Cinta Aliya

Cinta Aliya
Bab 13


__ADS_3

Ceklek!


"Astaga Aliya! Kenapa kamu baru keluar?" ujar Mawar menarik pergelangan tangan Aliya meninggalkan pintu kamar Leonard. "Apa yang terjadi? Sepertinya tuan Leonard marah besar kepada mu".


"Mmmmm" Aliya mengusap air mata itu lagi. "Tuan Leo sangat marah besar kepada ku aarrkkhhh... Bagaimana ini Mawar?" Hiks.. Aku sangat takut sekali kepadanya. Bagaimana kalau nantinya tuan Leo mengusir ku dari rumah ini? Kemana lagi aku harus pergi hiks.. hiks".


Mawar bingung, ia tidak menyangka kalau Leonard akan pulang secepat ini dari kantor. Biasanya Leo pulang jam 7 malam kalau tidak jam 8 malam. Tapi sekarang, jam masih menunjukkan pukul 17: 25 menit.


"Mau bagaimana lagi. Aku juga lupa memberitahu mu kalau tuan Leonard sudah pulang kamu harus meninggalkan pekerjaan mu. Dan sekarang, maafkan aku Aliya, aku yang salah".


Aliya menatap Mawar, "Tadi tuan Leo berkata kepada ku jangan sampai dia melihat wajah ku lagi".


"Apa? Tuan Leonard berkata seperti itu? Kamu serius Aliya?".


"Mmmmm, tuan Leo berkata seperti itu".


Mawar lalu tersenyum senang, "Jangan khawatir Aliya. Itu artinya kamu tidak di usir dari rumah ini. Tuan Leonard hanya tidak ingin kamu menunjukkan wajah mu lagi di hadapannya. Astaga! Ada apa dengan tuan Leo? Tidak biasanya dia seperti ini?".


Aliya bingung, "Maksud kamu?".


"Mmmmm, dia hanya tidak ingin melihat mu saja Aliya. Bukan berarti dia mengusir mu dari rumah ini. Kamu jangan menangis lagi".


"Benarkah? Aku sangat takut sekali kalau sampai aku di usir dari rumah ini padahal aku disini baru masuk".


"Iya, ayo kita pergi saj...


"Mawar tunggu! gelang ku tertinggal di kamar mandi. Bagaimana ini?".


"Kenapa kamu melepasnya tadi?".


"Tadi terlepas sendiri Mawar. Semoga saja tuan Leo tidak melihatnya, kalau sampai tuan itu melihat gelang ku, aku yakin dia akan membuangnya. Tapi ya sudahlah, kita pergi saja".


Mawar merasa kasihan, "Gelang itu pasti mahal".


"Mmmm, kemarin aku membelinya 25 rb Mawar".


"Apa?" kaget Mawar menghentikan langkah kakinya. "Kamu bilang 25 rb? Kamu enggak lagi becanda kan Aliya?".


"Iya, emang kenapa Mawar?".


"Astaga Aliya! Aku pikir kamu membeli gelang itu jutaan. Ternyata 25 rb saja. Kamu ada-ada saja Aliya. Sudah, ayo kita pergi".


Sedangkan Aliya berkata dalam hati, "Bagi kalian itu murah, tapi tidak bagi ku. Uang segitu cukup untuk aku bertahan hidup untuk beberapa hari".

__ADS_1


Dan sekarang mereka berada di dapur, Aliya melihat tas sandangnya di balik tembok. Kemudian Mawar menyuruh Aliya menunggu sebentar, lalu pergi meninggalkan dirinya entah kemana.


"Kamu orang baru ya?" tanya Tasya. "Hallo, kenalin nama ku Tasya pelayan dirumah ini juga".


Aliya tersenyum, "Iya, aku orang baru. Nama ku Aliya".


"Mmmm... Terus, siapa yang membawa mu kemari?".


"Nyonya Zakira".


"Panggil saja Tasya".


"Iya Tasya".


"Terus, asal kamu dari mana Aliya?".


"Akh, aku dari kota xx pulau seberang. Aku kemari mencari kehidupan baru, hingga akhirnya aku berada disini. Aku sangat bersyukur sekali" jawab Aliya tersenyum senang melihat sekelilingnya. "Oh iya Tasya, kamu sudah lama tinggal disini?".


"Mmmm, sekitar 7 tahun lamanya".


"Wah, ternyata sudah sangat lama sekali".


"Dan kamu juga tidak seharusnya menyebutku dengan sebutan nama. Mulai hari ini panggil aku kak Tasya".


"Benar, kamu harus melakukan yang terbaik untuk kami. Sekarang pergilah, itu Mawar sudah datang".


"Iya kak Tasya" Aliya mengangkat tasnya. Ia berjalan mendekati Mawar sambil bertanya, "Apa aku sudah bisa menyimpan barang-barang ini semua?".


"Iya, ayo ikut aku" jawab Mawar membawa Aliya ke dalam kamar mereka. Dan disana, Aliya langsung melihat dari beberapa tempat tidur itu tersusun rapi dan miliknya berada di tengah-tengah, "Mulai sekarang ini tempat tidur mu Aliya. Enggak apa-apa kan kamu ada di tengah-tengah?".


"Iya tidak apa-apa. Wah, tempat tidurnya empuk sekali" senang Aliya.


"Dan lemari itu milik mu. Kamu susun saja pakaian mu di dalamnya. Dan di sebelah sana adalah kamar mandi. Kamu punya kan peralatan mandi?".


"Iya, aku punya Mawar" jawab Aliya menunjukkan sabun mandi dan sikat gigi berserta obatnya.


Mawar mengernyitkan dahi, "Itu saja?".


"Iya Mawar. Jadi aku sudah bisa menyusun pakaian ku di dalam?".


"Mmmm, susunlah. Kalau sudah selesai kamu langsung mandi setelah itu kamu keluar makan malam".


Aliya menghentikan tangannya menatap Mawar dengan senyum mengembang di wajahnya, "Apa? Kamu bilang makan malam Mawar?".

__ADS_1


"Iya, cepatlah".


"Baiklah Mawar, aku tidak akan lama hehehehe".


Begitu Mawar pergi meninggalkan Aliya di dalam sana, ia pun segera menyusun pakaiannya di dalam lemari khusus untuk pakaiannya saja. Namun saat Aliya memilih pakaiannya untuk malam ini, ia tidak tahu harus memakai apa, dari semua pakaiannya tidak ada yang bagus, semua di penuhi oleh jahitan. Padahal selama ini Aliya tidak pernah mempermasalahkan pakaiannya, ia tidak perduli mau itu koyak atau sudah usang.


Dan sekarang Aliya dibuat sedih, mau dimana lagi? Terpaksa ia harus memakai pakaiannya yang tidak terlalu bagus. Kemudian Aliya memasuki kamar mandi, disana ia melihat perlengkapan mandi yang lainnya tersusun rapi dan juga jenis-jenis dari peralatan mandi mereka begitu sangat banyak dan saat itu juga keinginan Aliya ingin mencobanya muncul.


"Boleh tidak aku mencobanya hehehehe?".


Tetapi saat Aliya hendak memakainya, ia mendengar suara memasuki kamar itu membuat Aliya menghentikan niatnya.


"Tidak boleh, kalau nanti aku ketahuan memakai milik mereka. Aku pasti dikatai mencuri. Sebaiknya tidak usah".


15 menit lamanya disana, akhirnya Aliya keluar dari dalam kamar mandi melihat mereka menunggu dirinya di depan pintu.


"Hahahaha, maaf jika aku membuat kalian lama menunggu" ucap Aliya tertawa sungkan.


Lalu salah satu dari orang itu menghentikan langkah kaki Aliya, "Kamu siapa?".


Aliya mengulurkan tangannya, "Nama ku Aliya. Kalau boleh tau nama kakak siapa?".


"Tiara" jawabnya dengan ketus. "Siapa yang membawa mu kemari?".


"Nyonya Zakira kak".


"Yang membawa mu ke dalam kamar ini?".


Deng!


Aliya bingung, ia sedikit ketakutan mendengar suara Tiara membentak dirinya dengan suara sangar. "Maaf, yang membawa ku kemari Mawar. Katanya aku boleh tinggal di kamar ini".


Tiara mendengus, "Atas izin siapa dia berani membawa mu kemari? Suruh Mawar ke kamar ini sekarang juga".


"Apa?".


"Kamu tidak mendengar ku?".


"Tapi...


"Enggak ada tapi-tapian. Suruh sekarang juga dia kemari".


"Ba-baiklah" angguk Aliya segera keluar dari dalam kamar itu mencari keberadaan Mawar sekarang ini. Dan setelah Aliya bertemu dengan Mawar, ia langsung memberitahunya kalau Tiara mencari dirinya. Tanpa bertanya, Mawar pun segera mendatangi kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2