Cinta Aliya

Cinta Aliya
Bab 26


__ADS_3

Sedangkan dari kejauhan sana, Reza anaknya Sandro tidak sengaja melihat Mirna memukul kepala Aliya sampai berulang kali membuat ia merasa kasihan kepadanya. Reza kemudian mengikuti langkah kaki Aliya, ia melihat Aliya menangis dibalik tembok yang tidak siapa pun tau.


"Kasihan sekali dia. Aku sangat yakin rasanya itu pasti sakit. Kenapa dia jahat sekali? Padahal dia sudah berkata kalau ia tidak sengaja hhhmmss".


Reza lalu pergi dari sana.


Tidak lama setelah itu, hari semakin sore. Suami Zakira kembali pulang dari kantor bersama dengan anak-anaknya. Kemudian mereka melihat Mirna telah berada disana bersama dengan suaminya dan juga kedua putrinya.


Melihat itu Vicky langsung tertawa, "Tolong maafkan keterlambatan kami. Apa kalian sudah lama menunggu?" Vicky mendudukkan diri begitu juga dengan Sandro. Namun berbeda dengan Leonard, anak itu langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Leo, kamu mau kemana? Ayo kemari duduk" ucap Vicky tegas.


Leonard pun menghentikan langkah kakinya melihat mereka dengan wajah letih.


"Aku sangat lelah sekali pa".


"Duduk Leo, jangan keseringan melawan" ucap Vicky kembali dengan suara tegas.


Tetapi itu semua tidak berpengaruh kepadanya, Leonard tetap melangkahkan kedua langkah kakinya pergi meninggalkan mereka menuju kamarnya.


"Astaga anak ini" gumam Sandro. "Pah, biar aku saja" ia pun segera menyusul Leonard ke dalam kamarnya dan memberikan satu pukulan tepat di wajah Leonard. "Kurang ajar kamu Leo. Bagaimana bisa kamu mempermalukan keluarga kita di hadapan keluarga Zelof? Kamu pikir kamu sudah hebat Leo haahhh? Kamu pikir kamu sudah hebat?".


Leonard terdiam, ia menyentuh sudah bibirnya yang terluka merasakan darah segar mengalir dari sana.


"Mau sampai kapan kamu akan seperti ini Leo? Mau sampai kapan hhhmmm? Jawab Leo....!!!".


Leonard kemudian melihatnya, ia tersenyum mengejek kepada saudara laki-laki ya itu.


"Terus aku harus bagaimana? Apa aku harus menerima perjodohan yang telah kalian rencanakan ini hhhmmm? Hahahaha... Yah, aku bukan anak kecil yang bisa kalian urusi. Jadi jangan pernah berharap kalau aku akan menerima ini semua. Sebaiknya kamu pergi saj...


BBBUUUNNGGGHHHH...


Semakin merah kepada adiknya itu, Sandro pun memberikan pukulan yang begitu sangat menyakitkan kepadanya lagi.


"Meskipun kamu adik ku sendiri Leo, aku tidak perduli kalau kamu berani macam-macam dengan mempermalukan papa dan mama dihadapan mereka. Aku tidak akan segan-segan membunuh mu. Cam kan itu".

__ADS_1


Dan lagi-lagi Leonard tertawa mengejek kepadanya, "Dan satu lagi, tolong jangan pernah ikut campur urusan asmara ku kalau kalian tidak menginginkan aku seperti ini".


Sandro mengepal kedua tangannya sangat marah, adiknya itu benar-benar sangat keras kepala sekali. Leonard benar-benar tidak bisa diajak bekerjasama lagi, Leo yang dulu penurut telah berubah 100% hanya karna wanita yang dulunya ia cintai mengkhianati dirinya.


"Sekarang katakan apa mau mu Leo?".


Leonard mendengus, ia menatap Sandro dengan wajah serius.


"Tolong, jangan pernah ikut campur mengenai masalah hubungan asmara ku".


"Terus, kamu mau sampai kapan seperti ini Le...


Ceklek!


Kedua mata itu langsung tertuju kepada Aliya dan Mawar yang baru keluar dari dalam ruangan kerja Leonard.


"Apa yang sedang kalian lakukan disini? Sana pergi" ucap Sandro segera mengusir mereka. Namun saat keduanya hendak melangkah kaki, Leonard tiba-tiba memanggil nama Aliya membuat ia menghentikan langkah kakinya.


"Iya, ada apa tuan?".


"Ada apa dengan wajah mu?".


Tanpa sadar Leonard manarik tubuh Aliya mendekat kepadanya.


"Ada apa dengan wajah mu? Siapa yang melakukan ini kepada mu? Katakan Aliya".


Mendengar suara Leonard yang meninggi. Aliya bingung ada apa dengan tuannya itu, lalu ia melirik Sandro yang juga ikutan bingung dibuat adiknya itu.


"Tu-tuan, aku tidak apa-ap.... Aaakkhh".


Tiba-tiba Leonard memeluknya.


"Jangan terluka, aku mohon tolong jangan buat aku khawatir. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu".


Melihat kelakuan Leonard kepada Aliya yang malah semakin menjadi. Sandro tambah dibuat bingung, ia benar-benar sangat bingung. Lalu ia menarik nafas, sedikit tau kalau adiknya itu sedang pura-pura perduli kepadanya.

__ADS_1


"Sudahlah Leo, tidak usah bersandiwara seperti itu dihadapan ku. Kamu pikir aku tidak tau?".


Lama setelah itu, Leonard melepaskan tubuh Aliya. Ia menatap tubuh Aliya dari atas sampai bawah merasa ada yang janggal di bagian perutnya. Melihat itu, dengan wajah terkejut, Aliya segera menutupinya sambil berkata.


"Tolong maafkan aku tuan, aku tidak mengerti kenapa tuan memeluk ku. Tapi aku harus pergi, ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan".


Begitu Aliya pergi meninggalkan mereka, Leonard tetap memandangi tubuh Aliya sampai tubuh itu menghilang dari pandangan matanya.


"Ada apa kamu masih melihat wanita itu Leo? Kamu tidak usah berpura-pura di hadapan ku. Kamu pikir aku akan mempercayai mu? Sekarang kamu ikut aku Leo, kamu harus menemui keluarga itu".


Dan lagi-lagi Leonard mendengus kesal. Tapi pada akhirnya, ia tetap mengikuti Sandro dari belakang menghampiri kedua keluarga itu.


"Itu Leo sudah datang pah" ucap Zakira tersenyum senang. "Kemari sayang, duduklah di samping mama" Zakira manarik pergelangan tangan putranya itu duduk di sebelahnya. "Ayo berikan salam kepada keluarga besar Zelof".


Leonard melihat mereka, lalu ia memberikan senyuman yang tipis.


Setelah itu Vicky tertawa, "Hahahaha.. Tidak usah dibawa ke dalam hati. Leonard memang sudah lama seperti ini. Bukan hanya kepada kalian saja, kami yang sudah keluarganya sendiri ia selalu seperti ini. Jadi karna itu aku berkata kalau kelakuan Leonard sangat tidak sopan, kalian maklumi saja. Bukan begitu calon menantu kami Nindi hahahhaha".


"Iya om" senang Nindi tersenyum lebar.


Namun berbeda dengan tatapan mata Leonard saat mendengar Vicky menyebut Nindi sebagai calon menantu.


"Untuk mempersingkat waktu, ada apa semua keluarga berkumpul disini?" Leonard mengajukan pertanyaan yang benar-benar sangat tidak sopan. "Maaf, kalau perkataan ku menyinggung perasaan keluarga. Aku mengatakan yang sebenarnya ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan".


Sandro menutup mata, ia mengepal kedua tangannya ingin melayangkan pukulan di wajah adiknya itu lagi.


"Leo" ucap Zakira menegur Leonard. "Ayolah sayang, tidak sangat sopan sekali kamu berkata seperti itu di hadapan keluarga Zelof. Tolong kamu jaga nama baik keluarga kita sayang yah..?".


Nindi menatapnya, "Kamu benar-benar sangat sibuk sekali Leo? Kalau kamu benar-benar sibuk tidak apa-apa ko. Kamu boleh lanjut bekerja".


Nindi berkata seperti itu, karna ia yakin tidak mungkin Leonard akan pergi meninggalkan mereka disaat seperti ini. Tetapi ia sangat salah besar, tanpa basa-basi, Leonard bangkit berdiri langsung pergi meninggalkan mereka menuju taman belakang.


"Leo" panggil Vicky. "Leonard, apa kamu tidak mendengarkan papa?".


"Biar aku saja pa, aku akan memberikan pelajaran kepada anak kurang ajar itu" ujar Sandro mengikuti Leonard dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2