
Tok... Tok...
"Masuk!".
Ceklek!
Leonard langsung melihat Sinta masuk bersama dengan Bagas. Kemudian Sinta tersenyum manis, ia lalu mendudukkan diri dengan sombongnya menyuruh Bagas membuatkan dua teh untuk mereka berdua.
Begitu Bagas keluar, Leonard berjalan kepadanya melihat wanita itu masih menunjukkan senyuman yang begitu indah.
"Wah, ruangan mu luas sekali dan juga ruangan mu terlihat begitu sangat rapi. Aku menyukainya Leo".
Tidak lama setelah itu Bagas masuk kembali ke dalam ruangan tersebut membawa dua gelas teh hangat seperti yang Sinta minta tadi.
"Mmmm, terima kasih Bagas".
"Sama-sama nona".
Dengan gaya elegan, Sinta mengambil miliknya dan langsung meminum sembari berkata, "Aku menyukai aroma teh ini".
Lalu ia melihat kepada Leonard, "Kenapa kamu tidak meminumnya Leo?".
"Kita tidak punya banyak waktu lagi. Segera habiskan teh itu" jawab Leonard malas melihat Sinta berlama-lama disana bersama dengannya.
Sinta tertawa, "Hey, ini baru jam berapa Leo. Kita masih punya waktu sebanyak 35 menit lagi. Oh iya, apa Nindi bertemu dengan mu? Semalam dia marah besar kepada ku karna foto itu, aku yakin kamu pasti sudah tau itu kan? Maafkan aku, aku tidak tau kalau teman-teman ku mengambil foto kita".
Mendengar itu, Leonard tersenyum menyeringai kepadanya membuat Sinta berkata apakah dia tidak mempercayai apa yang baru saja ia ucapkan dijawab langsung oleh Leonard bisa di percayai atau mungkin tidak.
Hingga sekarang jam telah menunjukkan pukul 10, keduanya langsung keluar dari dalam menuju ruang pemotretan. Kemudian Leonard memanggil Bagas, Sinta yang melihat mereka terlihat serius. Lalu Sinta mendudukkan diri, tidak lama setelah itu si perias datang menghampirinya.
"Selamat pagi nona! Apa kita sudah bisa memulainya?" tanya mereka dibalas gumaman oleh Sinta.
Saat Sinta sedang asik di dandanin, ia tiba-tiba mendengar ponselnya bergetar mendapatkan sebuah notifikasi dari teman-temannya yaitu foto yang kemarin mereka unggah kini sudah tersebar sampai kemana-mana dan itu membuat Sinta seketika tersenyum lebar.
"OMG!".
Lalu ia melihat kepada Leonard yang sedang sibuk.
__ADS_1
"Wah... Kenapa mereka keren sekali sih?".
Sedangkan Bagas yang melihat unggahan tersebut, ia langsung memberitahu Leonard kalau foto mereka telah tersebar luas dengan caption.
Ternyata selama ini seorang model go internasional terciduk tengah berkencan dengan seorang pria milyader. Namun sampai sekarang pria itu belum terindentifikasi siapa dia sebenarnya. Hanya saja, banyak netizen menebak kalau pria itu adalah Leonard salah satu putra pewaris CJ Group.
"Apa yang harus aku lakukan tuan? Apakah aku harus bertemu dengan media?".
"Tidak usah, biarkan kasus ini redup sendirinya".
"Apa tuan yakin?".
"Mmmm".
Baiklah kalau begitu tuan".
Sekarang Sinta telah selesai, ia mengenakan pakaian terbuka yang membuat belahan dadanya terlihat begitu menonjol, dan Sinta menyukainya. Setelah itu ia mendatangi Leonard memanggil namanya sambil bertanya apakah penampilannya sudah bagus seperti yang ia harapkan.
"Kamu sangat cantik" jawab Leonard memuji terlihat dengan tulus seperti yang baru saja ia ucapkan. "Apa kamu sudah siap? Pemotretan tinggal 10 menit lagi".
"Bagus kalau begitu" Leonard kemudian memanggil si cameraman agar mempersiapkan apa yang seharusnya mereka persiapkan. Lalu melihat Sinta kembali, "Aku percayakan ini semua kepada mu. Jangan membuat ku kecewa".
"Jangan khawatir, percaya kepada ku Leo kalau semua akan berjalan dengan baik. Dan kamu juga jangan lupa dengan kencang malam yang sudah kita janjikan".
"Ya, malam ini juga aku akan berkencan dengan mu".
"Mmmmm, terima kasih sudah mau menepati janji itu. Aku bersiap dulu".
Sinta mendatangi si kameramen, sedangkan Leonard menunggu di kursi tunggu sampai pemotretan itu selesai hingga mereka menghabiskan waktu sebanyak dua jam lamanya.
Leonard lalu bangkit berdiri, ia bertanya kepada Bagas apakah semua berjalan dengan baik. Ia kemudian melihat monitor, disana ia melihat hasil dari pemotretan Sinta terbilang sangat bagus dan itu membuat Leonard seketika tersenyum senang.
"Baiklah, kalian boleh istirahat".
"Terima kasih tuan".
Mereka semua langsung bubar, "Bagas, siapkan makan siang di restoran xx. Aku akan membawanya makan siang disana".
__ADS_1
"Baik tuan".
Leonard lalu menghampiri Sinta yang baru saja selesai mengganti pakaian. Ia melihat wanita itu tersenyum kepadanya dengan wajah letih.
"Terima kasih atas kerja sama mu" ucap Leonard memberikan salam di hadapannya.
Dengan senang hati Sinta membalasnya, "Sama-sama Leo".
"Ayo, aku akan membawa mu makan siang di luar".
"Wah" Sinta terlihat sangat bahagia. "Jangan bilang kita makan siang bersama dengan kru mu. Aku mau hanya kita berdua saja".
"Kita hanya berdua saja. Ayo".
Keduanya pun segera pergi meninggalkan kantor, lalu Sinta masuk ke dalam mobil, dan di dalam mobil, Sinta masih menerbitkan senyuman itu membuat Leonard bertanya ada apa dengannya, namun Sinta tak menjawabnya, ia malah menyuruh Leonard segera menjalankan mobilnya.
Padahal dalam hati Sinta sekarang ini, "Ternyata usaha ku tidak sia-sia merebut hati Leonard yang sedingin kutub Utara. Atau jangan-jangan kalau selama ini Leonard sebenarnya menyukai ku? Kenapa aku melihat ada ketulusan dalam dirinya dan itu sangat jarang aku lihat Leonard tunjukkan kepada siapa pun" Sinta mencoba melirik kepadanya.
"Astaga! Kalau itu benar, aku sungguh sangat beruntung sekali hahahhaha... Dan Nindi tidak bisa berkata-kata lagi, aku harap selama kencan nanti, aku bisa mendapatkan hati seorang Leonard dengan seutuhnya. Ya Tuhan, aku sangat ingin sekali menjadi kekasih dia".
.
Dan sekarang mereka telah tiba di depan restoran yang tadi ia bicarakan. Kemudian Bagas membukakan pintu mobil untuk Leonard, lalu memberitahu meja yang Leonard minta telah tersedia di dalam sana dengan hidangan istimewa.
Keduanya pun langsung masuk ke dalam di ikuti oleh Bagas.
"Selamat siang tuan nona" ucap si pelayan restoran tersenyum ramah di balas oleh Sinta dengan senyuman ramah seperti yang mereka lakukan. "Mari ikut saya tuan".
Salah satu wanita itu membawa mereka masuk ke dalam ruangan tersebut, dan begitu pintu itu terbuka. Kedua mata Sinta langsung berbinar-binar melihat hidangan yang tersaji diatas meja benar-benar sangat istimewa dan itu membuat Sinta berpikir kalau sebenarnya Leonard itu suka kepadanya.
"Wah, i like Leonard. Thank you".
Sinta mendudukkan diri begitu juga dengan Leonard. Kemudian si pelayan wanita tersebut membuka penutup botol anggur menuang di dalam gelas Leonard dan Sinta.
Lalu Leonard berkata, "Cheers".
"Hahahaha.." Sinta tertawa kecil menutup mulut menggunakan tangan kanannya. "Aku bahagia sekali Leo. Wah, sumpah baru kali ini pria seperti kamu memperlakukan aku dengan istimewa. Aku tidak menyangka kalau kamu akan memperlakukan aku seperti ini. Terima kasih Leo hahahahha.. Astaga! Rasanya aku tidak ingin berhenti tertawa dan mengucapkan terima kasih".
__ADS_1