
"Ooo, kamu baru bangun?" Tiara tersenyum mengejek. "Wah, kamu masih baru disini sudah berani saja bertingkah. Udah bi Siti, laporan saja dia sama nyonya Zakira".
Aliya kemudian menatap mereka secara bergantian dengan tatapan sendu, "Maafkan aku bibi. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Aku mohon bibi".
"Alaahh.. Paling itu bohong-bohongan mu saja. Ini kan sudah jam 8 pagi, masa iya kamu berani bangun jam segini? Yang benar saja. Kami saja yang sudah orang lama disini enggak berani melakukan hal itu. Apalagi kamu yang orang baru. Sudah bibi, tidak usah mengasihi dia, laporan saja sama nyonya Zakira".
Lalu Mawar yang melihat Aliya disana, ia pun segera menghampiri mereka dengan bertanya ada apa.
Tiara tersenyum sinis, "Lihat itu saudara mu, bisa-bisa dia bangun jam segini. Emang dirumah ini rumah orang tuanya seenaknya saja baru bangun jam segini?".
Mawar melihat Aliya, "Apa benar Aliya?".
Aliya langsung mengangguk membenarkan perkataan Tiara. "Tolong maafkan aku, sekali lagi aku mohon tolong maafkan aku. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Mawar tolong aku!".
Melihat penyesalan di wajah Aliya, Mawar memohon kepada bibi Siti untuk memaafkan Aliya untuk yang pertama sama yang terakhir kalinya. Ditambah juga, Aliya belum tau peraturan dirumah tersebut dan ia masih membutuhkan bimbingan dari mereka. Hingga akhirnya, bibi Siti mau memaafkannya. Sedangkan Tiara, ia terlihat kesal kepada mereka yang sudah membiarkan Aliya bebas begitu saja tanpa mendapatkan hukuman.
"Terima kasih bi. Ayo ikut aku Aliya".
Cukup legah mendapatkan bantuan dari Mawar, Aliya segera mengikutinya dari belakang. Dan sekarang mereka berdua berada di dalam kamar Reza, Mawar langsung memberikan arahan kepada Aliya untuk segera membersihkan kamar tersebut tanpa ada yang tertinggal, ditambah barang-barang yang ada di dalam kamar itu jangan ada yang jatuh atau sampai pecah.
Mengerti mengenai semua penjelasan Mawar, ia pun pergi meninggalkan Aliya di dalam kamar itu.
"Wah, di kamar ini banyak sekali mainnya. Aku suka" senang Aliya. Lalu ia berjalan mendekati salah satu dari mainan Reza, "Kenapa dengan melihat mainan ini semua, rasanya aku ingin sekali melahirkan bayi ku ini?" kemudian Aliya mengusap perutnya. "Bayi ku, apa kamu juga ingin memiliki mainan seperti ini hehehehe... Tapi aku sangat yakin mainan ini semua tidak ada yang murah. Itu artinya ibu mu tidak akan bisa membelikan kamu mainan ini".
Setelah itu Aliya segera membersihkan kamar Reza, ia lalu memasuki kamar mandi. Tidak lama setelah semua selesai, ia melihat kamar Reza telah bersih, rapi dan wangi bersama dengan barang-barang Reza yang tersusun rapi.
"Akhirnya selesai juga. Mawar juga udah selesai belum ya?".
Aliya lalu keluar dari dalam kamar, ia mencari keberadaan Mawar tetapi orang tersebut tidak ia temukan.
"Loh, Mawar kemana yah? Kenapa dia tidak terlihat?".
__ADS_1
"Aliya!" panggil Zakira yang melihatnya.
Aliya pun langsung memutar tubuhnya melihat Zakira memanggil namanya. Sambil tersenyum Aliya menjawab, "Iya nyonya. Ada yang bisa aku bantu?".
Zakira mengangguk, "Kamu ikut aku ke kamar sebentar Aliya" jawabnya.
Tanpa menolak, Aliya segera mengikuti Zakira ke dalam kamarnya. Begitu mereka berdua di dalam sana, Aliya di buat beberapa kali terkagum-kagum betapa luasnya kamar tersebut ditambah hiasan yang ada di dalam kamar itu begitu sangat mewah.
"Ada apa?" tanya Zakira.
"Hehehehe... Tidak apa-apa nyonya. Aku hanya... Kamar ini luas sekali".
"Oh" ucap Zakira. "Itu, kamu masuk ke dalam ruangan itu Aliya. Tolong kamu keluarkan semua barang-barang yang ada di dalam lemari. Dan langsung kamu masukkan semua barang yang itu ke dalamnya".
"Baik nyonya".
"Jangan lama ya Aliya. Begitu aku kembali kemari, semua sudah selesai".
"Bagus, aku tinggalkan kamu".
Sekeluarnya Zakira dari dalam kamar itu, Aliya segera melaksanakan perintah Zakira dengan mengeluarkan semua barang-barang yang ada di dalam lemari sana. Namun begitu Aliya memasuki ruangan itu, ia langsung melihat istana pakaian yang begitu sangat banyak di tambah sepatu-sepatu mewah (yang pastinya sepatu branded bersama dengan tas-tas branded).
"Astaga! Apa tadi aku tidak salah dengar?".
Tetapi ia tidak mungkin salah dengar, hingga akhirnya Aliya pun segera mengeluarkan semua isi dalam lemari tersebut. Dan sesudah itu, ia lalu hendak menyusun di dalamnya barang-barang yang tadi Zakira tunjukkan kepadanya. Namun saat ia membuka paper-bag Zakira, Aliya melihat isi di dalamnya adalah pakaian tas dan juga sepatu.
"Oh, jadi seperti ini hidup orang kaya yah?" gumam Aliya. "Bahagia sekali rasanya" kemudian ia memasukkan semua itu ke dalam lemari. Aliya sempat memikirkan seandainya Zakira mau berbaik hati memberikan salah satu dari pakaian itu kepadanya, ia pasti sangat senang sekali.
Tidak lama kemudian, Aliya mendengar suara pintu terbuka. Ia pun langsung bisa menebaknya kalau orang tersebut pasti adalah Zakira. Dan benar sekali, orang itu adalah Zakira.
"Aliya sudah selesai?" tanyanya.
__ADS_1
"Sedikit lagi nyonya. Ini sudah mau selesai" jawab Aliya.
"Loh, kamu kenapa lama sekali Aliya? Aku sudah bilang begitu aku kembali kamu harus sudah selesai. Kamu tidak mencuri barang-barang ku kan Aliya?".
Deng!
Aliya menghentikan tangannya, ia melihat Zakira dengan wajah sedih tidak habis pikir kalau Zakira masih menganggapnya pencuri.
"Tidak nyonya, aku tidak ada mencuri".
"Benarkah? Kalau begitu kamu kemari. Aku harus memeriksa tubuh mu untuk memastikan kalau kamu benar-benar tidak mencuri" Aliya pun berjalan mendekati Zakira. Setelan itu Zakira langsung memeriksa tubuhnya Aliya mulai dari atas sampai bawah tanpa perduli dengan pakaian Aliya yang tanpa Zakira sadari pakaian itu terkoyak.
"Maaf nyonya. Aku benar-benar tidak mencuri apa-apa" ucap Aliya lagi. "Aku berani bersumpah nyonya".
"Aku tidak percaya Aliya, buka pakaian mu semua".
"Apa? Ta-tapi nyonya. Aku benar-benar tidak mencuri apa-apa".
"Sudah buka saja. Itu jauh lebih baik Aliya dari pada aku menganggap mu pencuri".
Begitu Zakira membuka pakaian Aliya, dengan sangat malu Aliya langsung menutupi tubuhnya dengan kedua tangan merasa sangat malu karna pakaian dalam yang ia pakaian tidak pantas lagi ia gunakan.
"Aliya, apa kamu tidak memiliki pakaian yang lebih pantas lagi dari sini kamu pakai? Lihat itu pakai dalam kamu Aliya, itu tidak layak lagi kamu gunakan. Bahkan.. Ya Tuhan, sebagai wanita kamu tidak malu Aliya?".
Aliya tersenyum kaku, "Iya nyonya" lalu Aliya menutupi perutnya. "Aku sangat malu nyonya. Tolong berikan pakaian ku itu".
Zakira melihat pakaian Aliya yang berada di tangannya, saat itu juga Zakira menutup mata langsung melemparkan pakaiannya tepat di wajah Aliya.
"Ck" Zakira merasa jijik. "Please Aliya, tolong pakai pakaian mu yang layak di pakai. Jangan pakai yang seperti ini".
"Iya nyonya" Aliya lalu memakai pakaian itu kembali. Kemudian ia bertanya, "Nyonya, apa aku...
__ADS_1
"Sudah, sebaiknya kamu pergi saja. Panggil Mawar sekarang juga ke kamar ini atau siapa kek asalkan jangan kamu. Ais, pakaian ku ini pasti sudah bau".