Cinta Aliya

Cinta Aliya
Bab 19


__ADS_3

"Aaarrrkkkhh... Yes, akhirnya Leonard datang juga" senang Nindi begitu Leonard mengirim pesan kalau ia menuju lokasi saat ini. Lalu Nindi memperbaiki pakaiannya, ia harus terlihat benar-benar sangat cantik di kedua mata Leonard.


Tidak menunggu beberapa lama lagi, akhirnya orang yang ia ditunggu membuka pintu itu juga langsung membuat Nindi terkesima melihat betapa tampannya Leonard yang sangat berwibawa.


"Leo" panggilnya.


"Mmmm, apa aku membuat mu menunggu lama?".


"Tidak Leo. Terima kasih banyak sudah mau makan siang bersama ku. Ayo duduk Leo".


Kedua orang itu langsung mendudukkan diri diatas kursi, "Karna aku tidak tau makanan apa yang kamu suka, jadi aku memesan semua menu yang tersedia di restoran ini. Kamu tidak keberatan kan Leo?".


"Tidak" Leo kemudian menyambar botol anggur tersebut menuang di dalam gelas Nindi dan juga dalam gelasnya. "Cheers..".


Sambil menikmati anggurnya, Nindi mencoba mengajak Leo berbicara santai.


"Di kantor, apa pekerjaan mu banyak Leo?".


"Tidak" jawabnya singkat.


"Benarkah?".


"Mmmmmm".


Nindi tersenyum, "Makanan kesukaan mu apa Leo? Aku akan menaruhnya di piring mu".


"Tidak usah, aku memakan semua hidangan yang ada di meja ini".


Dan lagi-lagi Nindi tersenyum senang, "Syukurlah kalau kamu menyukai semua hidangan yang ada di atas meja ini Leo. Aku juga sama seperti dengan mu. Oh iya, dulu waktu aku kuliah di Amerika serikat, aku pernah belajar masak Leo. Kamu ingin menikmati masakan ku? Aku akan membuatkan hidangan yang istimewa untuk mu. Bagaimana?".


Leonard melihatnya, "Kalau aku punya waktu aku akan menikmatinya".


"Benarkah Leo?" Nindi sangat senang. "Astaga, aku pikir kamu akan langsung menolak ya Leo. Ternyata aku salah, baiklah kalau begitu, kalau kamu punya waktu datanglah ke apartemen ku yang berada di jalan xx atau kamu hubungi saja aku kalau kamu benar-benar ada waktu ok?".


"Mmmmm".


Tidak lama kemudian makan siang itu telah selesai, Leonard melihat sisa makanan mereka masih tersisa banyak.


"Kenapa Leo?".

__ADS_1


"Tidak, ayo. Aku akan mengantarmu".


Kedua mata Nindi berbinar-binar tidak percaya kalau Leonard berniat mengantarnya pulang ke kantor. "Leo, kamu tidak sedang bercanda kan? Kamu benar-benar mau mengantar ku pulang?".


"Iya".


"Astaga, aku sangat senang sekali Leo" Nindi langsung menyandang tasnya mengajak Leonard meninggalkan ruangan tersebut menuju dimana Leonard memarkirkan mobilnya. Setelah kedua orang itu berada di dalam mobil, tanpa harus berlama-lama lagi, Leonard segera menjalankan mobilnya meninggalkan restoran hingga kini mereka telah tiba di depan gedung perusahaan Valid group.


"Terima kasih Leo sudah mengantar ku kemari. Tapi sepertinya pekerjaan mu sudah menumpuk di kantor sehingga aku tidak bisa mengajak mu singgah sebentar. Pergilah, kamu hati-hati di jalan yah".


"Mmmmmm".


Nindi keluar dari dalam mobil. Leonard pun segera menjalankan mobilnya pergi meninggalkan Nindi menuju perusahaan CJ Group.


Setibanya Leonard, ia mendapatkan notifikasi dari Nindi. "Aku tidak tau harus berkata seperti apa kepada mu Leo. Hari ini aku benar-benar merasa sangat bahagia sekali. Benar-benar merasa hari paling istimewa sepanjang sejarah hidup ku".


Leonard lalu menutup ponselnya, ia sama sekali tidak berniat membalas pesan Nindi. Dan begitu ia masuk ke dalam ruangannya, ia melihat Sandro berada disana bersama dengan salah satu client mereka.


"Ooo, kamu sudah pulang Leo?" ucap Sandro tersenyum. "Duduklah, kamu masih mengenal tuan Bayu kan? Beliau salah satu client terlama kita di perusahaan ini. Cuman kemarin, beliau berada di luar negeri selama 3 tahun lamanya. Dan ini beliau baru kembali".


Leonard mengangguk mengerti mengulurkan tangannya di hadapan Bayu, "Sepertinya saya masih mengenal anda" jawabnya.


"Hahahaha... Terima kasih tuan Leo" senang Bayu tertawa.


"Sepertinya kamu belum tau mengenai produk dari susu kedelai yang baru saja kita pasarkan di pasaran yang sebenarnya membantu kita adalah beliau" jawab Sandro. "Karna itu aku membawa beliau kemari Leo supaya kamu bisa lebih dekat berkomunikasi mengenai kasiat dan pasarannya seperti apa yang harus kita lakukan".


Leonard terdiam, ia terlihat memikirkan apa yang baru saja Sandro ucapkan. Setelah beberapa menit kemudian, Leonard melihat Bayu dengan tatapan wajah serius sembari mengulurkan tangan.


"Saya harap kita bekerja sama dengan baik".


Dengan senang hati Bayu membalas tangan Leonard, "Terima kasih tuan Leo, saya sangat berharap sekali tuan Leo selalu mempercayai saya".


"Baiklah, tolong jangan kecewakan saya".


Setelah hampir beberapa lamanya mereka berbincang-bincang, akhirnya kedua orang itu keluar dari dalam ruangan. Kemudian Bagas masuk ke dalam melihat Leonard telah berada di atas kursi kebesarannya.


"Tuan" panggil Bagas.


"Mmmmm, ada apa Bagas?".

__ADS_1


Bagas melihat ke ambang pintu, "Tuan, apa tuan Bayu benar-benar bisa di percayai?".


Leonard menghentikan tangannya dari keyboard, ia lalu melihat Bagas dengan tatapan intens. "Ada apa Bagas?".


"Maaf tuan kalau saya sudah terlalu ikut campur, hanya saja firasat ku berkata kalau tuan Bayu bukan orang yang mudah kita percayai. Sebaiknya tuan berhati-hati kepadanya".


Leonard tersenyum menyeringai, "Kamu jangan khawatir, aku tidak akan semudah itu mempercayai orang seperti dia. Kak Sandro saja yang mudah tertipu dengan tampangnya seperti itu".


"Aku pikir hanya aku saja yang merasa hal itu tuan" Bagas tersenyum membuat Leonard ikutan tersenyum. "Lalu bagaimana dengan makan siang hari ini tuan? Apa semuanya berjalan dengan baik?".


"Mmmmm" jawab Leonard mengangguk. "Nanti kamu pulang duluan saja Bagas. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini".


"Tuan yakin tanpa harus bantuan ku?".


"Mmmmmm".


"Baiklah kalau begitu tuan".


.


Sore harinya seperti yang tadi siang Leo ucapkan, Bagas telah pulang duluan meninggalkan dirinya seorang diri disana. Kemudian Leonard menyandarkan tubuhnya balik kursi kebesaran miliknya dengan kepala pusing sambil melihat jam telah menunjukkan pukul 7 malam tepat.


DDDRREETTTT... DDDRREETTTT....


Satu panggilan tak terjawab berasal dari Sinta.


DDDRREETTTT... DDDRREETTTT....


Lalu berasal dari Nindi.


"Ck, kenapa Leo tidak menjawab panggilan ku sih? Apa dia sedang perjalanan pulang? Atau di belum pulang dari kantor?" gumam Nindi.


Nindi kembali menghubungi ponsel Leonard sampai beberapa kali banyaknya namun tak satupun Leonard jawab hingga akhirnya ia mengirim pesan.


"Leo, apa kamu sudah tiba dirumah? Atau kamu masih berada di kantor? Tolong balas Leo, aku mengkhawatirkan kamu".


Mendapatkan pesan itu, Leonard hanya membacanya tanpa membalas dan membiarkan ponselnya berdering terus menerus begitu saja.


"Hhhmmss.. Kenapa dia harus mengganggu ku disaat seperti ini" gumam Leo.

__ADS_1


Sedangkan Nindi, ia tiba-tiba merasa semakin khawatir kalau sampai sesuatu terjadi kepada Leonard.


"Astaga Leo, kenapa harus seperti ini sih? Aku mohon tolong jawab panggilan ku. Jangan buat aku khawatir".


__ADS_2