
Dan sekarang Aliya berada di depan sebuah restoran, ia melihat ke dalam dengan tatapan sendu sambil mengusap perut yang terasa lapar.
"Sudah dua hari lamanya aku mencari pekerjaan tapi aku belum juga mendapatkannya. Dan sekarang aku merasa lapar, aku ingin sekali makan siang di dalam restoran itu hhhmmss".
Aliya lalu berjalan melewati restoran, tidak mungkin ia masuk ke dalam hanya untuk makan siang saja. Kemudian ia melihat warung kecil yang berada di pinggir jalan, ia pun langsung memasuki warung tersebut.
"Bu, nasi bungkus ya satu yah".
"Iya, lauknya apa?" tanya si penjual.
"Mmmm, pakai telor berapa Bu?".
"15 rb".
"Kalau pakai ayam goreng?".
"20 rb".
"Kalau gitu, aku pakai telor ajah Bu".
Sambil menunggu si penjual membungkus miliknya, Aliya tidak lupa mengatakan kepadanya untuk tidak lupa menaruh air minum di dalamnya. Setelah itu, si penjual memberikan nasi bungkus miliknya di tangan Aliya.
"Ini bayarnya Bu. Terima kasih ya".
"Iya".
Lalu Aliya pergi membawa nasi bungkusnya, ia melihat matahari begitu sangat cerah. Kemudian Aliya mencari tempat yang cocok untuk ia makan siang, karna perutnya sudah terasa sangat lapar. Namun saat mencari tempat tersebut, Aliya melihat seorang pria bertubuh tegap menatap kearahnya dengan sorot mata tajam.
Merasa dirinya yang sedang dilihat, Aliya tersenyum ramah menunjuk dirinya sambil berkata. "Kamu mengenal ku?" tanyanya.
Si pria itu lalu mendekati Aliya, tetapi prasangka Aliya malah meleset, si pria itu malam menyeret pergelangan tangan wanita yang berada di belakang Aliya.
"Astaga! Aku pikir pria itu melihat ku. Tapi nyatanya tidak. Hahahaha, memalukan sekali".
Sambil mencari tempat yang bagus untuk dirinya makan siang, Aliya melihat lagi sebuah mobil sport menepi di pinggir sana membuat ia seketika terpesona betapa cantiknya mobil tersebut.
"Wah, mobilnya cantik sekali" tidak lama kemudian ia melihat sepasang kekasih keluar dari dalam mobil itu, "Mereka pasti berpacaran" tebak Aliya. Dan benar seperti yang baru saja Aliya ucapkan, dengan sangat romantis si pria itu mencium bibir sang kekasih.
"Hey, mereka membuat ku sangat iri".
Hingga akhirnya Aliya menemukan tempat itu juga, tempat untuk ia makan siang di bawah pohon besar yang sedikit jauh dari jalan raya.
__ADS_1
"Bisa enggak yah makan disini? Nanti... Akh sebentar saja ya" Aliya pun mendudukkan diri di bawah pohon besar. Ia membuka nasi bungkusnya melihat nasi tersebut begitu sangat menggodanya. "Sepertinya enak".
Tidak ingin berlama-lama lagi, Aliya pun segera memakan makan siangnya dengan sangat lahap tanpa sebutir nasi tersisa.
"Kenyang juga".
Lalu pria petugas kebersihan disana menghampiri Aliya dengan wajah marah melihat tempat itu digunakan untuk tempat peristirahatan.
"Astaga!" kaget Aliya.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini?".
Aliya terdiam. Sorot mata pria itu begitu sangat menakutkan kepadanya.
"Maafkan aku pak, aku hanya.. Aku hanya istirahat sebentar saja pak" jawab Aliya.
"Maaf.. Maaf.. Tidak ada kata maaf" bentaknya.
"Aku benar-benar minta maaf" tanpa berlama-lama disana lagi, Aliya membawa kantong sampahnya pergi meninggalkan si pria itu dengan wajah ketakutan.
Setelah Aliya sudah merasa jauh dari sana, baru ia menghentikan langkahnya menoleh kebelakang dengan suara nafas legah.
"Akhirnya aku selamat juga. Ini memang salah ku, tapi bapak itu sangat menakutkan sekali".
"Ck, bagaimana ini?" Aliya gelisah.
Sedangkan matahari sudah mulai tanpak sore, Aliya bingung bagaimana caranya ia kembali pulang. Jika ia menggunakan gojek, ongkos menuju rumahnya pasti sangat mahal. Dan sekarang uang yang ia pegang tersisa 35 rb lagi.
Lama berpikir, Aliya sedih menjatuhkan tubuhnya berjongkok diatas trotoar.
"Kenapa hidup ku harus seperti ini sih? Aku pikir dengan pergi meninggalkan panti asuhan aku akan mendapatkan kehidupan yang baru. Tapi kehidupan yang baru aku dapatkan malah seperti ini aakkhhh.. Bagaimana ini? Kalau seperti ini terus aku tidak akan bisa bertahan hidup. Atau" Aliya melihat pejalan kaki yang berlewatan dari hadapannya.
"Tidak tidak tidak, aku tidak mau mencuri lagi. Aku tidak mau mengulangi kesalahan itu lagi, kalau sampai aku ketahuan, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada ku".
Aliya bangkit berdiri, ia melihat matahari itu lagi semakin sore, bahkan jam sekarang telah menunjukkan pukul 16: 13 menit. Setelah itu Aliya melanjutkan perjalanannya, ia tidak peduli lagi dimana dirinya sekarang berada, yang ia pikirkan bagaimana caranya ia mendapatkan pekerjaan sampai matahari terbenam.
Dan sekarang matahari telah terbenam. Aliya lalu melihat sebuah perusahaan besar menjulang keatas langit begitu sangat indah.
"Wah..." kagum Aliya.
__ADS_1
Lalu ia berjalan mendekati salah satu security yang bertugas disana. "Permisi" senyum Aliya.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?".
"Hehehehe... Begini pak, aku sedang mencari pekerjaan. Kira-kira, di perusahaan sebesar ini menerima aku enggak pak bekerja disini? Aku baru datang dari kampung, dan sedang mencari pekerjaan. Boleh tidak pak aku bekerja disini?".
Aliya berdoa dalam hati semoga ada mukjizat untuknya.
"Tidak apa-apa pak, aku mau bekerja apapun itu" sambung Aliya kembali.
Kemudian si security itu tersenyum kepadanya, "Maaf nona, saya tidak tau kalau di perusahaan ini sedang menerima karyawan atau tidak".
"Oh, begitu ya pak?".
"Iya nona. Untuk lebih jelasnya, coba nona cari tahu melalui website CJ group, siapa tau perusahaan ini menerima karyawan".
Aliya bingung, "Website itu apa pak?".
"Hhhmm?" Si security juga ikutan bingung di buat oleh Aliya. Tidak lama kemudian Si security melihat mobil Leonard terparkir di depan pintu loby membuat ia langsung menarik Aliya supaya Aliya tidak menghalangi jalan bos besarnya itu.
"Siapa pak?" tanya Aliya polos.
"Bos besar di perusahaan ini".
Lalu Bagas keluar dari dalam mobil membukakan pintu untuk Leonard, "Silahkan tuan".
"Tunggu" Leonard menghentikan langkahnya melihat kearah Aliya bersama dengan si security yang sedang tersenyum ramah kepadanya. Sedangkan Aliya, begitu ia melihat wajah datar Leonard ia langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.
"P-ria itu".
Setelah itu Leonard masuk ke dalam mobil.
Aliya lalu bersembunyi di balik tubuh si security agar Leonard tidak mengenali wajahnya yang memang nyatanya Leonard sama sekali tidak mengenal wajahnya.
"Beliau sudah pergi" ucap pak security.
Aliya tersenyum senang, "Jadi dia bos besar di perusahaan ini pak?".
"Iya, dia tuan Leonard Herbowo salah satu direktur disini".
"Wah.. Dia pasti sangat kaya sekali. Pantas saja kemarin dia mau memberikan uang sebanyak itu kepada ku. Ternyata karna ini" ucap Aliya dalam hati. "Kalau begitu aku pergi dulu ya pak. Tadi besar harapan ku bisa bekerja di perusahaan sebesar ini, tapi ternyata aku salah".
__ADS_1
"Iya nona".