aku sedih Tante".
"Benarkah?".
__ADS_1
"Iya Tante. Tapi mungkin aku berpikir karna aku tidak melihat ijazah Tante makanya tidak ada toko-toko atau pun perusahaan mau menerima aku bekerja disana".
"Oh, begitu ya. Emang asal kamu dari mana?".
"Dari kota xx Tante. Sedikit jauh dari ibu kota hehehehe".
"Terus orang tua kamu sekarang tinggal disana? Kalau kamu tidak mendapatkan pekerjaan disini, sebaiknya kamu pulang saja dari pada harus bertahan hidup seperti ini".
Aliya tersenyum tipis, "Aku tidak memiliki orang tua tante. Selama ini aku tinggal di panti asuhan".
"Oh begitu yah. Maaf kalau Tante menyakiti perasaan mu".
"Hehehehe... Tidak apa-apa kok Tante. Aku sudah biasa kok dikatai anak haram sejak kecil sama teman-teman satu sekolah Aliya".
"Oo jadi nama kamu Aliya?".
"Iya Tante, nama ku Aliya".
"Terus sampai sekarang kamu tidak tau siapa orang tua kamu Aliya?".
"Iya Tante aku tidak tau siapa orang tua ku. Terus, kalau ibu panti bercerita, katanya Aliya anak yang tidak di inginkan makanya Aliya di buang ke panti asuhan hehehehe... Mmmm, seperti yang aku lihat tante pasti orang kaya. Iya kan Tante?".
Zakira terdiam.
"Tante beruntung sekali, aku sangat iri".
Zakira melihat Aliya, "Kenapa kamu harus iri?".
Zakira terkejut, ia menatap Aliya dengan heran karena wajah sepolos Aliya tidak ia sangka pernah mencuri.
Kemudian Aliya tertawa, "Astaga! Bagaimana bisa aku menceritakan masa lalu ku kepada orang yang baru saja aku kenal?".
Lalu Zakira tersenyum geleng kepala.
"Dan karna itulah ibu panti mengusir ku Tante dari sana. Karna aku mencuri".
"Oh jadi begitu?".
"Iya Tante. Sebenarnya aku sangat malu sekali menceritakan ini semua, tapi entah kenapa aku malah merasa puas" Aliya lalu menarik nafas panjang menatap Zakira.
"Kenapa?".
"Boleh tidak aku meminta pekerjaan di rumah Tante untuk bertahan hidup?".
Lagi-lagi Zakira terdiam menatap Aliya tanpa ekspresi membuat Aliya tertawa.
"Tidak apa-apa menolak ku tante. Aku sudah terbiasa ditolak hehehehe... Atau tante bersedia menerima ku? Aku sangat berharap sekali Tante".
Zakira menggeleng kepala, "Maaf Aliya, Tante tidak bisa menerima mu karna...
__ADS_1
"Apa karna aku pernah mencuri Tante?".
"Mmmmm".
"Tante jangan khawatir, aku berjanji tidak akan pernah mencuri di rumah tante. Kalau itu terjadi, aku siap di penjara seumur hidup. Aku janji Tante".
Zakira berpikir, ia merasa benar-benar Aliya berkata dengan tulus. Ditambah, entah kenapa ia merasa kasihan kepada gadis malang itu.
"Baiklah, kamu boleh bekerja di rumah Tante dengan syarat kamu jangan pernah coba-coba untuk mencuri. Kalau sampai itu terjadi, Tante tidak akan segan-segan menjebloskan kamu ke penjara".
"Iya Tante, aku bersedia".
"Ya sudah, kamu ikut Tante ayo".
"Iya Tante" senang Aliya.
.
Sesampainya mereka di kediaman keluarga besar Herbowo, Aliya berkali-kali berkata wow melihat betapa besarnya rumah tersebut.
"Tante, ini benar-benar rumah Tante?".
"Iya, ini rumah keluarga besar Herbowo. Mulai hari ini kamu akan tinggal disini sebagai pelayan. Dan ingat sesuai dengan janji mu tadi kamu tidak boleh mencuri ataupun menyentuh barang mewah dirumah ini".
"Mmmmm, iya Tante".
Keduanya langsung masuk ke dalam, Aliya lalu melihat kedua bocah itu yang tak lain adalah Reza dan Naila bermain bersama dengan istri Sandro.
"Ooo, siapa bibi ini Oma?" tanya Naila berlari ke dalam pelukan Zakira.
Sambil tertawa Zakira mengangkat tubuh Naila, "Dia pelayan baru dirumah ini cucu Oma. Naila suka tidak?".
"Mmmmm" Naila menatap Aliya dari atas sampai bawah, lalu menggeleng kepala membuat Aliya tersenyum lebar. "Tidak Oma, Aliya tidak menyukai bibi ini".
"Hhhmmm? Kenapa sayang? Kenapa Naila tidak menyukai dia?".
Naila kemudian terlihat kesal, "Pokoknya Naila tidak menyukai bibi ini. Oma lihat saja nanti, kalau bibi ini ada dirumah paman Leo pasti tidak sayang sama kami lagi. Iya kan Reza?".
Lalu Zakira tertawa lucu bersama dengan istri Sandro. "Kalian berdua ada-ada saja. Bagaimana bisa paman Leo tidak sayang lagi sama kalian berdua hanya karna dia?".
"Mmmmm, feeling aku berkata seperti itu Oma" jawab Naila percaya diri.
"Benarkah?".
"Iya oma".
"Tapi itu kan feeling Naila, bukan yang sebenarnya terjadi. Tidak apa-apa, kasih sayang paman Leo kepada kalian berdua tidak akan berubah, dia akan selalu menyayangi kalian berdua sampai seterusnya mmmm".
__ADS_1
Mereka pun tertawa bersama.